NovelToon NovelToon
Di Balik Niqab Maryam: Rahasia Pewaris Yang Terbuang

Di Balik Niqab Maryam: Rahasia Pewaris Yang Terbuang

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Anak Genius / CEO / Tamat
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mysterious_Man

Diusir dan dihinakan akibat video fitnah keji, Aaliyah Humaira, putri seorang kyai besar, terpaksa menanggalkan identitasnya dan bersembunyi di balik niqab dan kode peretas legendaris 'H_Zero'. Namun, takdir pelariannya justru membawanya ke dalam pelukan Zayn Al-Fatih, CEO berdarah dingin penerus klan aristokrat mafia Eropa yang hidupnya dipenuhi ancaman pembunuhan. Saat rahasia triliunan dolar dan masa lalu leluhur mereka saling bertabrakan, Aaliyah dan Zayn harus menyatukan kejeniusan siber dan kekuatan militer untuk melawan sindikat pembunuh bayaran, dewan bangsawan yang rasis, dan konspirasi global. Ini bukan sekadar kisah cinta antara gadis pesantren dan sang Raja Es; ini adalah perang epik di mana iman, kecerdasan, dan peluru menjadi penentu kedaulatan sebuah negara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mysterious_Man, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23: Sisa Debu dan Darah

​Angka merah di layar ponsel Sultan yang terjatuh itu berkedip dengan kecepatan yang menyakitkan mata. Sepuluh detik. Waktu yang bahkan tidak cukup untuk melafalkan satu surah pendek dengan tenang, apalagi untuk berlari menjauh dari radius ledakan menara air raksasa itu.

​"Lari, Aaliyah! Ke arah parit!" teriak Zayn. Suaranya pecah, bukan lagi suara CEO yang angkuh, melainkan suara seorang pria yang sedang berpacu dengan maut.

​Zayn tidak menarik tangan Aaliyah; ia mendorong wanita itu sekuat tenaga ke arah parit beton di sisi jalan pesantren yang lebih rendah, sementara ia sendiri sempat tertahan karena kakinya tersangkut kabel sisa sabotase di lantai mobil.

​Ya Allah... apakah ini akhirnya? Mengapa di saat hamba baru saja menemukan secercah cahaya, Engkau mengirimkan api ini? Zayn... jangan biarkan dia terluka. Jika harus ada yang pergi, biarlah hamba, karena hamba hanyalah pembawa masalah bagi hidupnya.

​Aaliyah terjatuh ke dalam parit yang kering, tubuhnya menghantam semen keras yang membuat bahunya terasa seolah bergeser. Namun, sebelum ia sempat menoleh, dunia di belakangnya meledak.

​BOOM!

​Guncangan dahsyat itu seolah merobek selaput telinga Aaliyah. Gelombang panas menyapu udara, diikuti oleh dentuman besi-besi menara yang jatuh menghantam tanah. Tanah Al-Azhar bergetar hebat. Debu, api, dan serpihan beton beterbangan seperti hujan kutukan dari langit.

​Pandangan Aaliyah mendadak gelap. Telinganya berdenging panjang, sebuah suara frekuensi tinggi yang menulikan segalanya. Ia mencoba bernapas, namun paru-parunya hanya menghirup debu panas yang menyesakkan.

​"Zayn..." bisiknya, namun ia sendiri tidak bisa mendengar suaranya.

​Dengan sisa tenaganya, Aaliyah merangkak keluar dari parit. Kepalanya pening luar biasa. Saat matanya mulai bisa fokus di antara kepulan asap hitam, jantungnya seolah berhenti berdetak. Mobil SUV mewah itu kini tertimpa reruntuhan tangki air besi yang berat. Dan di sana, di dekat pintu mobil yang ringsek, Zayn terkapar tidak bergerak.

​"Zayn! Tidak!" Aaliyah menjerit. Kali ini suaranya keluar, serak dan penuh keputusasaan.

​Ia berlari tertatih, mengabaikan rasa sakit di bahunya. Ia menemukan Zayn bersimbah darah. Sebuah serpihan besi tajam tampak menggores lengannya cukup dalam, dan kepalanya membentur pilar mobil saat ledakan terjadi. Jas mahalnya yang selalu rapi kini sobek dan tertutup debu abu-abu.

​Aaliyah jatuh berlutut di samping Zayn. Ia segera memeriksa denyut nadi di leher pria itu dengan tangan yang gemetar hebat.

​Masih ada. Ya Allah, terima kasih. Masih ada denyut itu, meski lemah.

​"Zayn... bangun! Zayn, kumohon jangan tinggalkan aku!" Aaliyah menyeka darah di pelipis Zayn dengan ujung jilbabnya. Ia tidak peduli kain suci itu kini ternoda darah; nyawa pria di depannya jauh lebih suci saat ini.

​Zayn mengerang pelan. Matanya terbuka sedikit, menatap wajah Aaliyah yang kini tidak lagi tertutup niqab karena kain itu terlepas saat ia jatuh tadi.

​"Kau... tidak apa-apa?" suara Zayn nyaris tidak terdengar, namun hal pertama yang ia tanyakan adalah keselamatan Aaliyah.

​Bagaimana bisa kau masih memikirkanku? Kau berdarah, Zayn! Kau terluka karena melindungiku! Pria bodoh... mengapa kau selalu ingin menjadi perisai bagi wanita yang bahkan tidak bisa memberimu apa-apa selain masalah?

​"Aku tidak apa-apa! Berhenti bicara! Aku harus menghentikan pendarahanmu," Aaliyah merobek kain jilbabnya yang bagian dalam, lalu melilitkannya dengan kuat di lengan Zayn. Ia melakukannya dengan gerakan yang terampil, sisa-sisa pelajaran pertolongan pertama di pesantren yang tidak pernah ia sangka akan digunakan untuk pria ini.

​Para pengawal yang sempat terpental mulai berlari mendekat. Ben, sang kepala pengawal, tampak terluka di bagian kaki namun tetap berusaha mengamankan area.

​"Panggil ambulans! Sekarang!" teriak Aaliyah pada Ben.

​"Jangan... jangan rumah sakit umum," Zayn menahan tangan Aaliyah dengan sisa kekuatannya. "Sultan... dia punya orang di sana. Bawa aku ke... klinik rahasia Al-Ghifari di Subang."

​Zayn kembali kehilangan kesadaran. Kepalanya terkulai di pangkuan Aaliyah.

​Satu jam kemudian, di dalam ambulans pribadi Al-Ghifari yang bergerak cepat menuju subang.

​Aaliyah duduk di samping ranjang darurat, matanya tidak pernah lepas dari wajah Zayn yang pucat. Dokter di ambulans sedang menjahit luka di lengan Zayn. Aaliyah memegang laptopnya, namun kali ini ia tidak sedang meretas. Ia sedang menatap sebuah folder yang dikirimkan secara otomatis ke emailnya sesaat setelah ledakan terjadi.

​Sistem The Ark yang ia bangun telah merekam sesuatu.

​Sultan tidak sedang berada di penjara saat ini. Rekaman CCTV penjara yang kulihat semalam adalah rekaman lama yang diputar ulang (loop). Seseorang telah mengeluarkan Sultan sejak tiga hari yang lalu.

​Aaliyah mengepalkan tangannya. Kelemahan yang tadi ia rasakan berubah menjadi kemarahan yang dingin.

​Sultan... kau pikir kau bisa mempermainkan kami? Kau pikir kau bisa membunuh Zayn dan menghancurkan masa depanku? Kau salah besar. Jika Zayn adalah singa yang melindungiku, maka aku adalah racun yang akan mematikanmu dari dalam sistem.

​"Nona Aaliyah, Tuan Muda sudah melewati masa kritisnya. Benturan di kepalanya cukup keras, tapi tidak ada pendarahan dalam yang serius. Dia hanya butuh istirahat total," ucap dokter tersebut setelah selesai melakukan tindakan.

​Aaliyah mengangguk pelan. "Terima kasih, Dok."

​Ia kembali menatap Zayn. Wajah pria itu saat tidur tampak jauh lebih muda dan tanpa beban. Tanpa sadar, Aaliyah mengusap punggung tangan Zayn.

​Mengapa takdir mempertemukan kita dengan cara yang sekejam ini, Zayn? Kau pria yang membenci simbol agamaku, namun kau bertindak lebih mulia daripada mereka yang mengaku memegang kunci surga namun memfitnahku tanpa ampun. Jika kau bangun nanti, aku berjanji tidak akan ada lagi rahasia di antara kita.

​Di sebuah gudang tua di pinggiran Jakarta.

​Sultan berdiri menatap layar televisi yang menyiarkan berita ledakan di Pesantren Al-Azhar. Ia menyesap cerutunya, namun wajahnya tidak tampak puas. Ia justru membanting gelas di tangannya.

​"Mengapa mereka tidak dikabarkan mati?!" teriak Sultan pada anak buahnya.

​"Maaf, Tuan... mobil mereka antipeluru dan sepertinya mereka sempat berlindung di parit beton," jawab salah satu anak buahnya dengan suara gemetar.

​"Aku tidak butuh alasan! Aku ingin Zayn Al-Fatih hancur! Jika dia tidak mati hari ini, maka dia akan mati perlahan melihat perusahaannya aku ambil alih besok pagi!" Sultan berjalan menuju sebuah meja besar yang dipenuhi dokumen.

​Sultan membatin: Zayn... kau pikir dengan melamar Aaliyah kau bisa menyelamatkan segalanya? Kau justru memberikan aku alasan untuk menyerangmu dari sisi moral. Masyarakat tidak akan percaya pada pria yang menikahi wanita 'kotor' hanya untuk menutupi skandal bisnis. Besok pagi, seluruh investor Al-Ghifari akan menuntutmu mundur.

​Sultan menoleh ke arah seorang pria yang duduk di bayangan gelap di sudut ruangan. Pria itu adalah Rian, sang pengkhianat IT yang ternyata berhasil lolos dari penangkapan di bandara karena bantuan Sultan.

​"Rian, siapkan serangan terakhir. Aku ingin besok pagi, saat Zayn bangun di rumah sakit, dia melihat saldo rekening pribadinya menjadi nol," perintah Sultan dingin.

​Rian tersenyum licik. "Siap, Tuan. Tapi ada satu masalah. 'H_Zero'... dia terus membayangi setiap pergerakanku. Wanita itu bukan peretas biasa. Dia punya insting yang menakutkan."

​Sultan menyipitkan mata. "H_Zero adalah Aaliyah. Aku tahu itu. Dan aku punya cara untuk mematikan jarinya sebelum dia sempat menyentuh keyboard lagi."

​Kembali ke klinik rahasia Al-Ghifari.

​Aaliyah sedang duduk di sofa ruang tunggu saat Ben mendekatinya. Ben membawa sebuah kotak kecil yang ia temukan di sisa reruntuhan menara air tadi.

​"Nona, saya menemukan ini di dekat detonator yang meledak. Sepertinya ini sengaja ditinggalkan untuk Anda," Ben menyerahkan kotak itu.

​Aaliyah membukanya. Di dalamnya bukan bom, melainkan sebuah kalung emas dengan liontin berbentuk huruf "A". Kalung itu...

​Aaliyah menutup mulutnya. Air mata jatuh deras.

​Kalung ini... ini adalah kalung almarhumah ibu hamba yang hilang saat pesantren pertama kali diserang dua puluh tahun lalu! Bagaimana mungkin Sultan memilikinya?

​Di balik liontin itu, terdapat sebuah tulisan kecil yang diukir kasar: "Tanyakan pada Zayn, siapa yang sebenarnya membakar rumahmu dua puluh tahun lalu."

​Dunia Aaliyah kembali berguncang. Sebuah keraguan mulai menyusup ke dalam hatinya yang paling dalam.

​Zayn? Apakah keluarga Al-Ghifari terlibat dalam tragedi masa kecilku? Apakah perlindungan Zayn selama ini adalah bentuk rasa bersalah, bukan cinta? Ya Allah... jangan biarkan ini menjadi fitnah baru yang menghancurkan hatiku.

​Aaliyah menatap Zayn yang masih terbaring lemah di balik kaca ruang perawatan. Di satu sisi, pria itu adalah penyelamatnya. Di sisi lain, bayang-bayang masa lalu kini mulai menuntut jawaban yang mungkin akan menghancurkan hubungan mereka selamanya.

1
Erni Yustriyanti
Keren bgt
Sri Jumiati
cobaan berat bertubi tubi .terus menerus.kasihan Aaliyah
Rita Rita
AQ jadi kepikiran presiden RI,,, apakah pak Bowo Thor 🤔 novel mu Thor bikin tegangan tinggi
Misterios_Man: diem diem aja kak, jangan bilang-bilang /Shhh//Shhh//Shhh/
total 1 replies
Rita Rita
sultan memang iblis,,, meski udah dihantam kuat dengan tabung oksigen masih lagi sehat walafiat,,
Rita Rita
orang jahat memang selalu menang duluan,,🤭
Rita Rita
dari part ke part menegangkan,, Aaliyah bener bener wanita kuat,,yg cerdas dan genius. dia berjuang sendiri demi cinta pertama nya sang ayah tercinta,,
Sri Jumiati
ceritanya bagus
Rita Rita
meski tegang masih ada sisi romantis nya. Zayn bisa aja bikin Aaliyah baper kalo ga sedang kritis keadaan,,
Rita Rita
cieee Zayn,,, belum apa apa udah mengklaim permaisuri ku🤭🤣😍😍
moga ditengah badai dusta ketulusan hati menghancurkan fitnah keji
Zulfa
bagus ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!