NovelToon NovelToon
GADIS MALANG DENGAN TAKDIRNYA(CEO)

GADIS MALANG DENGAN TAKDIRNYA(CEO)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:663
Nilai: 5
Nama Author: lestari visa

GADIS MALANG dengan takdirnya (ceo)

"Hayu siapa yang penasaran sama kisah Aruna, gadis malang yang terpaksa menyerahkan hidupnya jadi milik seorang pria yang sangat tampan, kaya raya, tapi dikenal sangat kejam dan berhati dingin? 😯💔

Dipaksa menikah cuma demi bertahan hidup, dihina, diremehkan, dan dianggap cuma barang milik semata. Namun Aruna berjanji dalam hatinya, dia bakal buktikan kalau dia juga punya harga diri yang tak boleh diinjak. Apakah dia sanggup hadapi sifat angkuh dan kejam Aris Baskara? Bagaimana nasibnya hidup di antara kemewahan yang ternyata penuh dengan penghinaan dan rasa sakit? 🤔

Baca yuk ceritanya! Kisah cinta penuh luka, amarah, air mata, dan takdir yang bikin hati campur aduk. Dijamin bikin penasaran dari bab pertama sampai akhir 📖🔥

📖 Judul: GADIS MALANG dengan takdirnya (ceo)
(Penulis: Lestari Visa)"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lestari visa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20: Beban dan Harapan Baru

Langkah kaki Aditya terasa berat namun penuh tekad saat ia kembali menyusuri lorong-lorong megah kediaman keluarga Tanudjaya. Di dalam saku jasnya, tersimpan kotak kecil berisi lencana pusaka keluarga yang diserahkan oleh Clarissa, dan di dalam benaknya, terpatri kuat segala kebenaran, rahasia, serta peringatan keras yang baru saja ia dengar. Setiap informasi yang ia peroleh begitu besar dan berat, seolah menjadi beban yang harus ia pikul bersama dengan Luna mulai saat ini.

Saat ia akhirnya kembali ke area pesta, matanya segera menangkap sosok Luna yang sedang berdiri sendirian di sudut teras, tampak sangat cemas, gelisah, dan terus memandang ke segala arah seolah sedang menunggu kedatangannya dengan penuh rasa takut dan harap. Begitu melihat sosok Aditya muncul dari kejauhan, wajah Luna yang semula pucat dan penuh kekhawatiran seketika berubah menjadi cerah dan lega. Ia segera berjalan menghampiri kekasihnya dengan langkah tergesa-gesa namun tetap berusaha menjaga kesopanan agar tidak menarik perhatian orang lain.

"Aditya! Kamu sudah kembali..." ucap Luna pelan dengan suara yang sedikit bergetar karena rasa lega yang luar biasa besar. Ia segera meraih tangan Aditya dan menggenggamnya erat, seolah ingin memastikan bahwa pria itu benar-benar aman dan nyata ada di hadapannya. "Aku sangat khawatir dan takut sekali... Apa yang terjadi? Apa yang kamu bicarakan dengan Clarissa? Apakah semuanya baik-baik saja?"

Aditya tersenyum lembut, lalu ia mengusap lembut punggung tangan Luna dengan ibu jarinya, berusaha menenangkan hati dan pikiran kekasihnya yang masih terasa sangat gelisah dan cemas. Ia menatap ke sekelilingnya dengan pandangan yang waspada, memastikan tidak ada orang yang mendekat atau mengawasi mereka, sebelum akhirnya ia membimbing Luna berjalan menjauh menuju tempat yang lebih sepi dan aman di ujung taman yang luas.

"Semuanya baik-baik saja, Sayang. Aku aman dan tidak ada hal buruk yang terjadi. Tapi... kita harus bicara. Ada banyak sekali hal penting, besar, dan mengejutkan yang baru saja aku ketahui, hal-hal yang akan mengubah segalanya dan mengubah cara pandang kita terhadap segala sesuatu yang selama ini kita percayai," ucap Aditya dengan nada yang rendah, serius, dan penuh kesungguhan, membuat hati Luna seketika berdebar kencang dan rasa penasaran serta kekhawatirannya semakin memuncak.

Sesampainya di tempat yang cukup sepi dan tersembunyi di antara pepohonan rindang dan bunga-bunga yang harum, Aditya pun segera menceritakan segala hal yang ia bicarakan dan ketahui dari Clarissa Tanudjaya. Ia menceritakan segalanya tanpa ada yang disembunyikan: tentang siapa sebenarnya Arthur Tanudjaya, kisah cintanya yang tragis dan penuh pengorbanan dengan Sinta, kebaikan hati dan kesetiaan Clarissa, hingga bahaya besar yang mengancam nyawa mereka akibat keserakahan dan ambisi Reynold serta Julian.

Sepanjang Aditya bercerita, Luna hanya diam mendengarkan dengan mata yang terbelalak lebar dan mulut yang sedikit terbuka karena rasa kaget dan tak percaya yang luar biasa besar. Air mata perlahan menetes dari sudut matanya saat ia mendengar kisah penderitaan, pengorbanan, dan kesepian yang dialami oleh kakek kandungnya, Arthur Tanudjaya. Ia tidak menyangka bahwa sosok yang selama ini ia duga sebagai orang jahat dan kejam ternyata adalah pria yang begitu baik, penuh kasih sayang, namun terjebak di dalam lingkungan keluarga yang penuh kegelapan dan ambisi. Ia merasa sangat terharu, sedih, namun sekaligus merasa bangga dan bersyukur mengetahui asal-usul dan sejarah keluarganya yang sebenarnya.

"Jadi... Kakekku sebenarnya adalah orang yang sangat baik dan penuh kasih sayang... Dia sangat menyayangi Ibu, dan dia selalu memikirkan serta merindukan kami sepanjang hidupnya..." gumam Luna pelan dengan suara yang tercekik oleh tangisan, air matanya terus mengalir membasahi pipinya yang halus. "Aku sangat sedih sekaligus sangat bangga, Aditya... Aku menyesal tidak pernah bisa bertemu dengannya, menyesal tidak pernah bisa memberikan kasih sayang dan kebahagiaan yang selama ini tidak ia miliki..."

Aditya segera memeluk tubuh Luna dengan erat, membiarkan gadis itu menumpahkan segala emosi dan perasaannya yang meluap-luap. Ia mengusap lembut rambut panjang kekasihnya dengan penuh kasih sayang dan rasa simpati yang mendalam.

"Aku tahu, Sayang... Aku tahu rasanya sangat menyedihkan dan menyakitkan. Tapi percayalah, meskipun kalian tidak pernah bertemu, kasih sayang dan ikatan darah itu tetap ada dan akan selalu ada selamanya. Arthur Tanudjaya pasti sudah sangat bahagia dan bangga di surga sana mengetahui bahwa ia memiliki cucu yang begitu baik, lembut, dan penuh kasih sayang sepertimu. Ia pasti merasa lega dan bahagia mengetahui bahwa kamu hidup dengan baik, dicintai, dan dilindungi," ucap Aditya dengan nada yang lembut, menenangkan, dan penuh ketulusan, berusaha menghibur dan menguatkan hati Luna yang sedang dilanda perasaan yang campur aduk.

Setelah cukup lama mereka diam dalam pelukan yang hangat dan penuh emosi itu, Luna pun perlahan melepaskan pelukannya dan mengusap air matanya yang tersisa. Ia menatap Aditya dengan tatapan yang kini jauh lebih dewasa, lebih kuat, namun juga penuh keseriusan dan tekad yang membara.

"Terima kasih, Aditya... Terima kasih sudah menceritakan semuanya kepadaku. Sekarang aku tahu kebenarannya, dan aku merasa jauh lebih tenang dan damai di dalam hatiku. Tapi... kamu juga bilang kalau bahaya yang mengancam kita ternyata jauh lebih besar dan mengerikan dari yang kita duga, kan? Reynold dan Julian... mereka berniat mencelakakan atau bahkan membunuhku hanya demi harta dan kekuasaan mereka sendiri?" tanya Luna dengan suara yang rendah namun tegas, matanya menatap tajam ke arah Aditya seolah sedang menunggu konfirmasi yang nyata.

Aditya mengangguk perlahan dengan raut wajah yang kembali menjadi serius dan penuh kewaspadaan. Ia pun kemudian mengeluarkan kotak kecil berisi lencana keluarga yang diberikan oleh Clarissa dari dalam saku jasnya, lalu membukanya dan menunjukkannya kepada Luna.

"Benar sekali, Sayang. Itulah kenyataan pahit yang harus kita hadapi. Ambisi dan keserakahan mereka begitu besar hingga mereka rela melakukan cara apa saja, sekejam apa pun itu, demi mempertahankan kekuasaan dan kekayaan yang mereka miliki. Keberadaanmu adalah ancaman terbesar bagi rencana besar mereka, karena secara hukum dan aturan keluarga, kamulah pewaris sah dari seluruh harta dan aset milik Arthur Tanudjaya. Itulah sebabnya kita harus sangat berhati-hati, waspada, dan selalu siap menghadapi bahaya yang bisa datang kapan saja dan dari mana saja."

Luna menatap lencana yang ada di dalam kotak itu dengan rasa kagum dan takjub yang luar biasa besar. Benda itu terlihat begitu indah, begitu megah, namun sekaligus terasa begitu berat dan bermakna. Ia mengambilnya dengan tangan yang gemetar, merasakan permukaannya yang dingin namun kokoh, seolah benda itu memancarkan kekuatan dan perlindungan yang luar biasa besar.

"Dan ini... Lencana ini adalah peninggalan milik Kakek Arthur, dan diberikan oleh Clarissa sebagai bukti identitas serta perlindungan bagi kita," ucap Luna pelan, seolah sedang berbicara pada dirinya sendiri. Ia merasa begitu terhormat, berharga, namun sekaligus merasa memikul tanggung jawab yang begitu besar dan berat di pundaknya. "Clarissa... Dia ternyata orang yang sangat baik dan mulia. Dia rela membantu kita meskipun hal itu sangat berisiko dan berbahaya bagi dirinya sendiri. Aku sangat berterima kasih padanya, Aditya. Dia adalah satu-satunya cahaya dan kebaikan yang tersisa di dalam keluarga yang begitu gelap dan kejam itu."

"Memang benar, Sayang. Clarissa adalah sekutu yang sangat berharga dan berarti bagi kita. Dia adalah orang yang cerdas, kuat, dan memiliki hati yang mulia. Kita sangat beruntung bisa mendapatkan dukungan dan bantuan darinya. Namun, karena posisinya yang sangat sulit dan berbahaya di dalam keluarga itu, kita tidak boleh terlalu sering atau terlalu terang-terangan berhubungan dengannya. Kita harus berhati-hati agar tidak membuat posisinya menjadi sulit atau membahayakan nyawanya juga," pesan Aditya dengan nada yang serius dan penuh perhatian.

Luna mengangguk mantap, lalu ia menyimpan lencana itu dengan sangat hati-hati dan penuh rasa hormat ke dalam tas kecil yang ia bawa, seolah menyimpan harta yang paling berharga dan berharga di dunia ini. Ia kemudian menatap Aditya dengan tatapan yang penuh tekad, keberanian, dan keyakinan yang besar.

"Kamu benar, Aditya. Kita harus sangat berhati-hati dan cerdas dalam menghadapi semua ini. Tapi aku tidak akan takut atau lari dari kenyataan dan tanggung jawabku lagi. Aku adalah cucu dari Arthur Tanudjaya, aku memiliki darah yang kuat dan berani yang mengalir di tubuhku, dan aku memiliki kamu yang selalu ada di sisiku untuk melindungi dan mendukungku. Aku siap, Aditya. Aku siap menghadapi Reynold, Julian, atau siapa pun yang berniat jahat kepada kita. Aku akan berjuang demi kebenaran, demi harga diriku, dan demi menghormati ingatan serta pengorbanan Kakek Arthur dan orang-orang yang menyayangi kita."

Mendengar ucapan yang begitu tegas, berani, dan penuh semangat dari kekasihnya itu, hati Aditya terasa sangat bangga, bahagia, dan terharu. Ia menatap Luna dengan pandangan yang penuh rasa hormat, kekaguman, dan cinta yang begitu mendalam. Ia merasa wanita di hadapannya ini telah tumbuh dan berubah menjadi sosok yang jauh lebih kuat, lebih hebat, dan lebih luar biasa dari sebelumnya.

"Kamu benar-benar wanita yang paling hebat dan luar biasa yang pernah aku kenal, Luna. Aku sangat bangga dan beruntung sekali bisa memiliki pasangan sekuat dan seberani dirimu," ucap Aditya dengan nada yang penuh ketulusan dan rasa bangga yang besar, lalu ia menggenggam kedua tangan Luna dengan erat dan menatap mata kekasihnya dalam-dalam. "Dan karena kita sudah tahu bahaya apa yang mengancam kita, kita harus segera menyusun rencana dan langkah-langkah yang tepat untuk melindungi diri kita dan menghadapi mereka. Mulai saat ini, kita akan meningkatkan keamanan dan perlindungan di mana pun kita berada. Kita akan bekerja sama dengan Pak Herman dan tim pengacara terbaik untuk mempersiapkan segala sesuatu dari segi hukum dan administrasi. Kita akan mempelajari setiap gerak-gerik, kekuatan, dan kelemahan dari Reynold serta Julian agar kita bisa mengantisipasi serangan mereka. Dan yang paling penting, kita akan selalu saling menjaga, saling mendukung, dan saling melindungi satu sama lain di setiap langkah yang kita ambil."

Luna mengangguk dengan penuh semangat dan keyakinan yang besar, senyum yang indah dan penuh percaya diri kembali menghiasi wajahnya yang cantik.

"Aku setuju sepenuhnya denganmu, Aditya. Kita akan berjuang bersama-sama, kita akan menghadapi segala bahaya dan rintangan bersama-sama, dan kita akan memenangkan pertarungan ini dengan kebenaran, kecerdasan, dan persatuan kita. Aku yakin, selama kita bersatu dan saling mencintai, tidak ada kekuatan apa pun di dunia ini yang bisa mengalahkan atau menghancurkan kita."

Suasana di antara mereka berdua kini terasa berbeda dari sebelumnya. Beban berat dan rasa takut yang semula menyelimuti hati mereka kini perlahan berubah menjadi kekuatan, tekad, dan harapan yang besar. Meskipun bahaya yang mengancam mereka sangat besar dan menakutkan, namun mereka tidak lagi merasa sendirian atau putus asa. Mereka memiliki kebenaran di pihak mereka, mereka memiliki sekutu yang berharga, dan yang paling penting, mereka memiliki cinta dan persatuan yang kokoh dan tak tergoyahkan.

Malam itu, di tengah keindahan taman kediaman keluarga Tanudjaya yang megah namun penuh intrik dan bahaya itu, Aditya dan Luna saling berjanji untuk tetap bersatu, berjuang, dan saling melindungi satu sama lain hingga akhir hayat. Mereka menyadari bahwa perjalanan panjang, berat, dan penuh duri masih menanti di depan mata mereka, namun mereka juga menyadari bahwa mereka kini jauh lebih kuat, lebih siap, dan lebih berani dari sebelumnya untuk menghadapi apa pun yang akan datang.

Mereka pun akhirnya memutuskan untuk segera meninggalkan pesta itu, membawa serta segala kebenaran, rahasia, dan tekad yang baru mereka miliki, bersiap untuk menghadapi babak baru yang jauh lebih menantang, penuh bahaya, namun juga penuh dengan peluang dan kejutan yang tak terduga di masa depan.

(BERSAMBUNG)

📖 SAMPAI JUMPA DI BAB SELANJUTNYA! 🤗🩷

Terima kasih banyak sudah meluangkan waktu untuk membaca cerita ini! Semoga kalian menikmati setiap halaman dan setiap momen kebahagiaan, tawa, bahkan emosi yang terasa dalam setiap babnya ya. 🥰

Jangan lupa tinggalkan komentar dan berikan suka pada setiap bab yang kalian baca, ya! Jika kalian menyukai ceritaku, silakan tuliskan pendapat kalian — misalnya "Lanjutkan dong, ceritanya keren banget!" atau "Ceritanya bagus dan menyentuh hati!" — karena setiap kata dukungan dari kalian akan menjadi semangat terbesarku untuk terus menulis dengan lebih baik lagi. 🩷

Sekali lagi terima kasih banyak atas perhatian dan dukungannya. Sampai jumpa lagi di bab selanjutnya ya! Selamat membaca dan sampai bertemu kembali! 👋👋🤗🌷

1
Ate Ida Rustono
tambah penasaran dehh
Ate Ida Rustono
penasaran jadinya
visa lestari
💪💪💪👍
visa lestari
ceritanya bagus thor semagata
visa lestari
mampir thor💪
Nadia Permatasari
mampir juga thor😍
Eemlaspanohan Ohan
lanjut makin seru
Eemlaspanohan Ohan
lanjut
Eemlaspanohan Ohan
mampir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!