NovelToon NovelToon
BATAS 2 TAHUN

BATAS 2 TAHUN

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Penyelamat / Perjodohan
Popularitas:963
Nilai: 5
Nama Author: Ainun masruroh

Aleea nama panggilannya, Putri dari seorang pemilik ma'had yang cukup ramai di kotanya, aleea dikenal ramah dan santun, dia juga mengajar di pesantren milik abahnya namun aleea juga sibuk dengan dunianya sebagai penulis.

Areez seorang ustadz muda yang mengajar di pesantren milik abahnya aleea, tingginya yang semampai dengan badannya yang gagah membuat setiap orang melihat tak berkedip mata. sangat tampan memang tapi areez tidak banyak bicara hanya seperlunya, kecuali abahnya aleea.

Kebanyakan lingkungan pesantren memegang teguh adat dan senioritas, begitupun pesantren milik abahnya aleea. perbedaan umur terkadang seperti jurang yang dalam, rasa sulit untuk mengungkapkan terbatas rasa sopan seringkali menjadi pikiran.yang lebih tua merasa umurnya menghalangi untuk menunjukkan perasaan sedangkan yang lebih muda selalu bersikap sopan, bahkan terasa terlalu sopan hingga sulit di bedakan, entah itu rasa hormat, takdim atau justru menyimpan perasaan lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ainun masruroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bukan ila tapi nisa

Pagi yang cerah, suara bising yang sudah lama tak aku dengar kini kembali memenuhi pagiku, suara anak-anak santri yang sedang mengantri dan lain sebagainya, aku melangkah keluar kamar, menuju dapur, rumah masih sepi meski dari dulu memang seperti ini. Aku menyeduh kopi dan mengambil setoples kecil biskuit yang ada di meja makan, juga mengambil beberapa anggur musket dan 2 buah jeruk nagami. Aku mengambil nampan dan menata mereka semua di atasnya. Aku melenggang ke halaman belakang, suasananya sama sekali tidak berubah, tetap tenang meski bising santri tetap terdengar, terkadang saat teramat sibuk aku selalu merasa kehilangan, aku mesara tersesat dan sangat ingin pulang dan aku sekarang tau kenapa, karena aku merindukan suasana ini, suasana dengan banyak cerita dan membantuku membuat naskah cerita. Aku tersenyum sambil menghirup udara pagi yang asri, aku lupa kapan terakhir kali aku duduk disini, aku hanya terfokus untuk menyibukkan diri sampai lupa untuk menikmati.

Aku membuka tabku, mengetik naskah bab 2 yang akan aku kirim ke editor, kali ini aku tidak terlalu bingung untuk merangkai kalimat, karna sebagian cerita ini aku ambil dari perasaanku, aku merasakan perasaan aneh itu dan aku menulisnya di novel comebackku. Riuh suara keyboard yang terus bergurutu bergantian, suara seruput kopi di selingannya juga suara renyah Anggur dan biskuit, kenapa aku begitu pusing saat aku menulis bab pertama padahal aku sangat mudah di bab dua, apa karna tempat dan suasananya?....

tapi jika aku ingat tahun kemarin, saat aku belum terfikir untuk membangun dear alea, aku sangat muak dengan tempat ini karena aku harus menyelaraskan kembali perasaanku yang pernah ada di tempat ini dan naskah novel novelku, mungkin sekarang aku sedikit berdamai meski tidak bisa bohong, sesekali aku masih terikat dan teringat tentang suatu hal itu. Tapi kali ini aku berfikir, hidup akan tetap berlanjut, ada atau tidaknya aku atau dia disini, dan juga aku sudah lama tidak melihatnya harusnya sekarang aku baik-baik saja.

" aleea... " panggil Abah tiba-tiba

" eh... Kenapa bah?"

" tumben ga ke butik, kayaknya ibuk tadi pagi udah berangkat sama ila " ucap Abah sambil duduk di kursi sebelah

" iya... Lea lagi nyuti nih hahahhaha " jawabku bercanda

" Hahaha... bisa ae nih "

" oh ya leaa... Kemaren ada Santriwati Dateng ngadep Abah " sambung Abah

" terus..." ucapku sambil tetep ngetik

" Lea inget ila dulu engga, yang ngadep ke Abah sama ibu " ucap Abah sambil nyeruput kopi yang ia bawa tadi

" ada yang di jodohkan lagi bah? " tanyaku seketika berhenti mengetik

" iya Lea... Abah bingung mau ngasih solusi apa, dulu ila bisa jahit, tapi Nisa ini belum kelihatan kemampuannya apa, mungkin kalau dia bisa jahit Abah bisa bantu, orang tuanya juga udah datang kesini buat ijinin dia boyong bulan depan, cuma Abah belum bolehin karna belum acara kelulusan, jadi Abah bisa kasih alesan, gimana ya leaa, bisa bantu Abah engga" ceritanya panjang.abah memang bukan orang yang maksain untuk nikah muda, Abah tipikal orang yang setidaknya punya pengalaman meski sedikit, katanya agar bisa hidup di situasi apapun, meskipun jadi santri juga adalah pengalaman.

" aleea belum tau anaknya sih bah, jadi aleea belum bisa menilai gimana, soalnya di gudang packing juga kurang staff dan kasir juga kurang satu, mungkin aleea bisa bantu bah, ga punya kemampuan juga bukan berarti ga bisa belajar kan " jawabku, sebenarnya aku tidak kekurangan staff karna yang aku ambill 60% memang alumni dan santri pesantren ini.

" beneran Lea? Kata ibu udah full kemarin " lanjut Abah

" iya tapi pesanan online lagi banyak bah, jadi engga apa-apa " sambungku cepat

" oh gitu... Ya sudah nanti kalo si Nisa kesini biar kamu yang temui ya, Abah ada urusan di kantor kecamatan, terimakasih ya Lea " ucapnya sambil mengelus kepalaku pelan.

aku tidak habis fikir dengan orang tua yang kekeh menjodohkan anaknya meski dia tau anaknya akan menolak, sebenarnya yang butuh pendidikan bukan hanya anak tapi orang tua juga, biar tau perkembangan jaman yang sudah jauh berubah dari masanya yang sudah lama itu, terkadang mirisnya ada anak yang tidak punya keberanian untuk menolak keinginan orang tua dengan dalih menghargai keputusan dan ridhonya, mereka harus menikah meski dia tidak tau di depan akan ada badai ataukah jalan lurus, dan yang paling egoisnya mereka melewati itu semua sendiri tanpa di dampingi orang tua lagi. Menikah adalah keputusan semua orang tapi yang paling penting adalah keputusan orang yang menerima menikah itu sendiri... Iya kamu, aku maupun mereka, kita pada akhirnya akan ada di level menjalani rumah tangga yang penuh memaafkan, menerima, bertahan dan menghargai satu sama lain.

dan yang paling tidak masuk akal ketika anak masih belasan tahun harus menjalani itu semua di umur yang bukan saatnya ia harus menerima semua hal pahit Yang ada di kehidupan ini, banyak dari mereka yang bercerai di usia muda karna faktor ekonomi, perselingkuhan, kdrt maupun tingkah mertua yang suka semena-mena. tapi banyak juga di antara mereka yang memang memilih menikah di usia muda pada akhirnya, karna cinta, perjodohan, si calon kaya raya maupun hamil duluan. Kita terkadang bingung untuk mengajarkan untuk tidak terlalu terburu-buru mengambil sebuah keputusan tanpa menyenggol ego siapapun tapi kembali lagi dengan keputusan, kesepakatan dan kemauan masing-masing.

" apa perlu membuat acara untuk wali murid dan wali santri untuk edukasi mengenai pernikahan dini dan sepertinya harus mengundang pembicara yang punya power yang ilmu tentang hal ini, supaya wali santri percaya dan terbuka pemikiranya..." gumamku pelan

Mungkin edukasi seperti ini adalah hal sepele untuk sebagian orang, tapi untuk kami yang mengajar ini adalah sebuah peringatan untuk semua orang tua agar tidak semena-mena terhadap anak apalagi di bawah umur, anak juga punya keputusan untuk dirinya sendiri, punya cita-cita dan banyak harapan, sampai kapan Mereka harus menurut dengan keputusan orang tua yang mereka sendiri terpaksa melakukan itu.

Aku ambil handphoneku, aku mencari nama di website nama-nama orang yang cocok untuk di undang ke acara, ada beberapa nama dan aku mencari narasumber ke dua dan menemukan beberapa, dan narasumber yang ke tiga adalah orang yang tidak bisa di bantah lagi statementnya. Aku mencari kontaknya di website dan ke Instagram, aku menghubungi lewat DM, aku kirim pesan ke satu per satu mereka apa bisa meluangkan waktunya untuk datang dan sharing bersama.

Setelah aku kirim pesan ke mereka semua, aku menunggu meski akan lama tapi tidak apa-apa. Aku buka lagi tabku yang sudah ku tutup tadi dan melanjutkan mengetik. mumpung moodnya lagi bagus dan punya waktu luang sebanyak ini.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!