NovelToon NovelToon
Tahta Darah Sembilan Cakrawala 2

Tahta Darah Sembilan Cakrawala 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Kebangkitan pecundang / Fantasi Timur / Balas Dendam
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Baldy

(SEASON 2)

Dengan Inti Emas Iblis di Dantian-nya, Shen Yuan kini meninggalkan benua kelahirannya. Ia melangkah menembus Gerbang Lintas Benua menuju jantung peradaban Sembilan Cakrawala, siap membawa badai darah mematikan bagi para dewa palsu yang pernah merenggut segalanya darinya. Perburuan yang sesungguhnya baru saja dimulai!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Baldy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gerbang Langit yang Terkoyak

Lembah Gema Abadi, tempat yang selama puluhan tahun menolak segala bentuk perubahan, kini tengah dihancurkan oleh badai yang tidak masuk akal.

Di udara yang bergetar hebat, Tuan Surgawi Tian Chen menatap dengan mata terbelalak ngeri. Serangan mutlaknya, Tangan Dewa Penghukum—yang mengandung kaidah alam dari Alam Spiritual—benar-benar sedang digigit dan dikunyah oleh pusaran iblis berwarna merah kehitaman milik Shen Yuan!

"Gila! Alam fana yang kotor ini tidak mungkin bisa melahirkan makhluk buas sepertimu!" Tian Chen mengaum. Kesombongannya sebagai sosok alam atas akhirnya hancur berkeping-keping.

Ia memutus aliran hawa murninya secara paksa untuk menghindari pusaran penelanan Shen Yuan yang mulai merayap naik melalui pilar cahayanya. Pantulan energi membuat Tian Chen terhuyung mundur di udara, memuntahkan seteguk darah perak keemasan.

"Kau memanggil tempat ini kotor?" Shen Yuan menyeringai, melangkah di udara dengan santai. Pecahan Gigi Naga di tangannya memancarkan dengungan yang memekakkan telinga, haus akan darah dewa. "Padahal darahmu yang baru saja tumpah terlihat sama merahnya dengan anjing-anjing fana yang telah kubantai."

"Jangan sombong, Iblis! Kau baru berada di Ranah Pembentukan Inti Emas!" Tian Chen menghapus darah di bibirnya. Wajah tampannya kini berubah sangat beringas. "Meskipun aku ditekan oleh hukum alam fana ini, aku tetaplah keberadaan mutlak di Puncak Peleburan Jiwa! Daging fanamu tidak akan pernah bisa menahan senjata surgawiku!"

Tian Chen merentangkan kedua tangannya. Udara di atas Lembah Gema Abadi seakan terbelah.

Dari dalam kehampaan, turun sebilah tombak panjang yang memancarkan cahaya perak murni. Tombak itu tidak terbuat dari logam biasa, melainkan ditempa dari kristal bintang, memancarkan riak hukum ruang yang sangat tebal.

Tombak Penghakiman Bintang! Pusaka dari Alam Spiritual!

Begitu tombak itu digenggam oleh Tian Chen, awan kelabu di atas Benua Awan Gelap lenyap. Tekanan dari pusaka itu membuat lantai kristal di dasar lembah langsung amblas sedalam sepuluh tombak.

"Mati kau, Penentang Langit! Tusukan Pemusnah Samsara!"

Tian Chen melesat ke bawah dengan kecepatan yang mengoyak ruang. Tombak perak itu menebas udara, mengunci jiwa Shen Yuan, tidak memberikan satu pun celah untuk menghindar. Serangan ini tidak lagi bisa ditelan begitu saja oleh pusaran hawa murni, karena ia membawa wujud ragawi dari alam atas!

Mata Shen Yuan menyipit. Tubuh Emas Gelap-nya berderit keras, namun di dalam Dantian-nya, Inti Emas Iblis yang telah disempurnakan oleh petir kesengsaraan berputar dengan liar.

"Senjata surgawi? Biar kulihat apakah ia lebih keras dari pedang berkaratku!"

Shen Yuan tidak mundur. Ia mengayunkan Pecahan Gigi Naga dengan kedua tangannya, memusatkan kekuatan fisik lima ribu kati dan seluruh hawa murni Inti Emas Iblisnya ke dalam satu tebasan lurus.

"Gulungan Pedang Penelan Langit: Belah Cakrawala!"

Klaaanggg!

Bentrokan antara pedang patah berkarat peninggalan Tuan Tanah Hantu dan Tombak Penghakiman Bintang dari Alam Spiritual menghasilkan ledakan suara yang benar-benar memekakkan telinga.

Gelombang kejut yang tercipta bukan lagi sekadar angin, melainkan bilah-bilah ruang yang merobek dinding-dinding kristal Lembah Gema Abadi menjadi bubuk!

Shen Yuan mengerang tertahan. Tangan kanannya gemetar hebat. Pusaka dari alam atas itu memang luar biasa; hawa dingin dari tombak itu mencoba membekukan aliran nadinya, namun langsung digiling hancur oleh hawa murni iblis dan sisa-sisa energi petir di dalam tubuhnya.

Di seberangnya, Tian Chen membelalakkan matanya dengan kengerian mutlak.

Tombak Penghakiman Bintang miliknya... tertahan! Lebih mengerikan lagi, pedang berkarat di tangan pemuda itu tidak patah atau retak sedikit pun!

"B-Bagaimana mungkin?! Pecahan Gigi Naga... pusaka usang itu seharusnya sudah kehilangan rohnya!" batin Tian Chen menjerit. Ia tidak menyadari bahwa Sutra Penelan Surga di dalam tubuh Shen Yuan terus-menerus memberikan asupan energi pembantaian yang membangkitkan kembali kehausan pedang purba tersebut.

"Hanya segini kekuatan dewa?" ejek Shen Yuan di tengah benturan.

Ia tiba-tiba melepaskan tangan kirinya dari gagang pedang, membiarkan tangan kanannya saja yang menahan tombak Tian Chen. Tangan kiri Shen Yuan yang kini bebas langsung membentuk cakar, diselimuti oleh kabut merah kehitaman yang luar biasa pekat.

"Sekarang, rasakan neraka alam fana!"

Tapak Penghancur Nadi!

Shen Yuan menghantamkan tangan kirinya tepat ke dada Tian Chen dengan jarak yang sangat dekat.

Bummmmm!

"Ukh!" Tian Chen memuntahkan darah segar bercampur cahaya perak. Zirah suci yang melindunginya penyok ke dalam. Hawa murni iblis menembus masuk ke dalam tubuhnya, mengamuk seperti jutaan lintah yang mencoba memakan pusaran Peleburan Jiwa miliknya!

Tubuh sang utusan surga terhempas ke belakang sejauh puluhan tombak, menabrak dinding kristal lembah hingga membentuk kawah raksasa.

Shen Yuan tidak memberikan sedetik pun celah untuk bernapas. Langkah Bayangan Hantu! Ia melesat menyusul tubuh Tian Chen yang baru saja terhempas. Saat Tian Chen berusaha bangkit, Shen Yuan sudah berdiri tepat di atasnya, menginjak dada sang dewa palsu dengan sepatu botnya yang kotor oleh debu pertempuran.

"Lepaskan aku, Semut Kotor!" raung Tian Chen, berusaha menusukkan tombaknya dari bawah.

Shen Yuan menginjak pergelangan tangan Tian Chen hingga terdengar bunyi krek, membuat sang utusan melepaskan tombak peraknya.

"Kau bilang nyawa fana seperti embun di pagi hari," Shen Yuan mencondongkan tubuhnya ke depan, menatap tepat ke dalam mata tanpa pupil milik Tian Chen. "Kalau begitu, hari ini, embun itu yang akan menenggelamkanmu."

Tangan kiri Shen Yuan mencengkeram wajah Tian Chen, menutupi mata dan hidungnya.

Sutra Penelan Surga, Putaran Mutlak Pelahap Jiwa!

Pusaran hitam raksasa meledak dari telapak tangan Shen Yuan, langsung menembus masuk ke dalam lautan kesadaran Tian Chen. Ini bukanlah penelanan hawa murni biasa, melainkan penelanan jiwa dari penghuni Alam Spiritual!

"Aaarrrghhh!"

Jeritan Tian Chen yang sangat menyayat hati menggema di seluruh Lembah Gema Abadi. Jiwanya yang agung, yang telah ditempa selama ratusan tahun di alam atas, kini ditarik paksa keluar, dirobek-robek oleh rahang iblis tak kasat mata.

Di dalam mata batin Shen Yuan, ingatan Tian Chen terbuka lebar. Ia melihat segalanya.

Ia melihat gerbang raksasa Alam Spiritual yang tertutup awan emas. Ia melihat sosok-sosok yang mengenakan mahkota cahaya, mendiskusikan ancaman dari 'Warisan Tuan Tanah Hantu' yang hilang di alam bawah.

Ternyata, Tuan Tanah Hantu bukanlah sekadar ahli Peleburan Jiwa yang gagal naik. Tuan Tanah Hantu adalah seorang penentang langit di masa lalu yang menemukan secuil pecahan rahasia dari Tahta Darah Sembilan Cakrawala—warisan iblis yang kini bersarang utuh di jantung Shen Yuan! Para dewa Alam Spiritual ketakutan bahwa rahasia itu akan melahirkan sosok iblis baru yang bisa menghancurkan keseimbangan alam atas, sehingga mereka memerintahkan pembantaian terhadap siapa saja yang menyentuh petanya.

"Begitu rupanya..." Shen Yuan berbisik sedingin es di tengah penelanan tersebut. "Kalian tidak mencari peta itu. Kalian ketakutan pada apa yang bisa dilahirkan oleh peta itu."

"I-Iblis... hentikan..." rintih Tian Chen. Jiwanya yang ditarik mulai meredup, kulitnya yang sehalus pualam kini mengering dan keriput layaknya kulit kayu mati. "Jika kau membunuhku... Gerbang Kenaikan akan tertutup bagimu selamanya! Para penguasa di atas sana... akan memastikan jiwamu dihancurkan—"

"Gerbang Kenaikan?" Shen Yuan memotong dengan tawa buas yang menggetarkan lembah. "Aku tidak akan masuk melalui gerbang yang kalian bukakan."

Ia mempererat cengkeramannya, menarik jiwa Tian Chen hingga tetes terakhir.

"Aku akan menghancurkan gerbang kalian dan membangunnya ulang dengan darah kalian!"

Bum!

Pusaran hitam itu menutup. Jiwa Tian Chen, utusan agung dari Alam Spiritual, hancur dan disedot habis ke dalam Dantian Shen Yuan. Cangkang fisik sang Tuan Surgawi berubah menjadi debu abu-abu yang tersapu oleh angin malam, menyisakan jubah putih suci dan Tombak Penghakiman Bintang yang kini tergeletak tak bertuan di atas tanah.

Shen Yuan menutup matanya. Menyerap jiwa keberadaan dari alam atas memberikan tekanan yang luar biasa pada Dantian dan lautan kesadarannya. Hawa murni dari Puncak Inti Emas Iblisnya bergolak ganas, memadat, dan mulai meraba ambang batas dari Ranah Peleburan Jiwa. Ia tidak langsung menembusnya—ia tahu fondasinya butuh waktu untuk menelan hukum alam atas yang baru saja ia curi—namun jembatan menuju keabadian telah terbuka lebar di depannya.

Ia membuka matanya, menarik napas panjang, dan menghembuskan uap perak dari sisa-sisa energi sang utusan.

Di hadapannya, Lembah Gema Abadi telah hancur berantakan. Tidak ada lagi keheningan suci.

Shen Yuan memungut Tombak Penghakiman Bintang dan Cincin Ruang milik Tian Chen. Pusaka dari alam atas ini akan menjadi koleksi terkuat di perbendaharaan Kubu Tahta Darah.

Ia mendongak menatap langit malam yang bersih dari awan kelabu. Bintang-bintang bersinar terang, seolah mengawasi lahirnya penguasa baru di alam fana.

Leluhur Darah tertawa pelan dari dalam jantungnya. "Bocah, kau baru saja membunuh anjing pelacak dari Alam Spiritual. Waktumu di alam fana ini telah mencapai batasnya. Begitu para penguasa di atas sana menyadari utusan mereka mati, alam bawah ini tidak akan lagi cukup besar untuk menyembunyikanmu."

Shen Yuan menyarungkan Pecahan Gigi Naga di punggungnya. Ia melangkah keluar dari kawah tersebut, langkahnya mantap, tanpa ada secuil pun keraguan.

"Biarkan mereka mencariku," jawab Shen Yuan, matanya menyala menantang cakrawala. "Aku telah membersihkan alam fana ini dari tiran-tiran kotor mereka. Langkah selanjutnya... aku akan membelah kehampaan, naik ke Alam Spiritual, dan menunjukkan kepada mereka apa itu Iblis Penelan Surga yang sesungguhnya."

Di malam itu, legenda Shen Yuan di Benua Awan Gelap dan Benua Pusat resmi berubah menjadi mitos abadi. Sang Iblis tidak lagi sekadar pembalas dendam; ia kini adalah raja mutlak alam bawah yang bersiap untuk meruntuhkan Sembilan Cakrawala.

Jilid pertama dari kisah berdarah ini akhirnya mencapai ujungnya, namun genderang perang menuju alam para dewa baru saja ditabuh.

1
black swan
...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!