NovelToon NovelToon
Legenda Api Yang Menghilang

Legenda Api Yang Menghilang

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Epik Petualangan
Popularitas:553
Nilai: 5
Nama Author: Absonen

Di masa lalu, dunia pernah diselamatkan oleh para Grandmaster penyihir terkuat dari berbagai kerajaan yang menguasai elemen alam.
Di antara mereka, satu nama berdiri di puncak: Shiranui Akihara, Grandmaster Api dari Kerajaan Solvaria.
Setelah memimpin perang besar melawan pasukan iblis dan membawa kemenangan bagi umat manusia, ia tiba-tiba menghilang. Dunia percaya sang legenda telah gugur.
Namun kenyataannya, Akihara masih hidup.
Kini ia bersembunyi di sebuah desa terpencil, menjalani kehidupan damai sebagai orang biasa, berusaha meninggalkan masa lalu yang penuh perang dan kehilangan.
Tetapi kedamaian itu mulai runtuh ketika legenda tentang Neraka Iblis kembali muncul.
Raja Iblis Argiel Lucifer dikabarkan bangkit kembali, ditemani oleh sosok misterius bernama Railer Zernaldha.
Bersamaan dengan kebangkitan Tujuh Dosa Besar, dunia kembali berada di ambang kehancuran.
Kini Akihara harus memilih:
tetap hidup sebagai manusia biasa…
atau kembali menjadi legenda yang pernah menyelamatkan 🌏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Absonen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 27 [Yang Mengamati dari Ketinggian]

Langit mulai gelap.

Bukan karena malam sepenuhnya turun…

tapi karena hutan ini menelan cahaya terlalu cepat.

Langkah dua orang terdengar pelan di antara akar-akar besar dan tanah lembap.

Shiranui Akihara berjalan lebih dulu, seperti biasa.

Tenang.

Stabil.

Namun tidak lengah.

Di sampingnya

Liora Raizen menyesuaikan langkah.

Kali ini… lebih dekat dari biasanya.

Beberapa saat… mereka hanya berjalan.

Tanpa bicara.

Lalu Liora berhenti sebentar.

“…Akihara.”

Ia tidak menoleh.

“Kalau nanti…”

Liora menarik napas kecil.

“…kita gak balik?”

Langkah Akihara tidak langsung berhenti.

Namun melambat.

“…kita balik.”

Jawaban itu cepat.

Terlalu cepat.

Liora menatapnya.

“…kamu selalu gitu.”

Akihara akhirnya menoleh sedikit.

“Dan kamu selalu ikut.”

Hening.

Liora mengalihkan pandangan.

Pipinya sedikit memerah.

“…ya karena-”

Ia berhenti sendiri.

“…sudah biasa aja.”

Akihara tidak membalas.

Namun sudut bibirnya naik sedikit.

Untuk beberapa detik…

Dunia terasa normal.

Namun

Itu hanya beberapa detik.

Langkah mereka kembali terdengar.

Namun…

Ada yang salah.

Tidak ada gema.

Tidak ada suara daun.

Tidak ada angin.

Bahkan langkah kaki mereka sendiri…

Seperti tertelan.

Liora langsung berhenti.

“…kamu dengar?”

Akihara juga berhenti.

“…tidak.”

Dan itu masalahnya.

Tidak ada apa-apa.

Hutan ini…

Terlalu sunyi.

Tiba-tiba

Bayangan di tanah bergerak.

Namun pohon tidak.

Liora mundur satu langkah.

“…ini bukan normal.”

Akihara tidak menjawab.

Matanya menyapu sekitar.

Namun semakin ia melihat…

Semakin terasa

Jarak… berubah.

Pohon yang tadi dekat… sekarang jauh.

Tanah terasa lebih panjang.

Langkah terasa berat.

“…distorsi…”

Akihara berbisik pelan.

Liora mencoba maju.

Namun

Dalam satu langkah

Akihara terasa jauh.

“…hah?!”

Padahal ia hanya di depan.

Namun jaraknya…

Seperti puluhan meter.

“Akihara!”

Suaranya

Tidak sampai.

Seperti tertahan di udara.

Akihara menoleh.

Namun suaranya juga

Tidak terdengar oleh Liora.

Realita mulai… retak.

Dan di antara semua itu

Sepasang mata muncul.

Kuning.

Tajam.

Tidak bersembunyi lagi.

Ia berdiri di atas cabang pohon tinggi.

Sosoknya terlihat samar.

Namun jelas…

Ia ada.

“Jadi…”

Suara itu

Tenang.

Dingin.

Tanpa emosi.

“…ini yang disebut… Grandmaster.”

Akihara menatap ke atas.

Matanya langsung menangkap sosok itu.

Tidak terpengaruh penuh oleh distorsi.

“…turun.”

Satu kata.

Sosok itu diam sejenak.

Lalu

Melompat turun.

Tanpa suara.

Tanpa tekanan.

Seolah gravitasi tidak berlaku padanya.

Ia berdiri.

Di depan mereka.

Mata kuning itu…

Sekarang jelas.

Menatap langsung.

“…menarik.”

Ia memiringkan kepala sedikit.

“…kalian masih berdiri.”

Arzen.

Dosa Kesombongan.

Liora mencoba bergerak.

Namun tubuhnya terasa berat.

Langkahnya tidak sesuai.

Arah… salah.

“…apa ini…?!”

Arzen tidak menoleh padanya.

Matanya hanya pada Akihara.

“…kau tidak terpengaruh sepenuhnya.”

Akihara melangkah.

Perlahan.

Namun setiap langkahnya

Seperti menolak realita itu sendiri.

“…ilusi murahan.”

Arzen diam.

Lalu

Sedikit tersenyum.

Tipis.

“…ini bukan ilusi.”

Dalam sekejap

Tanah berubah.

Langit menghilang.

Hutan terdistorsi.

Liora melihat

Akihara… hilang.

“Akihara?!”

Namun di sisi lain

Akihara berdiri.

Melihat Liora… jauh.

“…memisahkan kami…”

Arzen berjalan pelan.

Tidak tergesa.

“…kalian terlalu bergantung satu sama lain.”

Ia berhenti di depan Akihara.

“…aku hanya… menunjukkan kelemahan kalian.”

Akihara menatapnya.

Tanpa ragu.

“…kalau itu tujuanmu…”

Api muncul di tangannya.

Lebih stabil.

Lebih padat.

“…kamu buang waktu.”

Dalam satu langkah

Ia maju.

Dan dunia

Retak.

Api itu tidak menyebar liar.

Namun menekan.

Memaksa realita kembali.

Liora

Tiba-tiba melihat kembali Akihara.

Dekat.

Nyata.

“…hah…?!”

Arzen mundur satu langkah.

Untuk pertama kalinya

Ekspresinya berubah sedikit.

“…jadi ini…”

Matanya menyipit.

“…kekuatanmu.”

Akihara berdiri di depan Liora sekarang.

Melindunginya.

Liora tersadar.

“…maaf.”

“…fokus.”

Jawaban Akihara pendek.

Namun cukup.

Mereka berdiri berdampingan.

Arzen menatap mereka.

Beberapa detik.

Hening.

Lalu

“…cukup.”

Tanpa peringatan

Distorsi hilang.

Hutan kembali.

Suara kembali.

Angin kembali.

Seolah tidak terjadi apa-apa.

Arzen berbalik.

“…jangan mati dulu.”

Langkahnya ringan.

“…aku belum selesai menilai kalian.”

Dan dalam satu kedipan—

Ia hilang.

Hanya bayangan.

Dan tekanan yang tersisa.

Liora menarik napas panjang.

“…itu…”

Akihara tidak menjawab.

Namun matanya masih ke depan.

“…itu bukan sekadar musuh.”

Liora menelan ludah.

“…itu… sesuatu yang lain.”

Akihara akhirnya berbicara.

“…iya.”

Hening.

Lalu ia mulai berjalan lagi.

“kita lanjut.”

Liora menyusul.

Tanpa ragu.

Namun kali ini

Langkah mereka…

Lebih berat.

Karena sekarang mereka tahu

Yang mengawasi mereka…

Bukan bayangan.

Tapi sesuatu yang memilih…

Untuk belum membunuh mereka.

Dan itu

Jauh lebih berbahaya.

1
Awkward
flbck kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!