Pernikahan Arga dan hana awalnya tampak sempurna. Sepuluh tahun kebersamaan, satu ikatan suci, dan kepercayaan yang tak pernah ia ragukan. Hingga suatu hari, Arga menemukan kebenaran yang menghancurkan seluruh hidupnya—istri yang ia cintai ternyata adalah perempuan yang diam-diam menjadi kekasih dari satu-satunya darah daging yang ia miliki: abang kandungnya sendiri. Perselingkuhan itu bukan terjadi semalam. Ia tumbuh perlahan, berakar dari masa lalu yang tak pernah benar-benar mati. Setiap senyum yang Arga kira tulus, setiap pelukan yang ia anggap rumah, ternyata menyimpan pengkhianatan yang terencana. Di antara dosa, rasa bersalah, dan luka yang tak terucap, Arga terjebak dalam dilema: mempertahankan pernikahan yang sudah tercemar, atau melepaskan semuanya—termasuk ikatan saudara yang sejak kecil ia jaga dengan nyawa. Ketika kebenaran terungkap, tak ada lagi yang benar-benar menjadi pemenang. Karena terkadang, pengkhianatan paling menyakitkan bukan datang dari orang asing, melainkan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ruang senandika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 2
Arka langsung pulang ke rumah nya tidak jadi menjemput Hana. Tadi hana mengabari kalau sudah di jemput sopir nya,dan semua itu suruhan tuan juna
" arka kau sudah pulang..."tanya Daddy kenzo
arka menatap Daddy nya yang baru saja keluar dari kamar. Dengan senyuman lebar arka mengangguk.
" Ada apa dengan mu... Apa hari ini begitu menyenangkan...?" Kenzo tersenyum melihat anak nya yang terlihat begitu bahagia.
" Aku mendapat bonus dari perusahaan..." arka menjawab dengan senyuman lebar.
" Syukurlah... Kau bisa memakai nya untuk kebutuhan mu..." ucap Daddy kenzo
" tidak... Ini akan ku gunakan untuk membayar sewa rumah ini..." ucap arka tersenyum sambil memandang amplop
" Tidak usah arka... Biarkan daddy yang membayar..." ucap Daddy kenzo
" Ani... Ini keinginan ku,jadi biarkan saja..." jawab Arka
Daddy Kenzo hanya bisa mengangguk dengan pasrah. Anaknya sangat keras kepala tetapi dalam hal kebaikan.
Terdiam cukup lama melihat wajah sang anak. Arka memutuskan untuk pergi ke balkon dengan secangkir teh yang sudah ia buat tadi.
Arka merasa heran melihat tatapan sang daddy yang terlihat lebih sendu. Dengan perasaan penasaran,arka mengikuti langkah daddy nya.
daddy kenzo merasakan kehadiran arka di belakang nya. Ia menyesap teh nya sedikit. Tanpa memandang arka, Daddy kenzo mulai membuka pembicaraan.
" Apa kau tidak rindu dengan adik mu arka " tanya Daddy kenzo
Di belakang,bibir arka membentuk senyuman sendu. Seketika itu hati nya mendadak sedih mengingat perpisahan nya dengan sang adik.
Teringat sang adik, bagaimana kehidupan adik nya sekarang. Apakah dia bahagia, ataupun sebaliknya.
arka mendekati sang daddy. Berdiri di samping daddy nya dengan tangan yang memegang pembatas besi menatap arah depan yang menampilkan pepohonan hijau.
"Tidak perlu di tanyakan lagi... Aku... Aku sangat merindukan nya..." jawab Arka
arka menatap langit yang terlihat begitu indah di sore hari. Rumah sewaan mereka memanglah sederhana,tapi tak bisa di pungkiri pemandangan nya lumayan indah.
" Daddy dengar... Dia melanjutkan pendidikan nya di salah satu universitas terbaik di Prancis..." ucap Daddy kenzo
Beberapa hari yang lalu, Kenzo mendengar itu dari saudara nya yang memang sedikit mengetahui kehidupan satu anak nya lagi.
" Aku bangga mendengar nya... Dia pasti akan menjadi orang hebat suatu saat..." arka tersenyum bangga.
Mendengar sang adik yang baik-baik saja,dan bisa di bilang berkehidupan cukup nyaman. Hati arka merasa tenang.
" Kau juga pasti bisa seperti nya..." ucap Daddy kenzo
daddy Kenzo menolehkan wajah nya ke samping,menatap Arka dengan senyuman tipis.
"Akan ku lakukan itu untuk mu..." jawab Arka
hana makin tidak karuan bercampur rasa penasaran.
#
" Kau akan di jodohkan..." ucap ibu ayu
hana terkejut dan merasa tidak terima. Benar apa yang ia rasakan tadi. Ayah nya merencanakan sesuatu yang sama sekali tidak ia ingin kan,dan menurut Hana itu hal buruk.
"Aku tidak mau...!" jawab Hana dengan tegas bahkan kali ini ia sambil beranjak berdiri menatap nyalang ayah nya dengan tatapan tajam
" Sopan lah pada orang tua mu!... Dengarkan dulu dan ku pastikan kau tidak akan menolak...!" ucap tegas sang ayah
hana akhirnya duduk kembali. Tapi masih dengan perasaan tidak terima, hana masih terus menolak
" Apapun itu!... Aku tetap tidak akan mau...!" jawab Hana tidak mau kalah datar dari sang ayah
" Kau tidak boleh membantah!... Ini sudah perjanjian sejak kau masih kecil...!" ucap tuan Juna sedikit meninggikan suara nya,hingga membuat nyonya ayu mengelus pundak suami nya
"Apa itu karena perusahaan?!... Kau tega mengorbankan putri mu hanya untuk saham...!!"teriak Hana
" hana dengarkan dulu perkataan ayah mu ini ...!" ucap tuan Juna sembari membentak. Hana tidak memberikan ia kesempatan untuk berbicara lebih lanjut.
" hana dengarkan dulu semua... Bersikaplah sopan nak..." Ucapan lembut sang ibu membuat hana terdiam menuruti. Namun wajah nya masih mengartikan bahwa ia tidak suka dan akan terus menolak.
" Ini bukan obsesi ayah karena sebuah saham!... Ayah tidak sejahat itu hana! Kau putri ku satu-satunya!, ayah tidak mungkin mengorbankan mu hanya untuk perusahaan...!" ucap tegas tuan juna
" Tapi ini menyangkut kebahagiaan mu!... Appa sudah merencanakan ini jauh-jauh hari,dan sudah appa pastikan bahwa kau akan bahagia bersama orang pilihan appa...!" tuan Juna menjelaskan panjang lebar dengan ketegasan nya. nyonya ayu hanya ingin anak nya bisa mengerti keputusan nya,ia hanya ingin putri nya bahagia bersama orang yang tepat.
" Appa... Aku tidak menyukai pria asing ...!" ucap Hana yang masih berusaha menolak.
"Dia pria yang baik dan kau pasti mengenal nya ..." ucap tuan Juna menjawab dengan santai ia tidak mempermasalahkan siapa pria itu. Asalkan tidak merugikan diri sendiri dan orang lain.
" Tapi aku sudah memiliki kekasih! Aku bahagia bersama nya! Bisakah kau hargai itu...!" ucap Hana masih terus menolak. Setidaknya sang ayah memikirkan perasaan nya dan juga kekasihnya nya. Mereka saling mencintai,dan kenapa ayah nya tega akan memisahkan.
" Karena kekasih mu itu! Kau melupakan seseorang yang berarti di hidup mu...!!" ucap tuan Juna ikut meninggikan suara nya.
" A-apa maksud mu...?" Ucapan hana memelan setelah mendengar perkataan ayah nya.
tuan juna memijat pangkal hidungnya karena emosi. Mengingat Hana yang sudah sedikit melupakan orang di masa lalu, membuat tuan Juna marah.
" Kau masih ingat dengan teman masa kecil mu...?" ucap nyonya ayu
hana menatap ibu nya yang baru saja berbicara. Dengan alis menyatu,hana berusaha mengingat seseorang yang di maksud kedua orang tua nya. Merasa sulit untuk mengingat,Jennie segera menggelengkan kepala nya.
" Sudah ku duga..." ucap tuan Juna berdecih melihat respon Hana yang memang terlihat sama sekali tidak mengingat.
" Itulah karena kau terlalu sibuk dengan kekasih mu...!" Ucapan sinis tuan juna berhasil membuat Hana kesal lagi
" Tidak usah membawa-bawa kekasih ku! Cepat jelaskan siapa seseorang yang kau maksud...?" ucap Hana sembari berteriak
tuan Juna menghela nafas panjang,dan meneguk air di depan nya untuk menetralkan emosi nya. Kemudian ia menatap anak nya dengan tatapan sendu yang sulit di artikan.
" ARGA.. Kau masih mengingat ARGA...?" Ucap tuan Juna kepada Hana membuat Hana yang tadinya menatap penuh emosi sang ayah tiba tiba diam mematung mendengar ucapan yang baru saja keluar dari bibir ayah nya itu.