NovelToon NovelToon
Kembar Beda Sifat

Kembar Beda Sifat

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Ketos / CEO
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Ropha M.P

Eliza Mahendra adalah seorang gadis dengan julukan "Gadis Berhati Dingin" atau "Kulkas Berjalan" di sekolah elitnya, SMA Nusa Bangsa. Sebagai Ketua OSIS, ia menjalankan tugasnya dengan kedisiplinan tanpa kompromi, dihormati sekaligus ditakuti karena sifatnya yang misterius, irit bicara, dan tatapan tajamnya. Kehidupannya yang teratur dan dingin berbanding terbalik dengan kembarannya, Elzia, yang dua jam lebih muda. Meskipun memiliki wajah yang serupa, Elzia memancarkan kehangatan dan dikenal sebagai gadis yang lebih "bar-bar" dari gadis seusianya, bahkan diam-diam menyandang gelar "Queen Racing" di dunia balap.

Cerita ini mengandung unsur kekerasan, konflik mafia, dan ****** ******. Harap bijak dalam membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ropha M.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bukan Putri Kandung

Malam pun tiba

Elzia tidur dari jam 17,00 hingga sekarang pukul 20,38 Elzia tertidur pulas di kasur empuk nya

Tok... Tok... Tok...

"Kak.. Kau dipanggil untuk makan malam " Ucap Angga yang mulai terbiasa dengan memanggilkan Elzia sebutan 'kakak'

Elzia mulai terusik, ia membuka kedua matanya dan melihat jam.

Kemudian ia turun dari kasurnya dan menuju pintu kamar

Ceklek

Pintu terbuka dan memperlihatkan Angga yang siap dengan jaket kebanggaan nya

"Ada apa? " Tanya Elzia dengan khas suara bangun tidur

"Mommy menyuruhku untuk membangunkan mu supaya makan malam bersama" Ucap Angga sedangkan Elzia hanya mengangguk saja

Elzia berjalan menuju Ruang makan di ikuti Angga dibelakang, keduanya menggunakan Tangga.

Ketika menuju Ruang makan Elzia melihat kearah seorang gadis yang tak lain dan tak bukan adalah Eliza

"Kak Kau kapan datang? " Tanya Elzia sambil menarik kursinya

"Baru saja "jawab Eliza datar nan dingin

Sedangkan Arumi, Bara, dan Angga hanya diam mengamati obrolan Elzia dan Eliza

Angga terpaksa duduk di samping Eliza, ia belum terbiasa berinteraksi dengan Eliza

"Selesai makan temui saya di Ruang kerja " Ucap Bara pada Elzia dan Eliza

Seperti yang di ucapkan bara di ruang makan, Elzia dan Eliza duduk di kursi yang sudah di siapkan

"Apa yang ingin kau bicarakan? " Tanya Eliza dengan suara datar nan dingin

Sedangkan Elzia diam saja menunggu jawaban dari Bara

. "Kuharap kalian berdua tak bersedih dengan kenyataan ini."Pria paruh baya itu menjeda kalimatnya sejenak,

"Sebenarnya kalian berdua bukanlah putri kandung saya " Ucap Bara sejenak dan melihat ekpresi kedua gadis itu, tapi beberapa detik tidak ada ekpresi yang ditunjukkan keduanya dan membuat Bara menghela napas lega

"Kalian berdua saya temukan di pinggir Hutan pinus, waktu itu saya dikejar oleh musuh sehingga saya berlari ke hutan pinus, setelah saya berlari cukup jauh dari kejaran musuh, saya mendengar suara tangisan Bayi, yaitu kalian berdua dan untungnya waktu itu bawahan saya juga datang tepat waktu sehingga saya membawa kalian berdua. " Jelas Bara panjang lebar dan memperhatikan Elzia dan Eliza

"Jika bukan karena papa mungkin kami berdua takkan bisa melihat dunia ini" Ucap Elzia tersenyum miris

Ia sebenarnya sudah mengetahuinya makanya ia tak Terkejut dengan Fakta tersebut

Ia merasa seperti anak yang sengaja dibuang, Elzia benar-benar merasa sesak di hatinya namun sekuat tenaga ia tahan supaya tak menangis

Sedangkan Eliza hanya diam dengan wajah datarnya, ia diam-diam melirik ke arah Elzia yang menundukkan kepalanya

"Terimakasih karena sudah merawat kami berdua, jika bukan karenamu mungkin kami sudah tiada sejak dulu " Ucap Eliza dengan suara datarnya

"Apa kalian ingin saya bantu mencari keluarga kandung kalian berdua? " Tanya Bara menatap sendu ke arah Elzia dan Eliza

" Tidak perlu kami bisa mencarinya sendiri " Tolak Eliza dan mengeluarkan sesuatu dari balik jaketnya

Eliza meletakkan sebuah amplop di atas meja membuat Bara dan Elzia menatap ke arah amplop tersebut

"Apa ini? " Tanya Bara mengambil amplop tersebut

"Buka saja " Ucap Eliza datar, Bara menurut saja dan mulai membuka isi amplop tersebut

Degh

Tiba-tiba saja air mata keluar dari pelupuk matanya ketika ia membaca surat yang ada ditangannya

" 99℅ cocok " Guman Bara sambil menintikkan air matanya

"J-jadi, Angga anak kandung saya?" Tanya Bara terbata-bata. Dadanya kembang kempis menahan sesak saat mElemparkan pandangan tak percaya ke arah Eliza.

Ruangan itu seketika diselimuti atmosfer yang mencekik. Eliza tidak langsung bersuara. Ia membiarkan keheningan menyiksa Bara selama beberapa detik, sebelum akhirnya menganggukkan kepala dengan tenang. Respons minimalis yang mengonfirmasi bahwa rahasia terdalam pria itu telah telanjang di matanya.

"Aku merasa janggal sehingga tanpa seizinmu aku melakukan tes DNA secara diam-diam" Ucap Eliza datar sedangkan Elzia hanya diam dengan seribu pikiran

"P_papa aku izin ke kamar terlebih dahulu tidak apa-apa kan? " Tanya Elzia dan diangguki Bara

Setelah perginya Elzia, Bara menatap ke arah Eliza yang masih setia dengan wajah datar nan dingin

" Itu salah satu ucapan terimakasih ku padamu " Ucap Eliza datar kemudian ia mulai bangun dari duduknya

"Tidak perlu mencari orang tua kami, mereka akan mencarinya sendiri jika mereka masih ingin bertemu " Ucap Eliza datar kemudian berjalan menuju pintu

"Aku pergi dulu " Pamit Eliza kemudian keluar dari Ruang Kerja Bara yang masih setia dengan wajah sembabnya.

Eliza berjalan menuju kamar milik Elzia, ia tau bahwa kembarannya sedang menangis

Ceklek

Pintu kamar Elzia terbuka, Eliza melihat Ke arah Adiknya yang duduk di balkon kamarnya

Elzia Menoleh ketika seseorang memasuki kamarnya dengan mata yang sembab, ia baru saja menangis

Eliza melangkah mendekat, mengikis jarak di antara mereka sebelum akhirnya membawa Elzia ke dalam dekapan hangatnya. Lengan Eliza melingkar protektif, mendekap erat tubuh sang adik. Meskipun ia terkenal tidak peduli dan dingin pada dunia, bukan berarti ia bisa mengabaiKan separuh jiwanya sendiri—kembarannya.

"Hiks... hiks..." Pertahanan Elzia runtuh seketika. Tangisnya pecah di dalam pelukan Eliza, menumpahkan segala sesak dan luka yang sejak tadi ia tahan di depan Bara.

"Sudahlah, jangan menangis lagi," bisik Eliza. Suaranya yang biasa sedingin es perlahan melembut, seolah berusaha menyalurkan seluruh kekuatannya agar Elzia tidak merasa sendirian menghadapi kenyataan ini.

Sedangkan Elzia hanya menangis dalam diam

" Aku sarankan untuk mu agar tidak balapan malam ini " Ucap Eliza datar, Elzia langsung melepaskan pelukannya

"Kenapa? " Tanya Elzia mengerutkan keningnya

"Lawanmu bukan orang sembarangan seperti lawan biasanya " Ucap Eliza datar

"Jika kau tidak percaya lihat saja nanti, meskipun hadiahnya sangat besar tapi bukan berarti permainan nya akan mudah begitu saja, pasti ada kecurangan di dalamnya" Jelas Eliza panjang lebar

Elzia mengangguk kan kepalanya

"Lagipula aku juga tidak mungkin ikut balapan dengan ke adaan seperti ini " Ucap Elzia ketika melihat dirinya bak orang gila

Eliza mengangguk kan kepalanya tanda membenarkan ucapan Elzia

"Hm benar juga kau seperti orang gila yang kehilangan kekasihnya" Ucap Eliza datar

Sedangkan Elzia melotot kan matanya

Tak Terima dengan ucapan Eliza barusan. Ia ingin mengucapkan sesuatu tapi Eliza pergi terlebih dahulu tanpa menunggu ucapan Elzia

" Enak saja bilang aku gila karena kehilangan kekasih, cowok masih banyak ngapain gila karena ditinggalkan lebih baik cari yang baru " Gerutu gadis itu kemudian beranjak dari duduknya menuju kamar mandi untuk mencuci mukanya

________________________________________

Eliza berjalan menuruni tangga ketika sampai di ujung tangga, ia menoleh sekilas ke arah sofa dimana Teman-teman Angga sedang duduk bermain ps dan tidak mengetahui keberadaan nya

Eliza melewati mereka begitu saja tanpa menyapa mereka, Tiba-tiba Angga menoleh dan melihat ke arah Eliza sebenarnya ia bingung disana Eliza atau Elzia

" K_kak kau ingin kemana? " Tanya Angga berusaha untuk tetap tenang

Eliza menoleh dan bersitatap dengan Angga

Angga sedikit kaget melihat tatapan dingin nan tajam, sekarang ia tahu siapa yang berada di ambang pintu sana

"Apart " Jawab Eliza datar nan dingin

Sedangkan Angga hanya menganggukkan kepalanya, Eliza langsung keluar tanpa memperdulikan Angga dan teman-temannya

Ia langsung berjalan menuju motornya dan menghidupkan mesin motornya

Eliza mulai meninggalkan area mansion tersebut sedangkan satpam yang berjaga langsung saja membuka pintu gerbang ketika melihat Eliza yang terus mengegas motornya

Brum.. Brum.. Brumm..

"Huft punya majikan gini amat " Guman satpam tersebut sambil mengeluskan dadanya

Ia kemudian menutup kembali gerbang tersebut

1
Salwa Blora
kak lanjut semangat terus kak 😁😁
Ropha M.P: terimakasih kak telah menyempatkan diri membaca cerita aku, jangan lupa di like ya kak biar makin semangat nih buat cerita nya😍
total 1 replies
anggita
like👍 iklan☝, tiap bab cukup panjang juga🤔.👌oke lah😊.
Ropha M.P: hehe Terima kasih Kak, jangan lupa like ya kak biar makin semangat aku Update😍🙏
total 1 replies
Evi 060989
up lg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!