memang apa yang aku harapkan dari hubungan ini?memang apa yang aku harapakan dari hubungan ini?
Aku hanya tempat singgah mu untuk sementara,
Karna pada akhirnya kamu lebih memilih dia – aeri anaima salsabila
Kakak tau apa yang lebih seru dari menangkap belut di sawah?
Kak ikut dika ke empang yuk!
Kakak cantik ko nangis?
Siapapun orang di masa lalu aku akan berterima kasih telah melespaskan wanita se keren ini – andika pratama
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rhmawty Anwar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
19 aeri
Sudah beberapa hari ini aeri mendiami wira,bukan karna marah dengan wira tapi karna ingin mengerti seberapa rasa sayangnya wira terhadapnya dan sampe hari ini wira belum juga mengajaknya berbicara apakah adeknya itu tidak merasa di hindari
sebenarnya ia tidak tega dengan itu tapi salahnya sendiri berbicara dengan itu,setiap hari ia akan memasak seperti biasa tapi untuk menyajikan hanya untuk wira saja,dan ia akan memakan di kamar nya,
belum sempat ia berfikir,ketukan pintunya terdengar,hohoh ini saatnya
"kak"ketukan pintu terdengar di ikuti dengan suara wira
"kak"panggil nya lagi kali ini lebih keras lagi
hingga ketukan ke tiga kalinya akhirnya aeri membuka pintu kamar nya terlihat lah wira yang sedang menunggu nya dan bisa aeri lihat kondisi adenya jauh dari kata baik,tapi bukan itu yang penting,jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi tapi wira masih berada di rumah
"kenapa?"tanya nya
"kak,..."belum sempat wira berbicara aeri lebih dulu bertanya
Panas badan wira panas,segera ia membawa adeknya itu ke ruang tengah memeriksa kondisi wira,aeri merasa bersalah sekarang ia akhiri acara ngambek ngambek nya kondisi adeknya lebih penting dari rencana sekarang
"udah minum obat?"tanya nya yang di balas dengan gelengan wira,
"kamu tuh ya"ingin rasanya ia marah sekarang
"tunggu sini kaka ambil obat sama makan dulu"setelah itu ia melangkah ke arah dapur untuk membuatkan wira bubur dan mencari kotak obatnya,
"nah makan dulu buburnya,pelan pelan masih panas"ucapnya saat meletakan seporsi bubur dan sekotak obat
"kak"
"makan dulu wira"jawabnya
mendengar itu wira memakan bubur itu secara paksa,ia tidak menyukai makanan lembek ini,apalagi dengan kondisi nya yang lagi sakit,sulit sekali untuk menelannya,
"habis ini minum obat"ucap aeri
" kak"panggilnya lagi
"kenapa wira?"tanya nya
"maaf"ucapnya sambil tertunduk dengan jari tangan nya yang terkait,ia gugup sekarang
"untuk?"
"soal bicara dede sama kaka?"mendengar itu runtuh saja pertahanan aeri,ia pikir wira tidak mempunyai keberanian untuk ini,ternya ia bisa,adeknya sudah dewasa sekarang
"pembicaraan yan.."
"yang dede bilang udah dewasa itu"jawab wira dengan cepat sebelum aeri menyelesaikan kan bicaranya
"ya kan memang uda dewasa kan?"ucap aeri
"ngga dede masih kecil ko"jawabnya cepat
Mendengar itu runtuh sudah pertahan aeri,melihat mata wira nya sudah berair mendengar bagaimana wira meminta maaf kepada nya apalagi denga kondisi wira yang lagi demam begini,
"kaka ngga marah sama dede,kan dede yang bilang sendiri kalau dede udah dewasa"
"ngga dede belum dewasa"pecah sudah air mata wira
Melihat itu aeri tertawa,
"iya dede belum dewasa,nh makan,berhenti menangis sekarang"jawab aeri, mendengar itu tangis wira tambah keras
"kaka belum maafin dede"tanya
"iya kaka maafin kamu"ucapnya
"sekarang berhenti menangis dan makan udah itu minum obat"jawabnya,walaupun tidak puas dengan jawaban aeri tangis wira mulai reda dan mulai memakan makanan nya dan meminum obatnya,melihat itu aeri geli sendiri,mana mungkin ia bisa marah wira,nah wira lah sumber nyawa nya sekarang
"dede tidur dulu,kaka mau ke pasar dulu"ucap aeri
"ikut,dede ikut kaka"jawabnya yang mendapati gelengan kepala dari aeri
"ngga"
Setelah itu aeri bersiap siap untuk ke pasar sendiri dan mengendarai motor nya