NovelToon NovelToon
Princess Anna

Princess Anna

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Anak Yatim Piatu / Spiritual / Cinta Terlarang / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama
Popularitas:373
Nilai: 5
Nama Author: Diyah_ell

Namanya Anna.. Dia anak yang polos namun tangguh, berjiwa bebas dan baik hati.. ia terlahir di sebuah gubuk sederhana di dalam hutan yang jauh dari pemukiman warga, meski hidup sederhana, ia merasa hari harinya selalu dipenuhi kebahagiaan.
Hingga sampai suatu waktu, tragedi menimpa keluarga kecilnya dengan tragis.. Ternyata ayahnya adalah seorang putra mahkota, dan Anna pun tiba tiba menjadi seorang Putri.
bisakah Anna beradaptasi di kehidupan barunya??
Lika liku percintaannya dimulai..inilah kisah Princess Anna..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diyah_ell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menari bersama sebatang pohon

Aaron kembali duduk di depan taman untuk berjaga jaga.. tak lama seorang pria berjalan melewati Aaron menuju ke taman, lalu dihentikan olehnya..

"Berhenti!" ucap Aaron tegas.

Pria itu menoleh ke arah Aaron "Kenapa kau menghentikan ku?"

"Oh rupanya Duke muda.. Saya menghentikan anda karena saat ini Yang Mulia Putri Sylvanna sedang beristirahat di taman, anda akan mengganggunya jika muncul disana"

"Enyahlah!!..Apa urusanmu! Aku memang mau menemui Yang Mulia"

Aaron menghadangnya "Tidak bisa!! Yang Mulia Putri bukan orang yang bisa anda temui seenaknya!"

"Kenapa kau menghentikanku? Apa hak mu?!" ucap Leo kesal.

"Saya adalah seorang ksatria yang harus memastikan keamanan Yang Mulia kaisar dan Putri!!"

Tanpa basa basi Leonard mendorong kasar Aaron yang menghalanginya, Leo terus berjalan masuk meski diikuti dan diteriaki oleh Aaron dari belakang.

"Berhenti Duke muda!!" teriak Aaron.

Leonard berhenti saat melihat Anna berdiri di hadapannya.

"Kenapa anda membuat keributan Duke muda" ucap Anna dengan tegas.

"Maaf Yang Mulia..ada yang ingin saya bicarakan tetapi ksatria dari keluarga Count itu menghalangi.. Dan tolong jangan panggil saya dengan sebutan itu ." ucap Leo dengan ekspresi sedih.

"Tuan Aaron hanya melakukan tugasnya!" jawab Anna acuh.

"Yang Mulia.. Bisakah Anda meluangkan waktu sebentar, ada yang ingin saya bicarakan berdua saja..."

Belum sempat Anna menjawab Tiba tiba datang seorang wanita berlari menuju ke arah mereka, wanita itu adalah partner Leonard, Rossana Kenneth.

Wanita itu menyapa Putri Anna dengan sopan begitu melihatnya, Anna hanya mengangguk.

Rossana melingkarkan tangannya di lengan Leo "Leo sedang apa disini? Aku mencarimu sejak tadi" ucap Ross.

"Selamat menikmati waktu kalian berdua.. Saya permisi.. Kita pergi Sir Aaron.." ucap Anna seraya berlalu pergi.

"Baik Yang Mulia" Aaron mengikuti Anna dari belakang.

"Leo! Kenapa kau menemui Putri Sylvanna di tempat gelap seperti ini" ucap Rossana curiga.

"Bukan urusanmu!" Leo menepis tangan. Wanita itu lalu pergi, namun Rossana menarik tangannya kembali.

"Setelah 8 tahun kita tidak bertemu apa kau lupa kau itu milik siapa?"

"Aku tidak ingin berdebat denganmu! Lepaskan!"

"Tidak mau!! jawab dulu! Kau ada hubungan apa dengan putri!!" teriaknya.

"Tidak ada hubungan apa-apa!"

"Kelihatannya tidak seperti itu.. Kau menyukainya?"

"Dengar ya Rossana!! Berhenti mencampuri urusanku! Kau bukan siapa siapa bagiku! Jangan berlaga kau pemilikku!! Diriku adalah milikku sendiri!!" Leonard pergi meninggalkannya.

Rossana menatap Leo yang menjauh dengan raut wajahnya yang murka, Rossana yakin Leo memiliki perasaan khusus untuk putri Anna.

Anna dan Aaroh kembali ke aula pesta, semua orang masih menikmati dansa mereka bersama pasangan masing masing, dan Kaisar masih duduk di singgasananya.

Anna menoleh kebelakangnya, ternyata Aaron masih mengikutinya.

"Pergilah nikmati pestanya Sir Aaron! Kenapa kau malah mengikutiku?"

"Kan Yang Mulia sendiri yang mengajak saya tadi!" jawabnya kaku.

"Saya hanya mengajak anda meninggalkan taman tadi.. Lihatlah para lady di sebelah sana Sir"

Anna menyuruhnya menoleh ke arah gadis gadis yang memperhatikan Aaron lekat lekat dengan wajah tersipu malu. Itu wajar.. selain wajah Sir Aaron yang rupawan, dia adalah putra ke dua Count Smith yang terhormat, dia adalah kandidat calon suami sempurna kecuali sikapnya yang sedingin es.

"Saya tidak tertarik Yang Mulia.." jawabnya acuh.

"Jangan begitu.. Ajaklah salah satu dari mereka berdansa.." bujuk Anna.

"Tidak!!"

"Hah.. Dasar pria kaku! Jangan jangan kau tidak bisa berdansa?" Anna tersenyum, ia merasa dengan meledek sir Aaron yang kaku ini membuat perasaannya sedikit lebih baik.

"Iya memang saya tidak bisa Yang Mulia..saya hanya tahu cara mengayunkan pedang!" jawabnya jujur.

"Wah.. benar benar ya.. Mau saya ajari?"

"Sekarang Yang Mulia?" Anna mengangguk dan mengulurkan tangan padanya, itu adalah isyarat saat seseorang mengajak berdansa.

Tiba tiba Aaron panik, ia melihat Kaisar sedang menatapnya tak suka, tapi ia tidak bisa membiarkan uluran tangan Putri Anna menjadi sia sia..

"Baiklah.. Tolong ajari saya Yang Mulia" Aaron meraih tangan Anna.

Begitu mereka mulai menari di lantai dansa tiba tiba semua mata tertuju pada mereka berdua, karena pemandangan yang sangat langka melihat Putri Sylvanna berdansa dengan pria selain Kaisar.

Kaisar terus memperhatikan putrinya yang tertawa lepas karena gerakan Sir Aaron yang benar benar kaku seperti batang pohon, Kaisar pun merasa lega karena untunglah pria pertama yang berdansa dengan putrinya adalah seorang wakil komandan yang sudah lama dikenalnya. Pemandangan semakin lucu karena Aaron tetap mengikuti gerakan Anna dengan raut wajah serius meski Anna terus menertawakannya.

"Lihatlah Sylvanna menari dengan batang pohon Deryl.." ucap Kaisar kepada ajudannya.

"Benar Baginda.. Hahaha.. Yang Mulia Putri sampai tertawa seperti itu.. Lucu sekali.."

Di pojok ruangan Rossana masih mengamati reaksi Leo yang berdiri di sampingnya, saat melihat Putri dan Aaron di lantai dansa ekspresi wajah Leo sangat buruk. Kini ia semakin yakin bahwa pria miliknya itu menaruh hati kepada Putri.

Sesaat setelah mengakhiri tariannya tiba tiba seorang wanita datang menghampirinya. Wanita itu adalah salah satu dayang Ratu.

"Maaf mengganggu waktu anda Yang Mulia.. Ratu yang sedang dikurung di kamarnya memerintahkan saya untuk menyampaikan surat untuk anda, katanya ini adalah permintaan terakhirnya, setelah ini katanya Beliau benar benar tidak akan mengganggu anda lagi" ucap dayang yang seumuran dengan Ratu itu.

Anna mengangguk, ia membuka secarik kertas yang diterimanya.

"Ada yang ingin kusampaikan Sylvanna.. Datanglah sekarang juga, aku tunggu" kata Ratu dalam tulisannya.

Anna menoleh ke jam dinding besar, sebentar lagi waktu pesta dansa berakhir, karena Ratu bilang dia tak akan mengusiknya lagi setelah ini.. Anna merasa tidak ada salahnya menurutinya untuk terakhir kalinya.

"Saya pergi dulu Sir Aaron"

"Mau saya temani Yang Mulia? Saya sudah bosan disini.." ucap Aaron.

Anna berpikir ada baiknya mengajak seseorang karena ia pun cukup kawatir Ratu berbuat yang tidak-tidak.

"Baiklah.. Ikuti aku!"

Anna dan Aaron pun berjalan keluar, dari atas singgasananya Kaisar melihat Anna pergi bersama Aaron lalu disusul oleh Leonard di belakangnya.

"Deryl.. Kenapa Duke muda mengikuti Sylvanna.. Apa yang direncanakan? Cepat ikuti mereka pastikan keamanan putriku" Titah Kaisar.

"Baik Baginda" Jawab Deryl sebelum beranjak pergi.

Leonard melihat dari kejauhan.. karena Anna dan Aaron memasuki Istana Ratu yang saat itu dijaga dengan ketat.

Di depan kamar, dayang itu sudah menunggunya. "Silahkan masuk Yang Mulia, Baginda Ratu sudah menunggu.." Sylvanna mengangguk.

Begitu pintu terbuka Anna melihat pemandangan yang amat sangat mengerikan, Ratu terkapar di lantai dengan keadaan berdarah darah.. Keadaan Ratu sangat mirip dengan keadaan Helena yang terakhir dilihat Anna.

Anna merasa sangat syok, seketika tubuh Anna ambruk dan tak sadarkan diri..

Bersambung.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!