NovelToon NovelToon
Diremehkan Karena Miskin, Ternyata Aku Punya Sistem Analisis Nilai

Diremehkan Karena Miskin, Ternyata Aku Punya Sistem Analisis Nilai

Status: tamat
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Kebangkitan pecundang / Tamat
Popularitas:192.6k
Nilai: 5
Nama Author: R.A Wibowo

Rahmat hanyalah siswa SMA biasa—miskin, bodoh, diremehkan, dan dipaksa menanggung hutang satu miliar yang ditinggalkan ayahnya.

Ibunya terbaring di rumah sakit, deb collector bernama tomy terus mengancamnya, memukuli Rahmat sampai hampir mau mati, ia diberi waktu lagi selama dua bulan.

Waktu hanya tersisa dua bulan. Saat segalanya terasa mustahil, sebuah suara muncul di kepalanya.

[Sistem Analisis Nilai Aktif.]

[Menampilkan nilai sebenarnya dari segala hal]

Dari jam tangan rongsok bernilai jutaan, hingga saham perusahaan raksasa yang diam-diam akan runtuh—Rahmat kini bisa melihat apa yang tak terlihat orang lain.
Namun dunia investasi bukan taman bermain.

Satu kesalahan berarti kehancuran.
Satu langkah terlambat berarti ibunya menjadi “jaminan”.

Bisakah seorang bocah 16 tahun membalikkan nasibnya, menembus dunia finansial yang penuh manipulasi, dan menumbangkan perusahaan yang menghancurkan keluarganya?

(bismillah, ayo ramai, support penulis kecil ini yaallah 😭🙏wkw)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.A Wibowo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30--Rapat Pemilik Saham

`Senyum Rahmat tidak hilang bahkan setelah layar ponselnya mati. Tommy sudah bergerak. Bagus.

Ia melangkah keluar dari ruang OSIS seolah tak terjadi apa-apa. Kanaya kembali ke kelas lebih dulu. Anisa menatapnya sekilas, seperti tahu ada sesuatu yang belum selesai.

Beberapa jam kemudian. Rahmat baru saja hendak pulang ketika notifikasi lain tiba-tiba muncul, mungkin berkat update level 2, ia mendapatkan penambahan yang biasanya tidak ada

━━━━━━━━━━━━━━━

[Pengingat Sistem]

4 Hari menuju lonjakan Saham PT Andalan

Agenda Tambahan: Rapat Pemegang Saham – Hari Ini 16.00

━━━━━━━━━━━━━━━

Rahmat berhenti melangkah. Memorinya kembali teringat atas undangan dari PT andalan setelah dia membeli saham di sana.

“Oh iya…”

Rapat pemegang saham. Ia hampir lupa. PT Andalan  Sentosa Finance Mengadakan pertemuan internal triwulan. Pemegang saham di atas 5% diundang hadir langsung. Dan ia membeli alias memegang 7% sekarang.

“Lumayan juga,” gumamnya pelan. Ini juga sekalian menemui tommy.

Gedung PT Andalan berdiri tinggi dan modern. Lobby marmer. Satpam berseragam lengkap.

Rahmat datang dengan kemeja hitam polos dan celana jins, dengan kalung yang ada di lehernya. Rambutnya rapi, tapi tetap terlihat seperti anak SMA pada umumnya. Dari wajah sudah terlihat dia terlalu muda untuk berada di tempat seperti ini.

Ia berjalan santai menuju meja resepsionis. “Saya datang untuk rapat pemegang saham.”

Resepsionis itu mengangkat alis. “Dek, orang tua kamu mana?”

Rahmat terdiam beberapa detik. Dek? Ia disangka anak hilang sekarang, lucu sekali. Rahmat pun menjelaskan. “Saya sendiri pemegang sahamnya.”

Satpam di samping langsung mendekat. Mana mungkin seorang pemuda yang terlihat seperti anak SMA memegang saham perusahaan. “Maaf, nak. Ini bukan tempat main-main.”

Rahmat menghela napas, tampaknya tidak ada pilihan lain. Ia mengeluarkan ponselnya. Membuka aplikasi sekuritas dan memperlihatkan bukti kepemilikan resmi — 7% saham PT Andalan, atas namanya. Rahmat Pratama

Ruangan mendadak menjadi sunyi, resepsionis menelan ludah, satpam saling pandang. Kemudian ia menundukkan kepala karena merasa tidak sopan.

“Maaf atas tindakan lancang tadi, pak!” Ucapnya grogi. 

“Ah, aku tidak masalah. Karena aku adalah pebisnis terlalu muda, aku biasa mengalami ini.”

Resepsionis sekali lagi menundukkan kepala, mengatakan bahwa ia sangat merasa bersalah. “Mohon tunggu sebentar, pak.”

Beberapa menit kemudian, seorang staf keuangan turun tergesa-gesa, wajahnya tegang karena mengetahui pemuda ini adalah pemegang saham sebesar 7% tentu bukan angka yang sedikit untuk usianya yang terlihat masih seperti anak SMA, maka dari itu dia jadi sedikit grogi

“Silahkan, Tuan Rahmat.”

Nada suaranya berubah total.

Rahmat hanya tersenyum tipis dan mengikuti mereka masuk ke ruang rapat lantai atas.

Ruang rapat besar. Meja panjang mengkilap. Belasan pria dan wanita berjas mahal sudah duduk.

Dan di salah satu kursi… Tommy. Pria itu sedang berbicara pelan dengan seseorang ketika pintu terbuka.

Semua mata menoleh.

Tommy ikut melihat.

Lalu wajahnya membeku.

“…Kamu?” bagaikan ia melihat setan, Tomy terkejut bukan main. Kenapa bocah bisa sampai kesini.

“Halo, permisi semuanya,” ucap dia sopan.

Rahmat berjalan santai menuju kursi kosong yang sudah disiapkan. Kursi dengan papan nama kecil bertuliskan: R. PRATAMA – 7%

Ruangan juga masih hening seketika rahmat masuk, pemuda ini adalah salah satu pemegang saham? Tentu semuanya agak sulit dipercaya.

“ Lama nggak ketemu, Bang Tommy.” Begitulah sapa dia ke arah tommy saat tatapan mata mereka bertemu.

Tomy tahu itu adalah kode untuk panggilan, ia pun datang ke meja Rahmat.

“Halo, bang lama gak jumpa!” Ucapnya dengan nada jenaka.

“L-lo kok bisa sampai sini?”

“Kok terkejut, bukankah dirimu yang memanggil untuk ketemuan.”

Beberapa direktur tampak bingung.

Tommy menelan ludah. Tidak mungkin ada random yang bisa asal masuk ke ruangan rapat ini, jadi jawabannya simpel. Bocah yang dulu ia remehkan, yang dulu ia injak-injak, tiba-tiba menjadi orang penting di perusahaan ini, bahkan kini memegang saham pt andalan.

Lalu ia teringat akan kejadian tempo hari … ah, ia paham. Jadi benar. Pembeli anonim yang menyapu saham 7% secara diam-diam beberapa lalu, menggunakan akun anonim adalah bocah ini. Pantas saja ia mengetahui semua data-data laporan uang kas saat dia menggunakan untuk bukti kejahatan tommy.

Rapat pun dimulai.

Direktur utama berdiri, memaparkan laporan kinerja perusahaan. Proyeksi kuartal berikutnya. Rencana ekspansi. Pergerakan harga saham.

Rahmat duduk tenang.

Sistem aktif perlahan.

━━━━━━━━━━━━━━━

[Analisis Dokumen: Laporan Keuangan PT Andalan Sentosa Finance]

Ketidaksesuaian Data: 12%

Margin Operasional Dilaporkan: 18%

Margin Riil Estimasi: 11%

Kemungkinan Manipulasi: 64%

━━━━━━━━━━━━━━━

Rahmat menyipitkan mata. Menarik. Slide berganti. Grafik laba meningkat tajam.

Sistem kembali bergetar.

[Anomali Arus Dana Terdeteksi]

Transfer Tidak Wajar – 3 Entitas Eksternal

Risiko Hukum: Tinggi

Kemungkinan Terkait Organisasi Gelap: 41%

Rahmat bersandar. Organisasi gelap? Black spider? Belum pasti, tapi ada bau busuk di sni.

Direktur keuangan selesai memaparkan. “Demikian laporan kami.”

Beberapa pemegang saham mengangguk puas.

Rahmat mengangkat tangan. Ruangan sedikit terdiam.

Seorang pria tua berambut perak memandangnya. “Ya? Silakan.”

Rahmat tersenyum tipis. “Saya cuma ingin bertanya sedikit.”

Semua mata kini benar-benar tertuju padanya. “Margin operasional dilaporkan 18%,” lanjutnya santai. “Tapi kalau dihitung dari arus kas riil dan biaya distribusi aktual, seharusnya berada di kisaran sebelas sampai dua belas persen.”

Hening.

Direktur keuangan membeku sepersekian detik. Ia tidak menyangka akan ada yang menyadari mengenai hal itu.

Rahmat melanjutkan tanpa nada menyerang, hanya datar.

“Lalu tiga transfer eksternal bulan lalu. Nilainya besar. Tapi tidak tercatat detail proyeknya di laporan ini.”

Beberapa kepala mulai saling menoleh.

Tommy menatap Rahmat dengan mata menyempit.

Anak ini… Bukan cuma beli saham.

Dia membaca sampai sedetail itu? Sejak kapan dia jadi sepintar ini?

Direktur keuangan tersenyum kaku. “Mungkin ada kesalahpahaman. Itu proyek ekspansi kecil—”

Rahmat memotong pelan. “Ekspansi kecil biasanya tidak menggunakan rekening cangkang.”

Ruangan benar-benar sunyi sekarang.

Sistem kembali memberi notifikasi kecil.

━━━━━━━━━━━━━━━

[Tingkat Ketegangan Ruangan: Meningkat]

Individu dengan Risiko Tertinggi:

– Direktur Keuangan

– Komisaris Independen (Kursi 4)

━━━━━━━━━━━━━━━

Rahmat menatap langsung pria berkursi empat itu.

“Kalau boleh tahu,” katanya ringan, “perusahaan bekerja sama dengan pihak mana untuk proyek itu?”

Pria itu terdiam setengah detik terlalu lama.

Dan Rahmat tahu.

Ia baru saja menemukan benang pertama.

Black Spider mungkin tidak berdiri sendiri.

Mereka bersembunyi di balik perusahaan legal.

Dan PT Andalan… Bisa jadi salah satu pintunya. Serta pria kursi nomer 4 besar kemungkinan tersangka.

1
AXYs
Laah toko di tinggal begitu aja? Ga di kunci ato di tutup?
Manusia Biasa: ditutup kak, sory lupa nulis narasinya 🙏
total 1 replies
JJ opa
Bagus.. lanjut thor
Manusia Biasa: Terima kasih😭😭
lanjutkan terus kak sampai season 2🙏
masih banyak cerita Rahmat nya
total 1 replies
AXYs
Thor, di list dong apa saja kekayaannya Mc, plus keahlian yang dimiliki.
Btw, itu rumahnya yg dulu di perbaiki, dijual ato di jadikan apa gitu. Itu kan banyak memories mc dan ibunya.
Manusia Biasa: masalah rumah itu kelanjutannya ada di pembahasan s2 sih
total 2 replies
Manusia Biasa
Halo semuanya! Makasih banget buat kalian yang sudah kawal Rahmat sampai akhir Season 1.

Banyak yang nanya: 'Gimana kelanjutan Sistem Analisis Nilai setelah ini?'

Kabar gembiranya, Season 2 sudah rilis dengan konflik yang jauh lebih gila! sekarang sudah 40 bab lebih, cocok buat maraton

Penasaran gimana cara Rahmat ngalahin orang yang setara sama dia?

Yuk, langsung meluncur ke [Sistem Analisis Nilai: Bangkitnya Sang Penguasa Bisnis].

Link ada di bio/profil gue atau langsung cari di pencarian.

Psst.. ada kejutan besar di Bab 40 yang baru gue update hari ini! Jangan sampai ketinggalan momentumnya ya!
B4n6 F3rrY
lumayan ada lucu nya...🤣😄
tambah lg thor...biar hepy...🤭😄
Manusia Biasa: lanjut terus kak, cerita sudah sampai season 2 udah banyak bab juga.

moga betah selalu 😁🙏
total 2 replies
Edi Sulaiman
jangan terlalu cepat jadi sultan thor!",...santay aja biar kelihatan wajar..
Manusia Biasa: bismillah moga ini termasuk katagori wajar bagi antum, karena bertingkat
total 1 replies
Naga Hitam
banyak kata yang perlu dibetulkan...
Manusia Biasa: siap makasih koreksinya kak
total 1 replies
Naga Hitam
sapi apa kerbau thor?
Naga Hitam
jirr
Manusia Biasa: mencurigakan sih
total 1 replies
Himawan Wawan
joss
Manusia Biasa: halo kak Jangan lupa lanjut baca karena novel "Diremehkan karena miskin ternyata aku punya sistem analisis nilai"

ini sudah tamat s1 nya lanjut di buku kedua, stok bab Sudah banyak. udah sampai 40 bab Lebih di s2, cocok buat maraton hari libur.

selamat dan semangat membaca😁🙏
total 1 replies
Manusia Biasa
buku kedua Sudah dipublish kak
silahkan lanjut dengan judul
"sistem analisis nilai : bangkitnya sang penguasa bisnis"
Manusia Biasa
untuk season dua bisa dicari ya gays

judul

Sistem Analisis Nilai : Bangkitnya Sang Penguasa Bisnis

terima kasih
Mikhailovich The Author
saldi apaan bg?
Visitor The reader: jirlah🤣
total 3 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘBeidou
mari lanjutkan otewe🤭🤣🤣🤣
Manusia Biasa: gazz kakak wkwkw
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘBeidou
berarti pindah ke session 2 nih 🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
Manusia Biasa: gazz kak ramaikan. novel baru udah pada kaya kuburan 🗿 wkwk ditunggu
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘBeidou
good job Rahmat jadi peretas dadakan 🤣🤣🤣🤭👍🏻
Manusia Biasa: modal klik doang🗿 author juga mau
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘBeidou
Reno tiba tiba bundir rasanya aneh aja pasti dibunuh dia ini entah bagaimana tapi ga mungkin seorang Reno bundir 🤔
Manusia Biasa: dibunuh terlalu mencolot, makanya pakai konsep dihajut
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘBeidou
Alya jangan jealous sama Anissa itu Rahmat ada kolab kerjaan alias mau mengungkap organisasi Black Spider 🤭
Manusia Biasa: wkwkw gampang cemburu emang satu ini
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘBeidou
horang kayah rayah ini kek beli kacang goreng aja ini Dino 🤣🤣🤣🤭😛
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘBeidou
luluh juga Alya wkwkwk 🤣🤣🤣🤭
Manusia Biasa: siapa yang gak luluh digituin coba😂
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!