Pernikahan memang idealnya lahir dari persiapan, cinta, dan harapan yang matang. Tapi hidup kadang berjalan di luar rencana bahkan lewat jalan yang tak pernah kita bayangkan sama sekali.
Ketika pernikahan terjadi secara mendadak karena sebuah insiden, rasa bahagia dan sakral itu bercampur dengan kaget, takut, bahkan kebingungan.
Apakah pernikahan dadakan bisa membawa kebahagiaan??
Apakah pernikahan tanpa cinta dan saling mengenal lakan berjalan mudah?
yuk ikuti ceritanya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R²_Chair, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AA 3
Teriakan Alyana menggema di dalam toilet hingga terdengar ke beberapa tempat.Perkebunan yang memang tak jauh dari toilet menjadi tempat yang paling jelas terdengar. Seorang laki-laki dan perempuan paruh baya berlari tegopoh-gopoh mendekati sumber suara dengan wajah terkejutnya.
Alyana sendiri dengan gemetar membenarkan roknya, tangan putihnya bergetar.Tubuhnya terasa lemas, otaknya pun masih mencerna kejadian yang baru saja terjadi.Sedangkan laki-laki itu masih diam mematung, sama halnya dengan Alyana. Laki-laki mudah itu masih mencerna apa yang ia lihat barusan.
Dua puluh tahun hidup sebagai seorang laki-laki yang terlihat bebas,namun baru kali ini ia melihat tubuh seorang wanita walaupun hanya sebatas kaki jenjangnya saja.Namun kulit putih mulus bak susu itu justru membuat otaknya yang biasanya lurus mendadak berubah jahat.
"KELUAR SAYA BILANG! " Teriaknya. "TOLONG! "
Laki-laki mudah itu tiba-tiba panik, dengan spontan ia membekap mulut Alyana dengan tangan besarnya membuat Alyana semakin ketakutan.Alyana berusaha berontak sambil teriak, namun tangan kekar itu mampu meredam suaranya.
Tak lama pintu di buka seseorang membuat laki-laki muda itu terkejut dan menoleh ke arah belakang.Alyana yang melihat laki-laki itu lengah kemudian buru-buru menerobos keluar dan langsung bersembunyi di belakang perempuan paruh baya, Bi Sukma.
"Astaghfirullahalazim Ning ada apa ini? " Tanya laki-laki paruh baya yang bernama Mamang Dirman.
Alyana yang ditanya malah menangis dengan tubuh yang masih gemetar.Mamang Dirman langsung menarik laki-laki muda yang berdiri di dalam toilet itu. "APA YANG KAMU LAKUKAN SAMA NING AYA? " Bentak Mamang Dirman.
"Gue gak lakuin apa-apa." Bantahnya.
"BOHONG!" Mang Dirman langsung menarik paksa laki-laki itu. "Ayo ikut saya, kamu harus menghadap Gus Ilham."
Laki-laki muda langsung menghempaskan tangan Mang Dirman dengan kasar. "Gue bukan penjahat, gak sopan banget lo narik-narik gue kaya gitu."
"Alah bukan penjahat tapi berani berbuat mesum sama Ning Aya."
Tanpa lama Mang Dirman langsung menarik paksa laki-laki itu, sedangkan Ning Aya di papah oleh Bi Sukma.Badan Aya terasa tak bertulang, ia berjalan sambil menunduk dengan pandangan kosong.
Tiba di depan rumah besar milik Gus Ilham,Mang Dirman langsung mengucap salam dan tak lama keluar Umma Zura.
"Ada apa Mang?" Tanya Umma Zura, namun matanya langsung menyadari kehadiran sang cucu. "Loh, neng. Kamu kenapa nak? " Tanya Umma Zura langsung menghampiri sang cucu.
Berapa terkejutnya Umma Zura, baru beberapa langkah mendekati tiba-tiba Alyana ambruk.Bi Sukma yang tak siap ikut terjatuh, untungnya ia masih bisa melindungi kepala Alyana.
"Astaghfirullah Neng,Abi.." Teriak Umma Zura memanggil Gus Ilham.
Gus Ilham langsung bergegas keluar rumah saat mendengar teriakan sang istri.Betapa terkejutnya beliau saat melihat istrinya sedang memegang cucu buat yang pingsan.
Buru-buru Gus Ilham menghampiri. "Astaghfirullah kenapa ini sayang?"
"Umma gak tau bi,pulang-pulang Mbak Aya langsung pingsan."
"Ya sudah, abi bawa ke dalam saja."
Dengan gerakan cepat Gus Ilham langsung memangku Alyana dan membawanya masuk ke dalam rumah di ikuti yang lain.
Tiba di dalam, Gus Ilham membaringkan sang cucu di atas sofa panjang.Ia langsung memperhatikan sang cucu.
Dengan gerakan lembut, Gus Ilham mengusap pelan pipi Alyana. "Mbak Aya..bangun,Nak."
Namun nihil tak ada gerakan sedikitpun dari Alyana.Tak lama datang Umma Zura membawa minyak aroma terapi.
"Pakai ini,Bi." Umma Zura langsung memberikannya pada Gus Ilham.
Gus Ilham mengangguk, kemudian meletakannya di bawah hidung Alyana."Mbak Aya.." Bisik Gus Ilham. Dan benar saja beberapa detik kemudian Alyana sadar.
Pandangannya masih terlihat kabur, ia menatap cahaya lampu di arasnya.Kepalanya masih terasa berat,beberapa detik terdiam akhirnya Alyana menoleh ke sisi dan melihat wajah Umi dan Babanya yang terlihat khawatir.
"Alhamdulillah.." Ucapnya serempak.
"Mana yang sakit Neng? " Tanya Umma Zura.
Seketika ingatan Alyana kembali berputar pada kejadian beberapa menit yang lalu,ia langsung memeluk sang nenek dan menangis histeris.
"Umi.."
"Astaghfirullah ada apa, Neng? Kamu kenapa? Bilang sama Umi dan Baba. "
Umma Zura dan Gus Ilham semakin panik, keduanya menatap ketiga orang yang ikut masuk kedalam rumah.Mang Dirman langsung angkat bicara saat melihat sorot mata Gus Ilham.
"Tadi teh waktu saya lagi kerja, saya teh dengar suara perempuan teriak dari arah toilet. Terus saya sama istri saya teh lari, pas udah di depan toilet teh kan panto nya teh ketutup Gus, tapi saya teh dengar ada suara garandeng di dalam na teh, nya udah we sama saya teh di buka paksa eh pas lihat teh ada Ning Aya sama lalaki ieu Gus." Jelas Mang Dirman sambil menunjuk ke arah laki-laki muda itu.
Gus Ilham dan Umma Zura yang mendengarnya begitu terkejut, apalagi melihat Alyana kembali menangis histeris.
"Innalillahi, Neng ini teh apa yang terjadi sama kamu?" Tanya Umma Zura panik.
"Umi..Aya..Aya bukan lagi wanita yang baik Umi, Aya sudah kotor Umi"
"Apa maksud kamu? Yang jelas kalau bicara Alyana. " Ucap Gus Ilham membuat Alyana takut.
"Maaf Baba, Aya sudah mengecewakan Umi dan Baba.Aya telah mencoreng nama baik pondok." Ucap Alyan semakin melantur membuat Gus Ilham dan Umma Zura semakin bingung.
"Baba tidak mengerti, coba kamu jelaskan yang benar. "
Alyana menunduk, ia tau Babanya sedang marah sampai tak berani menatap wajah sang Kakek. Dengan gemetar Alyana mencoba menjelaskan apa yang terjadi padanya tadi.
"Tadi saat di kelas,Aya tidak kuat ingin ke toilet. Aya pergi ke toilet dekat kelas tapi ada beberapa orang sedang mengantri sedangkan Aya sudah tidak tahan lagi, akhirnya Aya memutuskan untuk pergi ke toilet yang dengan jalan menuju perkebunan. Karena terburu-buru, Aya lupa tidak mengunci pintu dan saat itu tiba-tiba pintu terbuka dan dia masuk saat Aya belum..belum.." Alyana tak kuasa melanjutkan ceritanya, ia kembali menangis di pelukan sang Umi.
Dunianya terasa hancur, ia merasa telah menjadi gadis yang kotor.Ia marah dan kecewa pada dirinya sendiri yang begitu ceroboh sehingga membuat semuanya terjadi begitu saja.
Gus Ilham diam sejenak mencoba mencerna apa yang di jelaskan sang cucu, dadanya terasa di hantam ribuan batu.Cucu perempuan satu-satunya yang ia jaga bak berlian,garus mengalami hal yang tidak baik.
"Jadi kamu.." Marah Umma Zura pada laki-laki muda tadi.
"Tapi saya tidak sengaja! " Bantah laki-laki muda itu.
"Tidak sengaja? " Tanya Gus Ilham, wajahnya berubah dingin. Matanya menatap tajam laki-laki muda itu. "Siapa kamu sebenarnya? Dan kenapa kamu bisa masuk toilet itu.? "
Laki-laki muda dengan tinggi 180cm serta wajah khas Arab itu nampak berubah sedikit takut melihat wajah Gus Ilham yang berubah dingin.
"Saya Arka Putra Maheswari, saya benar-benar tidak sengaja, tadi saya sedang berada di daerah sekitar ini dan kebetulan saya tidak kuat ingin ke toilet. Setelah bertanya pada salah satu warga, dia menunjuk sebuah toilet di pinggir jalan itu. Ya saya yang di kasih tau langsung masuk aja, soalnya pintunya tidak di kunci. Eh ternyata di dalamnya ada cewe lagi.." Ucapan Arka terhenti saat melihat Gus Ilham yang langsung berdiri dengan tangan mengepal.
"Jadi kamu melihat cucu saya... " Gus Ilham tak kuasa melanjutkan ucapannya.
Hatinya begitu sakit, ia terus beristighfar agar bisa lebih tenang. Gus Ilham menoleh ke arah Alyana yang masih menangis.
"Abi.." Panggil Umma Zura,ia ikut menangis.Umma Zura sudah tau apa yang sedang di pikirkan sang suami.
Gus Ilham menghela napas kasar. Hatinya sangat sakit melihat cucunya menangis pilu mendapat musibah ini.Gus Ilham kembali duduk, ia menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi.
Gus Ilham mengeluarkan HP nya, ia harus segera menghubungi sang anak. Ini bukanlah masalah kecil, dan tentunya harus segera di selesaikan.
"Kamu!" Tunjuk Gus Ilham pada Arka. "Hubungi orangtua mu sekarang juga, suruh mereka datang kesini sekarang juga. " Perintah Gus Ilham
Arka melotot, perkara salah masuk toilet saja harus mendatangkan orangtuanya.Ia benar-benar tidak mengerti, namun tak berani membantah alhasil ia mengeluarkan HP nya dan menghubungi kedua orang tuanya agar segera datang ke tempat ini sekarang.
...🌻🌻🌻...
Apa yg dilakukan Arka setelah menikah,bahkan dia malu kalau bertemu teman teman nya bahwa dia sdh menikah.Laki kaki model gini buang aja' ditempat sampah gak berharga.
semangat
semoga mereka bisa menyelesaikan masalah dengan baik.