NovelToon NovelToon
Istri Rahasia Sang Bintang

Istri Rahasia Sang Bintang

Status: sedang berlangsung
Genre:Duniahiburan / Cinta Seiring Waktu / Pernikahan rahasia / Dokter
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: SunRise510k

Dunia mengenalnya sebagai bintang paling bersinar. Namun, hanya dia yang tahu betapa redupnya pria itu di balik layar.
Elvano Alvendra punya segalanya: kekuasaan, ketenaran, dan wajah yang dipuja jutaan orang. Tapi bagi Selena Nayumi, Elvano hanyalah pasien keras kepala yang lupa cara mengurus diri sendiri.
Sebuah perjodohan kolot dari sang nenek memaksa mereka terikat dalam janji suci yang tersembunyi. Bagi Elvano, Selena adalah "obat" yang tidak pernah ia duga akan ia butuhkan. Bagi Selena, Elvano adalah teka-teki misterius yang perlahan mulai ia cintai.
Di antara jadwal konser yang padat, kilatan kamera media, dan kontrak kerja jutaan dolar, ada satu rahasia besar yang mereka simpan rapat di balik pintu rumah: Status mereka.
Dapatkah cinta tumbuh di tengah kepura-puraan? Dan sanggupkah Selena bertahan menjadi rahasia terbesar sang bintang saat dunia menuntut Elvano untuk tetap "milik publik"?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SunRise510k, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

Di ruang makan yang didominasi warna marmer gelap, sang CEO Zenithra Entertainment itu duduk dengan punggung tegak, namun bahunya tampak sedikit lebih rileks dari biasanya.

Di depannya, sebuah kotak makan berwarna hijau toska terbuka, aroma sup ayam jahe yang hangat dan harum rempah segar menguap, menggoda indra penciumannya. Elvano menyuap pelan, meresapi rasa masakan yang jauh berbeda dari menu restoran bintang lima yang biasa ia pesan. Ada sentuhan kasih sayang yang jujur dalam setiap kunyahannya.

Sambil menikmati sarapan, mata elangnya terpaku pada layar tablet yang bersandar di meja. Di sana, dr. Selena Nayumi sedang melakukan siaran langsung. Wanita itu tampak sangat energik dengan tawa renyahnya sesekali pecah saat menjawab komentar penggemar.

"Ingat ya, Sunshine Squad, stres itu bukan cuma di kepala, tapi juga di perut. Jadi, jangan biarkan lambung kalian menangis karena ambisi kalian yang terlalu tinggi!" ucap Selena di layar dengan gaya bicaranya yang ceria namun berwibawa.

Elvano tanpa sadar menyunggingkan senyum tipis, jenis senyum yang jarang ia perlihatkan bahkan di depan kamera film sekalipun.

"Wah, dokter cantik, muda, energik, dan sepintar itu... benar-benar paket lengkap ya?"

Suara bariton yang tiba-tiba terdengar dari arah belakang membuat Elvano tersentak. Dengan gerakan refleks yang sangat cepat, ia langsung mematikan layar tabletnya hingga menjadi hitam pekat. Ia menoleh dan mendapati Darian sedang berdiri bersandar di pilar ruangan sambil bersedekap, menatapnya dengan seringai jahil.

"Sejak kapan kau masuk, Darian?" tanya Elvano dengan suara rendah yang dingin, berusaha menutupi rasa terkejutnya.

Darian tertawa kecil, melangkah mendekat ke meja makan. "Sejak kau asyik memandangi Dr. Sunshine-mu itu. Kenapa ditutup? Aku juga ingin lihat tips nutrisi pagi ini. Masakannya enak, El? Kelihatannya kau sangat menikmatinya sampai tidak sadar aku masuk."

Elvano tidak menjawab. Ia kembali fokus pada makanannya, mengabaikan tatapan menyelidik dari manajer sekaligus sahabatnya itu.

"Apa kau mulai suka dengan Dokter Selena? Atau jangan-jangan kau sudah jadi fans rahasianya?" goda Darian lagi, ia menarik kursi dan duduk di depan Elvano. "Pikirkan deh, El. Kalau dia masuk Zenithra, dia bisa jadi dokter selebritas paling hits saat ini. Bayangkan profitnya."

Elvano meletakkan sendoknya perlahan, lalu menatap Darian dengan tatapan absolut yang sanggup membuat direktur perusahaan mana pun gemetar.

"Apa kau sudah selesai bicara? Jika sudah, silakan keluar."

Darian justru tertawa lebih keras. "Galak sekali. Kenapa kau jadi sensitif kalau soal dokter gizi itu? Biasanya kau tidak peduli kalau aku membicarakan artis atau model mana pun."

Melihat Elvano yang hanya diam dengan wajah datar, Darian akhirnya menghela napas dan beralih ke mode profesional.

"Tenang, semuanya sudah beres. Pihak manajemen apartemen tadi sudah meminta maaf secara resmi. Wartawan sialan itu menyamar sebagai calon penyewa unit di lantai bawah, makanya mereka bisa lolos dari lobi. Aku sudah memastikan identitas mereka dihapus dari daftar tamu selamanya."

Elvano hanya mengangguk singkat sebagai jawaban.

"Jadwal hari ini masih sama, setelah ini kita ada sesi latihan koreografi terakhir untuk konser. Oh iya, soal makan siang bagaimana? Mau kupesankan katering sehat dari langganan agensi?" tanya Darian.

"Tidak perlu. Dokter Selena sudah mengatur semuanya. Kurir pribadinya akan mengantarnya tepat jam dua belas ke studio," jawab Elvano datar, seolah hal itu adalah sesuatu yang sangat wajar.

Darian menaikkan sebelah alisnya, senyum jahilnya kembali muncul. "Wah, dia perhatian sekali ya? Benar-benar telaten mengurusmu. Cocok sih kalau dijadikan calon istri, daripada kau sendirian terus di puncak kesuksesanmu yang dingin ini."

Elvano tidak menanggapi ocehan itu. Ia mengelap mulutnya dengan serbet kain lalu bangkit berdiri, merapikan kemejanya yang tanpa cela.

"Bulan depan... apa jadwal pribadiku sangat padat? Selain konser di Singapura?"

Darian membuka catatan di ponselnya. "Hanya konser Singapura selama tiga hari. Sisanya aku sudah kosongkan karena kau bilang ingin istirahat total selama seminggu sebelum mulai proyek film baru di bulan berikutnya. Kenapa?"

Elvano berjalan menuju jendela besar yang memperlihatkan gedung-gedung pencakar langit Jakarta. Punggungnya yang lebar tampak gagah namun menyimpan misteri yang dalam.

"Siapkan tuksedo hitam terbaik untukku di minggu kedua bulan depan," ucap Elvano tenang.

Darian mengernyitkan dahi, bingung. "Tuksedo? Untuk apa? Kostum konsermu kan semuanya sudah siap, bahkan cadangannya sudah dikirim ke Singapura kemarin. Apa ada acara penghargaan yang aku lewatkan?"

Elvano membalikkan badannya perlahan. Senyum tipis yang sulit ditebak terukir di wajah karismatiknya.

"Bukan untuk acara penghargaan. Siapkan untuk pernikahanku."

Darian mematung. Ponsel di tangannya hampir saja merosot jatuh. "Apa? Pernikahan? Kau bercanda kan, El? Menikah dengan siapa?!"

Elvano tidak menjawab, ia justru berjalan melewati Darian begitu saja sambil meraih kunci mobilnya di atas meja. Di layar ponsel Elvano yang sempat menyala sebentar karena notifikasi masuk, terlihat pesan singkat dari Selena:

"Jangan lupa habiskan air putihnya, Tuan Al"

Langkah kaki Elvano terdengar tegas di lorong, meninggalkan Darian yang masih berdiri mematung di ruang makan dengan mulut ternganga.

**

Cahaya matahari siang itu terasa terik, namun rimbunnya pepohonan di taman Rumah Sakit Internasional Medika memberikan sedikit ruang untuk bernapas.

Selena Nayumi duduk menyandarkan punggungnya di bangku taman yang dingin. Napasnya masih sedikit terengah setelah menghabiskan waktu berjam-jam di dapur gizi rumah sakit, memastikan setiap takaran kalori untuk pasien rawat inap sesuai dengan catatan medis mereka.

Di samping kesibukannya yang menguras energi, ada satu hal lagi yang baru saja ia selesaikan dengan jemarinya sendiri: sebuah kotak makan siang khusus untuk Elvano Alvendra. Menu salmon panggang dengan saus lemon herbal dan asupan karbohidrat kompleks itu sudah dibawa oleh kurir pribadinya dari Serenity Nutri-Heal, klinik kesehatan miliknya.

Selena mengusap peluh di dahinya. Senyum hangat yang biasanya ia tunjukkan di depan kamera saat melakukan live cooking kini memudar, digantikan oleh tatapan kosong yang menatap lurus ke arah kolam ikan di depannya.

Ting!

Sebuah notifikasi masuk. Selena meraih ponselnya.

(Oma Ratna: Selena sayang, nanti sore apa kamu senggang? Oma mau ajak kamu fitting baju pengantin. Elvano juga sudah Oma beri tahu.)

Jari-jari Selena membeku di atas layar. Ia terdiam sejenak, menelan ludah sebelum akhirnya mengetik balasan singkat.

(Selena: Iya Oma, jadwal Selena sore ini kebetulan kosong. Selena bisa datang.)

(Oma Ratna: Bagus! Nanti alamat butiknya Oma kirim ya. Sampai bertemu, calon cucu menantu kesayangan Oma!)

Selena meletakkan kembali ponselnya di bangku kosong di sampingnya. Ia memejamkan mata, membiarkan angin sepoi-sepoi memainkan anak rambutnya. Kata "Menikah" seolah berputar-putar di kepalanya seperti kaset rusak yang tak mau berhenti.

Menikah dengan Elvano Alvendra.

Siapa yang tidak mengenal pria itu? Sosok yang selalu tampak sempurna di layar kaca, pemilik suara yang sanggup menyihir jutaan telinga, dan CEO bertangan dingin yang memimpin Zenithra Entertainment. Pria yang auranya terasa begitu mahal, tenang, namun sekaligus sulit ditembus.

Sejujurnya, ada ketakutan yang merayap di relung hati Selena. Ia memiliki trauma masa lalu yang belum benar-benar sembuh. Memori masa remaja kembali terlintas; saat ia ditinggalkan oleh pria yang ia cintai hanya karena pria itu lebih memilih mengejar ambisi menjadi aktor papan atas daripada menemaninya berjuang meraih gelar dokter. Luka itu membekas, membuatnya bersumpah untuk tidak pernah lagi terlibat dengan dunia gemerlap selebritas.

Namun takdir seolah sedang menertawakannya. Kini, ia justru terjebak dalam pusaran hidup bintang paling terang di negeri ini.

Selena menghela napas panjang, menatap langit Jakarta yang biru namun penuh polusi. Ia tidak punya pilihan. Ia adalah anak tunggal yang sudah lama kehilangan kedua orang tuanya. Di dunia ini, ia hanya memiliki Nenek Asti. Baginya, kebahagiaan neneknya adalah segala-galanya, melampaui ego dan ketakutannya sendiri.

"Hanya demi Nenek," bisiknya lirih pada dirinya sendiri.

***

1
Sri Murtini
elvano kau benar " cinta ya bukan akting
Sri Murtini
Elfano jatuh cinta se jatuh"nya dipelukan kekasih hati. ternyata tidak selamanya perjodohan itu berdampak buruk.... ini memang ketemu pasangan sejatì
Penta Ning Thiyas
luar biasa
Penta Ning Thiyas
karyamu selalu keren.. dan nagih😍👍 semangat kak
Hugo Hamish
kak up dong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!