Yun Zhu hanyalah seorang murid rendahan dari Sekte Qingyun. Tanpa orang tua, tanpa latar belakang yang berarti—ia hanya bisa masuk sekte itu secara kebetulan setelah sebuah bencana menghancurkan hidupnya.
Akar spiritualnya lemah, bakatnya pun nyaris tak terlihat. Di mata orang lain, ia tak lebih dari sampah yang tak layak diperhitungkan. Tatapan meremehkan dan hinaan telah menjadi bagian dari kesehariannya.
Namun takdir mulai berbalik arah ketika Yun Zhu secara tak terduga memperoleh sebuah kekuatan misterius—kekuatan yang perlahan akan mengubah nasibnya… dan mengguncang dunia yang selama ini merendahkannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chizella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9: Menerobos Alam
Beberapa hari berlalu.
Angin kembali berhembus pelan, menyelinap masuk melalui celah jendela kamar Yun Zhu. Tirai tipis di sana bergerak ringan, sesekali berkibar lalu jatuh kembali. Udara yang masuk membawa wangi tanah basah dari kejauhan, dingin tipisnya merayap pelan di kulit.
Kamar itu sunyi.
Namun tidak mati.
Di lantai, Yun Zhu duduk bersila. Punggungnya tegak, kedua tangannya membentuk segel sederhana di atas lutut. Napasnya teratur, panjang, dan dalam.
Aliran Qi di sekitarnya berputar lebih padat dibanding sebelumnya.
Lebih halus.
Lebih terkendali.
Peningkatannya jelas terasa. Tidak meledak, tidak liar, namun terus naik secara stabil, seperti aliran air yang tak pernah berhenti.
Di sisi lain ruangan, Tianqiong duduk santai di kursi dekat meja. Kakinya bersilang ringan, satu tangan memegang cangkir kecil. Ia mengangkatnya ke bibir, menyeruput perlahan.
Matanya terpejam sesaat.
Lalu—
desahan pelan keluar dari bibirnya.
Ia menurunkan cangkir itu perlahan ke meja, jarinya masih menyentuh pinggirannya sejenak sebelum benar-benar melepas.
Di dalam lautan kesadarannya, Yun Zhu duduk di pusat.
Tenang.
Energi dari berbagai arah mengalir ke arahnya, berkumpul, lalu masuk ke dalam tubuhnya seperti arus yang ditarik oleh pusaran besar. Semua itu terasa jelas, nyata, dan berada dalam kendalinya.
Qi Refining tahap akhir.
Puncak.
Ia sudah sampai di batas itu.
Lalu langkah berikutnya...
Foundation Establishment.
Namun Yun Zhu tidak terburu.
Ia menahan.
Menjaga ritme.
Ia tahu, menerobos tanpa persiapan hanya akan menghancurkan dirinya sendiri. Alam itu mungkin hanya tahap ketiga, namun jaraknya tidak bisa diremehkan.
Sedikit kesalahan saja—
bisa berakibat fatal.
Perlahan, matanya terbuka.
Pandangannya kembali ke dunia nyata. Menyapu kamar sederhana itu, dinding, meja, jendela yang sedikit terbuka.
Semuanya terasa tenang.
Ia menarik napas dalam.
Membiarkan ketenangan itu meresap.
Di sisi lain, Tianqiong menggeser cangkirnya ke meja dengan bunyi ringan.
"Kelihatannya kau sudah mencapai puncakmu, ini saat yang tepat untuk menerobos. Harus cari tempat yang cocok," ucapnya santai.
Nada suaranya ringan, seolah hal besar yang akan dilakukan Yun Zhu hanyalah sesuatu yang biasa.
Yun Zhu sedikit menoleh.
"Aku tau. Hanya saja menerobos seperti ini... apa tidak akan ada yang mengganggu?"
Tatapannya tertuju pada Tianqiong.
Tenang, namun serius.
"Benar. Banyak orang sudah menyebutmu sebagai sampah, mereka tidak akan terima jika kau lebih hebat dari mereka." Tianqiong menghela napas pelan, terdengar malas. "Terutama bocah Wang Chen itu. Dia pasti akan mencoba untuk menyerangmu diam-diam, membuat penerobosan gagal."
Yun Zhu mengangguk.
Tangannya terangkat sedikit, menatap telapak tangannya sendiri.
Seolah menimbang sesuatu.
"Kali ini... setelah berhasil menerobos, aku sendiri yang akan membalasnya. Tidak perduli Senior mana pun yang melindunginya."
Nada suaranya tenang.
Namun tekad di dalamnya jelas.
Tianqiong berdiri.
Langkahnya ringan saat mendekat. Ia berhenti di belakang Yun Zhu, lalu mengangkat tangannya.
Tep.
Ia menepuk punggung Yun Zhu pelan.
Sentuhan itu singkat, namun cukup terasa.
"Aku akan melindungimu. Tapi urusan menerobos alam, semuanya tergantung pada dirimu sendiri."
Suaranya terdengar seperti dukungan.
Namun matanya—
tetap dingin.
Tanpa emosi berlebih.
Di balik kata-kata itu, tidak ada niat tulus sepenuhnya.
Bagi Tianqiong, Yun Zhu adalah aset.
Sumber keuntungan.
Selama ia masih berguna—
ia akan dijaga.
Semuanya untuk tujuannya sendiri. Sebuah tujuan besar yang penuh persiapan.
"Ayo pergi... selesaikan ini secepat mungkin."