Di hadapan Kekacauan, Langit pun harus tunduk. Di hadapanku, takdir hanyalah sebutir debu."
Ye Xuan terlahir kembali di Benua Langit Abadi dengan identitas yang memilukan. Meski menyandang nama klan besar, ia dianggap sebagai "sampah" tanpa bakat kultivasi. Puncaknya, di atas Altar Pedang, tunangannya—sang Dewi jenius—memutuskan pertunangan mereka dengan penuh penghinaan, sementara sektenya sendiri mencoba menghapus meridiannya dan mengusir dirinya beserta adiknya yang tercinta, Ye Ling'er.
Namun, di saat keputusasaan mencapai puncaknya, sebuah suara mekanis kuno bergema di jiwanya:
[Ding! Sistem Tubuh Suci Kekacauan Diaktifkan!]
Seketika, Tulang Kekacauan Bawaan terbangun, memberikan kekuatan fisik yang mampu menghancurkan gunung! Mata Ilahi Kekacauan terbuka, menembus segala ilusi dan hukum alam! Dengan Kuali Semua Hukum, kecepatan kultivasinya menjadi tak terbatas, melampaui para dewa yang telah berlatih selama ribuan tahun.
Kini, Ye Xuan bangkit bukan hanya untuk membalas
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WANA SEBAYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 20: PEMBANTAIAN DI ATAS AWAN DAN JALAN MENUJU SURGA
Langit Kota Kekaisaran Langit tidak lagi berwarna hitam malam. Ribuan kapal perang terbang milik Klan Su, yang dikenal sebagai Bahtera Penghancur Bintang, memenuhi cakrawala. Cahaya dari formasi meriam energi mereka menyinari kota dengan warna merah darah yang mengerikan. Jutaan penduduk kota bersujud ketakutan, menyangka bahwa kiamat telah tiba.
Di puncak Menara Akademi yang paling tinggi, Ye Xuan berdiri sendirian. Jubah abu-abunya yang compang-camping tertiup angin kencang, namun tubuhnya memancarkan aura ungu yang begitu padat hingga ruang di sekitarnya tampak meliuk dan retak.
[Ding! Analisis Kekuatan Musuh!]
[Mendeteksi: 3.000 Prajurit Elit (Nascent Soul), 50 Jenderal (Spirit Severing), dan 1 Armada Kapal Induk 'Surga Ketujuh'.]
[Peringatan: Energi Inang berada di titik stabil setelah terobosan, namun melawan seluruh armada sendirian memiliki tingkat keberhasilan hanya 15%.]
"Lima belas persen?" Ye Xuan menyeringai, memperlihatkan taringnya yang tajam. "Itu lebih dari cukup bagi seorang Kaisar."
[Ding! Mengaktifkan Skill Tersembunyi: 'Otoritas Kaisar Kekacauan'!]
[Catatan: Seluruh atribut meningkat 300% selama 10 menit. Setelah itu, Inang akan mengalami kelelahan ekstrem. Gunakan waktu ini untuk menghancurkan segalanya!]
"Xuan'er! Jangan gila!" teriak Ye Tian dari kejauhan, yang sedang berusaha mengamankan Ye Ling'er bersama Mo Ran. "Itu adalah armada utama Klan Su!"
"Ayah, pergilah ke titik koordinat yang diberikan Jiang Ziyan," suara Ye Xuan bergema di seluruh kota, tenang namun penuh otoritas. "Biarkan aku memberi mereka sambutan yang tidak akan pernah mereka lupakan."
Tanpa menunggu jawaban, Ye Xuan melompat dari menara. Bukannya jatuh, ia justru melesat ke atas seperti meteor ungu yang mendaki langit.
"Tembak! Hancurkan bocah itu!" perintah seorang komandan dari kapal induk.
Ribuan meriam energi menembak secara serempak. Langit dipenuhi dengan pilar-pilar cahaya putih yang mematikan. Namun, Ye Xuan tidak menghindar. Ia menghunus Pedang Penghancur Surga sepenuhnya. Kain pembungkusnya terbakar menjadi abu, memperlihatkan bilah hitam legam yang kini dialiri petir ungu keemasan.
"Langkah Bayangan Kekacauan: Transendensi!"
Tubuh Ye Xuan berkedip, melewati rentetan tembakan seolah-olah ia berada di dimensi yang berbeda. Dalam satu kedipan mata, ia sudah berada di atas dek kapal perang terdepan.
SLASH!
Satu tebasan horisontal. Kapal perang raksasa sepanjang dua ratus meter itu terbelah menjadi dua bagian yang sempurna, meledak menjadi bola api raksasa di udara. Ye Xuan tidak berhenti; ia bergerak seperti tarian kematian, melompat dari satu kapal ke kapal lainnya, meninggalkan jejak kehancuran di belakangnya.
"Dia bukan manusia! Dia iblis!" jerit para prajurit Klan Su saat mereka melihat rekan-rekan mereka lenyap dalam satu tebasan.
Di kapal induk 'Surga Ketujuh', seorang pria paruh baya dengan jubah ungu megah berdiri dengan wajah kaku. Ia adalah Su Mu, adik dari pemimpin Klan Su. "Gunakan Formasi Pengikat Dewa! Sekarang!"
Sepuluh jenderal tingkat Spirit Severing melompat keluar, membentuk lingkaran di udara sekeliling Ye Xuan. Mereka mengeluarkan rantai energi transparan yang langsung melilit tangan dan kaki Ye Xuan, menariknya dari segala arah.
"Kau pikir bisa menang sendirian, Ye Xuan?" Su Mu tertawa dari dek kapal induk. "Bahkan jika kau adalah Kaisar Kekacauan, kau masih terlalu muda untuk melawan akumulasi kekuatan ribuan tahun kami!"
Ye Xuan tertunduk, membiarkan rantai itu menarik kulitnya hingga berdarah. Namun, di bawah rambut hitamnya yang menutupi wajah, ia tertawa kecil. Tawa itu semakin keras hingga berubah menjadi tawa yang mengerikan.
"Ribuan tahun akumulasi?" Ye Xuan mendongak. Matanya kini sepenuhnya ungu, tanpa warna putih sedikit pun. "Di hadapan Kekacauan, ribuan tahunmu hanyalah sekejap mata yang tidak berarti."
"Qing'er! Berikan aku 100% resonansi!"
ZINGGGG!
Pedang di tangannya mengeluarkan suara dengungan yang mampu memecahkan gendang telinga semua orang dalam radius 10 mil. Tubuh Ye Xuan mulai berubah; sisik ungu tipis muncul di leher dan lengannya, dan sebuah mahkota cahaya gelap muncul di atas kepalanya.
"Seni Terlarang Kekacauan: PEMAKAMAN SEMBILAN LANGIT!"
Ye Xuan menusukkan pedangnya ke udara kosong di depannya. Seketika, sebuah lubang hitam raksasa tercipta di tengah-tengah armada Klan Su. Gravitasi di tempat itu menjadi kacau. Kapal-kapal perang raksasa tersedot masuk ke dalam pusaran tersebut seperti mainan kayu yang patah.
Rantai-rantai yang mengikat Ye Xuan hancur seketika. Sepuluh jenderal yang menahannya tidak sempat melarikan diri; mereka terserap ke dalam kehampaan, tubuh mereka hancur menjadi atom sebelum sempat berteriak.
"TIDAK! MUNDUR! SEMUA ARMADA MUNDUR!" teriak Su Mu dengan panik.
Namun terlambat. Ye Xuan muncul di depan Su Mu dalam satu kedipan mata. Ia mencengkeram wajah Su Mu dan mengangkatnya tinggi-tinggi.
"Katakan pada kakakmu," bisik Ye Xuan, suaranya terdengar seperti ribuan suara yang menyatu. "Aku sudah bosan bermain di dunia bawah ini. Satu tahun? Tidak. Beritahu dia aku akan berada di gerbang utama Klan Su dalam tiga bulan. Bersihkan lehernya baik-baik."
BOOM!
Ye Xuan melepaskan ledakan energi yang menghancurkan kapal induk 'Surga Ketujuh' menjadi debu. Su Mu terlempar jauh, tubuhnya hancur namun sengaja dibiarkan hidup oleh Ye Xuan agar bisa menyampaikan pesan tersebut.
Di bawah, rakyat Kota Kekaisaran Langit hanya bisa menatap langit yang kini bersih dari kapal musuh, menyisakan satu sosok pemuda yang melayang dengan pedang raksasa di punggungnya, membelakangi bulan purnama yang besar.
[Ding! Misi 'Penghancuran Armada' Selesai!]
[Poin Terkumpul: 50.000 Poin.]
[Membuka Lokasi: 'Gerbang Langit Abadi' - Pintu masuk menuju Alam Surgawi.]
Ye Xuan mendarat di samping Mo Ran dan Ye Tian yang masih terpaku. Ia tampak lelah, namun matanya memancarkan tekad yang tidak bisa dipatahkan.
"Ayo," kata Ye Xuan pelan. "Penjara Sembilan Kesengsaraan menanti. Kita akan menjemput Ibu."
Mo Ran menatap muridnya—atau lebih tepatnya, pemimpinnya sekarang—dengan tatapan penuh hormat. "Mulai malam ini, namamu akan menggetarkan seluruh Alam Surgawi, Ye Xuan."
Dengan satu lambaian tangan, Ye Xuan membungkus mereka semua dengan energi Kekacauan, dan mereka menghilang menuju cakrawala, meninggalkan puing-puing armada terkuat Klan Su sebagai nisan bagi kesombongan mereka.