NovelToon NovelToon
THE ECLIPSE PROTOCOL: THE ELEVENTH COORDINATE

THE ECLIPSE PROTOCOL: THE ELEVENTH COORDINATE

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Epik Petualangan
Popularitas:256
Nilai: 5
Nama Author: Kentos46

Tiga abad lalu, "The Eclipse Protocol" diaktifkan—sebuah proyek rahasia umat manusia untuk mematikan matahari demi menghentikan perang global. Rencananya berhasil, tapi efek sampingnya jauh lebih mengerikan: dunia jatuh ke dalam kiamat es abadi.

Kini, sisa peradaban manusia hidup di sembilan "Sovereign Spires"—menara kota raksasa yang ditopang energi geotermal dan dikelilingi kubah pelindung. Di luar sana, "The Drowned Lands" menjadi kuburan bagi siapa pun yang berani keluar.

Kian Veyr adalah produk gagal dari sistem ini. Seorang jenius taktis yang dipecat dari pasukan elit karena menolak menjalankan perintah yang akan mengorbankan ribuan warga sipil demi "kebaikan yang lebih besar".

Dia kini hidup sebagai pemulung informasi, menjual data rute aman ke para pedagang gurun hitam. Hingga suatu hari, dia menemukan peta usang yang menunjukkan adanya "Koordinat Kesebelas"—wilayah yang tidak tercatat di peta resmi Dewan Menara.

Peta itu menyebut tempat itu sebagai "Titik Nol",

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kentos46, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

LENTERA EMAS VS PROBABILITAS BIRU

Udara di dalam ruang bawah tanah The Rust Compound seolah membeku. Debu-debu besi yang biasanya beterbangan kini melayang diam di udara, tertahan oleh tekanan energi kinetik berwarna emas yang memancar dari tubuh Inkuisitor Gideon.

"Empat puluh dua cara, Kian," Gideon mengulangi ucapannya, suaranya halus namun bergema di setiap sudut ruangan yang remang-remang. Bilah rapier perak di tangan kanannya berdesis, memotong molekul udara dengan frekuensi yang amat tinggi. "Dan di semua lini masa itu, kau mati dalam waktu kurang dari dua menit."

Kian tidak membalas dengan kata-kata. Mulutnya tertutup rapat, mengunci aliran oksigen di dalam paru-parunya hingga titik tertinggi. Mata mekanis kirinya, The Probability Lens, berputar berlawanan arah dengan kecepatan ekstrem. Angka-angka digital berwarna biru meluncur seperti air terjun di dinding pandangannya, mencoba menembus kabut prediksi yang menyelimuti musuhnya.

«[Analisis Target: Inkuisitor Gideon.]

[Sistem Kekuatan: Lensa Emas (Sinkronisasi Masa Depan - 300 detik).]

[Probabilitas Serangan Langsung Berhasil: 0.00%]

[Probabilitas Sabotase Lingkungan Berhasil: 0.04%]»

Nol persen.

Mata kiri Kian mendeteksi kemustahilan mutlak. Gideon tidak hanya melihat gerakan fisiknya; pria berjubah putih itu telah menghitung setiap efek domino lingkungan yang bisa diciptakan Kian sebelum Kian sendiri sempat menghentakkan kakinya ke tanah.

"Kian! Aku akan mengalihkan perhatiannya dari sisi kiri! Kau tusuk lehernya!" teriak Kaelos.

Sang penyamun tidak bisa lagi menahan tekanan psikologis di ruangan itu. Dengan raungan liar, Kaelos melesat maju, memanipulasi Internal Kinetic Resonance ke tingkat maksimal hingga tubuhnya menyisakan bayangan hitam di udara. Belati bergetarnya menebas lurus ke arah arteri karotis Gideon.

Gideon bahkan tidak melirik. Dia hanya menggeser kaki kirinya setengah sentimeter ke belakang—sebuah gerakan minimalis yang sangat presisi.

SHIIING!

Belati Kaelos hanya menebas angin kosong. Di detik yang sama, tanpa melihat, Gideon menghentakkan gagang rapiernya ke hulu hati Kaelos. Hantaman itu melepaskan ledakan kinetik keemasan yang instan.

BOOM!

Kaelos terlempar seperti peluru, menghantam dinding beton benteng hingga retak parah, lalu tumbang ke tanah sambil memuntahkan darah segar. Belati kinetiknya terlepas, hancur menjadi serpihan logam tak berguna. Hanya butuh satu detik bagi Gideon untuk melumpuhkan penyamun terkuat di sektor luar.

"Gerakan yang sangat kasar, Kaelos," gumam Gideon dingin, matanya yang keemasan beralih kembali menatap Kian. "Sekarang, giliranmu, Pemberontak."

Gideon melangkah maju. Langkahnya pelan, namun setiap kali sepatunya menyentuh lantai batu, lantai itu retak membentuk pola lingkaran sempurna.

Kian merendahkan posisi tubuhnya. Dia tahu bertarung secara ortodoks melawan pria yang bisa melihat masa depan adalah bunuh diri. Jika masa depan sudah mengunci kematiannya, maka dia harus mengubah variabel masa lalu yang tidak masuk dalam kalkulasi Gideon.

Kian menarik napas dalam-dalam, mengalirkan seluruh energi kinetik dari detak jantungnya yang berpacu cepat bukan ke tombaknya, melainkan ke sistem The Probability Lens di mata kirinya. Dia memaksa implan mekanisnya beroperasi melewati batas aman (Overclocking).

«[Peringatan: Sistem Mengalami Overload.]

[Memulai Pencarian Variabel Anomali Spasial...]»

Maju!

Kian melesat. Tombak titaniumnya menusuk lurus dengan kecepatan supersonik, membelah udara hingga menciptakan suara dentuman kecil.

Gideon tersenyum tipis. Dia memiringkan kepalanya sedikit ke kanan, tepat satu milidetik sebelum ujung tombak Kian lewat. Rapier peraknya bergerak dalam lintas melengkung yang anggun, siap menusuk langsung ke jantung Kian yang terbuka lebar.

Namun, di detik yang kritis itu, Kian tidak melanjutkan tusukannya. Dia justru memutar tubuhnya di udara, menggunakan momentum serangan Gideon untuk menghantamkan pangkal tombaknya bukan ke tubuh Gideon, melainkan ke lantai tempat belati hancur milik Kaelos berada.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!