NovelToon NovelToon
Sistem Istri Ideal Untuk Istri Kedua Pemilik Pabrik Kretek

Sistem Istri Ideal Untuk Istri Kedua Pemilik Pabrik Kretek

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Balas Dendam
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: INeeTha

Bagaimana kalau istri kedua yang diracun… justru mendapat sistem yang membuatnya mustahil diinjak lagi?

Sumarni seharusnya mati sebagai istri kedua yang bodoh, penurut, dan tak pernah dianggap ada.

Namun, setelah Ratna Dewi, seorang editor dari tahun 2026 bereinkarnasi ke tubuhnya, semuanya berubah.

Dengan bantuan Sistem Istri Ideal, Sumarni bisa mendapatkan poin dari setiap penghinaan yang berhasil ia balas dengan elegan.

Poin itu bisa ditukar dengan skill, informasi masa depan, bahkan antidot racun.

Sedikit demi sedikit, Sumarni merebut perhatian, uang, koneksi, bahkan hati pria yang dulu tak pernah melihatnya.

Tapi semakin ia bersinar, semakin berbahaya permainan yang harus ia hadapi.

Karena di rumah itu… hanya ada satu perempuan yang boleh menang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon INeeTha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

3. Sistem Istri Ideal

Mata Sumarni membelalak. Pendar biru pucat mendadak muncul di penglihatannya, seperti membelah udara berdebu. Suara lengkingan mekanis itu menggores saraf otaknya, membekukan waktu di dalam paviliun kusam ini.

Huruf-huruf digital tercetak di udara kosong.

[Sistem Istri Ideal Aktif.]

[Misi Pertama: Buang bukti racun tanpa ketahuan.]

[Batas waktu: 5 menit.]

[Hukuman gagal: Kematian Karakter.]

Kematian. Lagi.

Sumarni mendecih. Di kehidupan sebelumnya, dia memimpin rapat pemegang saham dengan ancaman kebangkrutan yang memburu setiap detik. Tenggat waktu adalah makanan sehari-harinya. Angka digital merah berkedip di sudut pandangannya.

04:59.

04:58.

Tek. Tok. Tek.

Bunyi sepatu kulit beradu dengan tegel terdengar dari selasar luar. Berat. Konstan. Berwibawa.

Itu bukan langkah kaki Sulastri yang tergesa-gesa. Itu langkah seorang pria penguasa. Harjono. Tuan Pabrik Batik. Suami dari cangkang rapuh ini.

Waktunya nyaris habis.

Sumarni melempar tubuhnya ke lantai tegel. Dinginnya semen menusuk tulang lututnya. Dia menyambar kain jarik kusam yang tersampir di sandaran kursi rotan. Tangannya bergerak brutal, menyeka genangan cairan hitam yang masih mendesis merusak nat semen.

Panas racun korosif itu menembus kain. Kulit telapak tangannya melepuh. Sumarni menggigit bibir bawahnya keras-keras hingga asin darah mengecap di lidah. Dia menolak mengeluarkan suara rintihan.

03:45.

Pecahan mangkuk motif ayam jago berserakan. Ujung tajamnya menggores jari telunjuknya saat dia memungut beling itu satu per satu. Darah menetes, menyatu dengan noda jamu. Dia menggulung semua kepingan itu ke dalam jarik kusam rapat-rapat.

Langkah sepatu di luar paviliun makin keras. Jaraknya tidak lebih dari sepuluh meter.

Mata Sumarni menyapu sekeliling. Bawah dipan terlalu mudah diperiksa. Jendela kayu tertutup rapat dari luar. Pandangannya terkunci pada lemari jati raksasa di sudut ruangan.

Dia menyeret kakinya. Pintu lemari ditarik perlahan agar engsel karatatnya tidak berderit. Aroma tajam kapur barus langsung menyengat hidung. Sumarni menjejalkan buntelan jarik itu ke celah paling gelap, tepat di balik tumpukan kebaya lawas yang bau apek. Pintu lemari ditutup kembali.

02:10.

Langkah itu berhenti di depan pintu paviliun. Terdengar ketukan pelan tongkat kayu ke lantai teras.

Sumarni berputar. Dimas masih mematung di dekat kaki meja. Mulut bocah itu sedikit terbuka, ngeri melihat ibu tirinya bergerak beringas seperti orang kesurupan.

Sumarni merenggut lap kecil dari atas nakas. Dia membasahinya dengan sisa air dari kendi tanah liat. Dalam dua langkah lebar, dia meraih bahu kurus Dimas. Lap basah itu digosokkan kasar ke sudut bibir dan dagu sang anak. Remah nasi dan jejak minyak tempe bacem lenyap seketika.

"Duduk di lantai. Menghadap dinding. Tutup mulutmu," bisik Sumarni tajam. Suaranya kering, memerintah tanpa celah bantahan.

Dimas buru-buru memutar tubuhnya. Bocah itu memeluk lutut, meringkuk menghadap tembok kusam. Pundaknya tidak lagi gemetar. Dia tahu perempuan di belakangnya ini bukan lagi ancaman, melainkan tembok pelindungnya.

00:15.

Gagang pintu paviliun ditarik ke bawah. Bunyi logam bergesekan memecah keheningan.

Sumarni melemparkan dirinya kembali ke atas kasur kapuk. Dia menarik selimut motif parang hingga menutupi dada. Kepalanya dijatuhkan ke bantal datar. Napasnya diatur putus-putus. Keringat yang membanjiri pelipisnya menyempurnakan ilusi seorang wanita sakit yang nyaris mati.

00:03.

00:02.

Pintu berderit terbuka.

00:00.

[Misi Selesai.]

[Hadiah: Penawar Racun Tingkat Rendah otomatis disuntikkan.]

Sensasi es seketika menjalar dari ulu hati. Rasa terbakar di tenggorokannya padam. Udara kotor paviliun tiba-tiba terasa segar masuk ke dalam paru-parunya. Kekuatan merayap perlahan ke dalam urat nadi Sumarni.

Tapi ancaman sebenarnya baru saja melangkah masuk.

Siluet tinggi tegap memblokir cahaya matahari sore dari ambang pintu. Bau tembakau cengkih kelas satu dan wangi pomade rambut menendang aroma sangit jamu di udara.

Harjono berdiri di sana. Jas safari abu-abunya tidak memiliki satu pun lipatan kusut. Wajah bersudut tajam itu minim ekspresi. Dingin bak patung pahatan batu. Sorot matanya yang gelap menyapu seluruh penjuru kamar, menilai kerusakan, sebelum akhirnya mengunci sosok Sumarni di atas dipan.

Kepingan memori menyeruak. Di masa lalu, Sumarni asli akan langsung merangkak turun. Dia akan memeluk kaki pria ini. Menangis histeris. Mengemis perlindungan dan mengadukan kelicikan Sulastri dengan air mata bercucuran. Reaksi murahan yang justru membuat Harjono memandangnya rendah bak lintah darat.

Sumarni modern tidak melakukan itu.

Dia hanya menoleh perlahan. Dagunya sedikit terangkat. Matanya membalas tatapan sang Pemilik Pabrik Kretek itu lurus tanpa gentar. Tidak ada air mata. Tidak ada rintihan menyedihkan. Dia menganalisis pria di depannya ini murni sebagai variabel bisnis: sebuah aset yang harus dikendalikan, atau musuh yang harus dihancurkan.

Udara di kamar itu mendadak padat.

Alis tebal Harjono bertaut tipis. Ada riak kebingungan di matanya yang dingin. Dia melangkah masuk, sepatu kulitnya mengetuk lantai.

"Sulastri bilang kamu pingsan. Katanya kamu mengamuk dan menolak pengobatannya." Suara Harjono rendah, bergetar di frekuensi bariton yang menuntut ketaatan.

Sumarni tetap bungkam. Dia membiarkan kesunyian menjadi senjatanya.

Langkah Harjono terhenti tepat di sisi dipan. Matanya yang jeli tiba-tiba turun. Bukan pada wajah Sumarni, melainkan pada tetesan merah pekat di ujung jari telunjuk istrinya itu. Luka gores dari pecahan mangkuk.

Lalu, pandangan pria itu menyapu ke lantai. Tepat pada sisa genangan air kendi yang berantakan di dekat kaki meja. Bukan jamu, hanya air putih. Tapi ada yang salah.

Harjono menunduk. Jari tangannya yang besar menyentuh bercak air di lantai, lalu matanya kembali menatap Sumarni.

"Kalau kamu hanya menolak minum obat," suara Harjono turun menjadi bisikan berbahaya. Matanya menyipit curiga. "Kenapa jarimu berdarah, dan bau kamper di kamar ini tajam sekali?"

1
Wiecipa Wicipha
suka..../Rose//Heart/
𝐀⃝🥀Weny
cemburu ni ye😂
sukensri hardiati
untuk ukuran pengusaha harjono ni sukses....untuk ukuran suami..?...payaaah...
sukensri hardiati
harjono ni pengusaha batik sekaligus rokok ya....?
𝐀⃝🥀Weny
perlahan² harjono mulai menyukai Sumarni😁 lanjut lagi thor
gina altira
lanjutt
gina altira
Diracun lagiii
Titi Liana
menarik
gina altira
Wah Sulastri bikin fitnah kayaknya
gina altira
hati" Sumarni
gina altira
Lanjuttt thorrr
𝐀⃝🥀Weny
lanjut thor
Anne Soraya
lanjut
Dwi Agustina
Semangat semangat💪💪💪
gina altira
seruu, ceritanya berbeda nih ada sistem nya
𝐀⃝🥀Weny
lanjut up thor
𝐀⃝🥀Weny
tambah up lagi thor😂
irena
harusnya emasnya nanti tersimpan di tasnya Sulastri.. pas saat menuduh si Marni jadi senjata makan tuan.. klo perlu pas ada suaminya.. supaya kelakuan Sulastri ketahuan selama ini suka menindas
Fauziah Daud
trusemangattt n lanjuttt
gina altira
ada" aja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!