Cikal Bakal Tim Divisi Kasus Dingin
Ini GD setelah GD 1 sebelum GD 2 ( Shea n the gank ). Makanya aku kasih judul Ghost Detective Season 1.5.
Isinya awal tim gabut dibentuk. Masih the o.g tim ( bang Dean, mas Rayyan, mbak Nana, mbak Tikah dan pak Jarot ). Jangan cari mbak Lilis karena belum ada tapi ada awal mula mbak Susi ikutan. Ada mbak Nita juga, ada anomali lainnya ( belum musim Saja Boys versi tuyul ). Masih ada Hoshi dan Bima. Ini masih bersama L, Nyes dan Dendeng.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mbak Susi
Lachlan sedang melakukan meeting zoom bersama ayah dan para manajer di Palermo dalam membahas bisnis keluarga de Luca, ketika ponselnya bergetar. Matanya melirik ke arah benda pipih di sebelahnya dan ada pesan dari Hoshi.
📩 Opa Macan Galak : L, kalau kamu sudah selesai urusan pekerjaan kamu, ke Polda Metro Jaya lantai empat ya! Bawa Nyes sekalian. Shea, titipkan saja ke Oma Rina kamu.
Lachlan mendelik. Ya ampun Opaaaaa! Bisa-bisanya bikin aturan sat set begini sih?
"L? Ada apa?" tanya Michel de Luca saat melihat ekspresi wajah putranya. "Apa ada yang salah?"
"Bukan Daddy ... Tapi Opa Macan," jawab Lachlan de Luca.
"Apalagi maunya Opa kamu itu?" Michel hanya menggelengkan kepalanya gemas dengan Oom cantiknya.
"Gampang lah! Kita lanjutkan urusan bisnis kita dulu. Jadi untuk panen anggur musim ini ...." Lachlan pun kembali fokus dengan perusahaan milik keluarganya.
***
Lantai Empat cikal bakal Divisi Kasus Dingin
"Mbak Susi ..." panggil Tole ke arah kuntilanak yang sedang mengawasi sekelompok orang disana.
"Kita ... Akan satu lantai dengan mereka?" tanya Mbak Susi ke arah Tole, tuyul yang hobi nyolong uang para polisi korup.
"Yup. Sama pak Dean, mbak Nana, mbak Atikah dan pak Jarot ... Tenang saja. Mereka polisi garis lurus pakai penggaris. Aku sudah berapa kali kerjasama dengan mereka. Apalagi sama mas L dan mas Dendeng. Sayang, mas Dendeng sudah balik Jepang. Padahal seru kalau ada dia," jawab Tole.
"Kira-kira, bisa tidak ya urus kasus aku?" tanya Mbak Susi.
"Kalau belum dicoba ... Ya kita nggak tahu. Cuma tho mbak, kudu nunggu Mas L dan Mbak Nyes. Soalnya, mereka itu macam liaison arwah," ucap Tole. "Atau ... Minta tolong Pak Longga ya? Biar laporan ke Kanjeng Eyang?"
Mbak Susi menatap Tole. "Memangnya ... Bisa?"
"Bisa lah! Tole ini disayang Kanjeng Eyang. Jadi don't worry! Tapi ... Kalau aku boleh kasih saran tho, gimana kalau kasusnya mbak Susi dibuka saat semua ini sudah selesai? Biar gampang cari datanya," tawar Tole.
"Begitu ya," gumam Mbak Susi.
"Hu um!"
"Ya sudah. Nunggu lagi tidak apa-apa. Toh pelakunya masih hidup juga." Mbak Susi menatap satu persatu anggota kepolisian yang akan menjadi tim kasus dingin.
***
Rumah Lachlan dan Nareswari
Lachlan menunggu kedatangan istrinya dari rumah sakit. Dia dan Nareswari sudah melakukan perjanjian jika Lachlan di rumah, dia yang akan mengurus Shea. Lachlan dan Nareswari sudah dikaruniai seorang bayi perempuan bernama Chelsea yang biasa dipanggil Shea. Nama Chelsea diambil dari nama eyang buyut, Chelsea van Hoover yang menjadi arwah dengan panggilan Nonik. ( Baca Ghost Detective ).
Nonik berjanji jika Lachlan dan Nareswari menikah, dia baru menyeberang. Dan saat dia menyeberang, Lachlan, Nareswari dan Dendeng, melihat GKRM Haryo Pratomo dan Carlotta van Hoover datang menjemputnya.
Sekarang Nonik reinkarnasi ke Shea.
"Assalamualaikum."
"Wa'alaikumsalam." Lachlan tersenyum ke arah Nareswari yang datang dari rumah sakit.
"Aku cuci tangan dan ganti baju dulu mas," ucap Nareswari sambil berjalan ke kamar utama.
"Shea, Mama sudah datang. Jadi papa ketemu sama Opa buyut dulu ya?" senyum Lachlan sambil menowel hidung Shea.
"Rewel nggak mas?" tanya Nareswari yang sudah bersih dan berganti daster.
"Nggak kok. Malah ikutan meeting soal kebun anggur dan pabrik wine de Luca. Yah, anggap saja diajarin bisnis dari bayi," kekeh Lachlan.
Nareswari cekikikan. "Kamu tuh lho. Katanya mas mau ke Polda. Ada apa mas?" tanya Nareswari sambil menggendong Shea dan dia merasakan dadanya penuh yang berarti waktunya menyusui putri bulenya seperti ayahnya. Nareswari sampai-sampai sebal karena dia sama sekali tidak kebagian hanya jenis kelamin saja.
"Opa Macan bikin gebrakan," jawab Lachlan.
"Gebrakan apa mas?" tanya Nareswari sambil tersenyum mendengar kecapan Shea mendapatkan sumber ASI nya. "Lapar ya nduk. Pelan-pelan saja."
Lachlan tersenyum melihat putrinya heboh sendiri. "Padahal tadi sudah aku kasih satu botol lho sejam lalu."
"Namanya juga masa pertumbuhan. Justru yang fresh from oven itu lebih enak," kekeh Nareswari sambil mengelus pipi gembul Shea yang berusia tiga bulan sekarang. "Opa Hoshi ngapain lagi?"
"Bikin Divisi Kasus Dingin di Polda Metro Jaya dengan Pak Dean sebagai ketuanya," jawab Lachlan.
Nareswari melongo. "Serius? Memangnya Divisinya mau sampai kapan? Terus gajinya?"
Lachlan tertawa. "Gaji ya tetap lah, Nyes. Kan memang kewajiban Polri kasih ke timnya pak Dean. Hak mereka juga."
"Memang siapa saja yang di tim pak Dean?"
"Pak Dean, mas Rayyan, mbak Nana, mbak Tikah dan pak Jarot."
"Kantornya di sebelah mana?" tanya Nareswari.
"Lantai empat. Lantai yang selalu gelap itu! Opa Macan sudah membuat perjanjian. Lantai Empat milik Divisi kasus dingin sampai kiamat!"
Nareswari terbelalak. "Sampai kiamat? Ya Allah Opa Hoshi tuh yaaaa ...."
Bonus Shea bayi
***
Polda Metro Jaya Jakarta
Lachlan naik ke lantai empat dan dirinya nyaris terjatuh saat pintu lift terbuka, tampak Tole tersenyum manis.
"Woi, gigi kamu itu lho! Perlu dibawa ke Nala deh supaya dikikir dan veneer!" omel Lachlan sementara Longga dan Pak Sakera cekikikan mendengar sungutan tuannya.
"Eh? Aduh, mas L. Aku takut suara bor gigi. Ngilu rasanya," jawab Tole dengan wajah bergidik.
"Yaelah, kamu itu arwah Le! Mana kerasa!" balas Lachlan sebal.
"Mas L tidak tahu saja. Horor mas!" eyel Tole.
"Horor mana sama lihat gigi kamu yang saingan sama piranha?" Lachlan menyipitkan mata birunya.
"Eh, aku tuh comel. Piranha ... No comel," cengir Tole.
"Haaaiiissshhh!" Lachlan meninggalkan Tole dan menuju Hoshi yang sudah menunggu dirinya. "Opa ...." Lachlan pun Salim ke Hoshi, Salim ke Valentino, salaman dan berpelukan dengan Aizen. Dia juga bersalaman dengan AKP Dean Thomas, Kompol Jarot, Iptu Nana dan Iptu Atikah.
"Sudah urusan anggurnya? Panen raya kamu?" tanya Hoshi.
"Alhamdulillah ... Ini gimana ceritanya?" Lachlan menatap semua anggota keluarganya.
"Kasus dingin kan banyak, L. Opa pikir daripada pasukan ini kena mudaratnya di divisi Major Crimes atau narkoba, mending mereka mengusut kasus yang jauh dari korupsi. Memang tidak membuat kalian kaya tapi ... Aku bisa memberikan kailnya membuat kalian kaya," ucap Hoshi ke arah tim kasus dingin.
"Bukan cara haram kan pak Quinn?" tanya Iptu Atikah takut-takut.
"Sorry ya Tikah! Tidak ada dalam kamus aku cari duit pakai cara haram!" cebik Hoshi judes.
Tiba-tiba, lampu di lantai empat byar pet dan itu semuanya. Mereka pun saling berpandangan hingga Lachlan melihat pelakunya.
"Ada mbak Kunti di sini. Dia tidak suka kehadiran kita," ucap Lachlan.
"Makanya Opa panggil kamu L!" kekeh Hoshi.
***
Yuhuuuu up Siang Yaaaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu
pntsn mbilnya smp ringsek,yg nmpel ada 10.....tp bgus sih,biar tu pnjht nrima akibtnya....abs ni siap2 bbo d sel pula.....