Kevin Argantara, pewaris tunggal Argantara group. Namanya terkenal di dunia bisnis sebagai pengusaha muda ternama
Pertemuannya dengan seorang gadis cantik bernama Alanna Kalila, seorang pelayan disebuah Night Club membuatnya jatuh dalam pesona gadis tangguh itu
Keluarga besar jelas menolak seorang gadis dengan latar belakang yang jauh dibawah keluarga Argantara
Pernikahan Kevin dan seorang penulis cantik bernama Raina Soesatyo, putri keluarga Soesatyo akhirnya ditetapkan dan Kevin tak bisa lari dari perjodohan dua keluarga besar itu
Lalu akan seperti apa kisah cinta Kevin dan Alanna? Akankah pernikahan bersama gadis berhijab itu membawanya pada kebahagiaan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rumah Sakit
Mobil melaju dengan kecepatan tinggi, sekitar dua puluh lima menit, mobil mewah itu berhenti didepan sebuah gedung rumah sakit
Syafiq kembali membawa tubuh lemah itu dalam gendongannya. Maryam berteriak memanggil tenaga medis
Brankar didorong masuk keruang IGD, Syafiq dan Maryam menunggu dengan gelisah didepan ruang IGD
"Kamu telepon suaminya!" Titah Syafiq, Maryam mengangguk lalu mengeluarkan ponsel milik Raina
Ponsel itu menggunakan password dan Maryam jelas tidak bisa menelepon, nomor suami dari sahabatnya itu juga ia tidak memilikinya
"Aku telepon kak Rendra aja" Maryam menekan nomor kakak laki-laki Raina lalu melakukan panggilan
Tak lama terdengar suara Rendra dari seberang "Kak Rendra, Raina kak"
"Raina kenapa, Maryam?" Tanya Narendra, suaranya terdengar cemas
"Raina pingsan di toko kak, sekarang lagi ditanganin sama dokter"
"Kakak kesana sekarang!"
Kebetulan sekali Narendra tengah berada dikantor. Perusahaan milik keluarganya tak jauh dari rumah sakit, hanya sepuluh menit menggunakan mobil dan Rendra mengemudi dengan kecepatan tinggi
"Maryam!" Yanga dipanggil segera mengangkat wajahnya
"Kak Rendra! Raina kak!"
"Kamu tenang dulu! Apa kata dokter?" Dari wajahnya jelas jika pria ini tengah cemas
"Dokter masih didalam" Syafiq yang menjawab
Setelah berapa lama, seorang wanita yang mengenakan jas putih serta kaca mata keluar dari ruang IGD
"Bagaimana keadaan adik saya dokter?"
"Diantara kalian berdua, siapa suami pasien?" Tanya dokter wanita itu
"Saya kakak nya, suaminya sedang tidak berada disini" Jawab Narendra
"Begini, pasien saat ini sangat lemah. Saya harap semua orang bisa menjaga kesehatannya selama masa kehamilan di trimester pertama seperti ini"
Semua terdiam, terkejut sudah pasti. Tapi dibalik itu, mereka bahagia mendengar kabar kehamilan ini. Kecuali Syafiq tentunya
"Adik saya hamil?"
Dokter wanita itu mengangguk "Besok akan saya jadwalkan pemeriksaan bersama dokter kandungan"
"Terima kasih dokter!"
Dokter wanita itu berlalu, Rendra segera meraih ponselnya lalu menghubungi sang ayah. Adnan jelas sangat bahagia mendengar kabar kehamilan putri kesayangannya. Peri kecilnya akan segera menjadi ibu
Setelah menghubungi sang ayah, pria tampan itu menghubungi Kevin, sebagai seorang suami jelas dia akan menjadi yang paling bahagia
Rendra berpikir jika pernikahan tanpa cinta akan memberikan luka saja, tapi melihat Raina yang mengandung, jelas pernikahan keduanya telah menghadirkan cinta
"Sebentar sayang! Aku angkat telepon dulu!" Kevin melepas pelukannya pada wanita yang beberapa hari ini bersikap manja
"Aku mau dipeluk!" Alanna merengek, ia senang berada dalam dekapan suaminya dan Alanna begitu bahagia karena Kevin selalu memiliki waktu untuknya
"Sebentar sayang! Kayaknya ini penting, soalnya kak Rendra yang telepon!" Kevin melihat nama yang tertera pada layar ponsel
"Rendra itu siapa?"
"Kakak ipar aku" Kevin hendak menjawab telepon namun Alanna merebutnya dan menyimpannya kembali di atas nakas
"Sayang"
"Kamu udah janji kalau selama satu Minggu, waktu kamu hanya untuk aku"
Kevin tak tahu jika Alanna sangat manja, mungkin memang bawaan bayi dan dirinya harus menuruti
"Aku tahu sayang, tapi biarin aku angkat teleponnya dulu!"
Kevin hanya khawatir jika sesuatu yang buruk tengah terjadi, terlebih sejak tadi perasaannya tidak enak
Alanna menggeleng, wanita cantik itu kembali meletakkan kepalanya di dada bidang sang suami
Kevin menurutinya, besok juga ia akan pulang. Ia hanya berpamitan untuk berada diluar kota selama seminggu dan sekarang waktunya untuk pulang
Rendra menyimpan kembali ponselnya, sudah mencoba tiga kali dan Kevin tidak menjawab panggilannya
Rendra berpikir mungkin adik iparnya itu tengah sibuk dengan pekerjaannya. Ketiganya kembali menunggu hingga Raina dipindahkan keruang rawat, barulah mereka bisa menjenguknya
"Dek" Raina tampak terkejut saat melihat sang kakak, ia tak tahu jika kakak laki-lakinya itu ada disini
"Kak Rendra" Pria tampan itu lalu mengecup kening sang adik, Raina sendiri bingung kenapa ia merasa begitu disayangi
"Ada apa kak?"
"Selamat dek" Raina semakin bertanya-tanya, untuk apa semua orang mengucapkan selamat? Bahkan Maryam dan Syafiq juga
"Selamat untuk apa?"
"Aduuh Rain, tentu saja untuk kehamilan kamu"
Raina terkejut mendengar ucapan Maryam. Ia tak tahu harus bahagia atau bersedih, pernikahan ini akan berakhir beberapa bulan lagi dan janin ini tumbuh di rahimnya
Pikiran buruk mulai menghampiri, bagaimana jika Kevin mengambil anaknya setelah mereka berpisah. Apa dirinya akan sanggup hidup terpisah dari darah dagingnya sendiri
"Kamu kenapa Rain? Kamu terlihat cemas?" Syafiq menyadari perubahan raut wajah sahabatnya itu
Raina menggeleng cepat, ia merubah mimik wajahnya dengan tersenyum "Aku gak pa-pa kok, aku cuma kaget aja"
"Kakak juga kaget saat dokter bilang kalau kamu hamil" Rendra tersenyum "Kakak pikir pernikahan kamu akan berakhir karena kalian dijodohkan, ternyata diam-diam kalian sudah saling dekat"
Rendra tersenyum menggoda, Raina memaksakan senyumnya agar orang-orang tidak melihat kecemasannya
"Oh iya, tadi kakak telepon suami kamu, tapi gak diangkat"
"Mas Kevin lagi diluar kota, dia pasti sibuk"
Rendra mengangguk "Mungkin saja"
Tak lama, ruan perawatan VVIP itu ramai. Ada Adnan, lalu Renaldi yang datang bersama Cynthia sang istri
Karena keluarga Raina telah berada disini, maka Maryam dan Syafiq memutuskan untuk pergi
"Sayang! Mama seneng banget pas tahu kamu hamil"
Cynthia memang mendapat telepon dari Adnan, sang besan mengabarkan jika Raina tengah dirawat di rumah sakit
Awalnya pasangan suami istri itu cemas, tapi setelah mendengar kebenaran tentang kondisi sang menantu, keduanya tak bisa menahan diri untuk tidak datang
"Mama udah coba telepon Kevin, tapi gak diangkat" Ya, selama perjalanan menuju rumah sakit, Cynthia berusaha menelepon putranya. Namun Kevin tak bisa dihubungi, malah setelah itu ponselnya mati
"Mas Kevin pasti lagi sibuk"
"Tapi kan dia harus tau kalau istrinya lagi hamil, kalau dia pulang pasti Mama marahin"
Raina tersenyum lalu memeluk wanita paruh baya itu, Raina terharu karena kasih sayang Cynthia yang terlampau besar
Ia tidak pernah merasakan bagaimana kasih sayang seorang ibu, tapi setelah menikah dan memiliki Cynthia sebagai ibu mertua, Raina merasa bahwa wanita ini bukan mertuanya tapi ibu kandungnya