NovelToon NovelToon
Kehidupan Setelah Kamu Pergi

Kehidupan Setelah Kamu Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Romansa Fantasi / Hantu
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ummu Umar

Perempuan bernama Angel yang tengah kecelakaan kini meninggalkan jasadnya dan menjadi hantu, dia diberi kesempatan untuk mengumpulkan 3 tetes airmata orang yang tulus mencintainya selain keluarga kandungnya.

"Itu gampang, aku akan mendapatkan nya dengan muda" Jawabnya dengan penuh keyakinan.
"Bagus jika seperti itu, dapatkanlah".

Angel dengan semangat untuk mendatangi orang-orang yang dia cintai namun dia lah yang mendapat kan kejutan tak terduga.

Akankah Angel bisa hidup kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21

Keduanya langsung melepaskan pelukannya begitu melihat ayah Angel sedang berdiri didepan pintu menatap mereka penuh amarah.

Tubuh Mentari bergetar hebat dan lututnya melemas karena ketakutan sedangkan Erwin kini menatap ayah Angel itu dengan pandangan kesal dan takut bersamaan.

"Bagus sekali perbuatan kalian yah, kalian berdua asyik-asyik berpelukan disini sementara putriku sedang koma, kalian berdua menusuk dia dari belakang? ". Bentaknya dengan suara menggelegar.

Dia berjalan mendekati mereka kemudian menampar Mentari hingga dia tersungkur kemudian berbalik menatap Erwin dan memukulnya dengan semua tenaganya.

Matanya menyala penuh amarah, perkataan Senja tempo hari kini benar adanya bahkan foto yang dia masih ragukan itu kini terbukti adanya.

"Om kami bisa menjelaskan semua ini, om hanya salah paham". Jawab Erwin dengan suara terbata-bata.

Dia tidak menyangka akan mendapatkan pukulan keras seperti ini, bahkan Mentari pun mendapatkannya.

"Benar yang dikatakan Erwin om, ini tidak seperti apa yang om pikirkan, tadi saya sangat sedih karena kangen sama Angel makanya kak Erwin memeluk saya".

Mentari berusaha untuk menjaga suaranya agar tidak bergetar karena sejujurnya sekarang dia sudah ketakutan setengah mati. Dia harus mencari cara agar ayah Angel tidak mengetahui rahasia mereka.

Pipinya terasa sangat panas dan sakit karena tamparan itu begitu kuat sehingga sudut bibirnya berdarah

"Kalian ini sangat pandai bersilat lidah ternyata, aku bukan orang bodoh yang bisa kalian tipu semudah itu, tidak ada pelukan sahabat sambil mencium kening seperti yang kalian lakukan barusan".

Hutama mengepalkan tangannya, bayangan wajah berbinar putrinya yang menceritakan kebaikan kedua orang ini padanya menari-nari dibenaknya, entah bagaimana perasaan putrinya jika tahu bagaimana mereka menusuknya dari belakang dan bekerjasama untuk mengambil harta milik keluarganya setelah menikah dengannya.

Erwin berdiri dari tempatnya kemudian membantu Mentari untuk berdiri, tangannya mengepal erat melihat wajah gadis itu lebam dan sudut bibirnya berdarah,

Mentari menggelengkan kepalanya melihat tatapan Erwin kepadanya, dia tidak mau Erwin membalas perbuatan ayah Angel padanya tadi.

Dia berbalik kemudian menatap ayah Angel dengan menantang, dia tidak akan mundur dan bisa dihina seenaknya seperti itu.

"Kami sudah bersama sejak kami remaja om, dia sudah seperti adik buat saya karena saya menjaganya dengan sangat baik, saya bersama dengan putri om karena cinta, sedangkan Mentari adalah adik saya dan Angel tahu akan hal itu". Ucapnya dengan pelan berusaha terlihat meyakinkan walau didalam dadanya berkobar amarah.

Dia harus tenang dan masih berusaha untuk menutupi semua kejahatan mereka agar bisa tetap berada di perusahaan agar rencana mereka lebih mudah karena sudah hampir berhasil hanya gagal karena Angel mengalami kecelakaan

Hutama tertawa hambar melihat Erwin dan Mentari begitu pandai berakting seperti ini Pantas saja putrinya bisa ditipu habis-habisan, mereka sangat pintar dan bermulut manis.

Apalagi saat dia melihat video dan foto yang dikirimkan Steven padanya membuat darah nya mendidih seketika.

"Saya bukan Angel yang bisa gampang kalian bodohi dengan perkataan murahan kalian itu, sekarang kalian berdua segera angkat kaki dari kantor saya karena saya memecat kalian berdua secara tidak hormat dan akan kupastikan kalian akan kesulitan mendapatkan pekerjaan". Ucapnya dengan seringai tajam.

Erwin mengepalkan tangannya, matanya menyala penuh amarah melihat tingkah seenaknya lelaki sialan dihadapannya ini.

"Om tidak bisa seenaknya memecat saya dan Mentari dari sini, kami sudah bekerja lama dan membangun perusahaan ini, om sudah keterlaluan". Ucapnya dengan dingin.

Mentari yang berada dibelakang Erwin mengeratkan tarikannya pada baju Erwin yang mulai terlihat kusut, dia tidak mau Erwin memukul ayah Mentari karena dia jelas melihat tangannya mengepal erat

"Terserah apa katamu, perusahaan ini adalah milik saya, kamu pikir kamu bisa bertindak seenaknya disini, saya sudah dapatkan banyak bukti yang memberatkan kamu di pengadilan, jangan harap kamu bisa keluar dari sini dengan mudah".

Mentari semakin ketakutan, dia tidak menyangka jika akan jadi kacau seperti ini, dia harus berbuat sesuatu untuk meredam segalanya.

"Maafkan kami om, kami sungguh hanya kakak beradik yang memang sudah lama bersama, jangan seperti ini om, kasihan Angel, dia begitu mencintai kak Erwin, apa yang nanti dia rasakan jika om memperlakukan tunangannya seperti ini".

Hutama berjalan mendekati mereka dengan tatapan seolah ingin memakan mereka berdua, dia melemparkan map berisi kecurangan keduanya di perusahaan dengan keras pada dada Erwin sehingga dirinya tersentak.

Dia mendengus pelan. "Lihatlah apa yang kalian berdua lakukan? , kalian pikir hanya karena putri saya yang selalu membela kalian dan begitu menyayangi kalian berdua sehingga bisa berbuat seenaknya disini?, kalian salah besar".

Hutama melipat kedua tangannya menunjuk Erwin dengan kasar dan penuh penghinaan.

"Kalian berdua hanya pengemis dan serigala berbulu domba yang memanfaatkan kebaikan putriku selama ini, saya diam bukan karena tidak tahu dan masalah putriku, saya akan mengurusnya sendiri jadi tidak usah banyak bicara". Teriak nya sehingga suaranya menggelegar didalam ruangan ini.

Erwin membuka berkas itu dan matanya melotot seketika begitu juga dengan Mentari yang berada dibelakangnya, berkas dipegang Erwin jatuh seketika.

Wajah keduanya memucat seperti habis melihat hantu dan tubuh mereka bergetar hebat. Semua perbuatan mereka di perusahaan telah terbongkar.

"Lihat, sekarang apa lagi yang bisa kalian jelaskan? , dihadapan kalian sudah ada bukti nyata hasil kalian menghisap dana perusahaan ini dan aku pastikan kalian membayar semua perbuatan kalian ini".

Mentari maju kedepan kemudian melipat tangannya dengan ketakutan, matanya kini berkaca-kaca.

"Itu fitnah om, kami tidak pernah melakukan hal seperti itu pada perusahaan, ada yang berusaha menghancurkan kami disini". Ucap Mentari berusaha berkilah.

Dia masih tidak mau mengakui perbuatan mereka, dia harus tetap berada di perusahaan agar bisa mengeruk uang perusahaan.

Plak.

Kini Mentari kembali tersungkur akibat tamparan keras dari ayah Angel itu, pipinya kembali memerah menambah marah pipinya sebelumnya.

"Mentari". Teriak Erwin bergegas menolongnya.

Dia berbalik kemudian menatap penuh amarah pak Hutama itu, tangannya mengepal hingga kukunya memutih.

" Anda keterlaluan, jangan sakiti dia". Bentaknya dengan keras.

Bugh.

Kini dia lah yang tersungkur karena kembali mendapatkan Bogeman mentah dari ayah Angel itu.

"Seret mereka keluar dan ambil semua kartu bank dan laptop mereka yang berasal dari perusahaan, dan sita kendaraan mereka, pastikan mereka keluar dari sini dengan tangan kosong". Perintahnya kepada kedua ajudannya itu.

Mereka mengangguk kemudian menyeret paksa keduanya untuk keluar, Erwin memberontak dan mengambil tas kerjanya karena itu adalah senjata terakhirnya untuk membalas semua penghinaan ini.

"Aku tidak terima diperlakukan seperti ini, aku sudah berdedikasi pada perusahaan selama ini, kalian tidak bisa seenaknya membuangku seperti sampah". Teriak Erwin memberontak

1
Nadira ST
lanjut thor💪💪💪💪💪☕☕☕☕🥳🥳🥳🥳
Nadira ST
lanjut thor semangat💪💪💪💪💪💪💪☕☕☕☕☕
Ma Em
Semoga Angel bisa menemukan orang yg tulus yg sayang sama Angel dan mendapatkan air matanya agar Angel bisa hdp kembali , agar Angel bisa membalas pada Erwin dan mentari karena sdh jahat dan menusuk Angel dari belakang yg sdh membohongi Angel .
pojok_kulon
Sahabat itu namanya suka menusuk dari belakang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!