NovelToon NovelToon
PUTRI TERKUTUK DAN KESATRIANYA

PUTRI TERKUTUK DAN KESATRIANYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Archiemorarty

Tiga tahun setelah perang besar melawan Abyss, dunia tak pernah benar-benar pulih.

Retakan neraka muncul di berbagai penjuru benua, memuntahkan monster, iblis, dan roh-roh jahat yang merasuki manusia.

Rowan Desmond, kesatria terkuat dari Kerajaan Aurelius telah menghabiskan tiga tahun memburu petaka yang tak kunjung berakhir.

Sampai suatu malam Rowan menangkap seorang pencuri bernama Cecilia Landon yang mencuri relik kuno milik kerajaan. Namun Cecilia menyimpan kemampuan besar, dimana ia dapat melihat roh, mendengar bisikan arwah, dan memurnikan kegelapan yang sangat dibutuhkan oleh Rowan.

Rowan akhirnya membuat sebuah perjanjian; Ia akan membantu Cecilia mengumpulkan relik-relik yang diburunya. Sebagai gantinya, Cecilia harus membantu Rowan menghadapi roh-roh yang mengancam seluruh benua.

Namun semakin jauh perjalanan mereka, semakin banyak rahasia yang terkuak, tentang Cecilia yang ternyata terkutuk.

Akankah mereka mampu menyelamatkan dunia atau justru kehilangan satu sama lain

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archiemorarty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 3. PENCURIAN

Bulan purnama menggantung tinggi di langit, memancarkan cahaya keperakan yang menerangi atap-atap bangunan dan jalanan berbatu yang mulai sepi. Dari kejauhan, Istana Kekaisaran berdiri megah di atas bukit pusat kota, dikelilingi tembok tinggi dan menara penjaga yang selalu diterangi obor sepanjang malam.

Bagi rakyat biasa, istana adalah simbol keamanan. Tempat paling aman di seluruh kekaisaran.

Namun malam ini beberapa bayangan bergerak diam-diam menuju tempat tersebut. Mereka melompat dari satu atap ke atap lainnya dengan kelincahan luar biasa.

Kelompok pencuri itu bergerak seperti hantu. Terlatih sekaligus tampak sangat berpengalaman. Dan tujuan mereka malam ini hanya satu; Relik kuno milik Kekaisaran Aurelius.

Di atas salah satu bangunan yang menghadap langsung ke istana, sekitar delapan sosok berjubah hitam berhenti. Mereka berkumpul dalam bayangan sebuah menara tua.

Pria yang berdiri paling depan mengangkat tangannya memberi tanda, membuat seluruh kelompok langsung berhenti bergerak.

Pria itu menurunkan tudung kepalanya. Wajahnya terlihat tegas dengan rahang kuat dan mata tajam berwarna cokelat gelap. Usianya sekitar tiga puluhan. Ada bekas luka panjang di pipi kirinya yang membuat penampilannya tampak lebih garang.

Namanya adalah Garrick Voss.

Ketua kelompok pencuri sekaligus orang yang selama bertahun-tahun menjadi pelindung seorang gadis tertentu yang kini berdiri beberapa langkah di belakangnya.

Garrick memandang satu per satu anggota kelompoknya.

"Kita sudah berada di titik terakhir. Setelah melewati tembok luar, tidak ada ruang untuk kesalahan," kata Garrick. Suaranya rendah namun jelas terdengar.

Beberapa anggota mengangguk.

"Kalian semua tahu reputasi Kesatria Aurelius. Jangan pernah meremehkan mereka. Terutama Kaptennya," tambah Garrick serius

Beberapa anggota langsung memahami siapa yang dimaksud.

Rowan Desmond.

Nama itu terkenal hampir di seluruh benua. Kesatria muda yang mampu membantai monster kelas tinggi sendirian, salah satu pahlawan perang melawan Abyss. Dan pewaris keluarga bangsawan terkuat di kekaisaran, karena Rowana adalah garis langsung keluarga kerajaan.

"Aku dengar dia bisa mendengar langkah tikus dari puluhan meter," gumam seseorang.

Yang lain tertawa kecil. "Kalau begitu jangan jadi tikus."

Beberapa orang terkekeh pelan.

Namun Garrick tidak ikut tertawa dan berkata, "Kalian boleh bercanda nanti setelah kita keluar hidup-hidup."

Seketika suasana kembali serius.

Kemudian pandangan Garrick beralih kepada sosok yang berdiri paling belakang.

Seorang gadis berjubah hitam. Tubuhnya ramping. Gerakannya nyaris tidak menimbulkan suara. Bahkan keberadaannya sering kali terlupakan jika seseorang tidak benar-benar memerhatikannya.

Beberapa helai rambut pirang platinum keluar dari balik tudung hitamnya. Berpendar lembut terkena sinar bulan. Mata birunya yang jernih memandang ke arah istana tanpa berkedip.

Cecilia Landon, nama gadis itu.

Garrick mengangguk kepadanya. "Anda siap, Nona?"

"Ya," jawaban gadis itu singkat seperti biasa.

Namun Garrick tidak membutuhkan kata-kata panjang. Ia mengenal gadis itu lebih baik dari pada siapa pun di sana.

Dua anggota kelompok yang berada di garis depan tiba-tiba memberi sinyal tangan.

Aman. Tidak ada patroli. Tidak ada penjaga.

Garrick segera mengangguk.

Namun sebelum mereka bergerak kembali, seorang pria muda di samping Cecilia bertanya pelan.

"Nona Cecilia?"

Gadis itu menoleh.

"Anda benar-benar yakin relik yang Anda cari ada di dalam sana?" tanya pria muda itu.

Yang lain ikut mendengarkan.

Pertanyaan itu memang sudah lama mengganggu pikiran mereka. Karena selama beberapa bulan terakhir mereka telah melakukan pencurian di berbagai kerajaan.

Istana.

Kuil.

Reruntuhan kuno.

Gudang rahasia bangsawan.

Namun hasilnya selalu sama; relik palsu, artefak biasa, atau benda yang sama sekali tidak memiliki energi suci.

Semuanya bukan yang dicari Cecilia.

Pria itu melanjutkan, "Kita sudah mengambil begitu banyak relik, tapi semuanya salah. Bagaimana kalau yang ini juga sama?"

Cecilia terdiam beberapa saat. Angin malam meniup pelan rambut pirangnya.

Mata Cecilia perlahan mengarah ke istana. Kemudian ia menjawab. "Aku yakin. Ada roh tua yang tinggal di istana yang memberitahuku."

Semua orang diam. Mereka sudah terbiasa mendengar hal seperti itu. Karena Cecilia memang berbeda.

Sejak pertama kali bergabung dengan kelompok mereka, gadis itu selalu bisa melihat sesuatu yang tidak dapat dilihat orang lain. Roh, arwah, sisa jiwa yang belum pergi. Makhluk-makhluk tak kasat mata yang berkeliaran di dunia.

Cecilia melanjutkan, "Beberapa hari lalu roh itu berbicara kepadaku. Dia mengatakan bahwa tiga tahun lalu sebuah benda suci dibawa ke istana ini. Dan sejak saat itu para roh terus berkumpul di sekitarnya. Karena mereka menyukai benda itu "

Keheningan sesaat muncul. Bagi orang biasa, penjelasan itu mungkin terdengar gila.

Namun tidak bagi Garrick. Pria itu hanya mengangguk pelan. Karena selama bertahun-tahun tidak pernah sekali pun Cecilia salah.

Cecilia pernah menunjukkan lokasi reruntuhan yang tersembunyi. Menemukan lorong bawah tanah yang sudah hilang ratusan tahun. Bahkan menyelamatkan kelompok mereka dari jebakan mematikan hanya karena mendapat peringatan dari roh seorang ksatria tua.

Semua itu terbukti benar.

Karena itulah Garrick tidak pernah meragukan kemampuan gadis tersebut.

"Kalau para roh berkumpul di sana, Berarti relik itu memang istimewa," ujar Garrick.

Cecilia mengangguk. "Ya. Dan kemungkinan besar itulah yang kita cari."

Pria itu menarik napas panjang. Ia mengangkat tangannya.

"Baiklah. Kita bergerak," perintah Garrick.

Kelompok itu kembali melaju. Mereka menuruni atap demi atap seperti kucing. Menyusuri bayangan untuk menghindari cahaya obor dan penerangan dari kristal sihir.

Tidak ada yang berbicara. Semua fokus pada tugas masing-masing.

Dari kejauhan, menara-menara istana semakin besar.

Sampai akhirnya mereka berhasil melewati tembok luar. Lalu menyusuri taman kerajaan. Kemudian lorong servis yang jarang digunakan.

Setiap langkah dilakukan dengan perhitungan matang.

Beberapa anggota bertugas mengawasi. Sebagian membuka jalur. Sisanya melindungi Cecilia yang menjadi alasan utama operasi malam itu.

Waktu terus berjalan.

Dan akhirnya mereka tiba di area sayap timur istana, tempat relik disimpan.

Namun begitu melihat kondisi di depan, beberapa anggota langsung mengumpat pelan.

"Sial, banyak sekali penjaganya."

Koridor menuju ruang penyimpanan dijaga ketat. Penjaga berdiri di setiap persimpangan. Kesatria berzirah berjaga di depan pintu utama dan yang mondar-mandir sepanjang koridor. Jumlah mereka jauh lebih banyak dibanding laporan sebelumnya.

Garrick menyipitkan mata dan berkata, "Mereka sudah tahu. Sepertinya mereka sadar ada yang mengincar relik itu. Entah bagaimana bisa terdengar kabar kita mengincar relik di sini."

Yang lain menghela napas dan berkata, "Ini tidak akan mudah."

Keheningan muncul. Mereka mulai menghitung kemungkinan. Jika memaksa masuk sekarang, peluang tertangkap sangat besar. Dan melawan Kesatria Aurelius secara langsung bukan pilihan yang bijak.

Kemudian seorang pria bertubuh kurus tersenyum dan berkata, "Aku punya ide."

Semua menoleh ke arahnya.

"Aku akan mengalihkan perhatian mereka," kata pria itu.

Garrick langsung menggeleng. "Terlalu berbahaya."

"Justru itu tujuan pengalihan perhatian. Lagian aku paling cepat di antara kalian." Pria tersebut menyeringai.

Beberapa anggota tertawa kecil. Sulit membantah pernyataan itu. Pria tersebut memang terkenal lincah.

Garrick menatapnya beberapa detik. Lalu akhirnya mengangguk dan mengizinkan pengalih perhatian itu.

"Hati-hati," pinta Garrick.

"Selalu." Pria itu tersenyum lebar. Kemudian menghilang ke dalam kegelapan.

Beberapa menit kemudian ....

BRAK!

Suara pecahan kaca menggema dari sisi lain bangunan.

"SIAPA DI SANA?!" Teriakan penjaga langsung terdengar.

Lalu suara langkah kaki disertai keributan mulai terdengar.

"Penyusup!"

"Kejar dia!"

"Jangan sampai lolos!"

Dalam hitungan menit situasi berubah kacau. Para penjaga berlari menuju sumber gangguan.

Kesatria yang berjaga di dekat koridor ikut bergerak.

Jalur menuju ruang penyimpanan menjadi kosong dalam sekejap.

Mata Garrick berbinar dan memberi perintah, "Sekarang!"

Kelompok itu bergerak cepat untuk menyelinap melalui koridor yang mulai lengang.

Tidak ada suara. Mereka melesat seperti bayangan malam.

Sampai akhirnya mereka tiba di depan pintu besar ruang penyimpanan relik. Dan tempat itu kini hanya dijaga beberapa orang. Yang dengan cepat berhasil dialihkan oleh anggota lain.

Jalan terbuka.

Garrick menatap Cecilia. "Masuklah, Nona. Kami akan berjaga di luar."

Gadis itu mengangguk, kemudian melangkah maju untuk membuka pintu besar terbuka perlahan.

Ruangan di baliknya luas dan gelap. Hanya beberapa kristal sihir yang menerangi bagian dalam.

Cecilia masuk seorang diri. Langkahnya pelan. Namun begitu melewati ambang pintu, ia langsung merasakannya.

Udara di dalam ruangan berbeda, terasa sangat penuh dan sesak.

Mata biru Cecilia perlahan menyapu sekeliling. Lalu ia melihat mereka; puluhan roh.

Roh ksatria.

Roh pelayan.

Roh bangsawan.

Roh anak kecil.

Mereka memenuhi ruangan seperti kerumunan diam yang tidak terlihat manusia biasa.

Semuanya mengelilingi satu benda.

Lunareth, relik berbentuk cermin perak kecil dengan permukaan seperti air. Konon dibuat oleh penjaga roh pertama di Elarion, negeri asal Cecilia

Relik itu diletakkan di atas altar marmer di dalam kotak kaca. Cahaya keemasan lembut memancar dari permukaannya dan itu hanya dapat dilihat oleh orang-orang tertentu.

Para roh berkumpul di sekelilingnya seperti kupu-kupu yang tertarik pada cahaya. Sebagian duduk, sebagian melayang, dan sebagian hanya menatap relik tersebut dengan ekspresi damai.

"Akhirnya setelah bertahun-tahun ...." gumam Cecilia.

Relik itu memang ada. Dan aura sucinya jauh lebih besar dari pada yang Cecilia bayangkan.

Beberapa roh tua menoleh kepada sang gadis. Salah satu di antaranya tersenyum.

"Anak itu datang."

"Yang bisa melihat kita."

"Kasihan sekali."

"Dia masih membawa kutukan itu."

Bisikan para roh terdengar di telinga Cecilia. Namun Cecilia tidak sempat memahami maksud mereka.

Karena tiba-tiba sesuatu bergerak sangat cepat di belakang sang gadis.

Naluri Cecilia langsung berteriak bahaya.

Tapi ketika ia berbalik sudah terlambat untuk memahami yang terjadi.

WHUSSHH!!

Bayangan gelap melesat dari samping.

Tubuh Cecilia dihantam keras.

"Agh!" ringis Cecilia.

Ia kehilangan keseimbangan ketika sebuah tangan besar menjatuhkan sang gadis ke lantai batu.

BRAK!

Benturan keras membuat napas Cecilia tercekat. Sebelum sempat bangun apalagi memproses yang terjadi, sebuah tangan kuat mencengkeram leher Cecilia. Dan sesaat kemudian ujung pedang dingin menyentuh kulit lehernya.

Semua terjadi dalam hitungan detik. Cecilia membeku, bukan karena takut, melainkan karena terkejut. Ia bahkan tidak menyadari keberadaan orang tersebut sebelumnya.

Suara rendah dan dingin terdengar di atas kepalanya.

"Jangan bergerak," perintah orang itu.

Mata Cecilia perlahan terangkat. Ia melihat wajah pria yang menahannya.

Rambut cokelat. Mata biru dingin seperti es. Wajah tampan namun dipenuhi kewaspadaan. Tubuh tinggi berbalut seragam kesatria elit Kekaisaran Aurelius. Aura yang kuat memenuhi seluruh ruangan.

Bahkan para roh di sekitar mereka mundur ketakutan. Karena mereka mengenal pria itu.

Kesatria yang telah membantai begitu banyak makhluk Abyss, bahkan Abyss itu sendiri. Pahlawan perang, sang Pedang Kekaisaran Aurelius; Rowan Desmond.

Tatapan Rowan menajam saat melihat penyusup di bawahnya. Awalnya ia mengira lawannya pria dewasa. Namun ketika tudung hitam itu sedikit tersingkap justru rambut pirang platinum yang berkilau jatuh ke lantai. Dan mata biru sebening lautan menatap Rowan balik.

Rowan terdiam sepersekian detik, karena wajah itu sangat familiar. Ia pernah melihatnya.

Di tengah kekacauan festival.

Di tengah korban kerasukan.

Gadis misterius yang menghilang seperti hantu yang selama berhari-hari Rowan cari ke seluruh penjuru kota.

Dan kini gadis itu justru muncul di depan relik kerajaan sebagai seorang pencuri.

Mata Rowan menyipit.

Sementara Cecilia hanya memandang sang pria tanpa berkedip.

Keheningan memenuhi ruangan.

Rowan mendekatkan wajahnya ke wajah sang gadis lalu menyeringai dan berkata, "Aku menemukanmu."

1
Septi Wijaya
so emosional tp lega
Hary Nengsih
lega dh gak merasa bersalah lg
Eli Rahma
semangat Lowan..
Wenty Lucia Wardhani
aku terharu sekali😭😭😭
Nisfu Romadhon
/Sob//Sob//Sob/mengandung 🧅🧅🧅ihh k Othor,,,
Archiemorarty: Selanjutnya lebih banyak bawang 🤭
total 1 replies
Nisfu Romadhon
mengsedih /Cry/Rowan yang kuat ya
Nisfu Romadhon
ishh,,, ikut ngerasain nyesek nya Rowan,,, rindu sedih dan kecewa pada dirinya sendiri,,,hiks/Sweat/
Archiemorarty: Apalagi meninggal karena salah komando si Rowan 😭
total 1 replies
Nisfu Romadhon
aisshh,,, akhir bab mengandung bawang 🧅🧅🧅hiks,,, Rowan teringat paman Colton sang Guru /Sob//Sob//Sob/
Archiemorarty: Nanti bakal lebih banyak bawang 🤭
total 1 replies
Nisfu Romadhon
hih,,, dasar curang,,,g berani ngadepin Cecil sendirian mesti minta bantuan monster-monster lainnya buat pengalih perhatian,,, Cecil aku mendukungmu,,,kamu pasti bisa 💪💪💪
Archiemorarty: biasa lah yah, pengecut mah gitu 🤭
total 1 replies
Hary Nengsih
lanjut
Archiemorarty: Siap kakak 🥰
total 1 replies
Nisfu Romadhon
aishh,,, musuh kembali datang
Nisfu Romadhon
aihh aihh,,,baru sadar udah dapat kissing aja Cecil,,, dasar Lowan mengambil kesempitan dalam kesempatan,,, ehh /Chuckle/
Archiemorarty: Abang Lowan emang suka gitu 🤭
total 1 replies
Nisfu Romadhon
g sadar bacanya sambil nahan nafas,,,huft,,,baru dihela nafas nya kalo bab nya selesai 🤦🫣
Archiemorarty: Napas kak napas 🤣
total 1 replies
Nisfu Romadhon
Rowan kah yang memanggil?
serius,,, seperti nonton film kolosal,,, KEREN k Othor,,, lopiyu muachh /Kiss/
Archiemorarty: Hahaha...kolosal nggak tuh 🤣
total 1 replies
Nisfu Romadhon
aduh,,,aduh,,, gimana ini gimana ini,,,/Gosh//Gosh//Gosh/menghilanglah Cecil,,,🫣🫣🫣
Nisfu Romadhon
aihh,,, merinding guys,,,/Panic//Panic//Panic/
Nisfu Romadhon
aisshh,,,gegara kesibi duta,,,aku telat tegang nya /Facepalm/
Siti Nurjanah
oh berati arwah yg ngikutin rowan itu paman colton mungkin
Archiemorarty: Bisa jadi 🤭
total 1 replies
Hary Nengsih
kaya nya ia
Eli Rahma
apa cecil dirasuki roh nya paman colton..hingga dia bisa menghadapi monster....cecil kan pernah melihat satu roh yg selalu mengikuti Rowan....iyaaa..pasti itu rohnya paman colton..iyaa kan thor??😆
Nisfu Romadhon: iya tuh✌️
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!