NovelToon NovelToon
Obsesi Sang Guru Misterius

Obsesi Sang Guru Misterius

Status: sedang berlangsung
Genre:Action
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: who i am?

Sinopsis / Deskripsi
Adella hanyalah seorang perempuan sederhana yang menjalani hidup dengan ritme yang tenang—mungkin terlalu tenang hingga terasa hampa. Kesehariannya berubah ketika ia bertemu dengan sosok pendidik yang karismatik, seseorang yang menawarkan "kehangatan" dan perhatian yang belum pernah Adella rasakan sebelumnya.
Bagi Adella, guru ini adalah pelindung, tempatnya bersandar dari kerasnya dunia. Namun, di balik tutur kata yang lembut dan tatapan yang menenangkan, tersimpan rahasia gelap yang tersusun rapi di balik dinding rumahnya yang sunyi.
Satu per satu kejanggalan mulai muncul. Perhatian yang semula terasa manis perlahan berubah menjadi obsesi yang menyesakkan. Adella segera menyadari bahwa kehangatan yang ia dambakan bukanlah sebuah pelukan, melainkan sebuah jerat. Di dunia yang penuh intrik ini, Adella harus memilih: tetap terbuai dalam kenyamanan yang semu, atau melarikan diri sebelum ia menjadi bagian dari koleksi rahasia sang guru.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon who i am?, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21

Mobil yang dikemudikan Viona melaju kencang meninggalkan perbukitan elit, membelah kegelapan malam dengan deru mesin yang memburu. Adella duduk di kursi penumpang, napasnya masih tersenggal, tangannya mencengkeram erat amplop biru tua yang berisi akta kelahiran itu. Dunianya baru saja meledak, bukan karena bom, melainkan karena selembar kertas.

"Adella, bicara padaku! Apa yang kamu temukan di atas sana sampai Julian berteriak seperti kesurupan?" Viona melirik sekilas, matanya menangkap bercak darah di gaun biru Adella. "Kamu melukainya?"

"Dia bukan dosenku, Viona," bisik Adella, suaranya parau dan bergetar. "Dia saudaraku. Dan Baron... Baron adalah pria yang seharusnya kupanggil Ayah."

Viona menginjak rem dengan mendadak di pinggir jalan tol yang sepi. Kepalanya menoleh cepat, matanya membelalak tak percaya. "Apa? Itu tidak mungkin. Ayahmu... pria yang terlilit utang itu..."

"Dia hanya pria yang dibayar untuk menutupi aib Baron," Adella menunjukkan akta kelahiran itu. "Ibuku bukan korban utang biasa. Dia adalah rahasia yang disimpan Baron di bawah karpet selama dua puluh dua tahun. Pak Adwan tahu. Julian tahu. Hanya aku yang dibiarkan buta."

Adella menyadari sekarang kenapa Pak Adwan terobsesi untuk "memilikinya" dalam sebuah ruang kaca. Pria gila itu tidak hanya ingin mengoleksi gadis cerdas; dia ingin mengurung pewaris takhta yang sah agar tidak ada yang bisa menggoyang posisinya sebagai cucu kesayangan. Pak Adwan ingin mengendalikan "darah murni" Adwan agar Baron tidak pernah memalingkan wajah ke arah anak haramnya.

"Kita harus menemui Ibumu sekarang," tegas Viona. "Jika Julian sudah tahu kamu memegang dokumen ini, posisi Ibumu dalam bahaya besar. Dia adalah saksi hidup dari pengkhianatan Baron terhadap citra keluarga yang suci ini."

Mereka sampai di sebuah rumah kontrakan kecil di pinggiran kota satelit tempat Ibu Adella disembunyikan. Saat Adella mendobrak pintu, ia menemukan ibunya sedang duduk di kursi kayu, menatap kosong ke luar jendela. Wanita itu tampak jauh lebih tua dari usia aslinya, seolah-olah beban rahasia ini telah menggerogoti jiwanya dari dalam.

"Ibu," panggil Adella.

Wanita itu menoleh, matanya berkaca-kaca melihat Adella yang berlumuran debu dan darah. "Kamu sudah tahu, ya? Kotak musik itu... Ibu tahu suatu hari benda itu akan membawamu pada kebenaran."

"Kenapa, Bu? Kenapa Ibu membiarkan aku tumbuh di bawah bayang-bayang pria itu?" Adella berlutut di depan ibunya, menuntut jawaban.

"Baron Adwan tidak memiliki hati, Adella," ibunya terisak. "Dia mencintaiku sebagai pelayan, tapi dia membenciku sebagai ibu dari anaknya. Dia membayar ayahmu—pria yang kamu kenal sebagai ayah—untuk menikahiku dan membawamu pergi. Perjanjiannya sederhana: kamu boleh hidup, asal kamu tidak pernah tahu siapa kamu sebenarnya. Tapi Adwan... anak gila itu... dia menemukanku sepuluh tahun yang lalu. Dia mengancam akan membunuh kita jika aku tidak membiarkan dia 'mengawasi' pertumbuhanmu."

Adella merasa mual. Jadi selama ini, Pak Adwan telah mengintai di balik jendela sekolahnya, di balik pagar rumahnya, bukan sebagai pengagum, tapi sebagai sipir penjara yang ditugaskan oleh takdir.

Tiba-tiba, suara deru mobil-mobil hitam terdengar di luar rumah. Lampu sorot tinggi menembus masuk melalui jendela, menyilaukan mata mereka.

"Mereka di sini," bisik Viona, tangannya sudah memegang kemudi. "Julian tidak akan membiarkan rahasia ini keluar dari lingkungan ini."

Adella berdiri, menarik ibunya untuk berdiri. "Ibu, kita harus pergi. Sekarang bukan lagi soal utang. Sekarang ini soal hak hidup kita."

Saat mereka berlari menuju mobil Viona, sebuah tembakan peringatan dilepaskan ke udara. Dari salah satu mobil hitam, Julian turun dengan tangan yang diperban rapi. Wajahnya tidak lagi tenang; ia tampak seperti predator yang baru saja terluka.

"Adella! Kembalikan dokumen itu atau aku akan memastikan Ibu dan Ayah angkatmu berakhir di dasar sungai!" teriak Julian.

Adella menoleh sesaat sebelum masuk ke mobil. "Katakan pada Baron, Julian... mahakarya yang dia buang telah kembali untuk menuntut warisannya!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!