Cikal Bakal Tim Divisi Kasus Dingin
Ini GD setelah GD 1 sebelum GD 2 ( Shea n the gank ). Makanya aku kasih judul Ghost Detective Season 1.5.
Isinya awal tim gabut dibentuk. Masih the o.g tim ( bang Dean, mas Rayyan, mbak Nana, mbak Tikah dan pak Jarot ). Jangan cari mbak Lilis karena belum ada tapi ada awal mula mbak Susi ikutan. Ada mbak Nita juga, ada anomali lainnya ( belum musim Saja Boys versi tuyul ). Masih ada Hoshi dan Bima. Ini masih bersama L, Nyes dan Dendeng.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagaimana Bisa Dekat Dengan Keluarga Sultan?
"Apakah menurut dokter Wayan, si pelaku bisa ilmu bela diri seperti krav maga atau macam ilmu kungfu lain?" tanya AKP Dean Thomas.
"Maksud pak Dean?" Dokter Wayan menatap polisi muda itu.
"Begini, saya pernah melihat salah satu saudara mas Lachlan de Luca, berkelahi dengan jurus krav maga. Tidak harus pakai gedebak gedebuk tapi langsung ke titik lemahnya kita dan salah satunya di nadi sini." AKP Dean Thomas menunjuk ke arah titik yang disebutkan oleh dokter Wayan.
"Lachlan ... de Luca? Sepertinya nama baru di telinga saya," ucap dokter Wayan.
"Dia keponakan pak Valentino Reeves dan cucu pak Quinn Reeves," jawab AKP Dean Thomas.
Dokter Wayan melongo. "Anda mengenal sangat dekat hingga memanggil dengan sebutan 'mas'? Mereka keluarga konglomerat yang sangat konglomerat sekali bukan?"
"Benar. Kami bahkan pernah memecahkan kasus di Malaysia dan India. Dia memang dari keluarga sultan Pratomo, Dok Wayan," senyum AKP Dean Thomas.
Dokter Rahmat dan dokter Wayan melongo. "Ke Malaysia dan India?"
"Tanpa memakai uang negara sedikit pun. Semua dibiayai oleh keluarga klan Pratomo pribadi. Anggap saja kita tinggal bawa paspor dan badan sambil menyelesaikan kasus. Tentu saja kantor saya senang-senang saja tidak keluar duit!" ucap AKP Dean Thomas.
Dokter Rahmat mengagumi polisi muda yang terlihat santai tapi cakap itu. Dia tidak menyangka AKP Dean Thomas begitu dekatnya dengan keluarga sultan yang dikenal exclusive. Tidak semua orang bisa dekat dengan mereka.
"Padahal pak Dean tidak punya orang dalam keluarga Sultan ya?" kekeh dokter Wayan.
"Lha ketemunya malah pak Kosasih dulu, mantan Kapolda karena kasus dingin. Percaya atau tidak, itu pun gara-gara mas Lachlan indigo dan bisa berkomunikasi dengan arwah yang minta keadilan. Sayangnya, saat ini mas L sedang ke Palermo jadi tidak bisa bantu konsultasi arwah disini," senyum AKP Dean Thomas. "Oh pak Kosasih itu kakeknya mbak Nyes, istri mas L."
"Sepertinya seru ya," gumam dokter Rahmat. "Bagaimana bisa dekat?"
"Nanti ada seleksi alam, Dok. Jika memang kalian berjodoh, maka kalian akan menjadi bagian dari keluarga Sultan itu," jawab AKP Dean Thomas. "Asal tidak aneh-aneh seperti korupsi atau perbuatan maksiat. Mereka sangat menghargai hal itu."
***
"Yah, mas L ke Palermo?" tanya Raiden Park yang baru saja menyelesaikan skripsinya. Putra Shinichi Park itu tinggal menunggu sidang dan datang bersama pacarnya, Dewi Mentari.
"Iya. Kan panen sekarang. Alhamdulillah ada uang kuliah Shea besok," senyum Nareswari membuat Raiden menyipitkan matanya.
"Mbak, uang mas L itu bisa buat kirim Shea sekolah ke Swiss paling mahal sekalipun kaleee," ucap Raiden sebal.
"Mas Dendeng ...."
Dewi Mentari memekik kaget melihat kemunculan Tole sambil nyengir.
"Ada apa?" tanya Raiden.
"Tole nongol sambil nyengir pamer giginya yang seram. Tajam ih!" adu Dewi Mentari.
"Yaelah, Le ... itu gigi kapan dikikirnya?" ejek Raiden yang tidak bisa melihat tapi bisa mendengar arwah.
"Yah mas Dendeng, Tole yang comel ini takut dokter gigi. Apalagi dikikir pakai kikir besi," cebik Tole.
"Eh, itu bukan ide yang jelek," gumam Raiden.
"Iiihhh, mas Dendeng," rengek Tole.
"Kamu sih ngagetin pacarku yang cantik seperti matahari pagi," balas Raiden. "Eh, kok tumben Tole nongol dimari. Ada apa? Apa ada kasus? Dewi Srengenge, kan kita pengacara kan ya. Pengangguran banyak acara. Ke tim nya Oom Dean yuk!"
"Eh? Ngapain?" tanya Dewi Mentari.
"Bantuin lah! Tole, apa ada kasus?" tanya Raiden semangat.
"Ada. Dua!" jawab Tole. "Kirain mas Dendeng dan mbak Dewi nggak mau bantuin. Jom, kita kesana!" ajak Tole.
"Serius kita ke Polda?" tanya Dewi Mentari.
"Serius lah!" jawab Raiden. "Mbak Nyes kan tidak mungkin seenaknya kesana karena memang kerja dan ada Shea. Kalau ada mas L kan pasti dibantu tapi kan sekarang situasinya berbeda."
"Tolong ya Dendeng. Oom Dean pasti pusing ada dua kasus sementara dia cuma ada berlima. Bagi tugasnya pasti pusing," pinta Nareswari.
"Yuk! Aku hubungi Oom Dean dulu." Raiden mengambil ponselnya. "Halo, Oom Dean. Butuh bantuan?"
***
Ruang Kerja Divisi Kasus Dingin Polda Metro Jaya Jakarta
"Kita ngapain kemari?" tanya salah seorang anggota polisi ke rekannya.
"Pengen tahu. Katanya lantai ini eksklusif khusus tim klenik," jawab rekannya. "Aku penasaran, seberapa canggihnya."
Mbak Susi yang sedang gabut sambil mengasah kuku dengan alat kikir kuku yang ketinggalan di lantai tiga, melihat dua orang asing itu sedang mengendap-endap ke arah ruang kerja divisi kasus dingin.
"Mau apa mereka? Kepo aaahhh," kekeh Mbak Susi sambil melayang mendekati dua orang itu.
"Lha, pakai smart lock? Sombong amat!" omel salah satu polisi itu yang kesal melihat ruang kerja tim, ruang kerja AKP Dean Thomas dan Iptu Rayyan serta ruang monitoring, semua memakai smart door lock.
Mereka mengintip dari jendela yang ada di ruang monitor dan mereka tidak menduga canggihnya ruangan itu. Bahkan lebih canggih dari Polsek ataupun Polres.
Ruang Monitoring Tim Kasus Dingin
"Pantas tim ini membuat instalasi listrik sendiri. Ternyata ini jawabannya," ujar polisi itu.
"Katanya semua dibayar PRC Group!" timpal rekannya.
"Apa itu bukan termasuk suap?" tanya temannya.
"Apanya yang disuap? Wong mereka cuma ngurusi kasus lawas! Bisa-bisanya malah dapat fasilitas seperti ini sih?" cebiknya.
Keduanya pun menuju ke bagian sel khusus tim kasus dingin. Mereka terkejut saat melihat dua sel yang berjejeran tapi mirip apartemen model studio.
"Astagaaa, selnya saja begini?" gumam dua polisi itu. "Napi betah lah!"
"Ada meja buat makanan dan dispenser juga."
Keduanya pun berjalan-jalan di dalam sel itu dan tiba-tiba mereka merasa merinding. Dua polisi itu saling berpandangan.
"Tempatnya bagus tapi suasananya tidak enak ya?"
"Tapi aku iri sama mereka. Bisa-bisanya tim buangan ini dapat fasilitas mewah seperti ini. Kenapa tidak ke tim major crimes sih!"
"Karena kalian banyak mudaratnya."
Dua polisi itu saling berpandangan karena terkejut mendengar suara perempuan di ruang sel. Mereka pun menoleh pelan ke belakang area sel. Tampak sosok bergaun putih dan rambut hitamnya yang panjang, menutupi wajahnya.
"Ha ... Ha ... Hantuuuuuu!" teriak dua polisi sambil bergegas keluar dan nyaris bertabrakan dengan Raiden dan Dewi Mentari yang baru keluar dari lift.
"Eh? Ada apa?" tanya Raiden.
"Ada kuntilanak!" Dua polisi itu masuk ke dalam lift.
Raiden dan Dewi Mentari saling berpandangan. "Kuntilanak?"
Tole menepuk jidatnya. "Pasti itu mbak Susi yang iseng dah!"
***
Yuhuuuu up malam yaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu
hlang smua???kjam bgt tu orng,ga tkut hkum krma apa y????kl klurganya yg jd krban,dia msih mau mlkukan kjhtn ky gt lg????😠😠😠
dokter Westin dan dokter Arlo haeus berhadapan sama dokter jagal 1 dan dokter jagal 2 ini kayaknya biar diambil organnya sebagai penebus kelakuannya
pntsn mbilnya smp ringsek,yg nmpel ada 10.....tp bgus sih,biar tu pnjht nrima akibtnya....abs ni siap2 bbo d sel pula.....