NovelToon NovelToon
Tuhan, Dia Titipan Sahabatku

Tuhan, Dia Titipan Sahabatku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti / Persahabatan
Popularitas:9.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nufierose

“Segera pulanglah,, Kita butuh kamu untuk menjadi saksi Kha!”

Mendapat kabar tentang pernikahan kedua sahabatnya, kini Arka yang memang menetap tinggal di Italia Kembali dengan Sangat mendadak, Bagaimana tidak Dua sahabat baiknya akan menikah dan Arka harus menghadirinya.

Namun beberapa langkah Arka tiba di tempat dimana janur kuning melengkung terdapat juga bendara kuning di sampingnya.

Bayu Putra!

Bagaimana bisa sahabatnya meninggal tepat di acara sakralnya?

“Aku hancur Kha, Kenapa Bayu harus meninggalkan aku?”

Arka tak mampu menahan tangisnya, di peluk Vina dengan penuh belas kasih.

“Bagaimana Acaranya? Penghulu sudah datang namun pernikahan tidak bisa di lanjutkan!”
Arka menatap Vina yang sudah berderai air mata, rasanya dia ingin menghapuskkan kesedihan sahabatnya itu, tapi bagaimana caranya?

Kesedihan menyelimuti kediaman mempelai, pernikahan sudah pasti batal.
Namun, Satu pucuk surat yang Bayu tinggalkan untuk Arka membuat suasana semakin mencekam, Bayu meminta Arka yang menggantikan dia menikahi Vina.

Dan menikahi SAHABATNYA sendiri tidak pernah terlintas di dalam benak seorang ARKANA.

“Lanjutkanlah,, Arka yang akan menjadi pengantin penggantinya!”

Satu pernnyataan Sang Ibu yang membuat seluruh mata mendelik.

“Mah!”

“Lanjutkan Nak, Hujudkan permintaan terakhir sahabatmu!”

Apa Akra akan mengabulkan permintaan terakhir sahabatnya? Dan bagaimana bisa dia menikahi sahabat perempuannya?

Tidak!!

Pria Tampan itu gelisah memandang Cincin tunangan di jemari kirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nufierose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DI ANTARA DUA HATI

BAB 23

Di Antara Dua Hati

Jam lima pagi, saat ufuk timur baru saja menampakkan semburat merahnya, Arka sudah bangun lebih dulu. Ia menatap lekat wajah Vina yang masih terlelap dalam dekapannya, sisa-sisa air mata semalam masih membekas di sudut mata istrinya itu.

“Masih menangis kamu hmm?” Arka mengusap pipi Istrinya lembut.

Dengan gerakan yang sangat hati-hati agar tidak membangunkan Vina, Arka kemudian menggendong tubuh mungil istrinya itu dan memindahkannya kembali ke kamar asalnya. Ia harus melakukan ini demi menjaga sandiwara mereka sebelum matahari benar-benar naik.

Setelah memastikan Vina kembali tertidur di kamar lain, Arka melangkah mendekati Sefa yang masih terlelap. Wajahnya nampak sangat cantik dan menawan,sosok bule blasteran Indonesia yang memiliki pesona yang begitu mempesona siapapun yang memandangnya.

Jujur, sangatlah bohong jika dikatakan Arka sudah benar-benar melupakan perasaannya begitu saja pada Sefa.

Karena pada kenyataannya, nama Sefa masih terukir kuat di dalam hatinya. Bagaimanapun, Sefa adalah wanita yang telah mengisi hari-harinya jauh sebelum badai pernikahan darurat ini menghantam hidupnya.

Arka menghampiri ranjang Sefa, ia menundukkan kepalanya sedikit dan menatap wajah pujaan hatinya itu dengan tatapan yang sulit diartikan. Secara refleks, Arka mengecup kepala gadis itu dengan sangat lembut, sebuah kecupan penuh kasih sayang yang tanpa sengaja justru membangunkan Sefa dari tidur lelapnya.

Kelopak mata Sefa terbuka perlahan, ia mengerjap beberapa kali sebelum menyadari kehadiran Arka di hadapannya.

"Kak Arka?" gumam Sefa dengan suara serak khas orang baru bangun tidur. Ia tersenyum tipis, merasa hangat karena sapaan lembut sang kekasih di pagi buta.

Arka tersentak sedikit, namun ia segera menguasai diri dan membalas senyuman itu dengan tatapan yang seolah tak terjadi apa-apa semalam.

Di dalam benaknya, Arka merasa seperti pria yang paling berdosa di dunia,berdiri di hadapan tunangannya setelah baru saja menghabiskan malam memeluk istrinya yang sah.

"Pagi, Sef. Maaf Kakak membangunkanmu," ucap Arka lirih.

Sefa bangkit dan duduk di atas ranjang, ia meraih tangan Arka dan menggenggamnya.

"Tidak apa-apa, Kak. Aku senang kamu di sini. Rasanya nyaman sekali bangun pagi dan langsung melihat wajahmu."

Mendengar itu, hati Arka berdenyut nyeri. Ia terjepit di antara janji suci pada Vina dan cinta yang belum padam pada Sefa.

Badai yang ia takuti seolah sedang menumpuk di langit-langit rumah ini, menunggu waktu yang tepat untuk meledak dan menghancurkan segalanya.

“Istirahatlah Lagi, aku akan buatkan kamu sarapan.”

Sefa menggelengkan kepala.”

“Aku mau peluk lagi.”

Pagi itu terasa begitu menyesakkan.

Sefa menarik lembut tangan Arka, sebuah isyarat penuh kerinduan untuk memeluk calon suaminya itu dengan erat.

 Arka sama sekali tidak menolak,ia membiarkan tubuhnya ditarik ke dalam dekapan hangat Sefa, duduk di tepi ranjang yang masih berantakan. Dalam jarak yang begitu dekat ini, Arka bisa melihat dengan sangat jelas sisa-sisa kesedihan yang masih menggenang di mata Sefa.

Anehnya, Arka merasa sedang melihat cermin yang menyakitkan.

Kesedihan itu adalah jenis kesedihan yang sama dengan yang ada di sorot mata Vina beberapa jam yang lalu.

Sebuah sorot mata kesedihan yang murni, rapuh, dan seolah telah kehilangan arah tujuan hidup.

“Sudah jangan menangis lagi, Sayang.”

Sefa tersenyum, sudah lama rasanya dia tidak mendengar Calon Suaminya ini memanggilnya dengan sebutan ‘sayang’.

Arka mengulurkan tangannya untuk menghapus air mata yang perlahan membasahi pipi Sefa. Hatinya mencelos menyadari kenyataan pahit yang kini dihadapi gadis di hadapannya.

 Tunangannya itu benar-benar sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi di dunia ini. Kedua orang tuanya sudah tiada, meninggalkan lubang besar yang tak mungkin bisa tertutup hanya dengan kata-kata penenang.

"Kak..." bisik Sefa, suaranya parau dan bergetar hebat.

“Apa?”

"Boleh aku memelukmu sedikit lebih lama? Aku hanya merasa... duniaku benar-benar kosong sekarang."

Arka tertegun, ia merengkuh tubuh Sefa masuk ke dalam pelukannya.

"Tentu, Sef. Kakak di sini. Menangislah jika itu membuatmu merasa lebih baik."

Sefa menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Arka, membasahi kemeja pria itu dengan air mata yang baru.

"Dulu, saat aku merasa lelah dengan lokasi syuting, aku selalu punya Mama untuk dihubungi. Sekarang, setiap kali aku ingin meraih ponselku, aku baru sadar bahwa tidak ada lagi suara yang akan menjawab di ujung sana. Aku sendirian, Kak."

Arka menggelengkan kepalanya.

"Kamu tidak sendirian, Sefa. Kamu punya Kakak," jawab Arka, meski lidahnya terasa kaku saat mengucapkan kalimat itu.

Ada rasa bersalah yang menghantam ulu hatinya saat teringat bahwa beberapa menit yang lalu, ia baru saja memberikan pelukan yang sama untuk Vina.

Kedua mata lelaki itu menatap Sosok yang masih berbaring, beruntung Vina masih terlelap sehingga tidak melihat kemesraan Suaminya dengan Gadis lain.

Sefa mendongak, menatap mata Arka dengan tatapan yang begitu mendamba.

"Berjanjilah satu hal padaku, Kak Arka. Jangan pernah tinggalkan aku. Apa pun yang terjadi, tolong jangan lepaskan aku. Karena jika kamu pergi, aku benar-benar tidak punya alasan lagi untuk bertahan di dunia ini. Kamu adalah satu-satunya rumah yang tersisa untukku."

Mendengar permohonan yang begitu tulus sekaligus putus asa itu, Arka merasa napasnya seolah tertahan di tenggorokan.

Setiap kata yang diucapkan Sefa menjadi beban moral yang sangat berat di pundaknya. Ia baru saja menjanjikan perlindungan yang sama kepada Vina di kamar sebelah, dan kini ia dihadapkan pada ketergantungan yang luar biasa dari Sefa.

“Kakak akan selalu menjagamu, Sefa. Kakak janji,” ucap Arka lirih.

Untuk saat ini hanya kata itu yang bisa Arka janjikan. Janganlah berharap pada sosok yang merupakan suami orang.

Tapis ayangnya Sefa tidak mengetaui itu.

 Kalimat terdengar seperti komitmen bagi Sefa, namun terasa seperti vonis bagi Arka.

Kini, Sefa hanya memiliki Arka di dalam hidupnya. Bagi Sefa, Arka adalah satu-satunya tiang penyangga yang tersisa agar ia tidak runtuh sepenuhnya.

Dua wanita, dua kesedihan yang sama dalam, dan keduanya kini menggantungkan seluruh napas serta harapan mereka pada sosok pria yang sama.

Arka memeluk Sefa lebih erat, mencoba menyembunyikan kebimbangan yang kini berkecamuk hebat di dalam matanya sendiri.

 Ia menyadari bahwa setiap langkah yang ia ambil untuk membahagiakan salah satu dari mereka, pasti akan menjadi belati yang melukai hati yang lain.

Di dalam rumah ini, Arka sedang meniti seutas tali tipis di atas jurang kehancuran, menjaga dua hati yang sama-sama hancur tanpa tahu kapan rahasianya akan meledak dan menghancurkan segalanya.

“Istirahatlah lagi, Aku akan memasak untukmu.” Sefa menghapus air matanya dengan senyum.

“Kakak mau masak apa?”

“Sup jamur, kesukaan kamu.”

Sefa merona, Tunangannya ini sangat tau apa yang dia suka.

“Kak.”

“Hmmm?”

“Sudah lama sekali kamu tidak menciumku?”

Sefa meraba dada Arka yang seketika menjadi panik.

“Sef, ada Vina disini.”

“Biarkan saja, dia tidur lelap kok.”

“Sefa..”

“Kak, ada apa? Biasanya kamu yang terlalu bucin padaku?”

Deg!

1
Dew666
🌼🌼🌼
Riyall Arieserra
up lagi dong min🤭
Helmin Lawi
bagus buat penasaran
Nurgusnawati Nunung
Hadir..
Siti Patimah
bentar lagi botak itu kepala arka, yg satu istri, yg satu, tunangan, cari satu lg ka swlingkuhan biar pas😄😄😄
Siti Patimah
dag dig duk bacanya, smangat up nya kak💪💪💪
Siti Patimah
cinta yg rumit, tapi aku suka, bacanya kayak ada tantangan, setiap episode sllu di tunggu up ny
Nufie: terimakasih kak😍 jangan lupa follow authornya yaaa🙏
total 1 replies
Sumarni Ris
lanjutkan ceritamu bagus
Nufie: trimakasih kak.. jangan lupa follow authornya yaa😍
total 1 replies
Siti Patimah
sabar ya ka, kamu hanya butuh waktu, smnagt ka, buat isteimu klepek2 ya
Dew666
💜💜💜💜💜
Dew666
🌻🌻🌻
Muna Junaidi
Nabung dulu ya thor💪💪
Nufie: siap kak.. jangan lupa follow authornya yaa
total 1 replies
Siti Patimah
kalo horang kaya mah bebas yak, dari italia pulang ke tanah air cuma buat ngadirin reunian gak sampe 5 menit🤣🤣🤣
Nufie: hahaha
total 1 replies
Siti Patimah
hay kak aku baru mampir kak tapi aku suka ceritanya,
Nufie: haii kak.. terimakasih sudah mampir
jangan lupa follow autornya yaa
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!