NovelToon NovelToon
MANTAN ISTRI SATU MILIAR

MANTAN ISTRI SATU MILIAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Selingkuh
Popularitas:11.4k
Nilai: 5
Nama Author: Itha Sulfiana

Aliya mencintai Ibas dengan tulus, namun Ibas membalasnya dengan luka. Demi kekasihnya, Nadia, Ibas menceraikan Aliya secara rahasia. Ia kemudian membayar Aliya satu miliar rupiah agar tetap tinggal serumah demi menipu keluarga besar mereka.
​Namun, sandiwara itu justru membuat Ibas terjebak dalam rasa yang tak semestinya. Saat kebenaran terungkap dan Aliya memilih pergi selamanya, Ibas baru menyadari bahwa ia telah membuang permata demi kerikil.
​Kini, Ibas harus berjuang mengejar maaf Aliya. Sialnya, ia bukan lagi satu-satunya pria yang menunggu. Ada Aufar, sepupunya sendiri, yang sudah lama menyiapkan hati untuk melindungi Aliya.
​Siapakah yang akan Aliya pilih? Pria yang menghancurkannya, atau pria yang menyembuhkannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itha Sulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kejar kembali

"Al, bisa kasih aku satu kesempatan lagi? Aku janji, aku akan berubah. Aku juga nggak akan berhubungan sama Nadia lagi. Kita rujuk, ya! Please!"

Karena tak bisa lagi membujuk Ibunya, maka Ibas memutuskan untuk membujuk Aliya. Mungkin... masih ada kesempatan jika Ibas memohon dengan sungguh-sungguh. Apalagi, Aliya memang perempuan yang baik dan jelas mencintai dirinya.

Akan tetapi, Aliya hanya diam saja. Perempuan itu bahkan enggan menoleh menatap Ibas. Sepertinya, nakas jauh lebih menarik dibanding wajah Ibas di mata Aliya.

"Al, kenapa diam aja? Aku... Aku minta maaf. Aku benar-benar menyesal sudah menyakiti kamu. Kita rujuk ya! Aku mohon!"

Air mata semakin deras mengalir. Baru kali ini, Ibas merasa sefrustasi ini. Dia sudah mengecewakan orangtuanya. Menyakiti hati Aliya berulang-ulang. Dan, kini dia menyesali perbuatannya.

"Kita sampai di sini aja, Mas. Sesuai kesepakatan kita."

Nada suara Aliya terdengar dingin, tegas, tak mau dibantah. Semua itu terlahir dari akumulasi kekecewaan yang selama ini sudah Aliya kumpulkan.

Tidak semua cinta pertama harus terwujud. Sebagian kisah, baiknya memang cukup dijadikan memori indah saja.

Sama seperti kisah yang terjadi diantara mereka.

****

Malam semakin larut. Namun, Ibas masih saja belum bisa terlelap. Rangkaian masalah yang menimpanya beberapa hari terakhir bagai palu godam yang meremukkan segalanya.

Sang Ibu tak mau melihatnya di rumah sakit. itu sebabnya, dia hanya berdiam diri di rumah tanpa melakukan apapun.

Makan saja, Ibas enggan melakukannya.

"Mas..."

Ibas tersentak dari lamunannya. Pria itu menoleh. Wajahnya yang sedikit pucat karena kurang tidur tampak tersenyum kecil saat melihat sosok Aliya yang sudah tiga hari tak pernah dia jumpai.

"Aliya... kamu pulang?"

Aliya mengangguk. "Aku cuma mau beresin barang-barang aku aja, Mas. Kebetulan, di rumah sakit sudah ada Ayah yang jagain Bunda."

Aliya benar-benar serius dengan ucapannya. Dia sama sekali tidak ragu untuk cepat-cepat pergi.

"Kamu akan kemana setelah ini?" tanya Ibas.

"Aku sudah punya rencana sendiri. Mas Ibas nggak perlu tahu," jawab Aliya.

"Kenapa kamu nggak mau bilang soal rencana kamu itu? Apa kamu nggak mau ketemu aku lagi, Aliya?"

"Ya," angguk Aliya tanpa ragu. "Aku memang nggak mau ketemu Mas Ibas lagi."

Mendengar jawaban Aliya, Ibas tampak tertawa kecil. Matanya memerah kembali. Hatinya bagai disayat-sayat saat Aliya mengucapkan kalimat itu tanpa ragu.

Sekarang, Ibas tahu bagaimana rasanya berada di posisi Aliya selama ini. Selalu ditolak. Selalu tak dianggap.

Ternyata, memang sakit.

Tak lama, Ibas mengeluarkan sebuah kartu dari dalam dompetnya. Kartu itu ia berikan kepada Aliya.

"Apa ini, Mas?" tanya Aliya.

Ibas tersenyum. "Janjiku," jawabnya. "Didalam kartu itu ada uang 1,5 M. Semuanya untuk kamu. Sandinya, tanggal ulang tahun kamu."

Uang itu berhasil Ibas kumpulkan dengan menjual beberapa koleksi jam tangan mewahnya. Dia benar-benar menepati janji. Memberi uang senilai 1 miliar untuk mantan istri yang sudah dia sia-siakan.

"Perjanjian kita cuma 1,2 M. Ini kelebihan banyak, Mas."

"Nggak apa-apa," sahut Ibas tersenyum. "Sisanya... anggap saja sebagai nafkah terakhirku untuk kamu."

"Terimakasih," ucap Aliya dengan hidung yang sedikit memerah. Rasa sedih menyeruak. Transaksi ini adalah bentuk perpisahan yang paling nyata.

Uang itu adalah bukti bahwa hubungan mereka sudah benar-benar selesai.

Tak ada kata kembali.

Ibas memutar tubuhnya membelakangi Aliya. Jika tahu bahwa melepas Aliya ternyata seberat ini, maka sedari awal Ibas tak akan pernah menyakiti perempuan itu.

Aliya terlalu baik. Sementara, Ibas terlalu jahat.

"Kalau gitu, aku ke kamar dulu, Mas!" pamit Aliya kemudian.

"Ehm," angguk Ibas.

*****

Dua hari kemudian, Saraswati akhirnya diperbolehkan pulang oleh dokter. Kondisinya sudah membaik. Dia sudah mulai bisa melakukan beberapa aktivitas ringan tanpa bantuan orang lain.

"Pelan-pelan duduknya, Bun!" ucap Aliya sambil membantu Saraswati untuk duduk di sofa.

"Terimakasih, Al. Tapi, Bunda sudah sehat. Nggak perlu diperlakukan semanja ini," timpal Saraswati sambil tertawa kecil.

Dari kejauhan, Ibas berdiri canggung di dekat tangga. Dia bingung. Haruskah mendekat untuk menyambut kepulangan sang Ibu, atau tetap menjaga jarak seperti ini?

"Bas, ikut Ayah sebentar ke ruang baca!" titah sang Ayah yang berjalan melewatinya.

"Iya, Yah," angguk Ibas. Dia memandangi wajah sang Ibu sesaat lalu beranjak mengikuti langkah sang Ayah.

Sesampainya didalam ruangan tersebut, Ikhsan langsung mengambil tempat duduk di sofa lalu menatap Ibas dengan ekspresi serius.

"Besok, kamu ikut Bu Inggar ke luar kota untuk menyelesaikan permasalahan di kantor cabang. Ingat! Lakukan tugas kamu dengan serius dan jangan coba-coba pulang sebelum tugas kamu benar-benar selesai."

"Yah, kenapa mendadak sekali?" tanya Ibas.

"Bu Inggar sudah mencoba menghubungi kamu selama dua hari ini. Tapi, HP kamu katanya nggak aktif terus." Ikhsan mendengkus kesal. "Kamu bolos kerja lagi selama dua hari ini, Bas. Kalau gini terus, kamu benar-benar akan Ayah pecat."

"Maaf, Yah! Ini yang terakhir," sahut Ibas dengan kepala tertunduk.

"Kalau bukan karena kamu anak kandung Ayah, sudah lama Ayah ingin pecat kamu dari perusahaan," dengkus sang Ayah. "Bas, kapan kamu akan belajar bertanggung jawab, hah?"

Ibas diam saja. Dia terima di marahi. Kali ini, dia menyadari bahwa ketidakdewasaan nya adalah hal yang sudah menghancurkan banyak hal.

"Sekarang, lebih kamu bersiap! Besok pagi-pagi sekali, kamu harus jemput Bu Inggar dan sama-sama ke bandara."

"Iya, Yah!"

Pembicaraan selesai. Ibas keluar dari ruangan itu dengan bahu yang tampak merosot. Langkahnya gontai. Seakan-akan, semangatnya sudah tersedot habis oleh permasalahan yang menimpanya akhir-akhir ini.

"Aliya!" tegur Ibas.

Keduanya tak sengaja berpapasan di area dapur. Aliya baru saja menyeduh teh untuk Ikhsan sementara Ibas berniat mengambil air dari dalam kulkas.

"Mas Ibas," balas Aliya dengan senyuman canggung.

"Besok aku akan ke luar kota. Jadi, kamu nggak perlu keluar buru-buru dari rumah ini. Tinggallah di sini senyaman kamu. Lagipula, Bunda juga jauh lebih happy kalau ada kamu yang nemenin dia."

Aliya hanya tersenyum tipis. "Makasih, Mas," sahutnya. "Aku ke depan dulu, ya! Mau anterin teh buat Ayah."

"Oke," angguk Ibas.

Aliya benar-benar memperlakukan dia seperti orang asing. Berbicara seperlunya, menatap seperlunya, bahkan hanya tersenyum seperlunya.

"Kayaknya... Aliya benar-benar bertekad buat lupain aku," gumam Ibas kecewa.

"Nanti, kalau aku udah pulang dari luar kota, aku harus bisa kejar Aliya lagi. Aku harus buktiin ke dia kalau aku benar-benar nyesel udah nyakitin dia. Al, kali ini... Aku yang akan berusaha keras buat luluhin hati kamu."

Ibas tersenyum kecil. Semangat baru mulai bertunas kembali.

1
Ilfa Yarni
klo ada yg mencintai km dgn tulus knp ditolak alyA hrsnya km bahagia lho
Kar Genjreng
Bunda jawabannya telak sekali nah sudah cantik ga Marta duitan sayang mertua ,,,,
coba Lo nyesel setengah Modarrrr kan Lo
bas ya begitulah hukuman buat laki laki yang suka menyepelekan cinta wanita ,,,,,padahal Aliya kurang apa berpendidikan juga cantik,,,, berdoalah semoga Alisa mau membukan hati nya buat mu❤️,,,
sunaryati jarum
Bagaimana Bas dengar jawaban ibumu? Nikmat ya rasanya,itu sebelum seberapa rasa sakit yang dirasakan mantan istrimu
ayudya
lnjut Thor. 🙏
Aidil Kenzie Zie
mudah mudahan bisa bahagia sama Aufar Al jangan hanya terpaku pada Ibas 💪💪
ayudya
selamat berjuang bass.
sunaryati jarum
Benar sebaiknya Aliya sama Aufar , karena cintanya tidak berubah.Tidak seperti Ibas
. walau pernah kecelakaan namun hati kalau sudah terpaut sukar berpaling,namun Ibas tidak.Berarti mereka tidak berjodoh.
Kar Genjreng
👍bagus kalau Lo sudah punya pikiran mau meninggalkan nadia si ratu uang manja yang paling menyedihkan belum jadi bini dan menantu sudah menghina dan menjelekan orang tua si Pria ,,,,Aliya justru menyanjung Ibu dan Ayah mertua nya. ya sebagai mana kalau menjadi menantu baik tapi mertuanya galak,,,baru
sedikit melawan lah ini belum malah sudah memaki,,,sedang menantu nya baik dan sayang sama kedua orang tua suaminya,
sunaryati jarum
Baru mampir
Ilfa Yarni
bagus semoga km sadar ndiacuma mau uangmu dr skr jauhi nadia jgn pernah lg ketemu dan kasih hati km yg bakal rugi ibas
mariammarife
gitu dong bas kamu hrs tegas sama ulet Keket kaya si Nadia
Sofia Azzahra
aku lebih suka Aufar soalnya gantle man, gx menye2, tu2r katanya lembut soft spoken gt, gx bnyk tingkah, pemikiran nya dewasa, komplit lah😍😍
Kar Genjreng
ahhh sebenarnya si masih nyangkut hati pada Ibas kayanya hati Aliya,,, tetapi ya karena Ibas cinta pertama Aliya dan Casanova Ibas bikin hati Aliya terpatri,,,,padahal Aufar ga kalah Lo Al,,,, bagaimana tawarannya jadi mau di terima tidak,,, daripada jadi saudara maunya Aufar jadi kepala rumah tangga,,,ayo jawab ya Al bila mau asiap,,,,tapi ya gitu lupain Kebas kebas Ibas 😂 ya walau bagaimanapun kadang hati susah ,,,sendu
Kar Genjreng
semogaa saja masih bisa mendapatkan kesempatan ke dua ya bas dan menjadikan Lo sadar wanita mana yang tulus dan yang hanya menginginkan harta lo ,,,, terbukti kan Aliya Lo kasih uang satu M saja tidak mau bukan karena sudah banyak uang tetapi harga diri Bas ,,,bukan gengsi juga,,,,makan Lo bisa membedakan atarara Aliya dan nadia,,,,
Maysa Maysa
AW Anang AW 🤣🤣
Ilfa Yarni
wow aurat langsung tambak alya nih tanpa embel2 gentle banget sifat trus gmn ya tanggapan alya
Sastri Dalila
👍👍👍👍
Kar Genjreng
kapok Lo kapan bener bener Lo mirip udang lemod ga mudeng,,, sekarang sudah di restui tu sama nadia biar Lo rasakan yang mana wanita mata duitan atau sempurna,,,dan mana permata dan mana batu kali biar Lo bisa bedain,,, sekarang sudah pergi dan semua upah buatmu karena sudah zholim dengan wanita niat tulus dan baik tapi Lo sia sia kn , selamat menyesal tingkat dewa preeeettt,,😮😮😮😩😩
Ariany Sudjana
kenapa kamu harus marah dengan kepergian Alya? bukannya ini semua keinginan kamu?
Ilfa Yarni
mampus syukurin nangis Bombay deh km bas km jahat sih rasain alya udah pergi keinginan km udah terpenuhi km kan maunya nadia ya sudah nikah sono sama nadia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!