NovelToon NovelToon
Gelora Hati Seorang Gus Dan Gadis Mafia.

Gelora Hati Seorang Gus Dan Gadis Mafia.

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Romansa / Kriminal dan Bidadari
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Putri Sabina

INSPIRASI DARI BULAN RAMADHAN.

Seorang gus bernama Ali Mahendra adalah putra kiyai kharismatik yang dipersiapkan menjadi penerus pesantren—jatuh cinta pada Nayla Malika seorang gadis yang terjebak dalam dunia Mafia karena masa lalunya yang rumit antara ibunya wanita Indonesia dan sang ayah pria Arab Saudi.

Sang Kiyai yang tahu jika Putra tunggalnya mencintai Nayla, berusaha mencarikan calon istri yang baik---anak dari Kiyai di pesantren lain.

Ning Syifa Maulida seorang anak Kiayai yang akan di nikahkan oleh Gus Ali.

Mampukah Ali dan Nayla bersama dalam perbedaan dunia sosial dan lingkungan. Atau Bagaimana Ali mengatasi masalah ini agar tak kehilangan Nayla

Cinta mereka bukan hanya tentang dua hati, tapi tentang dua dunia yang saling bertolak belakang: sajadah dan senjata, doa dan darah, dzikir dan dendam semuanya menjadi satu dalam novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Sabina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2

Mobil hitam itu berjalan dari parkiran klinik, Raffi menyetir sementara Gani menemani Nayla di belakang.

Kaca jendela mobilnya gelap tak tembus pandang, dengan dua mobil mengapit di depan sebagai keamanan.

Juga belakang.

Jalanan pagi mulai ramai dengan aktivitas warga sekitar, Gani untuk memecah keheningan mengajak Nayla bicara.

"Kak, lu kok bisa baku tembak terus kejar-kejaran sama polisi?" tanya Gani membuka suara dengan ragu.

"Ada yang mengadukan soal bisnis situs pornografi kita," ujar Nayla.

Di kursi belakang, Nayla Malika bersandar lemah.

"Hah Kok bisa?" tanya Raffi mengernyitkan keningnya ke samping.

Nayla memejamkan mata sebentar, kepalanya berdenyut nyeri.

Membayangkan dentuman tembakan, suara teriakan---juga pemuda yang menyelamatkannya di antara adzan.

"Transaksi pornografi, di website bisa kena hack oleh pihak kepolisian. Lewat situ noh si coklat malah ngelacak gua!" ucap Nayla.

"Wah pasti ada yang cepu nih," ucap Gani.

"Biarin kita nanti lapor ke Pedro Aditya," lanjut Raffi yang sedang menyetir.

Gani menggeram, sementara Nayla masih menahan rasa sakit di area tubuhnya yang di perban.

Nayla menghela napas lelah, karena tubuhnya kekurangan darah jadi wajar lemas.

"Ini sangat gawat, kalo begitu kita akan melapor pada Pedro dan akan memperketat pengamanan lewat hacker," ujar Gani.

Nayla saat ini tak bisa diajak berfikir dan kepalanya sangat pening karena kekurangan darah.

"Waktu aku sedang produksi film, para polisi menyergap kantorku."

Nayla menarik napas panjang, menahan nyeri di lengannya.

"Terus gua baku tembak balik ama aparat. dan mereka mau nangkap gua ama karyawan gua," ucap Nayla.

"Ya gua kagak terimalah, gua tembak lagi tuh kepala aparat sialan!" lanjut Nayla.

Raffi dan Gani hanya menggeleng pelan, dan menatap Nayla yang sudah kekurangan darah.

"Lu nekat banget, Kak." Gani menatap Nayla.

"Nekat itu berbeda dengan bodoh, Gani." Nayla menyahut menatap anak buahnya.

"Gua nggak akan mati di tangan mereka, nekat ama berani beda tipis ama bodoh," lanjut Nayla.

Mobil terus melaju sampai di persimpangan besar, tanpa sadar ada beberapa orang yang memantau.

Raffi menoleh ke spion samping, dengan kening berkerut.

Nayla hanya memejamkan matanya, dan Raffi segera memberikan kode pada Gani.

"Gani liat ke spion!" titah Raffi yang fokus menyetir.

Nayla memejamkan matanya karena sudah sangat lelah dengan keadaan.

"Kak," panggil Gani dengan menyenggol lengan Nayla.

Nayla langsung membuka mata dan menatap ke arah Gani.

"Apa?" sahut Nayla.

"Kayaknya kita diikutin deh," ucap Raffi menatap Nayla.

Suasana mobil berubah menjadi tegang, dan Nayla melongokan kepalanya dan menatap keluar.

"Shittt! Mobil si Coklat!" umpat Nayla.

Nayla menegakkan tubuh, menghiraukan rasa nyeri di kakinya.

Segera gadis ini mengambil alih komando, untuk membelokan mobilnya ke arah kanan.

Mobil mereka berbelok tajam, dua mobil di belakang ikut berbelok.

"Bersiap, kita kepung!" ucap Nayla mengambil alih.

Mobil aparat mempercepat lajunya, dan benar saja baku tembak menjadi tak terelakan.

"A*jing!" umpat Gani.

"Berhenti kalian para Mafia!" titah tegas kepolisian.

Sopir menginjak pedal gas, mesin meraung keras.

Suara ban berdecit saat mobil belok curam, lalu tembakan terlepas entah dari polisi atau dari geng keihn.

Dor!

Gani membuka sedikit jendela lalu menembakan senjata ke arah kawanan aparat.

Jalanan sudah di penuhi oleh suara tembakan amunisi, serpihan kaca berhamburan di jalan raya.

"Angkat tangan kalian sudah di kepung!" ucap para aparat menggunakan speaker pengeras suara.

Kawanan mafia yang tak mau kalah menembak kembali komplotan polisi yang mengejar mereka.

Jalanan yang mulai ramai mendadak kacau. Pengendara motor berteriak panik, mobil-mobil lain menepi ketakutan.

Suara dentuman semakin tak terelakan, balas terdengar bertubi-tubi.

Peluru dari kawanan Mafia maupun Aparat saling baku tembak satu sama lain.

Dor! Dor! Dor!

Nayla mencengkram kursi menahan rasa sakit, ingin rasanya membalas serangan aparat. Namun karena tangannya masih sakit---dirinya harus menahan diri.

Raffi segera ikut melajukan mobilnya, kawanan Mafia geng keihn semakin banyak korbannya.

Gani baku tembak dengan aparat, sementara Nayla menggeram kesakitan.

Sebisa mungkin Nayla menjaga rahasianya tetap aman, dan meminta agar Gani memberikannya racun saja.

Karena para aparat benar-benar mengincar dirinya, hanya untuk mengungkapkan bisnis dari Pedro Aditya.

"Gani berikan aku racun, kalian bisa tinggalkan jasadku," pinta Nayla.

Raffi yang tengah menyetir menghindari aparat menatap tajam, Nayla.

"Kakak jangan bodoh!" maki Raffi.

"Kakak itu yang utama bagi geng Keihn! Berkat kakak geng ini bisa menjadi lebih besar," ungkap Raffi.

Sementara Gani masih baku tembak dengan aparat, dengan kaca jendela mobil yang di buka.

Lalu kawanan geng Mafia muncul dan mencegat mobil polisi, langsung mereka baku tembak dengan aparat.

Nayla hanya bisa pasrah, lalu geng Kehin keluar dari mobil menghantam mobil polisi dengan bom molotov.

Lalu mobil para Aparat terbakar.

Sedangkan Nayla, Gani dan Raffi yang di dalam mobil di buka pintunya.

"Ayo kalian keluar sekarang!" titah anak buahnya yang melindungi Nayla dan Gani.

"Paman Han!" ucap Raffi.

"Kalian bawa Nayla ke gudang terbengkalai markas jual beli sabu kita," pintanya.

"Baik paman," ujar Gani memapah Nayla keluar dari dalam mobil.

Sementara Polisi keluar dari mobil yang terbakar sementara mobil lainnya, meminta bantuan.

"Hallo! kawanan mafia geng keihn menyerang kami dengan sangat brutal! kami perlu bantuan!" ucap polisi.

Di sisi lain, Nayla di papah oleh Gani sementara Raffi sebagai penunjuk jalan---melewati gang kecil yang padat penduduk.

"Gan---kita langsung ke rumah Pedro! Gua tahu jalan pintasnya!" ucap Raffi.

"Oke kalo bisa cepet mah, soalnya Kak Nayla udah kesakitan begini!" ujar Gani memapah Nayla.

Mereka melewati gang kecil, sampai tembus ke sebuah komplek, disana ada para pejabat pemerintah, pengusaha juga Mafia---Aditya Suradinata.

"Pelan-pelan Kak," ucap Gani---Nayla meringis kesakitan karena bagian betisnya baru saja pulih.

Akhirnya mereka sampai di depan rumah Pedro---Ketiganya masuk, sementara Nayla masih di papah, kemejanya berlumuran darah.

Di tambah luka-lukanya masih basah, "ayo masuk kak," ucap Raffi.

Keduanya masuk dan menaiki lift ke lantai dua, dan tepat di ujung lorong ada ruangan Pedro Aditya.

Di ruang Pedro Aditnya.

Sang boss Mafia duduk menunggu kehadiran mereka sementara Nayla masih di papah.

"Nayla duduk di kursi, dan kalian berdua berdiri!" titahnya.

Nayla mengikuti apa kata Pedro Aditya, sementara Gani dan Raffi saling menatap satu sama lain.

*

1
Dayang Rindu
Hay kak, karya baru? 🔥
Dayang Rindu: sama aja, 😁
total 2 replies
Muhammad Isha
iklan buat mu
Putri Sabina: makasih udah mampir Kak
total 1 replies
Muhammad Isha
jangan lupa mampir
knovitriana
cerita yang menarik
knovitriana: iklan buat mu
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!