NovelToon NovelToon
Kembali Untuk Menjerat Mu

Kembali Untuk Menjerat Mu

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir / CEO
Popularitas:22.6k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

Tidak ada yang tahu, Ratu pergi bukan karena ingin meraih cita-cita, namun untuk lari dari perasaannya kepada sosok laki-laki yang ternyata telah memiliki tunangan.
Dia adalah Ardiansyah, putra kedua dari keluarga Suhadi, seorang CEO yang baru saja di Lantik setahun yang lalu setelah menyelesaikan pendidikannya,dan fokus memimpin perusahaan raksasa. namun fakta yang membuat Ratu pergi, Ardiansyah telah bertunangan dengan seorang gadis salehah, teman Adiknya saat berada di pesantren dan memutuskan untuk pergi ke kota dengan misi tersembunyi.
yuk ikuti kisah Ratu di sini....
kawal sampai akhir ya...
apakah sad ending, atau happy ending...

terimakasih atas dukungannya selama ini...
🥰🥰🥰🥰🙏🏻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Dari atas ranjang rumah sakit, Ardiansyah tidak bisa tenang. Rasa ingin tahunya terhadap apa yang terjadi di luar kamar lebih besar daripada rasa sakit di perutnya. Dengan gerakan pelan agar tidak mencopot jarum infus, ia meraih tabletnya yang tergeletak di atas nakas

Sebagai seorang CEO yang terobsesi dengan keamanan, ia memiliki akses privat ke sistem CCTV rumah sakit yang bekerja sama dengan perusahaannya. Apalagi hotel di depannya sedang di bangun.....Jarinya menari lincah di atas layar hingga sudut kamera lobby muncul di layar jernih tablet tersebut.

Di layar itu, ia melihat ibunya, Monica, berdiri kaku dengan gestur mengintimidasi yang sangat ia kenali, bahu tegap dan dagu terangkat tinggi. Namun, yang membuat napas Ardiansyah tertahan adalah sosok di depan ibunya.

Ratu berdiri di sana, tanpa sedikit pun kegentaran. Ia tidak menunduk seperti karyawan pada umumnya tidak juga seperti Nisya yang selalu patuh, bahkan Ratu tidak menunjukkan wajah memelas seperti yang biasa dilakukan Nisya jika ditegur Monica.

Ardiansyah berbisik pelan, bibirnya menyunggingkan senyum tipis "Luar biasa... Kamu benar-benar tidak bisa dikendalikan, Ratu."

Ardiansyah memperhatikan bagaimana Ratu merapikan jaket kulitnya dan melangkah maju satu langkah, memperpendek jarak dengan Monica. tubuhnya yang tinggi bisa menyeimbangkan dengan Monica yang memakai sepatu hak setinggi 15 cm, sedangkan Ratu hanya memakai sepatu Kets, Ia bisa menebak dari gerak bibir Ratu bahwa wanita itu sedang memberikan balasan yang telak.

"Mama pasti sedang mengancamnya, tapi lihat dia... dia malah tersenyum. Kamu memang bukan wanita biasa yang bisa ditundukkan dengan uang atau jabatan."

Senyum Ardiansyah semakin lebar saat melihat Ratu berbalik pergi dengan langkah santun namun penuh otoritas, meninggalkan Monica yang tampak mematung karena kesal. Ada rasa bangga yang aneh menyelinap di hati Ardiansyah. Ia merasa Ratu adalah satu-satunya orang yang bisa berada di posisinya.

Tepat saat itu, pintu kamar terbuka. Nisya masuk dengan membawa semangkuk bubur hangat. Ia tidak tega meninggalkan Ardiansyah di rumah sakit dengan ibunya saja, sementara Papa afkar belum datang....Ia melihat Ardiansyah sedang tersenyum menatap layar tablet.

"Kak Ardi sudah bangun? Kakak sedang melihat apa? Kelihatannya Kakak senang sekali."

Ardiansyah segera mematikan layar tabletnya dan meletakkannya di bawah bantal. Ekspresi wajahnya kembali menjadi dingin dan datar dalam sekejap.

"Hanya masalah pekerjaan di kantor. Taruh saja buburnya di sana, Nisya. Saya belum lapar."

Nisya terdiam, ia merasa ada sesuatu yang disembunyikan tunangannya. Ia merapikan blazernya mencoba menelan rasa sedihnya karena perhatian Ardiansyah seolah selalu tertuju pada hal lain. Semakin hari , sikap Ardiansyah semakin dingin.

Di dalam hatinya, Ardiansyah sudah mengambil keputusan. Jika ibunya mulai bermain kotor dengan mengancam Ratu, maka ia akan menjadi pelindung bagi asisten ajaib itu, bahkan jika ia harus berhadapan dengan ibunya sendiri.

Bagi Monica, kehormatan keluarga Suhadi tidak bisa ditawar. Baginya, menantu ideal adalah seseorang yang bisa dibentuk, patuh, dan menjaga citra keluarga dengan kesantunan yang pasif, dan semua kriteria itu ada pada Nisya. Monica melihat Nisya sebagai kain putih yang bisa ia kendalikan sepenuhnya.

"Nisya itu gadis yang tahu diri," gerutu Monica sambil mondar-mandir di ruang tunggu rumah sakit. "Ibadahnya terjaga, bicaranya lembut, dan yang paling penting, dia tidak punya taring. Tidak seperti perempuan berjaket kulit itu!" sungutnya menahan emosi yang tertahan.

Monica teringat kembali tatapan mata Ratu yang tajam dan tak kenal takut. Di matanya, Ratu adalah anomali yang berbahaya bagi masa depan Ardiansyah.

Monica berbicara pada dirinya sendiri "Preman berkerudung! Berani-beraninya dia menatapku seolah-olah kami setara? Kacamata besar itu pasti hanya untuk menutupi wajah liciknya. Perempuan seperti itu hanya akan membawa kekacauan di hidup Ardiansyah." ucapnya merinding,

Ia membayangkan jika Ratu masuk ke dalam lingkaran keluarganya, Ardiansyah yang kaku pasti akan semakin liar, dan kontrol Monica atas putranya akan lenyap seketika.

Monica kembali ke ruang rawat dan mendapati Nisya sedang duduk di samping Ardiansyah, membacakan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an dengan suara lirih dan sangat merdu.Pemandangan itu menyejukkan hati Monica, namun sekaligus membuatnya ingin segera mempercepat pernikahan ini.

Monica mendekati Nisya dan mengelus bahunya "Nisya, Sayang... Mama sangat bersyukur Ardi mendapatkan kamu. Di luar sana banyak sekali perempuan yang tidak punya sopan santun, hanya mengandalkan keberanian untuk merayu pria kaya. Kamu tetaplah seperti ini ya, Nak. Tetaplah menjadi gadis yang patuh."

Nisya menunduk malu, merapikan Jilbabnya yang sebenarnya tidak berantakan"Iya, Ma ... Insya Allah Nisya akan berusaha sebaik mungkin untuk menjaga amanah Mama dan Kak Ardi."

Ardiansyah yang sudah sadar namun masih memejamkan mata, mendengar setiap kata ibunya. Hatinya terasa perih. Ia tahu perempuan tidak sopan yang dimaksud ibunya adalah Ratu. Dan yang membuat Ardiansyah menderita adalah fakta bahwa ia justru merindukan ketidaksopanan Ratu yang apa adanya itu.

___

Di saat yang sama, Ratu sudah kembali ke mansion Pratama. Ia melepaskan kacamata besarnya dan menatap pantulan dirinya di cermin. Ia mengambil Tabletnya untuk mengecek rekaman CCTV rumah sakit yang sempat ia retas secara singkat. Ia melihat Monica yang tampak sangat membencinya.

"Patuh? Sholehah? Heh, mereka tidak tahu kalau di balik kesholehan yang mereka agungkan, ada rahasia besar tentang Angga dan Pramuji yang mereka sembunyikan."

Ratu mengoleskan wajahnya dengan kapas yang sudah ditetesi micellar water, untuk menghapus sisa-sisa debu jalanan. Ia tertawa kecil memikirkan betapa kagetnya Monica jika tahu bahwa asisten preman ini adalah pemilik saham di beberapa perusahaan tekstil yang menyuplai bahan ke perusahaan fashion terkemuka.

Monica merasa telah menang dengan menekan Ratu, namun ia lupa satu hal Ardiansyah adalah putranya sendiri. Semakin Ardiansyah dilarang, semakin besar rasa penasarannya.

"Besok, saya akan pastikan kontrak kerja Afnan Style dengan Suhadi Group ditinjau ulang. Saya tidak mau asisten itu berada di sekitar Ardiansyah lagi!"

Monica mondar mandir gelisah, ia memutuskan untuk keluar lagi, karena melihat Nisya yang masih setia menemani Ardiansyah yang sedang tidur,atau pura-pura tidur.

Suasana di koridor rumah sakit yang sunyi mendadak terasa mencekam saat Monica melangkah menjauh dari pintu kamar rawat Ardiansyah. Dengan napas yang memburu karena amarah yang tertahan, ia merogoh tas branded-nya dan mengeluarkan ponsel. Tanpa membuang waktu, ia mencari nomor kontak yang tadi siang mengabari dirinya bahwa anaknya masuk rumah sakit.

Di seberang sana, Ratu baru saja selesai mengganti pakaiannya dengan piama ... Ia melihat nomor tidak dikenal masuk ke ponselnya, karena ratu belum menyimpan nomor Monica. Dengan tenang, ia menggeser layar hijau.

"Halo, selamat malam."

Monica menyahut, suaranya tajam dan penuh penekanan "Dengarkan saya baik-baik, Nona Ratu. Saya tidak suka berbelit-belit. Saya Monica Suhadi. Kamu pasti tahu siapa saya."

Ratu terdiam sejenak, ia bersandar di sofa di dalam kamarnya, lalu tersenyum tipis .

"Oh, Nyonya Monica. Tentu, saya baru saja bertemu Anda di lobby . Ada apa ya, Nyonya? Apa Tuan Ardiansyah butuh ketoprak lagi?" "Jangan berani-beraninya kamu bercanda dengan saya! Saya tahu taktik perempuan seperti kamu. Menggunakan keluguan palsu dan sikap membangkang untuk menarik perhatian pria kaya seperti putra saya. Dengarkan ini, Kamu hanya asisten di Afnan Style. Kariermu ada di ujung jari saya."

1
Sri Supriatin
semangat Thor, sdh mlm msh up, sehat n selamat beristirahat 🙏🙏🙏
@Mita🥰
la terus gimana nasib mu sya ...nisya🫣🫣
@Mita🥰
lanjut
@Mita🥰
kasihan nisya
Susi C
monica nggak pernah belajar dari pengalaman
Sri Supriatin
makin seru kasihan Nisya, korban keserakahan seorang ayah🤭🤭
Dewi kunti
jangan lupa ngetiknya pakai spasi biar terbaca🤭🙏🙏🙏
Cica Aretha
ahhh..tambah donk thor..ga sabar nunggu bsk d kantor suhadi🤭💪🙏
Sukarti Wijaya
gercep langsung slesaikan masalahnya ardy jangan sampe berlarut2....👍
suti markonah
tlg nisa jangan di bikin lembek dong thor..kasihan dia jadi korban ayah nya yg tamak sm angga yg tidak punya hati
@Mita🥰
wah Angga ...hati" kamu bakal hancur lo🤭🤭
Aisyah Virendra
Fix... Angga mau cari mati dengan memancing pertikaian sm Ardiansyah, secara tidak langsung dia juga mengusik Najwa. tapiiiiii Ardiansyah dan Ratu bergabung sudah cukup untuk menbuat Anggi mati kutu, Najwa dan Rukayyah hanya akan membantu dari balik layar 🤭
@Mita🥰
Bagus ratu
Aisyah Virendra
Tidak akan pernah terjadi 🤣 yg ada mama Monica akan menyesal seumur hidupnya karena meremehkan seorang Ratu Pratama 🤭
@Mita🥰
Monica kok gak kapok " ya dulu kasus siapa tuh anak angkat nya .
suti markonah: klo ga salah raisa kak
total 1 replies
Cica Aretha
ga ada kapok nya tu h tante monica..semangattt thor💪
@Mita🥰
kasihan Nisya
@Mita🥰
terimakasih update nya😍😍😍
@Mita🥰
😍😍😍😍
suti markonah
kasihan sekali kamu nisa, akibat ulah bpk mu yg serakah kamu jadi korban
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!