NovelToon NovelToon
YE CHEN: PEWARIS PEDANG HITAM

YE CHEN: PEWARIS PEDANG HITAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Perperangan / Fantasi Timur
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: putra ilham

Dikhianati oleh sektenya sendiri dan dibuang dengan meridian yang hancur total, Ye Chen mengira takdirnya telah berakhir di dasar Lembah Kabut Beracun. Namun, di titik nadir kematiannya, sebuah pedang hitam misterius yang telah terkubur selama ribuan tahun bangkit dan memilihnya sebagai pewaris tunggal.Di dalam pedang hitam itu, bersemayam jiwa pendekar legendaris, Yue-Jian, yang siap membimbingnya. Berbekal kekuatan mengerikan Es Yin dan bilah pedang hitam yang mampu menebas takdir, Ye Chen bangkit dari kegelapan untuk menuntut balas. Dari seorang pemuda yang dianggap sampah, ia merangkak naik menembus batas kultivasi, menghancurkan setiap klan yang pernah menghinanya, dan merebut kembali kehormatannya."Saat pedang hitam ini terhunus, maka langit pun harus tunduk di bawah kakiku

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putra ilham, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20: Reruntuhan Kuno dan Jejak Sang Bayangan

Mata Ye Chen yang sedingin es menatap lurus ke arah tengkuk pria botak yang masih bersujud gemetar di atas tanah. Udara malam di Hutan Pinus Merah terasa makin membeku, kontras dengan uap hangat yang keluar dari napas memburu si botak.

"Reruntuhan kuno?" Ye Chen mengulang kata itu dengan nada datar, namun penuh tekanan. "Katakan semua yang kamu tahu. Jika ada satu kebohongan, lehermu akan patah seperti temanmu."

"I-iya, Tuan! Saya bersumpah tidak berbohong!" si botak mendongak dengan wajah pucat pasi. "Tiga hari lalu, kelompok tentara bayaran terbesar di Kota Awan, Taring Serigala, tidak sengaja mendeteksi fluktuasi energi aneh di Lembah Kabut Beracun, bagian terdalam hutan ini. Mereka menemukan pintu batu kuno berlogo pedang patah. Mereka menutup rapat informasi ini, tapi salah satu anggotanya adalah sepupu saya yang mabuk kemarin malam!"

"Logo pedang patah?" suara Yue-Jian mendadak menggema di benak Ye Chen. Kali ini, nadanya tidak lagi santai, melainkan dipenuhi riak emosi yang tertahan. "Bocah, tanyakan padanya apakah ada ukiran ular bersayap di bawah logo pedang patah itu!"

Ye Chen langsung menyipitkan mata, menirukan pertanyaan gurunya. "Apakah ada ukiran ular bersayap di pintu batu itu?"

Si botak tertegun sejenak, lalu matanya membelalak kaget. "A-Anda tahu? Benar! Sepupu saya bilang ada ukiran ular raksasa dengan sayap kelelawar yang melilit pedang itu! Tempat itu dijaga ketat oleh Taring Serigala, dan besok pagi mereka berencana menjebol segel pintunya dengan formasi peledak Qi!"

Di dalam ruang kesadaran Ye Chen, Yue-Jian mengepalkan tangan bayangannya. "Itu adalah salah satu tempat peristirahatan Sekte Bayangan Kuno masa lalu! Di sana pasti ada Cairan Sumsum Yin yang bisa menyempurnakan struktur meridianmu secara instan, bahkan bisa membantumu melompat langsung ke puncak Qi Condensation! Kita harus ke sana, Ye Chen!"

Ye Chen menarik napas dalam. Informasi ini terlalu berharga. Namun, tatapannya kembali tertuju pada pria botak di bawahnya. Sinar matanya kembali berubah menjadi dingin tanpa ampun.

"Terima kasih atas informasinya," bisik Ye Chen serak.

"Jadi... Anda mengampuni saya?" si botak mendongak dengan secercah harapan.

"Aku tidak pernah berjanji untuk melepaskanmu," jawab Ye Chen dingin. Before si botak sempat berteriak atau melompat mundur, tangan kanan Ye Chen bergerak secepat kilat.

KREK!

Dengan satu sentakan murni dari kekuatan fisiknya, Ye Chen mematahkan leher si botak. Tubuh besar itu ambruk ke tanah tanpa sempat mengeluarkan suara lagi. Di dunia kultivasi yang kejam ini, Ye Chen tahu betul bahwa melepaskan musuh yang mengetahui identitas samaran atau tujuannya sama saja dengan bunuh diri.

Ye Chen dengan cepat menggeledah tiga jasad di depannya. Dia menemukan kantong penyimpanan berisi sekitar 50 Batu Spiritual Tingkat Rendah dan beberapa pil pemulihan Qi berkualitas rendah. Setelah itu, dia berbalik menuju tanaman terakhir yang sempat tertunda. Dia memetik Bunga Embun Darah kelima dan memasukkannya ke dalam kantong kain.

"Ayo pergi, Bocah. Lembah Kabut Beracun tidak dekat, dan kamu harus memulihkan kondisimu sebelum fajar," kata Yue-Jian mengingatkan.

Ye Chen mengangguk. Dia mengaktifkan teknik Langkah Bayangan Hantu. Tubuhnya melebur bersama kegelapan malam, bergerak lincah menembus rimbunnya pohon pinus merah menuju jantung terdalam hutan, meninggalkan tiga mayat yang perlahan mendingin di bawah kabut.

Dua jam perjalanan di bawah panduan indra spiritual Yue-Jian, Ye Chen akhirnya tiba di pinggiran Lembah Kabut Beracun. Di depannya, lembah itu diselimuti oleh gas berwarna hijau keunguan yang pekat. Kabut beracun ini cukup kuat untuk melelehkan kulit manusia biasa dalam hitungan menit.

Ye Chen bersembunyi di balik batu besar, menatap ke arah dasar lembah. Di sana, obor-obor besar menyala terang. Puluhan kultivator bersenjata lengkap dengan seragam serigala perak—anggota Kelompok Tentara Bayaran Taring Serigala—sedang berpatroli. Di ujung lembah, sebuah pintu batu raksasa setinggi lima meter yang tertanam di dinding tebing terlihat jelas. Persis seperti kata si botak, ada ukiran pedang patah yang dililit ular bersayap.

"Pemimpin mereka berada di ranah Qi Condensation tingkat ketujuh," Yue-Jian menganalisis situasi dari dalam benak Ye Chen. "Dan ada dua wakil di tingkat keenam. Dengan kekuatanmu sekarang, bertarung langsung adalah kebodohan."

"Aku tidak berencana bertarung langsung," seringai tipis muncul di wajah kasar samaran Ye Chen. Dia mengambil lima Bunga Embun Darah dari kantongnya dan menelan kelopak merah menyala itu sekaligus.

BOOM!

Energi panas dan dingin yang murni langsung meledak di dalam perutnya. Retakan-retakan mikro di meridian baru Ye Chen mulai terisi dan menutup dengan kecepatan yang kasat mata. Pusaran Energi Es Yin di Dantiannya berputar liar, menyerap seluruh nutrisi obat tersebut.

Ye Chen memejamkan mata, membiarkan tubuh perunggunya menahan rasa panas-dingin yang bergejolak.

Rasa perih yang membakar sekaligus membekukan menjalar di sepanjang jalur meridian Ye Chen. Kelopak Bunga Embun Darah bekerja dengan ganas. Di dalam rongga dadanya, struktur meridian yang tadinya rapuh dan penuh retakan akibat siksaan Tetua Mo Feng, kini perlahan merapat. Lapisan perunggu di kulitnya memancarkan kilatan redup, menolak hawa beracun dari luar yang mencoba menyusup ke pori-porinya.

"Tahan, Bocah," bisik Yue-Jian, memberikan aliran energi spiritual murni untuk menstabilkan gejolak obat di tubuh Ye Chen. "Kelompok Taring Serigala sudah mulai bergerak."

Ye Chen membuka matanya yang sewarna biru es. Di dasar lembah, kabut hijau keunguan tampak bergolak hebat. Tiga sosok kuat berjalan mendekati pintu batu kuno berlogo pedang patah.

Pria di posisi paling depan bertubuh tegap dengan jubah bulu serigala. Dialah sang Pemimpin, berwajah penuh codet dengan riak energi Qi Condensation tingkat ketujuh yang mengintimidasi. Di samping kiri dan kanannya, dua wakil tingkat keenam bersiap dengan memegang batu formasi peledak.

"Pasang batunya sekarang! Jangan sampai ada kultivator independen atau klan lain yang mencium bau tempat ini!" perintah sang Pemimpin dengan suara berat menggema.

Dua wakilnya maju, menempelkan empat buah batu merah menyala ke sela-sela pintu batu kuno. Mereka mengalirkan energi Qi murni untuk memicu formasi.

BZZZZT... BOOM!

Ledakan keras mengguncang seluruh lembah, memicu gelombang angin yang menyapu kabut beracun di sekitarnya. Pintu batu purba itu bergetar hebat. Retakan demi retakan mulai muncul, hingga akhirnya pintu setinggi lima meter itu runtuh, menyemburkan debu kuno yang telah terperangkap selama ribuan tahun.

Dari dalam celah runtuhan, aroma hawa dingin yang sangat pekat melesat keluar. Itu bukan sekadar udara dingin biasa, melainkan Energi Yin murni yang langsung membuat beberapa anggota Taring Serigala tingkat rendah menggigil hebat hingga bibir mereka membiru.

"Hahaha! Benar-benar warisan kuno berunsur dingin!" Pemimpin Taring Serigala tertawa terbahak-bahak, matanya dipenuhi keserakan. "Pasukan depan, masuk! Ambil semua kotak pusaka dan cari obat spiritual!"

Puluhan tentara bayaran langsung merangsek masuk ke dalam lorong gelap di balik pintu batu dengan obor menyala.

Di atas tebing, Ye Chen tersenyum tipis di balik topeng samarannya. Ini adalah kesempatan yang dia tunggu. Efek Bunga Embun Darah telah sepenuhnya menyerap, membuat energinya kembali stabil di puncak Qi Condensation tingkat keempat.

"Langkah Bayangan Hantu," bisik Ye Chen lirih.

Tubuhnya merendah, lalu melesat turun dari tebing seperti sehelai daun yang jatuh ditiup angin. Tanpa menimbulkan suara gesekan ataupun jejak di tanah, Ye Chen menyelinap masuk ke dalam lorong reruntuhan, tepat di belakang barisan paling belakang pasukan Taring Serigala yang sedang lengah akibat euforia.

Lorong itu mengarah jauh ke bawah tanah, dindingnya dipenuhi ukiran pertempuran kuno antara para pendekar pedang dan monster bayangan. Hawa dingin di dalam sini justru membuat pusaran energi Es Yin di dalam Dantian Ye Chen berputar dengan gembira, seolah menemukan rumahnya.

"Hati-hati, Bocah. Aku merasakan ada jebakan formasi di depan yang belum mereka sadari," peringatan Yue-Jian membuat Ye Chen memperlambat gerakannya, melebur sempurna ke dalam kegelapan pekat dinding lorong.

Petualangan sejati di dalam reruntuhan kuno baru saja dimulai.

1
albarra
ok,, coba kita teruskan..
Aman Wijaya
mantab ye Chen semangat terus
Aman Wijaya
ayo ye Chen babat semuanya musuh musuh mu.bikin kabut darah semua
Aman Wijaya
top top markotop lanjut terus Thor
Opayos
😄😄😄😄😄💪💪💪💪
Opayos
💪💪💪💪💪💪👍👍👍👍👍
Opayos
💪💪💪💪💪💪💪😄😄😄😄
Opayos
😄😄😄😄👍👍👍👍
Opayos
👍👍👍👍👍👍💪💪💪💪
Opayos
😍😍😍😍😄😄😄💪💪💪💪
Opayos
😄😄😄😄😄💪💪💪💪👍👍
Opayos
👍👍👍💪💪💪💪💪💪
Opayos
😍😍😍😍💪💪💪👍👍
Opayos
😄😄😄💪💪💪
Opayos
🤣🤣🤣💪💪
T28J
Kaaaak... kepanjangan paragrafnya, kaget saya 🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!