Sebuah Pernikahan Yang Dipaksa Keadaan
Sebuah Rahasia Yang perlahan merenggut kebahagiaan
Mereka tak pernah saling menetap hanya sebatas saling mengenal , tapi takdir menyatukan dalam 365 Hari .
Dimana cinta Tumbuh Meski Waktu terus menghitung mundur .
Follow IG : @Rnhumaira05_ @coretanara
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rohati nur humaira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
3. Bayangan yang menetap
Hari-hari pertama pernikahan mereka dimulai dengan suasana yang jauh dari kata hangat , keluarga besar sudah berkumpul diruang makan untuk menyantap sarapan , abi dan uminya rayhan duduk dikursi utama , begitupun dengan yumna dan rayhan beserta orangtuanya yumna ,
'' Allhamdulillah wa syukurillah akhirnya keluarga kita semakin lengkap ya bi '' ucap uminya rayhan pada suaminya
'' iya mi allhamdulillah , berarti tinggal cucu mi , mudah-mudahan allah swt menyegerakan dengan secepat mungkin '' tutur abi hamzah
'' aamiin , mudah-mudahan cucu kita otw ya '' tutur ayah hafidz
'' kalian tidak menundanya kan nak ? '' tanya bunda rania
'' tidak , kami tidak menundanya , in syaa allah kami akan berikhtiar semampu kami ''. jelas rayhan
'' Allhamdulillah '' serentak
Suasana pun tampak canggung setelah pembahasan itu , sedangkan rayhan dan yumna hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan kasar ,
pernikahan mereka memanglah terpaksa tapi mereka tetap menjalankannya seperti pasangan suami istri lainnya .
saling menjalankan kewajibannya .
Setelah sarapan usai , keluarga satu persatu meninggakan meja , tinggallah rayhan dan yumna yang masih duduk bersebelahan , sunyi dan terasa menyesakkan .
yumnapun akhirnya memberanikan diri berkata pelan '' Aku tahu ini sulit untukmu ray , tapi aku juga tidak meminta lebih , aku hanya ingin kita bisa saling menghormati dan menghargai satu sama lain , apalagi dihadapan keluarga kita , aku gak mau mereka kecewa atas apa yang terjadi sebenarnya '' tutur yumna dengan lantang dan tegas
'' aku akan berusaha semampuku yumna'' . ucap rayhan
'' baik aku akan berusaha mempercayai ucapanmu '' ucap yumna
Setelah percakapan itu , Rayhan mulai terdiam , ia tak menyangka yumna berani bicara setegas itu , ia biasanya hanya melihat yumna yang lembut dan penurut , ada sesuatu yang berbeda kali ini , sesuatu yang membuat dadanya bergetar ,
yumna adalah seorang gadis lembut namun tegas dan berani , ia anak kedua dari dua bersaudara , abangnya yumna tengah bekerja sebagai seorang mutawwif di madinah , mereka terlahir dari keluarga sederhana namun cukup , usia yumna saat ini 28 tahun sedangkan rayhan berusia 29 tahun dan abangnya yumna bernama Ridwan Ar-Rafiq berusia 31 tahun .
Setelah percakapan itu dan seusai melaksanakan sholat berjamaah , malamnya rayhan terbaring dikamarnya namun matanya menolak terpejam , sedangkan disudut lain , yumna masih berada di mushola , ia memilih menghabiskan waktunya lebih lama sebelum kembali ke kamar mereka ,
Lampu sudah dipadamkan tapi pikiran rayhan justru berputar , ucapan yumna masih terngiang dan membuat dadanya sesak .
Rayhan menarik nafas panjang menutup mata rapat-rapat , ''tidak mudah bagi perempuan seperti yumna menerima keadaan ini'' batinnya , '' dipaksa menikah dengan lelaki yang hatinya masih terikat pada masalalu ,, kalau bukan keberanian , mungkin ia tidak akan menerima pernikahan ini dan menyerah sejak awal'' batinnya kembali
Sedangkan di mushola yumna menengadahkan tangan , suaranya terdengar lirih dibalut untaian sebuah do'a
'' ya allah , jika memang ini sebagian dari takdirmu, maka kuatkanlah aku , ajari aku tentang ikhlas sebagaimana surah al-ikhlas yang tak ada kata ikhlas didalamnya , yaallah sungguh ujian darimu kali ini berat , aku tak tahu kedepannya akan seperti apa , namun ku mohon mampukan aku , jika engkau meridhoi rayhan bersamaku , maka eratkanlah kami hingga jannahmu terasa mudah kami genggam
''. lirih yumna
'' Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya ''. (Qs Al-Baqarah [286] )
Beberapa menit setelah yumna selesai dengan segala doanya , ia pun bergegas kedalam kamar
Sedangkan disudut kamar rayhan pun ikut bermunajat berdoa kepada allah swt
'' ya allah sungguh aku memohon petunjukmu , jika naswa bukanlah tulang rusukku , maka jalan mana yang harus aku lalui , sungguh aku sangatlah mencintainya , ia sumber dari segala semangatku meraih impianku , namun jika memang ia tulang rusukku ,maka persatukan kami dalam ikatan halal yang engkau ridhoi meski entah kapanpun itu , aku masih berharap ialah tulang rusukku '' lirih rayhan
''Sudah menjadi sebuah resiko jika kita terlalu berharap kepada manusia yang berakhir sebuah duka ,
Maka untuk menggantikannya
Gantungkanlah harapanmu hanya kepada allah swt pemilik semesta alam ''.
_ Rohati nur humaira _
" Aku sudah pernah merasakan semua kepahitan dalam hidup,
dan yang paling pahit ialah berharap kepada manusia " .
_Ali bin abi thalib_
Yumna yang mendengar untaian do'a rayhan pun meteskan air matanya dan dadanyapun terasa sesak
'' aku berjanji akan membawa nashwa kembali ray , mengembalikan ia ke tempat semestinya yaitu sebagai tulang rusukmu ''. lirih yumna dalam hatinya yang penuh luka
..."Puncak tertinggi mencintai adalah mengikhlaskan ,...
...Dan puncak tertinggi mengikhlaskan adalah tawakal ,...
...Maka Jadikanlah bentuk cintamu sebagai salah satu bentuk tirakat kepada allah swt"....
..._ Rohati nur humaira _...
Sejak saat itu yumna berusaha mencari kabarnya nashwa melalui temannya yang sedang berkuliah dinegeri jiran tersebut juga meski berbeda universitas bahkan kota dengan nashwa akila
terimakasih sudah mampir kak , jangan lupa tinggalik jejak ya 💕
Semoga novel ini membawa inspirasi yang baik dan jadi ladang pahala untuk author dan para readers ,
semoga suka sama karyanya ya .
selamat membaca😍