NovelToon NovelToon
Alfian&Aluna

Alfian&Aluna

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Perjodohan / CEO
Popularitas:452
Nilai: 5
Nama Author: Queen kaka Agustin

seorang wanita cantik turun dari motor merapikan rambut panjang yang sedikit berantakan tertiup angin,lalu ia melangkah menuju fakultasnya,karna melangkah sambil menunduk melihat handphone kakinya tersandung batu, tubuhnya tersentak ke depan Aluna memejamkan mata karna dia yakin tubuh nya sebentar lagi akan mencium tanah, tapi setelah beberapa saat dia tidak merasakan sakit justru dia merasa tubuh nya ada yang menahan, saat Aluna membuka mata pandangan nya berhenti pada sorot mata tajam nan dingin..

penasaran dengan ceritanya? yuk lanjut baca🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen kaka Agustin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

      Alfian memarkir mobil dengan kasar

Dia keluar mobil dengan tergesa

Tapi sebelum mencapai pintu dia berhenti

Menenangkan diri,

'aku harus tenang jangan membuat semua orang curiga' batin nya

semoga saja tadi Aluna melihat foto to itu saat sedang sendirian' monolog nya

Dia menekan bel

tidak lama pelayan membuka pintu

Lalu mempersilahkan Alfian masuk

"Aluna Diman bi" tanyanya

"dikamar den" jawabnya

"bisa tolong panggilkan bi " ucapnya

"baik den"

Pelayan itu berlalu menuju lantai atas ke kamar aluna

Mengetuk pintu pelan

Tok tok

"siapa" ucap Aluna setengah teriak

"ini bibi non" jawaban dari balik pintu

Aluna membuka pintu

"di depan ada den Fian non" ucap pelayan memberitahu

Aluna terkesiap, mas Fian langsung ke sini' monolog nya

dia lalu mengangguk " iya bi , terimakasih"

pelayan berlalu turun ke lantai bawah

Aluna masuk ke kamar merapikan penampilan sebentar Lalu melangkah keluar kamar

dia menuruni tangga

Diruang tamu bisa Aluna lihat Alfian duduk dengan tangan bertaut cemas

"mas"sapanya

Alfian mendongak lalu berdiri dan memeluk Aluna

"kamu tidak apa-apa kan" tanyanya khawatir

Aluna merasa heran" aku baik-baik saja mas,"

Alfian memejamkan mata lega" jangan percaya, itu foto editan" ucapnya menjelaskan

Aluna tersenyum lalu melepaskan pelukan

"iya mas, aku percaya padamu, lagian aku juga tau kalau itu editan" jawabnya lembut

Alfian bersyukur Aluna mempercayai nya

Dia mencium kening Aluna lembut

"terimakasih untuk kepercayaan kamu sayang" ucapnya

Tubuhnya yang sempat tegang sekarang sudah mengendur lega

aluna Lalu mengajak Alfian duduk

Dan menyuruh pelayan menyiapkan minum dan cemilan

Aluna bisa merasakan ketegangan dan kekhawatiran Alfian

dia bahagia karna Alfian benar2 menyayangi nya

Terbukti dari cara dia tadi

seperti seseorang yang tidak ingin kehilangan

Pelukan nya pun begitu erat

Sampai membuat Aluna agak sedikit sesak

Tapi dia senang

Aluna mengelus lembut lengan Alfian guna menenangkannya

"tenang mas, aku bukan orang yang mudah percaya, jika bukan aku sendiri yang melihat nya" ucapnya

Alfian tersenyum haru" maaf dan terimakasih sayang" jawabnya membalas genggaman tangan Aluna erat

pelayan datang memecah Susana haru diantar mereka

" ini non minumnya" kata bibi sambil menyimpan nya di atas meja

"terimakasih bibi, tolong siapkan makan yah bi" ucap Aluna

" iya non" jawabnya , lalu melangkah pergi menuju dapur.

 Aluna mengambil gelas berisi air putih

untuk Alfian

Pria itu meminumnya, lalu meletakkan kembali gelasnya ke meja

Alfian mengedarkan pandangan

"semua orang kemana sayang"tanyanya

"sepertinya masih di kamar mas, sebentar lagi juga turun. Nanti kita makan bersama yah" ucap Aluna

Alfian hanya mengangguk sebagai jawaban

......................

Di sebuah kamar, seorang wanita tersenyum puas,

"bagus, aku yakin mereka sedang bertengkar sekarang" ucapnya Lalu tertawa keras.

Dia tidak tau saja, jika yang dia pikirkan itu salah

Karna kenyataannya 2 orang yang dia ingin pisahkan sedang saling menguatkan

Dan saling percaya,

Karna terlalu senang dia lupa bahwa perbuatan buruknya akan berbalik kepada dirinya

......................

"hallo tuan, ada yang bisa saya bantu" ucap seorang pria

" ya, lakukan sesuatu untukku , besok pagi aku ingin hasilnya sudah ada"

" baik tuan, " jawabnya

" aku kirim lewat pesan, lakukan dengan rapih "

Klik

panggilan di putus sepihak

......................

selesai makan malam . Alfian pamit pulang kepada semua orang

Aluna mengantar sampai depan rumah

'hati2 mas" ucapnya

Alfian mengangguk lalu mendekat

Mencium kening Aluna

Singkat

Tidak lama.

Lalu melangkah masuk kedalam mobil

Perlahan mobil mulai meninggalkan halaman rumah mewah itu.

Aluna berbalik masuk ke dalam rumah.

Menaiki tangga menuju kamar.

......................

setelah sampai rumah , Alfian masuk kedalam dan

langsung menuju ruang kerja ayahnya

mengetuk pintu pelan

Lalu melangkah masuk

Didalam ruangan kakenya juga ada

"duduk nak" ucap Hanggono

Alfian mengangguk lalu duduk

"bagaimana " tanya Ammar

"aman pa, Aluna lebih percaya padaku" jawab Fian lirih

"syukurlah "ucap Ammar lega

Semua orang merasa lega untuk sekarang

Ammar menceritakan tentang rencana dia pada Alfian.

Mereka berdiskusi untuk langkah2 selanjutnya,

Antisipasi itu penting sebelum kejadian yang lebih fatal terjadi

yang di takutkan wanita itu mengincar nyawa Aluna..

seseorang dengan ambisi dan obsesinya akan melakukan segala cara untuk mendapatkan sesuatu termasuk melenyapkan nyawa orang lain.

Hingga pukul 11 malam. Mereka baru keluar dan melangkah menuju kamar masing2.

Untuk ber istirahat

......................

Pagi harinya seorang pria setengah baya memasuki rumah dengan langkah cepat

Matanya tajam penuh emosi, rahangnya mengeras

"pelayan" teriaknya keras

Pelayan lari tergopoh-gopoh menghampiri majikan nya

" i..ya tuan" jawabnya terbata

" panggil Susan kemari , bila perlu seret dia" perintahnya tegas

pelayang mengangguk hormat lalu pergi memanggil Susan

Di lantai 2 pelayan mengetuk pintu agak keras sedikit

Tok tok tok

"non,bangun non"

Susana yang setengah sadar

Menggeram kesal

"sialan mengganggu tidurku saja" ucapnya marah

"Awas saja kalau tidak penting aku akan menghukum pelayan sialan itu"

Ketukan masih terdengar lumayan keras

Susan berjalan menuju pintu lalu membukanya dengan kasar

"apa kau sudah gila hah! , mana rasa hormat mu kepada ku" ucapnya dengan nada tinggi

Pelayan itu gemetar ketakutan lalu menunduk

"ma..af non, di..bawah tuan sudah menunggu" ucapnya dengan terbata

Susan terdiam

"papa" ucapnya memastikan

pelayan itu mengangguk sebagai jawaban

dia lalu melangkah melewati pelayan itu

Dan menuruni tangga

Dia melihat papanya berdiri dengan tangan terlipat di dada menatap tajam ke arah nya

'kenapa dengan papa' batinnya heran

Setelah mendekat , Susan yang hendak menyapa tidak jadi karna tanpa aba-aba

Tamparan keras melayang ke pipinya

Kepalanya sampai menoleh ke samping

telinganya berdengung saking kerasnya

Rasa sakit menjalar sampai ke kepala

dia memegangi pipinya yang terasa panas

dengan rasa kesal Susan menoleh ke arah papanya

"kenapa papa menampar ku" bentaknya tidak terima

Andi menatap tajam putrinya

"karna kamu pantas mendapatkan nya" bentaknya tak kalah keras

Susan membeku, dia melihat kemarahan di wajah papanya 'ada apa ini' batinnya

"memangnya apa yang aku lakukan" tanyanya

Andi mendengus jengkel

Membuka ponsel lalu menyerahkan ke arah susan

"lihat ini" ucapnya penuh penekanan,lalu duduk di sopa dengan gerakan kasar.

 mengernyit heran kenapa papanya memberikan ponsel

Dia lalu menerima ponsel itu dan melihatnya

Matanya membeliak tubuh nya kaku

"ini tidak mungkin" ucapnya lirih

'bagaimana bisa' batin nya

Hanya dia yang punya foto dan vidio itu, dan itu sama Persis dengan foto yang dia kirim ke Aluna

bedanya lelaki yang di foto itu adalah lelaki yang sebenarnya tidur dengan dia

Dan sekarang foto dan vidio itu tersebar luas di media sosial bahkan sampai berita televisi

Sudah pasti namanya akan tercoreng, bagaimana dengan karir nya.

"apanya yang tidak mungkin hah" ucap Andi geram

"kamu sudah mencoreng nama besar keluarga kita Susan.. Dan asal kamu tau sebagian investor menarik saham mereka dari perusahaan kita , karna foto dan vidio mu itu"lanjutnya

"apa!" jawabnya terkejut , tubuhnya luruh ke lantai, airmatanya sudah mengalir

"kalau seperti ini terus kita bisa bangkrut" ucap Andi frustasi

1
ana Ackerman
thor ,,.awas aja kalau nggak up.... 😤
udah baca ceritanya malah berhenti di tengah jalan lagi...
awas aja... 😤😤
ana Ackerman: iya kak 😍
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!