NovelToon NovelToon
The Emerald And Her Four Mates

The Emerald And Her Four Mates

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Romansa Fantasi / Misteri
Popularitas:945
Nilai: 5
Nama Author: Soobin Chan

Hidup Evelyn hancur sejak kepergian ayahnya. Diasingkan ke Kota Vespera yang kumuh dan divonis mati dalam hitungan bulan, ia memutuskan untuk mengakhiri penderitaannya. Tapi seutas tali tambang yang lapuk justru menggagalkan niatnya, menyeretnya masuk ke dalam dunia supranatural yang selama ini tersembunyi.

Darah Evelyn membawa rahasia besar. Ia adalah seorang Multi-Mate yang terikat pada empat penguasa ras immortal terkuat: Naga, Demon, Elf, dan Mermaid.

Di tengah sisa umurnya yang kian menipis, Evelyn terjebak dalam perebutan takdir cinta, perebutan kekuasaan antar-ras, dan konspirasi masa lalu yang perlahan terkuak. Ikuti kisah megah sekuel ketiga dari semesta Alan the Pegasus dan Mnemosyne: The Lost Memory dalam: The Emerald and Her Four Mates.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Soobin Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19. Jadilah Kuat dan Tetap Hidup

'Mungkinkah... benda yang diambil Sofia dari atas pasir waktu itu bukan obatku, melainkan mutiara hitam itu?' batin Evelyn fana. 'Tidak... tidak mungkin.'

Satu teka-teki lagi mendadak terjawab di kepala Evelyn. Ia teringat pada sebuah tanda aneh berbentuk pola sisik yang tiba-tiba muncul dan menghias pundak kirinya setelah kejadian di pantai itu.

"Kalau begitu... apa kalian tahu tentang pola aneh yang ada di pundakku ini?" tanya Evelyn parau.

Dengan tangan gemetar, ia sedikit menyingkap sweter pink yang ia kenakan, memperlihatkan kulit bahunya kepada dua makhluk di sel seberang.

Sontak, sepasang mata Zephyr dan Elara membelalak sempurna.

"Itu tanda mate mutlak dari klan merman," ucap Zephyr, suara baritonnya bergetar tak percaya.

"Kau jelas-jelas telah menelannya! Sekarang kau sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi, Gadis Kecil," timpal Elara dengan tawa bergidik yang tertahan. "Kau tidak akan pernah bisa memuntahkan, apalagi mengembalikan The Heart Pearl yang sudah menyatu dengan jiwamu. Satu-satunya hal yang bisa kau lakukan adalah menerimanya."

Elara mendekatkan wajah seramnya ke besi penjara, menatap Evelyn dengan intens. "Dan kau harus tahu satu rahasia ini. Meskipun pangeran merman berengsek itu terus menyiksa dan menyakitimu sampai mati... dia juga akan ikut mati dan merasakan setiap jengkal rasa sakit yang kau rasakan. Hanya ada satu saran dariku jika kau ingin keluar dari tempat ini hidup-hidup: pikat hatinya, lalu tundukkan pria arogan itu!"

"Tidak! Aku tidak sudi memikatnya, apalagi harus menundukkannya! Aku ini hanya manusia biasa. Aku tidak mau memiliki pasangan makhluk mengerikan seperti dia!" tolak Evelyn mentah-mentah.

Suaranya bergaung keras di koridor penjara bawah tanah yang sunyi. Ego dan harga dirinya sebagai wanita tangguh menolak keras untuk mengemis cinta pada merman yang baru saja menumpahkan darahnya.

"Percuma saja kau menolak," sahut Elara dingin, menyeringai hingga memperlihatkan deretan gigi runcingnya. "Kau hanya akan tersiksa dan terjebak di sini selamanya sampai tubuh ringkihmu itu membusuk. Takdir mate yang telah digariskan semesta tidak akan pernah bisa dihapus, apalagi diubah!"

Elara menjeda kalimatnya, menatap nanar ke arah genangan darah Evelyn yang mulai larut di dalam air.

"Kau sekarang hanya punya dua pilihan di dalam hidupmu yang fana ini, Gadis Kecil: bersikap keras kepala lalu sabar menunggu ajal menjemputmu secara perlahan di sel ini, atau menurunkan egomu demi meluluhkan hati pria arogan itu."

Evelyn mengepalkan kedua tangannya erat-erat hingga buku-buku jarinya memutih. Ungkapan Elara laksana hantaman telak yang mendarat di dadanya. Di satu sisi, ia tahu waktu hidupnya tidak lama lagi karena kanker otak (glioblastoma) yang terus menggerogoti nyawanya dari dalam. Namun di sisi lain, tunduk pada Kaelen terasa jauh lebih buruk daripada kematian itu sendiri.

Trang! Trang! Trang!

Belum sempat Evelyn membalas ucapan Elara, suara gesekan mata tombak besi pada jeruji sel kembali menggema. Kali ini suaranya terdengar jauh lebih riuh dan berat, menandakan ada lebih dari satu orang yang sedang berjalan kemari.

"Kau dalam bahaya, Gadis Kecil. Tampaknya para pasukan merman akan membawamu ke ruang hukuman," ucap Zephyr dengan nada panik yang jarang ia tunjukkan.

"Jadilah kuat dan tetap hidup!" tambah Elara cepat, menyisipkan sedikit peringatan serius di balik suara seraknya.

Evelyn membeku. Otaknya sudah terlalu lelah untuk mencerna apa yang akan terjadi selanjutnya. Tanpa ada aba-aba atau penjelasan apa pun, tiga prajurit merman bertubuh kekar langsung membuka paksa kunci selnya. Dengan gerakan kasar, mereka mencengkeram kedua lengan Evelyn dan menyeret tubuhnya keluar dari ruangan sempit itu.

"Kalian mau membawaku ke mana?!" tuntut Evelyn, mencoba meronta.

Rasa perih di lengan kirinya kian menyengat karena para pengawal itu mencengkeram lukanya tanpa ampun. Darah segarnya kembali merembes, meninggalkan jejak merah yang samar di dalam air sepanjang koridor penjara.

"Tidak usah banyak bertanya. Kau hanya tinggal menunggu mati saja," jawab salah satu pengawal dengan raut wajah datar tanpa ekspresi.

"Manusia fana sepertimu sama sekali tidak layak berada di teritori kami terlalu lama."

Evelyn hanya bisa mengatupkan rahangnya rapat-rapat. Rasa sakit fisik di lengannya dan ancaman kematian yang membayangi otaknya justru memicu percikan amarah baru. Di dalam hati, ia bersumpah tidak akan membiarkan makhluk-makhluk laut ini membunuhnya sebelum ia berhasil menuntaskan dendamnya di daratan.

Hingga tibalah mereka di sebuah ruangan terbuka mirip altar kuno yang terletak di area belakang Istana Kerajaan Abyssal. Di sana, sang pangeran merman tampak berdiri membelakangi mereka sembari menggenggam erat tombak saktinya.

Ia menoleh, menatap Evelyn dengan sorot mata sekelam palung laut. "Ikat dia di sana," perintah Kaelen dingin kepada para pengawal.

Mereka serentak mengangguk takzim. Tanpa memedulikan rasa sakit Evelyn, para pengawal itu mengikat tubuhnya di tengah-tengah altar batu. Kedua tangan dan kakinya dipasung kuat pada masing-masing tiang penyangga. Tempat ini memang dirancang khusus untuk mengeksekusi para tahanan kelas berat.

Begitu tugas mereka selesai, ketiga pengawal itu langsung melangkah pergi, meninggalkan Kaelen dan Evelyn dalam keheningan yang mencekam.

Evelyn membalas tatapan tajam Kaelen tanpa berkedip. "Bajingan kau, Kaelen! Beraninya hanya pada wanita dan manusia lemah sepertiku!" semburnya berang.

"Bicaralah sebanyak mungkin, Evelyn. Karena hari ini adalah hari terakhir kau bisa melihat dunia," sahut Kaelen kejam.

Pangeran merman itu melangkah mendekat. Ia mengangkat tombaknya tinggi-tinggi ke udara, bersiap menancapkan mata pisau yang berkilau dingin itu tepat ke arah bahu kanan Evelyn yang belum terluka.

Evelyn hanya diam. Ia sama sekali tidak memperlihatkan ekspresi ketakutan, apalagi memelas memohon ampun. Di dalam benaknya, pesan Elara terus bergaung laksana mantra:

Jadilah kuat dan tetap hidup.

Saat mata tombak itu tinggal beberapa sentimeter lagi merobek kulitnya, Evelyn tiba-tiba membuka suara.

"Kaelen... apa kau yakin ingin membunuhku? Apa kau sudah tidak sayang dengan nyawamu sendiri?" ucap Evelyn dengan seringai lebar yang menantang. "Aku tahu kau juga akan ikut mati bersamaku jika aku binasa. Sebesar itukah rasa bencimu hingga kau rela menukar nyawa abadimu?"

Sontak, gerakan tangan Kaelen terhenti di udara. Kilat keraguan melintas sejenak di matanya sebelum kembali digantikan oleh kemurkaan.

"Aku tidak peduli! Mau aku mati atau tidak, itu bukan urusanmu!"

Jleb!

"Arghhh!" Evelyn memekik kesakitan. Kaelen seolah menulikan telinga dan menolak mendengar ucapan gadis itu.

Darah segar kembali merembes deras, membasahi altar batu. Namun di saat yang sama, Evelyn sempat menangkap perubahan ekspresi di wajah Kaelen. Rahang pangeran merman itu mengeras dan kelopak matanya berkedut samar—ia juga ikut meringis menahan hantaman rasa sakit yang sama di tubuhnya sendiri akibat hukum The Heart Pearl.

"Baiklah, Kaelen. Aku terima hukuman ini," ucap Evelyn dengan napas tersengal, menolak untuk kalah. "Tapi kenapa kau tidak langsung menusukkan tombak itu ke jantungku saja? Dengan begitu, kau tidak perlu repot-repot menyiksaku setiap saat."

Kaelen tidak menjawab. Alih-alih melembut, ia justru mencabut tombak itu dengan gerakan brutal.

Sret!

"Akhhh... hahaha!"

Tepat setelah meringis menahan perih yang luar biasa, Evelyn justru tertawa lepas. Suara tawa sarkasnya menggema di altar terbuka, membuat Kaelen semakin murka.

"Apa yang kau tertawakan, Gadis Sialan?!" bentak Kaelen, mencengkeram kerah pakaian Evelyn.

"Aku tahu kau sebenarnya takut padaku. Kau takut untuk membunuhku sekarang, kan?" Evelyn menatap langsung ke dalam manik mata safir Kaelen dengan binar kemenangan. "Kau takut, atau lebih tepatnya... belum siap mati sia-sia hanya karena gadis sepertiku. Ck, ck, ck. Makhluk abadi yang agung sepertimu ternyata ketakutan di hadapan seorang gadis manusia fana yang sedang sekarat."

"Kau menantangku?! Kau pikir aku takut padamu?! Baiklah, aku akan mengabulkan permintaanmu dan mempercepat kematianmu sekarang juga!"

1
Eka Putri Handayani
Semangat thor lebih bnyk up lg dong, gayamu kael tunggu aja evelyn bertransformasi jadi lebih kuat uh bakal kelepek-klepek deh
Soobin Chan: makasih ya supportnya. maaf author cuma bisa up 1× sehari😄
total 1 replies
Soobin Chan
aslinya emang kuat ko dia, tahan banting pula🤣
Eka Putri Handayani
sumpah gak suka banget sm kael kasar, thor buat evelyn segera ninggalin raganya yg sakit² itu deh
Soobin Chan: iya di tunggu aja ya nanti di bab-bab selanjutnya🙏
total 1 replies
Eka Putri Handayani
thor lebih baik langsung buat evelyn kembali pada raga aslinya deh kesian bngt klo dia hrs menderita kya gtu🥺
Soobin Chan: sabar ya😄 nanti juga sembuh sendiri.
makasih banyak ya udah mampir dan mau baca cerita gaje dari author ini/Smile/
total 1 replies
Soobin Chan
masih sepi hihi/Sob/
Soobin Chan: komen dong guys🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!