NovelToon NovelToon
Lembayung Di Batas Timur

Lembayung Di Batas Timur

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Kehidupan Tentara / Menikahi tentara
Popularitas:191.5k
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

Bermula dari benang kusut hubungan sang sahabat, seorang mahasiswi cantik nan manja yang merupakan calon guru itu justru terlibat cekcok dan saling sumpah serapah dengan kekasih sahabatnya yang sekaligus seorang perwira militer negri.

Alih-alih menjauh, kejadian tak mengenakan itu justru menjadi awal dari serentetan pertemuan yang menyatukan mereka pada sebuah takdir untuk saling mencinta di tengah rollercoaster nya perjalanan karir keduanya.

Siapa sangka justru pertemuannya dengan Panji membawa Ivy selangkah lebih dekat dengan cita-citanya yang sebenarnya....
Apakah ia akan membersamai Panji, mengukir lembayung di batas timur, ataukah mengejar mimpinya menjadi seorang model sukses di negri Paris?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 Sosok lembut di balik tampang gahar

Sebelum benar-benar rehat, Arsa melakukan evaluasi malam. Kesepuluh orang ini melingkar setelah baru saja selesai dengan acara beres-beres basecamp.

"Spanduk basecamp KKN dipasang besok aja." Ujar Arsa membuka catatan.

"Siapa yang belum ngisi log book?"

"Gue!"

"Gue belum."

"Gue juga." Jawab Ivy menyamai jawaban Imel dan Made.

Dan disinilah ia malam ini, setelah Raudhah menyalakan obat nyamuk demi menemani malam mereka yang kini sudah hafal medan, mungkin. Adanya hari kemarin adalah untuk pembelajaran betul kan?

Jauh dari pendengaran, samar bunyi laut yang ombaknya berdeburan masuk ke dalam relung hati.

"Masih ngerjain log book?" tanya nya yang sudah membuka jilbab, benar-benar membuka tanpa penutup kepala, rambutnya cukup panjang dan diikat cepol atas.

Gege sudah terlelap bersama Imel, sementara di luar, para lelaki masih ada yang berceloteh sambil merokok dan ngopi sepertinya, entah siapa.

Sinar yang temaram cenderung redup tak begitu mengganggu, justru membuat nyaman mata Ivy, "iya."

Raudhah terkekeh, "lucu ya..." ucapnya sambil memegang lotion nyamuk dan sun block.

Ivy menatap sebentar sedikit malas dan tak begitu peduli, "apanya? Botol lotion?" ia tak menemukan hal lucu selain dari pendeknya kedua botol itu.

Raudhah menggeleng, "orang yang ngasih ini.." jawabnya lagi membuat Ivy menarik alisnya, "oh, siapa?" Ivy masih mengetik sesuatu di lamannya.

"Om Kelana."

Ivy tak bisa untuk tak menoleh horor, "lucunya dimana? Apa di dalem botol lotion Lo menemukan Andre Taulani?"

Dan Raudhah semakin tertawa renyah, meski kemudian menutup mulutnya khawatir mengganggu Imel dan Gege yang berulang kali tidur sambil mengomel panas, tapi setidaknya hari ini ia bisa tidur.

"Obat nyamuk bakar juga diingetin beliau. Katanya di lanal adanya itu, untuk sementara...biar ngga keganggu nyamuk malam ini."

Ivy mengangguk paham, "udah sejauh itu aja, baru pertama ketemu."

Raudhah mengehkeh, "engga lah. Inget Abang yang udah ngga ada." Jawab Raudhah lagi.

Ngomong-ngomong tentang om om bernama Kelana itu, Ivy jadi ingat kembali dengan perwira yang sore tadi menaikan lubang hidungnya seperti ba bii----pfftttt, "saravv emang."

"Apanya?" tanya Raudhah membuat Ivy menoleh dan menggeleng, "hah? Engga sorry bukan Lo atau om Lana...orang lain."

"Oh, ya udah. Jangan kemaleman tidurnya Vy." Raudhah akhirnya pamit untuk tidur setelah masuk ke dalam kantung tidurnya.

Kembali ingat Panji, Ivy sudah benar-benar menahan tawanya, "astaga...hufftt!" Ivy menggeleng menepuk-nepuk kepalanya pelan, lalu---ingat sejenak dengan Mayra.

Dia Psycho...

"Masa iya, sih?" kini gumamnya bermonolog, "orang begitu, Psycho?"

"Bisa-bisanya Mayra kaya gitu..." jika diingat-ingat dari pertama sikap Panji tak mencerminkan jika ia seorang Psycho selain dari amukannya di kost-an Zein, tapi itu hal wajar kan? jangankan Panji, ia pun mungkin akan begitu, bahkan mungkin lebih, membawa pa rang untuk membantai.

Log book sudah selesai, Ivy meregangkan otot-otot tubuhnya bersiap rehat. Ia menutup laptop dan segera berbaring di sisi teman-teman yang lain.

Gelap menelan malam, disaat semua orang mulai terlelap. Panji justru baru saja bersiap untuk membersamai unit patroli 2 berkeliling menyisir area.

Angin berhembus dari darat ke laut, selain ada kapal patroli, beberapa kapal nelayan setempat beberapa kali mereka jumpai.

Panji mengeratkan leher seragamnya, terombang-ambing di tengah lautan bersama bulan purnama yang bersinar sudah biasa.

Lampu-lampu pijar berpendar.

"Kemarin jejaknya berakhir di koordinat ini Ndan." ujar salah satu personel pada kapten Samudra. Yap, hanya ada kapten Samudra dan Panji disini, mereka berbagi tugas.

Panji, ia bergabung dan melihat titik yang ditunjuk, "memang akan selalu hilang di titik buta, kapt...titik ini sering terlewatkan."

"Matikan beberapa lampu."

"Jam berapa mereka melintas kemarin?"

"Perkiraan dini hari. Apakah hari ini berpotensi kapt, mengingat kemarin mereka baru saja kesini?"

"Saya tidak bisa memprediksi niat manusia. Tapi berharap saja, entah hari ini atau esok, mereka pasti kembali..."

Panji masih menatap jauh ke depan, dimana lautan lepas sepanjang matanya memandang.

Ia memasukan kedua tangan ke saku seragam, "Lo prediksi tuh kapal tongkang lewat ngga, Nji?"

Panji melirik ke samping, "lewat." Jawabnya asal.

Cukup lama, sampai hampir kapten Samudra meminta menyalakan kembali mesin kapal dan menyisir kembali, sampai akhirnya dari kejauhan terlihat bayang bayang hitam diantara gela gulita dengan cahaya remang.

"Kapt, lapor! Objek mendekat, diduga kapal..."

"Biarkan, biarkan jaraknya semakin mendekat. Perkirakan seberapa muatan dan kekuatannya. Kita langsung tindak habis malam ini." Samudra berujar mantap.

"Wolf-eel."

Panji mengangguk bersiap mengambil senjata, tak ada kata main-main dengan kedaulatan, setiap jengkal lautan Nusantara adalah milik bumi Pertiwi.

Mereka bersiap sambil menunggu kapal tongkang dengan muatan lumayan dari negri sebrang itu mendekat dan masuk ke dalam zona Nusantara.

Sebuah speedboat mulai diturunkan. Panji bersiap turun bersama beberapa personel lanal timur.

"Cukup dekat."

Ia menyalakan mesin speedboat diantara suara deburan ombak dan dalamnya lautan speedboat melaju kencang.

Moncong kapal itu benar-benar sudah masuk perairan Nusantara dan berhenti seperti sedang menjaring ikan lalu sinyal tertangkap di radar dan....

"This is Nusantara zone. Raise your hands and give up!" Suara kapten Samudra berbicara dari pelantang termasuk radio.

Tentu saja kapal tongkang yang sudah masuk itu segera memutar kemudi untuk kembali. Namun sayang, speedboat Panji sudah siap menyerbu.

"Hands up!" teriaknya, berdiri tegap meski diantara ayunan air laut.

Benar, dengan awak kapal berjumlah 6 orang itu, kapal tongkang asal negri satu rumpun itu tengah menjaring ikan-ikan di perairan Nusantara. Terbukti dari pukat mereka yang kini terisi dengan ikan berkwintal-kwintal.

Ada yang mencoba untuk melawan dan mencari pertolongan, tapi gerak gerik itu terlihat di mata Panji saat speed boat sedang menjangkau dan menempel dengan kapal.

Psyuth! Dorr!

Timah panas itu di arahkan langsung ke arah langkah si awak kapal yang ingin melakukan pergerakan membuatnya langsung mengerem langkah, "put your hands behind the head!" Katanya masih mengokang senjata di depan bersiap.

Lalu personel lainnya telah menempelkan speedboat di kapal, dan bersiap naik.

"Tomang sudah dikuasai, kapt..." ucapnya dari intercom.

"Menunduk!" teriak para personel lanal menyuruh mereka berjongkok di satu area dengan todongan senjata. Panji, ia naik ke atas kapal lalu memeriksa kapal bersama dua orang lain, sementara kapal patroli mendekat.

*Bawa Tomang menepi ke dermaga Wolf-eel*.

Panji beranjak ke arah kemudi dan mencoba membawa kapal itu mendekat ke arah kapal patroli.

"Wah, enak sekali ya....mengeruk kekayaan negri orang, ck...ck..!" geleng salah satu personel menatap awak kapal yang kesemuanya warga negara serumpun itu, setia pasang tangan mereka ikat dengan lakban. Salah satunya melihat wajah Panji ketika sang Wolf-eel melintas ke depannya, "what?! You angry? Tag my face!" sengit Panji.

Tak ada yang menyangka di balik tampang garang saat sedang bertugas itu ada jiwa yang lembut dari sisi seorang Wolf-eel.

.

.

.

1
May Maya
aku yg membaca n membayangkan kondisi itu d mna ank2 sekolah dgn keadaan yg sungguh2 miris dgn keadaan kita yg msh d kasih kehidupan yg jauh lbh baik tp kadang masih tak bersyukur blm lg miris n ironi nya d saat mereka mau sekolah aja hrus bgtu bersusah payah n serba seadanya giliran pejabat2 d kota hidup bergelimang harta, gaji besar tunjangan ini itu. coba nih gaji mereka d potong stgh nya selama 6 bulan deh bisa itu buat bngun sekolah serta beli seragam sekolah 🤭
🌸🌸mommy anak2..😉😉
gtw knp hatiku sakit rasanya klo lihat atau baca yg bgini2..kya palestine gt jg..😭😭cuma bisa memberikan doa terbaik..wallahu'alam..🙏🙏
Vike Kusumaningrum 💜
KKN yang telah dilalui 2x berhasil semua, dan KKN yg ke 3 ini, pasti membuahkan hasil yang membanggakan bumi Pertiwi, dan pasti perwiranya juga ikut bangga.


sampe bawah, bang Nji g nongol 😢
Salim S
bersyukur...kita sering kali melupakan hal itu...kiat selalu merasa paling susah,paling menderita...sekolah seenaknya...padahal banyak anak-anak negri ini yg kondisinya jauh lebih memperhatikan...seharusnya pemerintah pusat lebih mengutamakan kondisi sekolah sekolah yg berada di plosok untuk lebih baik...
dyah EkaPratiwi
buat belajarpun disengketakan /Sob/
Tuty Ismail
🥹🥹🥹🥹🥹🥹.....miris banget sih
Vike Kusumaningrum 💜
Ada chemistry apa sama Gabriel, walau perang mulut terus, tetap jadi pegangan 🤭
Vike Kusumaningrum 💜
Terimakasih teh Sin, akhirnya aku tau pohon yang sering tumbuh di pinggir pantai itu namanya pohon borogondolo. ilmu lagi, sehat selalu teh yang selalu berbagi informasi dan ilmu 🤲🤲
Vike Kusumaningrum 💜: 🤲🤲🤲🤲🤲
total 2 replies
Visencia Alingga
tanya abi lo nji, dl umi lo jg ngabisin aer, ampe ribut mnta shower 🤣🤣🤣🤣
Tuty Ismail
welcome di kekacauan persepupuan Gala........😀😀😀
Visencia Alingga
katanya hanoman 🤣🤣🤣
sweet escape
Oalaah
Visencia Alingga
eaaaaa njiiii
alibi aja nyari sarapan, jauh bener lu nyari sarapan doank, sarapan mata ya nji 🤣🤣🤣🤣🤣
sweet escape
Duh bikin deg degan mana nggk ada bapak2 tentara
sweet escape
Sedih ya, sementara dulu kadang diri ini masih ada niatan pengen bolos sekolah, padhal malu lah kl d bandingkan mereka yg fasilitas minim tp semangat banget ke sekolah🥹
Baek chanhun
teh. sin 😭😭😭😭😭
gua berdoa semoga para koruptor dan di hukum mati
💜Barbie Sumala💜: 🤣🤣🤣🤣, nih bapak nih Kaka Baek chanhun yang ngomong ya bukan aku
total 1 replies
Linda ray
yg hrsnya seusia anak SD atw SMP dan lainnya belajar sambil bersenda gurau dan bercanda dengan teman sebaya dan serius dlm pelajaran apapun ini mlh mereka di perbatasan timur hrs belajar dengan hati was wass dan tak tenang tapi mereka tetep semangat tanpa lelah mereka bnerxx jiwa anakxx tangguh ... di setiap cerita teteh selalu dibikin terenyuh dan selalu bersyukur dengan keadaan apapun mksih teteh 🙏🙏🙏😍
Visencia Alingga
kek emak lo nji, si eyi lovely 😎
Visencia Alingga
gpp mateng pohon asal ga keburu busuk di pohon
Kh2103💙
emang miris bgt di dunia pendidikan dikita tuh, keliatan bgt jomplangnya, pembangunannya gak merata...😢😢
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!