NovelToon NovelToon
Lari Atau Jadi Mereka

Lari Atau Jadi Mereka

Status: sedang berlangsung
Genre:Zombie / Action / Anak Genius
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: ariyanteekk09

Di kota yang kecil damai, sebuah pabrik mochi terkenal meluncurkan produk terbaru mereka yaitu mochi viral yang dalam sekejap menjadi sensasi di media sosial.

namun tidak ada yang tahu ,di balik manis itu tersimpan hal yang mengerikan.

shila menyaksikan sendiri bagaimana teman-teman nya yang makan mochi itu kejang-kejang dan hilang kendali. lalu berubah menjadi sesuatu yang bukan lagi manusia.

kota yang dulunya tenang berubah jadi neraka yang di penuhi oleh mereka.

terjebak di dalam sekolah dengan berapa teman nya yang selamat. shila harus mengambil keputusan :tetap sembunyi atau melarikan diri demi menemukan keluarga nya.

𝐊𝐚𝐦𝐮 𝐡𝐚𝐫𝐮𝐬 𝐭𝐞𝐫𝐮𝐬 𝐛𝐞𝐫𝐥𝐚𝐫𝐢... 𝐚𝐭𝐚𝐮 𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐬𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐬𝐚𝐭𝐮 𝐝𝐢 𝐚𝐧𝐭𝐚𝐫𝐚 𝐦𝐞𝐫𝐞𝐤𝐚!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ariyanteekk09, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

chapter 14

"Ai, lo harus ikut gue pergi dari sini, ya. kita sudah tidak aman tinggal di rumah ini lagi," Shila mengajak Aira pergi dari rumahnya sekarang juga, nada suaranya penuh kekhawatiran.

"Gue nggak mau, Shila. Kalian aja yang pergi sana. Gue mau tetap tinggal di sini agar gue bisa dekat dengan orang tua gue," Aira menolak dengan tegas, meski matanya terlihat berkaca-kaca.

"Tapi, Ai, orang tua lo sudah menitipkan lo sama gue. Jadi, please, ikut gue pergi," bujuk Shila lagi, berusaha menahan emosinya.

Aira tetap kekeh dengan keputusannya untuk tinggal di rumahnya sampai kapan pun.

 Ia tidak ingin meninggalkan tempat yang masih terasa dekat dengan kenangan kedua orang tuanya.

"Udah, Shila... kita nggak bisa memaksa Aira untuk ikut kita. Mending kita pergi sekarang," ajak Gibran pelan, mencoba menenangkan situasi.

"Lo hati-hati di sini, ya. Gue pamit pergi dulu," ucap Shila lirih.

Kedua sahabat itu pun berpelukan erat sebagai tanda perpisahan. Ada rasa berat yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Shila tidak memberi tahu Aira ke mana ia dan Gibran akan pergi. Namun, sebelum benar-benar meninggalkan rumah itu, Shila memberikan stok makanan yang cukup untuk beberapa waktu.

"Maaf, Om, Tante. Aira tidak mau ikut gue pergi dari sini, dan gue tidak bisa memaksa. Kalian pasti bisa jaga Aira," batin Shila dalam hati, berharap kedua orang tua Aira tetap melindungi anaknya.

Setelah kepergian Shila, Aira langsung menuju ruang bawah tanah. Di sanalah ia merasa paling aman. Ia tidak lupa membawa stok makanan yang diberikan Shila untuknya, menyusunnya dengan rapi.

"Mulai sekarang gue harus berani seperti Shila. Dengan cara itu gue bisa bertahan," batin Aira, mencoba menguatkan dirinya sendiri meski rasa takut masih ada.

Sementara itu, Shila, Gibran, dan Kenan kembali ke rumah hutan. Perjalanan mereka terasa panjang dan penuh kehati-hatian,

     kalau mereka ketemu zombie mereka langsung bunuh saja. kedua anak muda itu tidak takut lagi dengan para zombie itu.

 namun akhirnya mereka sampai juga di tempat tujuan.

Setelah sampai di sana, Shila bersiap mengaktifkan sistem keamanan yang tidak bisa dibobol oleh sembarang orang.

"Lo yakin, Shila, kita akan aman kalau kembali ke sana?" Gibran masih terlihat ragu.

"Yakin lah. Cuma di sana kita akan aman. Sampai di sana, gue akan mengaktifkan keamanan yang sulit dibobol oleh orang-orang itu, dan mereka tidak akan tahu kita ada di dalam," ungkap Shila dengan penuh keyakinan.

Gibran mengangguk pelan, mulai percaya dengan rencana Shila.

"Pantesan Om dan Tante diincar, karena mereka orang-orang yang cerdas banget," puji Gibran, kagum sekaligus semakin waspada.

Di tengah ketidakpastian dunia luar, mereka hanya punya satu pilihan—bertahan hidup dengan cara mereka sendiri.

   "akhirnya gue kembali lagi kesini" shila merebahkan tubuhnya di sofa, sedangkan gibran masuk kedalam kamar untuk menidurkan kenan.

   rumah itu masih rapi persis dengan saat dia meninggalkan nya.. shila bangun dari tidur nya dan langsung mengaktifkan keamanan rumah nya.

   shila pun memantau sekeliling rumah nya, di sana juga sudah banyak zombie yang berkeliaran. salah satunya tiara juga.

*********

"Prof. Teguh, kompleks rumah yang kami tempati sudah kemasukan zombie. Sudah banyak penghuni kompleks itu berubah jadi zombie," kata Hendro melaporkan dengan suara tegang.

"Dari mana para zombie itu hadir? Padahal pengamanannya sangat bagus," balas Prof. Teguh, keningnya berkerut.

"Aku juga tidak tahu, Prof," jawab Hendro singkat, mencoba menyembunyikan kegelisahannya.

"Pantas saja laboratorium sepi, karena para dokter tidak ada yang berani keluar, ternyata. Ini sangat aneh sekali," ujar Prof. Teguh sambil berpikir keras.

Tiba-tiba, anak buahnya masuk ke dalam rumah Prof. Teguh dengan berlari tergesa-gesa, napasnya terengah-engah.

"Prof, pabrik mochi ludes dimakan si jago merah dan tidak tersisa lagi," lapornya panik.

"Apa?? Pabrik mochi kebakaran? Apa lagi ini... Siapa yang berani membakarnya?" marah Prof. Teguh, suaranya meninggi.

"Prof, lihat CCTV ini," ujar anak buahnya sambil menyerahkan rekaman tersebut.

Kedua laki-laki itu terkejut melihat Shila dan Gibran terang-terangan memperlihatkan diri mereka di depan CCTV dan bahkan mengancam mereka berdua tanpa rasa takut.

"Sial! Ternyata ini kelakuan dua bocah itu, dan malah tidak takut. Bibit dari Satria dan Ningrum ini benar-benar tidak bisa diremehkan," ujar Prof. Teguh dengan nada geram, matanya penuh amarah.

Sementara itu, Hendro terlihat ketakutan dengan ancaman yang Gibran berikan. Wajahnya mulai pucat, dan pikirannya dipenuhi bayangan masa lalu.

Ia takut jika apa yang pernah ia lakukan pada Ningrum sebelum membunuhnya akan dibalas dengan cara yang sama—atau bahkan lebih kejam.

Shila baru saja selesai memasak sarapan untuk mereka bertiga di dapur. Ia pun membangunkan Gibran yang tidur di ruang depan, langkahnya pelan agar tidak mengejutkan.

"Astaghfirullah..." Shila terkejut saat menyentuh tubuh Gibran yang sangat panas. Pemuda itu juga menggigil, napasnya terasa tidak teratur.

"Lo demam, Gibran. Astaga... tunggu di sini," ucap Shila panik, lalu kembali ke dapur untuk membuatkan bubur hangat.

Setelah jadi, Shila kembali ke ruang depan untuk memberikannya kepada Gibran, sekaligus menyiapkan obat.

"Gibran, bangun. Gue sudah buatin bubur. Dimakan, ya, lalu minum obat," ucap Shila lembut.

Gibran pun bangun pelan-pelan. Kepalanya masih terasa sangat pusing, dan tubuhnya lemas.

Shila pun menyuapi Gibran bubur itu. Meskipun mulutnya terasa pahit, Gibran tetap memakannya agar cepat sembuh. Sesekali ia meringis, tapi tetap berusaha menghabiskan makanannya.

"Lo istirahat lagi. Gue mau ke kamar, lihat Kenan apakah sudah bangun atau belum," kata Shila sambil menyelimuti Gibran.

Karena efek obat yang diminum, Gibran pun tertidur kembali dengan cepat.

Sampai di kamar, ternyata Kenan sudah bangun tidur. Melihat kakaknya datang, ia langsung tersenyum lebar, wajahnya tampak ceria.

"Kakak, aku lapar," ujar Kenan sambil memegang perutnya. Kini Kenan sudah lancar berbicara, membuat Shila sedikit lega.

"Adek mandi dulu, baru sarapan," jawab Shila lembut.

Kenan mengangguk dan menuju kamar mandi. Shila pun menyusulnya sambil membawakan baju ganti, memastikan adiknya tetap aman.

"Kak, Gibran mana, Kak? Biasanya dia yang mandiin adek," tanya Kenan polos.

"Kak Gibran lagi sakit. Jadi hari ini adek jangan ganggu dia, oke? Biarkan Kak Gibran istirahat biar cepat sembuh," jelas Shila sambil tersenyum tipis.

"Baik, Kak," jawab Kenan menurut.

Shila memperhatikan adiknya sejenak, lalu menarik napas dalam. Rasa tanggung jawabnya semakin besar.

"Gue harus ajarin Kenan ilmu bela diri dan yang lainnya, meskipun usianya masih kecil. Dia harus bisa lindungi dirinya sendiri juga," batin Shila.

Di tengah dunia yang semakin tidak aman, Shila sadar—mereka tidak punya pilihan selain menjadi kuat.

1
Nurr Tika
shila ketemu ga ya sama aira
Nurr Tika
shila harus kuat demi adiknya
Nurr Tika
dasar hendro
Ani Jkt
ceritanya bagus tapi banyak tiponya tor
Nurr Tika
ikutan tegang
Nurr Tika
moga ja shila,adik dan temenya selamat
Nurr Tika
selamet ih bikin tegang aja
Nurr Tika
lanjut
Nurr Tika
untung adiknya ga di lempar keluar rumah, lebih baik tiara yg di usir dari pada kalian keluar dari rumah
Nurr Tika
mona mona coba klau kmu ga jahat pasti ga kan di usir
Nurr Tika
mona di kasih zombie ja buat santapan
Nurr Tika
lanjut thor
Nurr Tika
sebenarnya apa yg terjadi ya
Nurr Tika
nyimak thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!