NovelToon NovelToon
BENCI SETIPIS TISU: OBSESI TUAN MUDA ARGIAN

BENCI SETIPIS TISU: OBSESI TUAN MUDA ARGIAN

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Obsesi
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ai_Li

Dunia Aiswa runtuh saat Devan Argian, investor berkuasa yang dingin, mengklaimnya secara sepihak. Bukan sekadar lamaran, ini adalah jeratan. Demi ambisinya, Devan tak segan mengancam nyawa orang-orang tercinta Aiswa. Nasib adiknya yang bekerja sebagai operator alat berat di Kalimantan kini di ujung tanduk; satu perintah dari Devan bisa menghancurkan masa depan, bahkan nyawanya.

​Terjepit antara rasa benci dan keselamatan keluarga, Aiswa terpaksa tunduk dalam "penjara emas" sang tuan muda. Namun, di balik dominasi gelap Devan, hadir Zianna, putri kecil sang investor yang sangat menyayanginya. Akankah ketulusan Zianna dan pesona posesif Devan mampu mengikis kebencian Aiswa hingga setipis tisu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ai_Li, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21: Payung, Jas, dan Jebakan Ibu-Ibu

Hujan turun seolah-olah langit tahu betapa hancurnya perasaan Aiswa. Gadis itu berjalan gontai, membiarkan setiap tetes air yang dingin membasahi pakaiannya hingga lepek. Ia tidak peduli jika besok harus demam atau absen mengajar. Rasa sesak di dadanya jauh lebih menyakitkan daripada tusukan air hujan.

"Dasar duda sinting! Alien gila! Gara-gara dia, semuanya berantakan!" rutuk Aiswa di sela isakannya.

Lelah berjalan, Aiswa akhirnya memilih duduk di depan sebuah halte kosong. Ia menunduk dalam, menatap genangan air di kakinya yang mencerminkan wajahnya yang sembab.

Nasibnya terasa sangat tidak beruntung. Baru saja ia merasakan kenyamanan bersama Aditya, setelah pria itu mulai bangkit dari keterpurukan ekonominya, kini badai bernama Devan Argian datang memporak-porandakan segalanya.

Tiba-tiba, rintik hujan yang menghantam pundaknya berhenti. Suasana mendadak teduh meski suara gemericik air di sekitarnya masih terdengar riuh. Aiswa melihat sepasang sepatu pantofel mewah yang mengkilap berdiri tepat di hadapannya.

Ia mendongak perlahan dan mendapati Devan berdiri di sana, memegang payung besar dengan ekspresi datar yang sulit dibaca. Tanpa sepatah kata pun, tangan pria itu meraih bahu Aiswa dan membawanya berdiri.

"Kenapa hujan-hujanan? Masa kecil kamu belum cukup puas bermain air?" sindir Devan pedas, suaranya nyaris tenggelam oleh suara hujan.

Aiswa menatap Devan dengan tatapan tajam. Rasa sedihnya mendadak berganti menjadi emosi yang meluap.

"Bapak ngapain di sini?! Mau pamer payung? Atau mau mastiin saya sudah menderita apa belum?!"

Bukannya membalas omelan itu, Devan justru menyodorkan gagang payung kepada Aiswa agar gadis itu memegangnya. Kemudian, dengan gerakan yang tak terduga, Devan melepas jas mahalnya dan memakaikannya ke bahu Aiswa yang menggigil. Jarak mereka begitu dekat hingga Aiswa bisa mencium aroma parfum maskulin yang bercampur dengan bau hujan.

Setelah itu, Devan mengambil kembali payungnya dan merangkul pundak Aiswa untuk membawanya jalan. Aiswa tentu saja berusaha menghindar.

"Bapak mau ngapain sih?!"

"Mau antar kamu pulang. Sudah basah begini, kalau tidak segera ganti baju, kamu bisa sakit," ujar Devan tanpa bantahan.

"Nggak perlu! Saya bisa pulang sendiri!"

Aiswa hendak melangkah pergi, namun Devan dengan sigap menahan lengannya dan menariknya hingga tubuh Aiswa menghantam dada bidangnya.

Mata mereka bertemu.

"Saya tidak menerima penolakan, Aiswa. Kamu mau masuk ke mobil sendiri, atau saya gendong di depan umum dan saya masukkan paksa?" ancam Devan serius.

Aiswa mencebikkan bibirnya, dongkol setengah mati. Dengan langkah yang sengaja dihentak-hentakkan, ia berjalan menuju mobil mewah Devan yang terparkir tak jauh dari sana. Devan harus setengah berlari untuk memastikan payungnya tetap melindungi kepala Aiswa agar tidak semakin basah.

Di dalam mobil, keheningan menyelimuti mereka. Devan melirik bibir Aiswa yang sedikit bergetar karena kedinginan.

Sebenarnya, Lucas-lah yang memberi tahu keberadaan Aiswa, dan Devan langsung memacu mobilnya mencari gadis itu. Ia tidak menyangka Aiswa akan senekat itu berjalan di bawah hujan.

Mobil berhenti di depan sebuah fasilitas toilet umum yang bersih dan cukup mewah. Aiswa mengerutkan kening.

"Kenapa berhenti? Rumah saya masih jauh, Pak."

Devan tidak menjawab. Ia meraih sebuah paper bag dari kursi belakang dan memberikannya pada Aiswa.

"Ganti baju dulu. Pakai yang ada di dalam sana."

Devan turun lebih dulu menggunakan payung, lalu membukakan pintu untuk Aiswa. Tangannya terulur untuk menyambut Aiswa, sebuah perlakuan manis yang membuat Aiswa tertegun sejenak. Seolah terhipnotis, Aiswa menurut dan melangkah menuju toilet.

***

Di dalam kamar ganti, Aiswa nyaris menjerit saat membuka isi paper bag itu.

"Gila... kok dia tahu ukuran gue dengan sangat tepat?! Sampai... sampai pakaian dalam juga ada?!"

Wajah Aiswa memanas. Malu, ngeri, tapi juga sedikit tersentuh. Ia segera berganti pakaian, sebuah setelan casual yang sangat nyaman dan pas di tubuhnya. Sambil bercermin, ia sempat tersenyum tipis, namun segera menggelengkan kepala.

"Jangan baper, Ai! Inget, ini duda alien yang bikin lo putus sama Mas Adit!"

Begitu keluar dan melihat hujan sudah mulai reda, pandangan Aiswa tertumbuk pada sebuah pemandangan yang sangat langka.

Devan Argian, sang CEO dingin yang biasanya dipuja-puja, kini sedang dikerubungi oleh segerombolan ibu-ibu di dekat area parkir.

Aiswa menahan tawa sampai perutnya sakit.

"Aduh, Abang ganteng, foto dulu dong! Buat saya pamerin ke anak saya, mirip banget sama aktor dracin yang saya tonton!" seru seorang ibu.

"Mas, saya lagi hamil, tolong foto bareng ya biar anak saya gantengnya nular!" timpal ibu-ibu lainnya sambil menarik lengan baju Devan.

Devan terlihat berusaha tetap tenang meskipun urat di keningnya mulai terlihat. Ia ingin mengamuk, tapi harga dirinya sebagai pria terhormat menahannya. Saat ia melihat Aiswa keluar dan malah tertawa puas melihat penderitaannya, sebuah ide licik muncul di kepalanya.

"Sayang! Kamu sudah selesai?" teriak Devan dengan suara yang sengaja dikencangkan.

Tawa Aiswa langsung terhenti. Seketika, puluhan mata ibu-ibu itu menoleh ke arahnya. Devan berjalan cepat menghampiri Aiswa dan langsung merangkul pinggangnya dengan posesif.

"Lama banget sih ganti bajunya? Aku sampai dikerubungi fans nih, mereka bilang aku ganteng," ucap Devan dengan nada manja yang dibuat-buat.

Aiswa terbelalak.

"Bapak... Bapak kesurupan apa?!"

"Oalah... ini istrinya toh? Ya ampun, cantik banget, serasi!" seru ibu hamil tadi sambil mendekat.

"Mbak, saya ngidam mau foto bareng Mbak dan suaminya. Boleh ya?"

"Eh, saya bukan..."

"Tentu boleh, Bu," potong Devan sambil tersenyum manis.

Akhirnya, Aiswa terpaksa ikut berfoto bersama ibu-ibu itu dengan senyum yang dipaksakan. Setelah sesi foto selesai dan ibu-ibu itu pergi dengan wajah bahagia, Aiswa langsung menjauhkan diri dan bertolak pinggang.

"Maksud Bapak apa?! Ngaku-ngaku saya istri Bapak segala?!" protes Aiswa galak.

Devan tidak lagi memasang wajah manja. Ia kembali menjadi pria dingin yang otoriter. Ia melangkah maju, memajukan wajahnya hingga hidung mereka nyaris bersentuhan. Aiswa menahan napas, dadanya berdegup kencang.

Devan membisikkan sesuatu tepat di telinga Aiswa dengan suara baritonnya yang rendah.

"Saya tidak berbohong, Aiswa... karena sebentar lagi, kamu memang akan menjadi istri saya."

Setelah mengatakan itu, Devan berjalan santai menuju mobil, meninggalkan Aiswa yang membeku di tempat dengan wajah yang lebih merah dari kepiting rebus.

1
Ibu² kang Halu🤩
𝚔𝚎𝚛𝚎𝚗𝚗 𝚒𝚑 𝚌𝚎𝚛𝚒𝚝𝚊𝚗𝚢𝚊, 𝚖𝚊𝚜𝚒𝚑 𝚊𝚍𝚊 𝚕𝚊𝚗𝚓𝚞𝚝𝚊𝚗 𝚐𝚊𝚔 𝚗𝚒𝚑 𝚔𝚊𝚔 𝚊𝚞𝚝𝚑𝚘𝚛???
Ibu² kang Halu🤩: oke kak. semangat ya💪💪 sehat selalu kak🤗
total 2 replies
Lisa
👍 Gercep aj nih si Devan 😊
Lisa
Ceritanya makin asyik nih 😊
Lisa: sama² Kak Ai
total 2 replies
Lisa
Rejeki nomplok utk Lucas nih 😊👍
Lisa
Ceritanya menarik juga nih
Ai_Li: Terima kasih kak sudah baca🥰
total 1 replies
Lisa
Aku mampir Kak
Lisa: Amin..sama² Kak..
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!