NovelToon NovelToon
Sistem Absolut: Evolusi Tanpa Batas

Sistem Absolut: Evolusi Tanpa Batas

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Action
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: septian123

Di dunia yang kejam, tempat di mana yang lemah selalu diinjak, dia hanyalah sampah yang diremehkan. Namun, ketika nyawa nyaris terenggut dan pengkhianatan terasa di setiap sudut, sebuah sistem misterius muncul memberinya kesempatan untuk bangkit.

Dari titik terendah, ia memulai perjalanan menaklukkan dunianya, mengasah kekuatan, dan mengungkap rahasia di balik kekuasaan yang tersembunyi. Setiap pertarungan bukan hanya soal kekuatan, tapi strategi, kepercayaan, dan pengorbanan. Dari seorang yang hina, ia perlahan berubah menjadi sosok yang tidak bisa diremehkan, menantang dewa dan musuh yang lebih kuat dari imajinasi.

Apakah ia akan menjadi penakluk dunia atau korban dari permainan yang lebih besar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon septian123, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21 - Gerbang Dibuka

Pengumuman itu datang di pagi hari, saat seluruh murid dikumpulkan di aula utama Akademi Arvandor. Langit di luar masih belum sepenuhnya terang, namun ruangan sudah dipenuhi oleh suara langkah dan percakapan yang perlahan mereda ketika para instruktur tingkat atas memasuki area depan. Perubahan suasana terjadi hampir seketika, dari yang awalnya longgar menjadi lebih tertahan, seolah semua orang memahami bahwa sesuatu yang penting akan disampaikan.

Tidak ada yang berbicara dengan suara keras. Beberapa murid saling bertukar pandang, mencoba menebak isi pengumuman, sementara yang lain memilih diam dan menunggu tanpa menunjukkan ekspresi berlebihan.

Seorang pria dengan jubah abu-abu melangkah ke depan, berdiri di titik yang mudah terlihat dari seluruh penjuru aula. Wajahnya tidak menunjukkan emosi, tetapi kehadirannya membawa tekanan yang cukup untuk membuat kerumunan tetap tenang tanpa perlu dipaksa.

“Mulai hari ini, akses ke dungeon tingkat pertama resmi dibuka.”

Kalimat itu jatuh dengan jelas, dan efeknya langsung terasa. Suasana yang semula terkendali pecah menjadi bisikan yang menyebar cepat, seperti riak yang tidak bisa dihentikan begitu sudah terbentuk.

Kata dungeon membawa lebih dari sekadar arti tempat latihan. Di benak para murid, itu adalah peluang yang jarang datang, sebuah ruang di mana kemampuan diuji tanpa batas yang terlalu ketat, sekaligus tempat di mana hasil nyata bisa diperoleh.

Beberapa murid langsung menunjukkan reaksi mereka tanpa mencoba menyembunyikannya. Nada suara yang awalnya pelan berubah menjadi lebih hidup, meskipun tetap dijaga agar tidak terlalu mencolok di hadapan para instruktur.

“Serius dibuka sekarang?”

“Aku kira masih beberapa minggu lagi.”

“Ini kesempatan.”

Instruktur itu mengangkat tangannya sedikit, dan meskipun gerakannya tidak besar, cukup untuk meredam suara yang mulai naik. Kerumunan kembali tenang, meskipun sisa antusiasme masih terasa jelas di udara.

“Dungeon ini telah disesuaikan untuk tingkat kalian,” lanjutnya dengan nada yang tetap stabil. “Namun jangan salah mengartikan penyesuaian sebagai keamanan. Risiko tetap ada, dan kesalahan kecil bisa berakibat besar.”

Beberapa murid yang tadi tampak terlalu santai mulai menahan ekspresi mereka. Kata risiko bukan hal asing, tetapi dalam konteks dungeon, artinya jauh lebih nyata.

“Di dalamnya, kalian akan menghadapi makhluk yang lebih beragam, lingkungan yang berubah, dan kondisi yang tidak selalu bisa diprediksi. Setiap hasil yang kalian peroleh akan dikonversi menjadi poin kontribusi yang tercatat secara resmi.”

Ia berhenti sejenak, membiarkan informasi itu meresap sebelum melanjutkan.

“Dan bagi mereka yang menunjukkan performa terbaik, akademi akan membuka akses tambahan ke sumber daya yang tidak tersedia bagi murid lain.”

Kali ini, reaksi yang muncul tidak bisa sepenuhnya ditekan. Beberapa murid menarik napas lebih dalam, sementara yang lain saling melirik dengan pemahaman yang sama. Hadiah seperti itu bukan sekadar bonus, melainkan peluang untuk melompat jauh dari posisi mereka saat ini.

Di antara kerumunan, Alverion Dastan berdiri tanpa perubahan mencolok. Ia tidak ikut dalam gelombang reaksi yang terlihat, tetapi matanya menunjukkan fokus yang lebih tajam dari biasanya. Ia tidak memandang dungeon sebagai ajang pembuktian semata, melainkan sebagai ruang yang bisa dimanfaatkan dengan lebih bebas.

Tempat seperti itu memberi celah yang tidak tersedia di dalam akademi. Pengawasan tetap ada, tetapi tidak sedekat atau seketat di ruang latihan biasa, dan itu cukup untuk membuka kemungkinan yang selama ini ia tahan.

Lysera Virel berdiri tidak jauh darinya, tangan terlipat dengan sikap yang sama tenangnya. Ia tidak terlihat terkejut oleh pengumuman itu, tetapi jelas sudah memikirkan langkah berikutnya.

“Kamu akan ikut.”

Alverion mengangguk ringan tanpa banyak gerakan.

“Kesempatan seperti ini tidak bisa diabaikan.”

Lysera menoleh, menatapnya dengan sorot mata yang lebih dalam dari sekadar percakapan biasa.

“Tempat seperti itu tidak memaafkan kesalahan. Semua yang disembunyikan biasanya akan terlihat.”

Alverion tidak langsung menjawab. Ia memahami maksud itu, dan tidak ada alasan untuk menyangkalnya.

Di sisi lain aula, Varian Zevran berdiri bersama kelompoknya dengan ekspresi yang lebih terbuka. Senyum tipis di wajahnya menunjukkan bahwa ia sudah menunggu momen seperti ini, dan kehadiran dungeon hanya mempercepat apa yang ingin ia capai.

“Ini yang kita tunggu,” katanya pelan kepada orang-orang di sekitarnya. “Tidak ada lagi batasan yang dibuat untuk menahan siapa pun.”

Salah satu dari mereka tertawa kecil, tetapi nada suaranya tidak sepenuhnya ringan.

“Beberapa orang mungkin tidak siap untuk tempat seperti itu.”

Kalimat itu terdengar santai, tetapi maknanya jelas tidak sederhana.

Caelis Rhydor berdiri di dekat jendela, tetap dalam posisi yang tidak mencolok. Ia tidak ikut berbicara, tetapi perhatiannya tidak pernah benar-benar lepas dari situasi di sekitarnya. Tatapannya bergerak perlahan, mengamati setiap reaksi, setiap perubahan kecil yang mungkin terlewat oleh orang lain.

Pengumuman berlanjut dengan penjelasan yang lebih teknis. Pembagian waktu masuk diatur dengan ketat untuk mencegah penumpukan, sementara jumlah anggota dalam satu tim dibatasi agar setiap kelompok tetap terkendali. Sistem poin dijelaskan dengan rinci, termasuk bagaimana kontribusi individu dihitung dalam kondisi kerja sama.

Semua itu terdengar jelas, tetapi bagi sebagian besar murid, inti dari pengumuman itu tetap sama. Dungeon telah dibuka, dan itu berarti peluang sudah ada di depan mereka.

Setelah pertemuan selesai, aula kembali dipenuhi suara, kali ini lebih hidup dari sebelumnya. Murid-murid langsung membentuk kelompok kecil, berdiskusi dengan nada serius, memilih rekan yang mereka anggap paling bisa diandalkan.

Beberapa sudah memiliki tim sejak awal, sementara yang lain masih menimbang pilihan dengan hati-hati.

Alverion berjalan keluar tanpa terburu-buru, membiarkan kerumunan bergerak di sekitarnya tanpa mencoba menyesuaikan diri. Ia tidak mencari rekan dengan cepat, karena keputusan seperti itu tidak bisa dibuat hanya berdasarkan situasi sesaat.

Di halaman utama, Ravian Kestrel berdiri di bawah pohon besar, berbicara dengan seseorang yang tidak dikenal. Ketika melihat Alverion mendekat, ia menghentikan percakapannya dan mengalihkan perhatian.

“Kamu juga ikut.”

Alverion berhenti beberapa langkah darinya.

“Ya.”

Ravian tersenyum tipis, tetapi sorot matanya tetap tajam.

“Bagus. Tempat seperti itu akan memperlihatkan banyak hal.”

Alverion tidak memberi respons lebih jauh. Ia hanya mengangguk singkat sebelum melanjutkan langkahnya, tidak tertarik memperpanjang percakapan yang tidak perlu.

Tidak lama kemudian, Lysera menyusul dari belakang dengan langkah yang tidak tergesa.

“Kamu sudah menentukan tim.”

“Belum.”

Lysera mengangguk pelan, seolah jawaban itu sudah ia perkirakan.

“Aku juga belum.”

Ia terdiam sejenak sebelum melanjutkan dengan nada yang tetap tenang.

“Kita bisa bekerja sama. Tidak perlu permanen, cukup untuk tahap awal.”

Alverion menatapnya sebentar, mempertimbangkan tanpa menunjukkan perubahan ekspresi. Ia memahami keuntungan dari kerja sama, tetapi juga tidak mengabaikan risiko yang selalu menyertainya.

“Kita lihat situasinya di dalam.”

Lysera tidak terlihat kecewa.

“Itu sudah cukup.”

Sore harinya, Alverion kembali ke asrama dan duduk di tepi tempat tidurnya. Ia membiarkan tubuhnya rileks sejenak, tetapi pikirannya tetap berjalan, menyusun kemungkinan dan skenario yang bisa terjadi di dalam dungeon.

Sistem di dalam dirinya mulai bereaksi perlahan, menghadirkan notifikasi yang tidak terlihat oleh siapa pun selain dirinya.

Area baru terdeteksi.

Dungeon tingkat pertama.

Rekomendasi eksplorasi tersedia.

Potensi hadiah tinggi dengan variabel yang belum sepenuhnya terukur.

Alverion membuka mata, menatap ke depan tanpa fokus pada satu titik. Informasi itu tidak mengejutkan, tetapi cukup untuk menguatkan apa yang sudah ia pikirkan sebelumnya.

Ini bukan sekadar kesempatan biasa.

Ini adalah langkah yang bisa mengubah banyak hal jika dimanfaatkan dengan benar.

Malam berlalu tanpa gangguan berarti, dan pagi berikutnya suasana di sekitar gerbang dungeon sudah jauh lebih ramai dari biasanya. Struktur batu besar berdiri kokoh di tengah area khusus, dipenuhi simbol yang memancarkan cahaya samar yang tidak stabil.

Energi yang keluar dari sana terasa berbeda, lebih liar dan tidak sepenuhnya terkendali.

Murid-murid berdiri dalam kelompok mereka, sebagian terlihat percaya diri, sementara yang lain mencoba menyembunyikan ketegangan yang tidak sepenuhnya bisa mereka kendalikan.

Instruktur berdiri di dekat pintu masuk, mengawasi dengan ekspresi serius.

“Aturan tetap berlaku. Kenali batas kalian dan jangan melampauinya tanpa perhitungan.”

Kelompok pertama dipanggil, dan mereka melangkah masuk tanpa ragu. Tubuh mereka perlahan menghilang di balik cahaya yang bergetar, meninggalkan kesunyian singkat sebelum kelompok berikutnya dipanggil.

Alverion berdiri tidak jauh dari sana, memperhatikan dengan tenang. Lysera berada di sampingnya, sementara Caelis berdiri beberapa langkah di belakang tanpa mengucapkan apa pun.

Varian dan timnya berada di sisi lain, terlihat siap dengan cara mereka sendiri.

“Giliran berikutnya.”

Alverion melangkah maju dengan ritme yang stabil. Ia tidak mempercepat langkah, tetapi juga tidak ragu. Perasaan yang datang dari dalam dungeon itu semakin jelas, seperti tarikan halus yang tidak bisa diabaikan.

Lysera meliriknya sekilas.

“Hati-hati dengan ritme di dalam. Jangan terlalu cepat menyesuaikan diri.”

Alverion mengangguk ringan.

Ia berdiri tepat di depan pintu masuk, memperhatikan cahaya yang bergetar seperti permukaan air yang terganggu. Sensasi yang keluar dari sana berbeda dari apa pun yang ia rasakan sebelumnya, lebih dalam dan sulit dipahami sepenuhnya.

Sistem di dalam dirinya kembali aktif, merespons keberadaan area tersebut dengan perubahan yang lebih jelas.

Sinkronisasi area dimulai.

Alverion menarik napas perlahan, membiarkan pikirannya tetap tenang sebelum mengambil langkah berikutnya. Ia tidak terburu-buru, tetapi juga tidak menahan diri lebih lama dari yang diperlukan.

Kakinya melangkah melewati batas itu, dan cahaya langsung menelan seluruh tubuhnya. Sensasi yang muncul tidak menyakitkan, tetapi cukup untuk membuatnya menyadari bahwa ia telah memasuki ruang yang berbeda dari dunia luar.

Ketika pandangannya kembali jelas, lingkungan di sekitarnya telah berubah sepenuhnya. Udara terasa lebih padat, dan keheningan yang ada bukan jenis yang biasa ditemukan di tempat terbuka.

Perjalanan di dalam dungeon telah dimulai, dan setiap langkah ke depan akan menentukan seberapa jauh ia bisa melangkah tanpa kehilangan kendali.

1
Manusia Ikan
bruh bro punya sistem, dan akan menjadi OP
Manusia Ikan
dadah pecundang😏👋
Manusia Ikan
😌👉itu tragis, tapi aku suka. aku akan menambahkan kejadian yang serupa di karya ku juga. karena aku memerlukan karakter baru
Manusia Ikan
bro anda sudah menjelaskan bagian ini :v
Manusia Ikan
baiklah aku mulai tertarik. aku akan mengikutinya perlahan lahan😌👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!