NovelToon NovelToon
TERSESAT DI DESA MISTERIUS

TERSESAT DI DESA MISTERIUS

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / TKP / Hari Kiamat
Popularitas:76.8k
Nilai: 5
Nama Author: Cublik

Semua bermula saat regu berjumlah enam anggota mahasiswa hendak bertolak ke sebuah perkampungan pelosok demi tugas KKN, mereka menolak ikut rombongan bus kampus, memilih menaiki mobil pribadi.

Sampai pertengahan jalan, sang sopir berbelok arah, mencari jalur alternatif agar cepat sampai tujuan, tapi malah memasuki wilayah tidak terdaftar pada peta digital maupun konvensional.

Keanehan, kejanggalan mulai terjadi kala sang waktu merambat memasuki malam hari. Langit berangsur-angsur berubah warna layaknya api menyala.

Ada apa sebenarnya? lantas bagaimana dengan nasib para mahasiswa, termasuk Candra Kanti, gadis pendiam yang dapat merasakan aura mistis disekitarnya ...?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cublik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mimpi tak diingat : 12

Semenjak umur 11 tahun, Kanti tidak lagi bisa terhubung dengan sang pelindung raganya.

Bukan tanpa alasan, tetapi karena Nyai memiliki sifat mendominasi, agresif, sering menguasai raga Kanti demi membalas para pembully sang majikan yang terkenal pendiam, mudah ditindas, enggan melayani apalagi melawan.

Terakhir, seorang anak laki-laki dilarikan ke rumah sakit setelah didorong dari tangga lantai dua, dan masih banyak kejadian nyaris serupa lainnya.

Jiwa Kanti lemah, kalah oleh sang pelindung berkarakter kuat, egois, membuat si pemilik tubuh sering tidak sadarkan diri.

Oleh karenanya, nyi Hyang – pelindung ibunya Kanti, melakukan ritual pengikat jiwa demi melindungi jiwa asli pemilik raga.

Namun ada harga yang harus dibayar, Kanti kehilangan keistimewaan yang ikut terbelenggu. Dia tidak lagi bisa melihat masa lalu, penyebab kematian arwah sering mengikutinya, dan kemampuan berkomunikasi dengan makhluk gaib pun sirna. Hanya dapat merasakan aura mistis di sekitar, meskipun samar.

“Kanti, gak ada yang aneh sama kamar kutempati,” Aji membuyarkan lamunan Kanti.

“Baguslah, setidaknya kita bisa sedikit bernapas lega. Semoga disini bukan sarang bahaya,” ucapnya pelan.

“Kamu kenapa?” Aji memperhatikan ekspresi murung Kanti.

“Cuma kepikiran keluargaku. Mereka pasti kelimpungan mencari kita.” Helaan napasnya penuh beban berat, pandangan sedikit memburam sampai wajah Mayang seolah memiliki bayangan.

Aji juga terlihat murung. Dia memiliki keluarga harmonis – orang tua penyayang, terlebih dirinya anak tunggal.

“Semoga kita bisa segera keluar dari sini dalam keadaan hidup, sehat,” harapnya sungguh-sungguh.

“Semoga,” kata Aji, berharap sama.

“Kalian gantian mandi. Tadi pak Aan sudah menawari makan malam.” Sambara masuk ke dalam kamar Mayang.

“Pak Aan siapa?” Aji menoleh, dan lagi-lagi melihat Sambara, Ahwaya memakai pakaian serba putih.

“Pelayan rumah ini. Ternyata namanya Aan.” Sambara memandang Mayang yang masih belum juga sadar.

“Aku pergi mandi duluan.” Kanti beranjak, bergegas menuju kamarnya.

.

.

“Perasaan sebelum keluar jalan-jalan, pintu ini tertutup rapat, kenapa sekarang bercelah seolah pernah dimasuki seseorang.” Tangannya tak perlu mendorong kuat seperti sebelumnya.

Mata Kanti bergerak cepat, memeriksa kondisi kamar ukuran 3x3. Semua terlihat sama, tidak ada yang berpindah tempat.

Namun, sang gadis masih belum puas, dia duduk di lantai, membongkar isi tas ransel.

‘Kemana alat kejut listriknya?’ Kanti terus mencari senjata andalannya, tetapi tidak ketemu.

Tadi, dirinya sengaja meninggalkannya dikarenakan pakaian yang dikenakan tidak memiliki saku.

‘Ponselku juga gak ada?’ suara batinnya kian berisik, kecemasan mulai menyergap.

Dua benda sangat berarti itu namun tidak terlalu berguna di sini terutama ponsel, raib entah kemana.

Tak ingin membuat lainnya menunggu makan malam, Kanti beranjak, membawa pakaian ganti dan juga kain jarik ke kamar mandi.

Kali ini, keanehan seperti yang sudah-sudah pun terjadi. Setiap celah tertutup sempurna membuat sepasang mata dibalik dinding kamar mandi tak bisa mengintip sang gadis tengah membasuh tubuh.

Kedua tangannya mengepal, perasaan geram, sampai sulit menahan emosi. Keinginan mendobrak pintu kian menguat, tetapi teringat jikalau bertindak gegabah, hasilnya tidak akan sempurna.

Sosok mengenakan pakaian serba putih mengendap-endap pergi menjauhi area kamar mandi.

***

Dihunian kedua orang tua Candra Kanti, dalam gua dibalik air terjun deras, tempat dimana ibu Laila Ngatemi melahirkan putri kembarnya, tengah terjadi sebuah ritual demi mencari keberadaan si sulung.

Batari berbaring dalam keadaan tidak sadarkan diri di atas batu pipih, lewat jendela mata batinnya, nyi Hyang menelusuri jejak pemilik darah manis tulang wangi.

Setetes darah dari jari telunjuk Batari yang disayat menyatu dengan asap kemenyan membumbung.

Tubuh si gadis tak memiliki kemiripan dengan saudara kembarnya, tiba-tiba menegang, kedua tangan mengepal.

“Ceritakan!” titah suara dalam, menusuk. Nyi hyang dalam balutan kemben jarik, berselendang keemasan sedang menyelami alam bawah sadar Batari.

“Mereka berenam dalam satu mobil, mengikuti bus rombongan kampus. Sampai pada persimpangan menuju kabupaten pelosok, tiba-tiba Abeer sang sopir memutar habis stir kemudi, berbelok ke jalan ….” napasnya tertahan, buliran keringat membasahi pelipis.

Sang ibu berdiri kaku, dapat merasakan sesuatu tidak semestinya. Dua hari sudah putrinya tidak ada kabar. Pencarian pun menemui jalan buntu.

Pak camat menyimpan rasa khawatir dibalik sorot mata tegas, terlebih Batari belum juga melanjutkan kalimatnya.

“Tidak ada jalan di sana. Mobil itu menerobos hutan lebat, lajunya berada tepat di sisi pohon, hampir terhimpit. Kemudian … aku tidak bisa melihat apa-apa selain kabut tebal,” suara Batari melirih dengan napas tersengal-sengal.

Ritual segera disudahi, menyisakan tanya belum terjawab. Sebuah misteri harus secepatnya dipecahkan, sebab ada jiwa butuh pertolongan. Segera!

Laila menghampiri putri bungsunya, mengusap keringat pada pelipis, mengelus sepasang alis berkerut.

Batari terjaga, dan tentu tidak ingat apa yang barusan dia katakan.

“Kak Kanti baik-baik saja kan, Bu?” tanyanya cemas, takut terjadi hal tidak diinginkan.

Bukan jawaban melainkan pelukan memberi ketenangan dan berusaha mencari rasa yang sama dalam dekapan ibu dan anak.

“Apa yang harus kami lakukan, Nyi?” sang kepala keluarga meminta pendapat kepada pelindung istrinya.

“Wilayah itu tidak terdaftar pada peta manapun. Dan juga, sesuatu berkekuatan besar, pekat, sengaja menutupnya demi sebuah tujuan,” ungkap sosok gaib itu.

Wanita berambut pendek sebahu secepat kilat menoleh ke nyi Hyang. “Bukan putriku yang dia incar kan, Nyi?”

Netra seluruhnya putih, menerawang jauh, seolah tengah mengingat setiap hal telah terlewati.

“Candra Kanti menyimpan sebuah rahasia. Pada malam-malam panjang, bertahun-tahun lamanya, nyaris tidak pernah terlewat, seseorang membawa jiwanya ke alam mimpi. Apa yang kini terjadi terhubung dengan potong-potongan alam bawah sadarnya.” Nyi hyang beranjak, kakinya tidak menjejak tanah.

“Maksudnya?” sedikitpun Laila Ngatemi tidak bisa menebak makna tersirat sang pelindung.

“Laila, saya tidak bisa memberi gambaran maupun mengungkapkan. Sebab, kekuatan ini jauh melampaui di atasku,” akunya jujur.

“Terus bagaimana kita menemukan Kanti? Apa harus membuka segelnya?” Pramudya kehilangan ketenangannya.

“Sebelum saya menerawang, cara itu paling tepat, tapi setelah merasakan aura lebih dari kata jahat apabila tujuannya tak tercapai, amarah berkobar, maka pilihan salah membiarkan Nyai terbebas. Pelindung Kanti bukanlah sosok bijaksana. Jiwanya hanya mengerti membalas tanpa bisa berpikir akan konsekuensinya,” beritahu nyi Hyang.

Pada akhirnya mereka menemukan jalan buntu. Nyi Hyang yang terkenal sakti, tak mampu menemukan titik terang keberadaan sang putri.

“Paling tidak kita bisa mengetahui dimana Kanti kini, Nyi,” bujuk ibu beranak dua, wajahnya sudah memerah akibat tangis dan cemas.

“Jika pilihan itu berakibat fatal, apa kau sanggup kalau sesuatu terjadi tanpa bisa kita cegah?”

Pertanyaan yang hanya mampu dijawab oleh gelengan. “Lantas kita harus apa? Mengapa Kanti tak pernah sekalipun cerita tentang mimpinya? Bisakah nyi Hyang menerawang tentang apa itu?”

Nyi Hyang menjelaskan. “Kanti terbangun dalam keadaan kehilangan semua kenangan dalam mimpinya. Bukan kebetulan, tapi sengaja disembunyikan oleh sosok berkuasa itu. Sehingga tidak ada satupun dari kita bisa merasakan gelagat aneh, karena putrimu sendiri tak mengingatnya.”

“Apa tak ada yang bisa kita lakukan, Nyi? Bisa jadi sekarang Kanti membutuhkan pertolongan,” pak camat seakan melakukan negosiasi demi keselamatan darah dagingnya.

“Semua tergantung pada Kanti, bisa tidak dia menghindar, menjauh, melarikan diri sampai portal dimensi lain terbuka dengan sendirinya.”

“Kapan tepatnya hal itu terjadi, Nyi?”

.

.

Bersambung.

1
R.@RDioN@
lanjut kak🙏 semangkin malam semangkin serem😁
Ayudya
lanjut kak🥰🥰🥰🥰
Siti Umaroh
ada versi blinya nya GK si TPI klou Sambara Aya GK Slamet GK mauu
Siti Umaroh
suka bgt sma cerita nya semoga ke lima orang ini slmat bersatu ngungkap misteri didesa itu
𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽᴛ⑅⃝ˢ🐈
pancing saja kanti siapa tau itu bakal kepancing dan tnp sadar akan membuka kedok aslinya
Betri Betmawati
udh ngk sabar nunggu lanjutan Thor
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒎𝒂𝒌𝒊𝒏 𝒅𝒍𝒎 𝒃𝒂𝒉𝒂𝒚𝒂 𝒎𝒆𝒓𝒆𝒌𝒂 𝒌𝒍 𝒍𝒂𝒎𝒂" 𝒃𝒆𝒓𝒂𝒅𝒂 𝒅𝒊 𝒔𝒂𝒏𝒂 😖😏😠
FLA
lanjut lagi
Shee_👚
kayanya kanti sengaja ini memancing reaksi mereka seperti apa
Shee_👚
typo kak minumnya teh hangat
Shee_👚
bener ini bu sasmi bukan manusia, dia juga makhluk jadi²an semua.
Shee_👚: ya kak, ini masih susah di tebak kenapa mereka mancing kanti dan temen²nya kesitu. apa tujuannya?
total 2 replies
Shee_👚
astaga lagi keadaan begitu masih sempet²nya mikir begituan😏
emang bener² laki durjana, dah lah sono di makan anjjing aja🤭
Shee_👚
di sirep mungkin mereka, masa kanti berantem sama guk guk gak da yang denger
Shee_👚
apa lilis ya🤔🤔

tinggal di dalam kandang pemangsa membuat was was setiap detiknya
Shee_👚
duh mau masuk ke kamar ternyata, mau ngapain itu anjjing ya🤔
Shee_👚
aduh deg deg an jangan sampai bau kanti ke cium
myPuspa
SEMANGATTT kk Cublik up nya...🥰🥰🥰
Siti Umaroh
semangat thor jangan BKIN peran Sambara jdi jhatt
AFPA
kamar akyu..semalam 🤣
Siti Umaroh
thor jangan ada korban lgi aku BCA novel ini karna suka Sambara SMA aya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!