NovelToon NovelToon
I Hired A Billionaire

I Hired A Billionaire

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Patahhati
Popularitas:7.2k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Alceena Brox Riccardo (26 tahun), seorang diva papan atas Hollywood, mendapati dunianya runtuh saat kekasihnya mengirimkan undangan pernikahan tanpa kata putus.

Terluka dan menolak terlihat malang oleh paparazzi, ego Alceena memberontak.

Di sebuah bar eksklusif di Los Angeles, dia meluapkan amarahnya dan secara impulsif mengajak seorang pria asing yang dikiranya gigolo untuk menjadi pria simpanannya.

Pria itu adalah Xander Hayes-Stone (25 tahun), seorang pemuda kaya asal Chicago yang juga sedang melarikan diri dari pengkhianatan cinta.

Malam di penthouse mewah Alceena menjadi awal dari ikatan kontrak yang rumit di antara mereka.

Berawal dari pelampiasan dendam dan ego badai dua manusia yang patah hati, hubungan tanpa status ini perlahan menyeret mereka ke dalam pusaran, rahasia masa lalu, dan takdir baru yang tak terduga di bawah gemerlapnya kota Los Angeles.

~~~~~~

Happy reading 🌷🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#19

Matahari Los Angeles perlahan-lahan mulai bergerak turun ke ufuk barat, memancarkan semburat warna jingga kemerahan yang menembus celah gorden penthouse mewah Alceena.

Hari menjelang sore itu membawa atmosfer yang semakin pekat dan sarat akan ketegangan batin.

Di dalam kamar tidur utama yang telah menjadi medan pertempuran gairah dan ego selama berjam-jam, suara helaan napas panjang akhirnya terdengar.

Alceena bangkit dari atas ranjang king size-nya.

Gerakannya cepat, tegas, dan sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda kelelahan fisik, seolah-olah rentetan ronde pembuktian stamina yang melelahkan dari Xander sejak siang tadi tidak berdampak apa pun pada tubuhnya.

Kemarahan yang masih berkobar di dalam dadanya bertindak seperti adrenalin murni, membuatnya terlihat jauh lebih kuat, angkuh, dan tak tersentuh.

Namun, ketika kedua telapak kaki mulusnya menyentuh lantai karpet, Alceena sempat tertegun.

Kedua kakinya mendadak gemetar hebat, lemas karena tidak sanggup membopong berat tubuhnya sendiri akibat intensitas pergumulan gila yang baru saja mereka lalui.

Alceena mencengkeram pinggiran meja rias dengan kuat, menahan tubuhnya agar tidak limbung.

Dia menggertakkan giginya, menolak untuk terlihat lemah di depan pria yang saat ini masih berbaring di atas ranjangnya.

Rasa sakit hatinya berubah menjadi bahan bakar untuk satu tujuan: dia masih ingin menghancurkan harga diri pria tidak peka ini sedalam-dalamnya.

Dengan keangkuhan seorang diva Hollywood, Alceena melangkah menuju walk-in closet.

Dia memilih sebuah gaun pesta malam yang teramat seksi—sebuah gaun backless berbahan satin hitam ketat yang mengeposkan punggung mulusnya dan membentuk siluet tubuhnya dengan sempurna.

Dia memoles wajahnya dengan riasan tebal, mengaplikasikan lipstik merah menyala yang berani, dan menata rambut panjangnya dengan gaya bergelombang yang elegan.

Malam ini, dia akan pergi ke klub malam paling eksklusif di pusat kota dengan tenang. Tentu saja, bersama Shireen yang sudah menunggunya.

Dia butuh pelarian, dia butuh alkohol, dan yang paling penting, dia butuh membuktikan pada dirinya sendiri bahwa dia masih memegang kendali penuh atas hidupnya.

Saat Alceena melangkah keluar dari walk-in closet dengan sepatu hak tinggi setinggi dua belas sentimeter yang berketuk nyaring di atas lantai, sosok Xander tampak baru saja mendudukkan tubuhnya di tepi ranjang.

Pria itu masih bertelanjang dada, mengeposkan otot-otot perutnya yang berpetak rapi dan bahu bidangnya yang dipenuhi guratan bekas kuku Alceena.

Rambut hitamnya berantakan, dan sepasang mata heterochromia-nya langsung mengunci sosok Alceena yang sudah tampil memukau bagaikan seorang ratu malam.

Xander mengernyitkan dahinya, tatapannya menggelap melihat betapa seksinya gaun yang melekat di tubuh wanita itu. "Kau akan ke mana?" tanya Xander, suaranya berat, parau, dan sarat akan nada tidak suka yang sangat kentara.

Alceena tidak menoleh, dia hanya sibuk memakai anting berliannya di depan cermin besar. "Aku akan ke pesta," jawab Alceena singkat, dingin, tanpa emosi.

Xander bangkit berdiri, melangkah mendekati Alceena dengan tubuhnya yang tinggi tegap menonjolkan aura intimidasi. "Kau tidak lelah, hm? Tubuhmu baru saja..."

"Tidak," potong Alceena cepat, dia berbalik dan menatap Xander dengan senyuman miring yang teramat meremehkan.

"Aku sama sekali tidak lelah, Xander. Aku bahkan berniat mencari pria lain di klub malam itu untuk menemani sisa malamku."

Deg.

Kalimat itu menghantam dada Xander seperti hantaman beton. Sepasang matanya membelalak, kilatan amarah dan rasa tidak terima seketika menyala di dalam kornea biru dan abunya.

"Apa maksudmu, Alceena?!" tuntut Xander, suaranya meninggi, menahan gejolak cemburu yang tiba-tiba membakar dadanya dengan dahsyat. "Kau gila, hah?! Setelah apa yang kita lakukan sepanjang siang ini, kau dengan mudahnya mengatakan ingin mencari pria lain?!"

Kali ini, Xander tidak lagi bisa menahan egonya yang terkoyak. Namun, melihat Alceena yang bersiap melangkah pergi meninggalkannya, rasa takut kehilangan wanita ini mendadak mengalahkan seluruh keangkuhan darah Stone di dalam dirinya.

Pria itu menurunkan bahunya, menatap Alceena dengan pandangan yang teramat putus asa.

Xander bahkan merendahkan harga dirinya sedalam-dalamnya di depan Ceena—hal yang tidak pernah dia lakukan pada siapa pun sepanjang hidupnya.

"Ceena... kumohon padamu, jangan pergi. Maafkanlah aku, Ceena!" teriak Xander, suaranya menggema hebat di dalam kamar mewah itu, sarat akan keputusasaan yang teramat dalam.

Dia melangkah maju, mencoba meraih pergelangan tangan Alceena, namun wanita itu dengan cepat menepisnya dengan kasar.

"Kau pikir hanya dengan kata maafmu, harga diriku yang kau injak-injak tadi pagi bisa berdamai begitu saja?!" balas Alceena, suaranya tak kalah menggelegar, matanya berkilat penuh kebencian.

"Kau bahkan mengatakan aku ini siapa tadi pagi, Brengsek! Kau berteriak di depan wajahku bahwa aku hanya wanita dua hari yang tidak tahu apa-apa dan licik! Kau lupa?! Sekarang lepaskan aku! Aku akan ke pesta malam ini dan kau tidak punya hak melarangku!"

Mendengar penolakan mentah-mentah itu, napas Xander memburu frustrasi.

Rahangnya mengeras, dan sisi dominannya kembali berontak karena merasa diabaikan.

"Wah... kau benar-benar sedang menguji kesabaranku, Alceena Brox Riccardo!" geram Xander, dia melangkah maju hingga tubuh besarnya mengunci pergerakan Alceena di dekat pintu.

"Kau milikku! Semalam dan siang ini kau sudah menyerahkan dirimu padaku! Jadi kau tidak boleh pergi ke mana pun malam ini, Alceena! Aku melarangmu!"

Alceena mendengus keras, sebuah tawa sarkastik yang dipenuhi rasa muak keluar dari bibir merahnya. Dia menatap Xander tepat di manik matanya dengan tatapan yang teramat dingin dan menghujam.

"Kau melarangku? Atas dasar apa, Xander?" bisik Alceena, suaranya mendadak merendah namun terasa sangat tajam. "Kau hanya simpanan di sini. Ingat itu baik-baik di dalam otak tulismu. Kau. Hanya. Simpanan."

Deg.

Kata 'simpanan' itu kembali diucapkan oleh Alceena, namun kali ini dengan nada yang begitu final, seolah-olah menggaris bawahi dengan tegas status Xander yang tidak lebih dari sebuah komoditas pemuas hasrat belaka.

Xander terpaku, tubuh tegapnya menegang kaku seolah baru saja disiram air es di tengah musim dingin.

Wajahnya memucat, dan sorot matanya memancarkan rasa terhina yang teramat pekat.

"Simpanan? Jadi... kau benar-benar menganggapku hanya sebatas simpanan?" tanya Xander dengan suara yang bergetar menahan amarah dan kekecewaan yang mendalam.

"Hey, kau pikir kau siapa, hah?!" sentak Alceena, dia maju selangkah, menekan dada bidang Xander dengan jari telunjuknya yang dihiasi cat kuku merah.

"Kita baru kenal tiga hari, Xander! Kau lupa?! Tiga hari yang lalu kau hanyalah pria asing yang seperti orang sekarat di bar VIP itu! Tiga hari! Selain hubungan desahan di atas ranjang yang baru saja kita lakukan, kau mengharapkan hubungan emosional seperti apa dari seorang Alceena Riccardo, hm?"

Alceena menarik napas tajam, lalu melemparkan senyuman paling sinis yang dia miliki, menghancurkan sisa-sisa harapan pria di depannya.

"Bukankah kau sangat mencintai kekasih sepupumu itu? Siapa namanya... Nora... ya, Nora. Wanita suci yang kau puja itu. Pergilah dari sini, Xander. Kembali ke Chicago atau ke mana pun kau mau. Aku sudah tidak lagi membutuhkanmu di rumahku!"

Kata-kata Alceena yang membawa kembali nama Nora seolah menjadi pukulan telak yang mengakhiri seluruh argumen Xander.

Pria itu terdiam membatu, menatap Alceena dengan tatapan kosong, menyadari bahwa dia telah benar-benar kehilangan haknya untuk marah atau menuntut lebih setelah semua kekacauan dan luka yang dia torehkan tadi pagi.

1
ida wati
ombak pun menggulung mendengar suara cempreng Alceena 🤣🤣🤣🤣🤣
ida wati: 😄🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
ida wati
langsung kicep 😄🤣
Ros 🌷🦋: wkkwwk🥰
total 1 replies
ida wati
auman singa betina 🤣🤣🤣🤣🤣
ida wati: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
ida wati
udah diperingatin sm asisten nyaaa, huhhh jd rempeyek kan luu 😏
Ros 🌷🦋: Digeprek 🤭🤣
total 1 replies
ida wati
ayolooo......kabur sono masuk ke laut 🤣
Ros 🌷🦋: Sampe lupa author bikin dia kecebur dilaut 🤣
total 1 replies
winpar
cerita ini seru bgt kk 🥰
Ros 🌷🦋: Huhuhu Ma'aciww banget ka🫶🥰
total 1 replies
ida wati
Xander said : hei hei hei kutil dino......akulah yg sudah unboxing Alceena jd singkirkan gossip murahanmu itu 🤣🤣🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: wkwkkw🤣🤭
total 3 replies
ida wati
dah lah cari aman aja daripada daripada yekaannn 😄😄😄😄😄
Ros 🌷🦋: iya dong🤭
total 1 replies
ida wati
HA HA HA HA HA #ketawajahat
ida wati
mana ada adegan pemersatu bangsa cuma 10 menit 🫣🫣🫣
Ros 🌷🦋: hahaha lawak 🤣🤣
total 1 replies
ida wati
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ida wati
si modus 🤣
Ros 🌷🦋: kesayangan author 🤣
total 1 replies
ida wati
Xander ini manusia atau semacam tembok berlin? 😄🤣
Ros 🌷🦋: Haha Ngakak saya🤣
total 1 replies
ida wati
kalo pilem ultramen pasti ada sinar laser dari mata nya 🤣🤣🤣
♔, Seleneᥫ᭡𐂅◇☆, ꧁
Luar biasa
ida wati
wkwkwkwk akoh kira udh 20an 🤣 ternyatahh mabelastaon 🤣
Ros 🌷🦋: Haha berondong 🤣
total 1 replies
ida wati
kurang 2 kata mutlak nya thor 🤣
Ros 🌷🦋: typo kak🤭🤣
total 1 replies
ida wati
waduh basah kuyup 🤣 lanjutkan 🤣
Ros 🌷🦋: wkwkw🤭🤣
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
cerita xander sama alceena seruu😍
Ros 🌷🦋: ma'aciww kak 🫶
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
wahh cerita xander😍
Ros 🌷🦋: Happy reading kak 🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!