NovelToon NovelToon
MY ELITE LOVER

MY ELITE LOVER

Status: sedang berlangsung
Genre:Raja Tentara/Dewa Perang / Menikahi tentara / Dokter / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama
Popularitas:9.9k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

Di balik tatapan dingin seorang Komandan Elite, tersimpan rasa rindu yang terpendam bertahun-tahun.

Saga Pratama Dirgantara menyimpan cinta rahasia untuk sang primadona sekolah, Renata Admajha, adik kelasnya saat SMA. Sosok Saga yang dingin, pendiam, dan tertutup membuatnya hanya berani mengagumi gadis itu dari jauh tanpa berani mengutarakan isi hati.

Hingga saat keberaniannya mulai muncul untuk menyatakan cinta, kabar mengejutkan justru datang menyambar. Sang pujaan hati ternyata telah dipinang oleh saingannya sendiri.

Mendengar hal itu, Sang Komandan patah hati sebelum sempat memiliki. Namun, sebagai lelaki terhormat, tak ada yang bisa ia lakukan selain mundur dengan teratur, mengubur perasaannya dalam-dalam, walau harus menelan pil pahit sendirian.

Namun, takdir cinta sang komandan punya rencana lain yang tak terduga.

Mampukah Saga menemukan Cintanya?
Mau tahu kisah selengkapnya yuk! langsung baca aja ya!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21 My elite lover

"K-Kak Saga ..."

Rena terpaku, matanya membola sempurna menatap manik mata coklat tajam yang kini memandangnya dengan lembut luar biasa. Kata-kata yang baru saja diucapkan Saga terus berputar di kepalanya, menciptakan kehangatan yang menyebar hingga ke ujung jari-jarinya.

"Kak Saga bilang apa tadi? Dia suka sama aku ... sejak dulu ... apa aku nggak salah dengar? Atau aku sedang bermimpi?" batin Rena berteriak girang, namun rasanya masih sulit percaya bahwa kata-kata manis itu keluar dari mulut pria dingin dan tak tersentuh seperti Saga.

"Kak Saga nggak lagi ngelantur kan?" tanya Rena masih tak percaya.

Saga tersenyum tipis, senyum yang mampu membuat waktu seakan berhenti berputar sejenak. Ia bahkan perlahan mendekatkan wajahnya ke arah Rena, membuat jarak di antara mereka kini hanya tinggal beberapa sentimeter saja. Rena bisa merasakan jelas hembusan napas hangat Saga yang menerpa wajahnya, membuat jantungnya konser dadakan.

"Aku serius Rena!" bisik Saga, suaranya terdengar serak basah namun sangat memikat dan menenangkan di telinga Rena.

"Maukah kamu membuka hati kamu untuk aku? Menjadi pendamping hidupku, menjadi ibu dari anak-anakku nanti dan menjadi satu-satunya ratu di hatiku selamanya?"

Pertanyaan itu meluncur begitu saja, begitu tulus, seolah kata-kata itu sudah sangat lama ia pendam dan simpan rapat di dalam sanubarinya.

Rena semakin terpana. Ingin rasanya ia segera berteriak menjawab 'Iya aku mau!' tapi rasa malu dan takjub membuatnya sempat terdiam, lidahnya terasa kelu untuk sejenak.

Di sudut meja makan Satria dan Lena ikut menahan napas. Suami istri itu saling bertukar pandang, wajah mereka bercampur antara kaget dan terharu. Si dingin Saga, sang Komandan yang tak pernah peduli pada urusan cinta, akhirnya menemukan pawangnya.

"Aku ... aku gak ...,"

"Ok! Tak masalah, aku seharusnya nggak boleh terlalu percaya diri," potong Saga cepat dengan wajah yang tiba-tiba berubah kecewa. Ia buru-buru menjauhkan posisinya, tak sanggup mendengar penolakan dari pujaan hatinya.

Rena justru tersenyum penuh arti melihat tingkah laku pria itu. Ia segera memegang lengan Saga dan buru-buru berkata.

"Aku gak mungkin nolak!" ceplos Rena cepat sambil mengangguk-angguk kuat saat Saga menoleh ke arahnya dengan wajah bingung. "Rena juga... Rena juga suka sama Kakak sejak dulu..." lanjutnya dengan wajah memerah padam, suaranya mengecil penuh rasa malu.

Mendengar jawaban itu, seulas senyum lebar terukir sempurna di wajah tampan Saga. Kekecewaan tadi lenyap seketika digantikan oleh kebahagiaan yang meluap-luap. Entah dorongan dari mana Saga menarik tubuh Rena ke dalam pelukannya yang hangat dan kokoh.

"Terima kasih ..." bisik Saga tepat di telinga Rena.

"Mulai sekarang, kamu adalah milikku. Tidak ada satu orang pun yang boleh menyakitimu lagi. Aku janji akan melindungi kamu selamanya."

Rena masih terdiam kaku dalam pelukan Saga lalu perlahan memejamkan matanya, menikmati hangatnya pelukan dan aroma khas tubuh pria itu yang begitu menenangkan.

Lena dan Satria yang melihat momen indah itu, tersenyum lebar lalu diam-diam mengajak si kembar Al dan El untuk naik ke kamar, memberi waktu dan privasi bagi kedua insan yang baru saja menyatukan hati itu.

Setelah beberapa saat menikmati kebersamaan, Saga dengan sedikit canggung dan kaget segera melepaskan pelukannya.

"Maaf Ren! Aku tidak bermaksud kurang ajar sama kamu, tadi refleks aja karena terlalu senang dan bersemangat!" ujar Saga dengan wajah yang tiba-tiba memerah karena malu.

Rena mengangguk pelan sambil tersenyum manis. "Tidak apa-apa Kak! Rena ngerti kok!" sahut Rena dengan wajah semakin merona.

__________________________________________

Matahari baru saja menampakkan sinarnya, namun suasana di kediaman keluarga Hartono sudah terlihat sangat sibuk, kacau, dan penuh ketegangan.

Di dalam kamar, Sasa berdiri terpaku di depan cermin besar. Ia mengenakan gaun termahal dan bermerek yang ia punya, berusaha tampil sempurna dan anggun. Namun sayang, bayangan yang terlihat di cermin justru terlihat pucat, lesu, dan matanya menyiratkan ketakutan yang luar biasa.

"Sasa, ayo cepat! Kita tidak boleh terlambat! Ingat ya pesan Mama, turunkan egomu yang setinggi langit itu!" peringat Nia dari luar pintu, suaranya terdengar panik dan mendesak.

Sasa menghela napas panjang hingga mengembungkan dadanya, menatap bayangannya sendiri dengan penuh kebencian dan amarah yang tertahan.

"Tunggu saja kalian ... hari ini aku terpaksa tunduk dan mengemis, tapi ingat baik-baik ya Rena ... suatu saat nanti aku pasti akan balas dendam! Aku tidak akan pernah terima dan rela kalau wanita sepertimu bisa hidup bahagia selamanya!" batinnya meludahkan rasa dengki, meski di luar ia terpaksa memaksakan wajah memelas dan tak berdaya.

"Iya Ma ... aku siap ..." jawabnya pelan dengan nada yang berat dan penuh kepura-puraan.

Mereka pun berangkat dengan mobil mewah mereka, namun beban di hati mereka jauh lebih berat daripada apapun. Tujuan mereka hanya satu: Kediaman Aditama. Tempat di mana mereka harus membumihanguskan harga diri demi menyelamatkan perusahaan dan nama keluarga mereka.

______________________________________________

Di Kediaman Aditama

Berbeda dengan suasana mencekam di rumah Hartono, pagi itu suasana di mansion terasa sangat tenang, damai, dan penuh keceriaan.

Lena dan Satria baru saja menikmati sarapan pagi mereka dengan santai, sementara Al dan El sedang bermain mobil-mobilan dengan riang di ruang tengah.

Namun yang mengejutkan, Saga sudah duduk tegak di sofa utama dengan secangkir kopi hitam di tangannya sejak pukul enam pagi. Wajahnya tampak tenang namun matanya tajam penuh kewaspadaan, layaknya seorang singa yang sedang menunggu mangsa datang.

"Wah, ada apa ini komandan?" tanya Satria sambil tersenyum lebar. "Pagi-pagi udah standby aja di sini!"

Saga menyesap kopinya pelan, lalu menyeringai tipis penuh arti.

"Aku sedang menunggu para penjilat!" jawab Saga dingin. "Keluarga Hartono itu tipe orang penakut dan serakah. Begitu tahu nyawa perusahaan mereka di ujung tanduk, mereka pasti akan datang secepat kilat bak anjing yang mengemis minta makan. Aku sengaja datang lebih awal biar nggak ketinggalan dramanya."

Belum sempat Satria membalas, bel pintu utama berbunyi nyaring dan berulang kali. Seorang pelayan rumah datang berlari kecil menghampiri mereka dengan wajah gugup.

"Tuan, Nyonya ... ada tamu di depan. Keluarga Hartono. Mereka ... mereka memohon ingin bertemu Tuan sekeluarga." lapor pelayan itu dengan hati-hati.

Satria tertawa kecil, lalu menepuk bahu Saga pelan.

"Firasat sang Komandan memang tak pernah meleset. Mereka benar-benar datang lebih cepat dari yang aku kira," ucap Satria sambil terkekeh pelan.

"Jadi, bagaimana? Kita terima mereka sekarang juga?"

Saga meletakkan cangkir kopinya dengan perlahan di atas meja. Tatapan matanya yang tadi santai kini berubah sedingin es dengan tatapan tajam yang mematikan.

"Tentu saja! Suruh mereka masuk!" tegas Saga dengan seringai licik.

"Aku sudah tidak sabar ingin bermain drama dan memberi mereka pelajaran yang sangat berkesan!"

 

Bersambung ...

1
sri hastuti
siippp ,luarr biasaaa 👍👍👍👍
Marifatul Marifatul
😇😇🤔
Munas Tuti
aduuuh Sasa kok gak kapok yaa, bener2 gak tau diri ....gak tau apa siapa Sagav
Rahma Inayah
pasti orang suruhan. Sasa nnt klu rencana mu gagal dan km seblak nya yg ketangkap org saga ketar ketir mnt maaf .km Lp klu saga pasukan elite BKN tu aja mata dan telingaj nya ada dmn mn klu ada sinyal yg kurg baik lngsung terkoneksi ke saga
Elsa
makin seru aja nih ceritanya. lanjut baca lah
Elsa
wah gercep juga mommy Saga
Elsa
akhirnya bisa jujur juga saga/Shhh/
Elsa
Kevin sangat jahil ya/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Rahma Inayah
knp gk km aja yg ngantr Rena kerumh sakit saga hrs pake 2 mobil pulg nya BS km jmpt lgi dan bs jln2;walau hanya sbntr ngilngi penat
Munas Tuti
wouuuuw romantisnya Saga...pacar mau dines dikawal, semangat yaa Saga😍
Elsa
cerita yang seru untuk di ikuti
Elsa
lanjut Thor semangat ya
Elsa
sangat bagus😍😍💪💪💪💪💪💪
Elsa
awal baca sudah menarik dan penasaran aku suka
Surya
lanjut up kak, aku semakin penasaran bagaimana kelanjutannya/Smile//Smile/
Surya
rencana yang keren Saga/CoolGuy//CoolGuy//Kiss/
Munas Tuti
keren Saga BTL ke Rena, ternyata gayung bersambut.....buat Sasa kuapooook dehh, makanyajd org jangan sok
Rahma Inayah
good saga
sri hastuti
siipp Saga ,kasih pelajaran orang2 sombong itu , 👍👍👍
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
Klo Rena tau ini, auto tmbh love² ama Saga 😎😍🤩
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!