Reza adalah mantan koki yang dipecat karena difitnah, tetapi ia menemukan tujuan hidup baru setelah mendapatkan Sistem Restoran Dunia Lain.
Kini ia mengelola Restoran di mana pintunya terhubung ke dimensi kultivator dan sihir, menyajikan makanan lezat yang menyelesaikan masalah para pelanggan dari berbagai dunia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19
Reza menatap layar biru di depannya dengan saksama.
Deretan gambar siluet karakter berjajar rapi beserta harga poin di bawahnya.
"Sistem, tolong saring daftar ini," perintah Reza.
"Tampilkan karakter yang wujud fisiknya paling mirip dengan manusia biasa di Bumi."
"Penyaringan sedang diproses," jawab Sistem dengan cepat.
"Daftar telah diperbarui sesuai kriteria Host."
Layar biru itu kini hanya menampilkan sekitar sepuluh pilihan karakter.
Reza menekan gambar pertama yang berwujud seorang pemuda kekar.
Harga rekrutmen pemuda itu adalah seribu poin sistem.
Keterangannya tertulis ras Kurcaci Penempa dengan keahlian mengangkat barang berat.
"Ini tidak cocok," gumam Reza menggelengkan kepalanya.
"Orang-orang di Bumi akan curiga melihat orang pendek tapi berotot seperti Ade Rai."
Reza menggeser layar dan melihat pilihan kedua.
Kali ini gambarnya menunjukkan seorang gadis cantik bertelinga panjang.
Harga rekrutmen gadis ini adalah seribu lima ratus poin sistem.
Keterangannya tertulis ras Setengah Peri dari dimensi fantasi barat.
"Sistem, apakah telinga panjangnya ini bisa disembunyikan?" tanya Reza penasaran.
"Atau dia harus memakai topi setiap hari saat melayani pelanggan di Bumi?"
"Ras Setengah Peri memiliki kemampuan ilusi dasar bawaan," jelas Sistem.
"Dia bisa menyembunyikan telinga panjangnya hingga terlihat seperti manusia biasa sepenuhnya."
Reza tersenyum puas membaca keterangan tambahan tersebut.
Gadis setengah peri ini juga memiliki kemampuan kelincahan tinggi dan ingatan tajam.
'Kemampuan mengingat pesanan sangat penting untuk pelayan kedai yang sibuk,' batin Reza.
'Harga seribu lima ratus poin juga masih masuk dalam anggaranku.'
"Sistem, aku pilih karakter Setengah Peri ini," ucap Reza mantap.
"Lakukan proses perekrutan sekarang juga."
"Permintaan diterima, memproses kontrak mutlak
lintas dimensi," lapor Sistem.
"Seribu lima ratus poin sistem telah dikurangi dari saldo Host."
Sebuah lingkaran cahaya putih tiba-tiba muncul di tengah area makan kedai.
Cahaya itu berputar cepat dan membentuk silinder setinggi orang dewasa.
Reza mundur selangkah untuk menghindari kilauan cahaya yang menyilaukan mata.
Swosh.
Suara angin berhembus pelan saat cahaya putih itu perlahan memudar.
Sosok seorang gadis muda kini berdiri tepat di tempat cahaya itu muncul.
Gadis itu mengenakan gaun kain sederhana berwarna hijau daun yang sudah pudar.
Rambutnya berwarna pirang pucat dan diikat rapi ke belakang.
Telinganya yang panjang dan runcing terlihat jelas menyembul dari balik rambutnya.
Gadis itu membuka matanya yang berwarna hijau zamrud dan menatap Reza dengan gugup.
Dia langsung berlutut dengan satu kaki dan menundukkan kepalanya dalam-dalam.
"Salam hormat, Tuan Majikan," sapa gadis itu dengan suara lembut yang sedikit gemetar.
"Saya Lyra, pelayan yang terikat kontrak mutlak untuk melayani Anda."
"Berdirilah Lyra, kau tidak perlu berlutut seperti itu padaku," balas Reza ramah.
"Namaku Reza, panggil saja aku Bos atau Kak Reza."
Lyra berdiri perlahan dan menatap wajah majikan barunya itu.
Dia awalnya mengira akan dibeli oleh bangsawan tua yang kejam atau penyihir jahat.
"Baik, Bos Reza," jawab Lyra menurut.
"Apa tugas pertama yang harus saya kerjakan hari ini?"
"Tugas utamamu adalah melayani pelanggan, mengantar makanan, dan membersihkan meja," jelas Reza.
"Tapi sebelum itu, aku ingin tahu apakah kau bisa menyembunyikan telinga perimu itu?"
Lyra menyentuh ujung telinganya sendiri dan mengangguk pelan.
"Saya bisa menggunakan ilusi kecil untuk membuatnya terlihat bulat," jawab Lyra.
"Tapi sihir saya sangat lemah, ilusinya hanya bisa bertahan beberapa jam."
"Sistem telah memberikan akses energi tak terbatas untuk ilusi penyamarannya," suara Sistem tiba-tiba menyela.
"Selama dia berada di dalam area kedai, telinganya akan selalu terlihat seperti manusia."
Begitu Sistem selesai bicara, telinga panjang Lyra tiba-tiba mengecil dan membulat.
Wujudnya kini benar-benar seratus persen mirip dengan gadis bule dari luar negeri.
Lyra meraba telinganya yang berubah bentuk itu dengan ekspresi takjub.
"Luar biasa, sihir penyamaranku tidak menguras mana sama sekali," ucap Lyra kegirangan.
"Tempat apa sebenarnya ini, Bos Reza?"
"Ini adalah Kedai Persimpangan, sebuah tempat yang menghubungkan berbagai dunia," jawab Reza.
"Kau sudah menandatangani kontrak rahasia Sistem, jadi kau tidak akan bisa membocorkan hal ini."
Lyra mengangguk cepat untuk menunjukkan kepatuhannya.
Dia sudah merasakan ikatan sihir yang sangat kuat di dalam jiwanya sejak tadi.
"Saya tidak akan pernah mengkhianati Bos," janji Lyra bersungguh-sungguh.
"Saya dulu hanya budak rendahan di pasar gelap, mendapat tempat bersih seperti ini adalah sebuah anugerah bagi saya."
Reza merasa sedikit kasihan mendengar kisah hidup pelayan barunya itu.
Dia memutuskan untuk memperlakukan Lyra dengan sangat baik layaknya adik sendiri.
"Mulai sekarang lupakan masa lalumu yang buruk itu," kata Reza tersenyum.
"Di sini kau akan mendapat kamar tidur sendiri, makan gratis tiga kali sehari, dan gaji bulanan."
Mata hijau Lyra langsung membesar mendengar janji manis tersebut.
"Gaji bulanan dan makanan gratis?" tanyanya mengulang ucapan Reza untuk memastikan.
"Apakah saya sungguh boleh memakan sisa makanan pelanggan?"
"Bukan sisa makanan pelanggan, aku akan memasakkan makanan baru yang layak untukmu," koreksi Reza.
"Sekarang ikut aku ke dapur, kau harus mulai mengenali alat-alat di sini."
Reza berjalan mendahului Lyra masuk ke area dapur yang luas dan bersih.
Lyra mengekor di belakangnya sambil menatap sekeliling dengan penuh rasa penasaran.
"Ini adalah kompor gas, alat untuk menyalakan api tanpa perlu kayu bakar," jelas Reza.
Dia memutar kenop kompor dan api biru langsung menyala dengan suara mendesis pelan.
Lyra melompat mundur karena kaget melihat api biru yang muncul tiba-tiba itu.
"Api biru ini biasanya hanya bisa dibuat oleh penyihir tingkat tinggi," ucap Lyra menatap kompor dengan kagum.
"Apakah Bos Reza adalah seorang Archmage?"
"Aku sudah bilang, aku hanya koki biasa," jawab Reza mematikan kembali apinya.
"Kau tidak perlu menggunakan kompor ini, ini hanya area kerjaku."
Reza berjalan mendekati wastafel berbahan besi mengkilap di sudut dapur.
"Ini adalah wastafel tempat mencuci piring kotor," kata Reza menunjuk keran air.
"Kau tinggal memutar pegangan ini ke atas dan air bersih akan langsung keluar."