bagaimana mungkin aku lupa dengan masa itu, bagaimana mungkin aku lupa dengan kenangan kisah cinta kita, yang kita jalin bertahun tahun lamanya, dan tidak pernah ku sangka kisah kita berakhir dengan pengkhianatan yg sadis, kau balas cinta dan pengorbanan ku dengan luka yg begitu hebat, hingga luka itu merubah ku menjadi bukan diriku, hari hari ku di penuhi rasa dendam, hingga muncul niat dalam pikiran ku untuk membunuh mu, namun takdir berkata lain.
aku nyaris kehilangan akal sehat, dan hampir gila dengan alur cerita hidup ku, hingga aku kehilangan arah tujuan hidup ku, sampai pada suatu hari tuhan menghadirkan se orang wanita yg menyadarkan ku, dan menyelamatkan hidup ku, dia merubah hidup ku menjadi berarti, dan bangkit meraih mimpi ku, hingga tuhan mempersatukan ku dengan dia, dan tuhan menganugrahkan kebahagiaan yg luar biasa tak pernah ku rasakan dalam hidup ku bersama dia sebelumnya.
dan kau lah jawaban doa dalam hati ku. HANUM RUSYDAH.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lukmanben99, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
salah paham dan merasa di khianati
Dan sementara elina, sesampainya di danau, ia melihat dony sedang mancing duduk sendirian, kamudian ia menghampiri dony dan menyapanya.
" Don, tumben kamu sendirian, biasanya sama satria.." tanya elina.
" Eh loe lin, kirain gue siapa, iya sendiri aja.." jawab dony dengan cuek, elina bertanya tanya dalam hatinya ada apa dengan dony dengan sikapnya itu, lalu ia melihat ke setiap sudut arah, namun elina tidak melihat ku.
" Emang satria kemana don..? " Tanya elina.
" Gak tau.." dony dengan cuek, karena ia masih kesal kepada satria soal kejadian tadi saat ia membangunkan satria.
" Cuek banget, ouh iya don bisa anter aku ke rumah satria gak, tadi aku telpon dia gak aktif aktif nomornya, terus aku ke sini, kirain aku dia ada sini..." Ucap elina.
" Gak bisa, jalan aja sendiri, gue lagi mager..." Jawab dony dengan cueknya.
" Yah kok gituh don, kan aku gak tau rumahya di mana, kalau kamu ka tau, pliss anterin aku dong ke rumahnya, aku pengen ketemu don, ya mau ya, kali ini aja aku minta tolong sama kamu don.." ucap elina, elina terus memaksa dan memohon kepada dony agar dony mau mengantarkanya ke rumah ku.
Sejenak dony terdiam saat elina terus terusan memaksanya untuk mengantarkan elina ke rumah ku, ia merasa tidak tega, lalu dengan sedikit kesal ia pun mau mengantarkan elina.
" Yaudah deh iya iya gue anter,, " ucap dony, lalu berdiri.
" Nah gituh dong, yaudah yuk kita ke rumahnya sekarang.." ucap elina.
" Yaudah ayo.." ucap dony, dan mereka pun jalan bareng menuju rumah ku.
Sesampainya mereka di depan rumah ku, elina melihat lihat halaman dan rumah ku yg sederhana itu.
" Ini rumahnya don..? " Tanya elina sambil melihat lihat ke sekelilingnya.
" Iya ini rumahnya.." jawab dony, lalu dony mengetuk pintu dan memanggil ku.
" Sat, sat, nih ada elina nyariin loe.." ucap dony sambil mengetuk pintu, namun tidak ada jawaban, karena saat itu aku sudah tidak ada di rumh, tak lama kemudian ibu ku menghampiri dan membuka pintu.
" Eh dony, bukanya tadi pergi mancing..? " Tanya ibu ku kepada dony, lalu ibu ku melihat elina di belakang dony, elina tersenyum menyapa ibu ku dan bersalaman dengan ibu ku.
" Ini siapa don, masya allah cantik banget kamu neng, neng pacarnya dony..? " Ucap ibu ku dengan senyum menggamui elina.
" Bukan bu..!!" jawab elina tersipu malu kepada ibu ku.
" Dia pacar nya satria bu..." Ucap dony, lalu elina menyengol dony karena malu saat dony memberi tau bahwa elina pacar ku.
" Ah yg bener,, emang bener neng, eneng pacarnya satria anak ibu..?!! " Tanya ibu.
" Emm iya bu, saya pacarnya.." jawab elina dengan senyum tersipu malu.
" Ouhh ibu baru tau loe neng...!! " Ucap ibu ku.
" Bi satria ada gak..? " Tanya dony.
" Dia baru aja pergi dari rumah.." ibu.
" Pergi kemana bu..? " Tanya elina dengan penasaran.
" Ibu juga gak tau pergi kemana..?" Jawab ibu ku.
" Tuh, satrianya gak ada, udah nanti ajah ketemu nya.." gegerutu dony kepada elina.
" Kemana ya dia.." ucap elina.
" Masuk dulu neng, don, mampir dulu, ibu buatin teh buat kalian.." ucap ibu ku.
" Emm, gak usah bu makasih bu, em yaudah deh bu, kita pamit pergi dulu..! " Ucap elina pamit pergi kepada ibu ku.
" Mau kemana buru buru amat neng, mampir masuk dulu neng, don.." ucap ibu ku.
" Iya makasih bi, yaudah bi kita pamit dulu bi.." ucap dony, lalu elina bersalaman kepada ibu ku, dan berjalan pergi dari rumah ku.
" Keman ya dia..?, don biasanya dia suka kemana...? " Tanya elina dengan heran sambil berjalan kaki dengan dony.
" Biasanya sih dia lagi nongkrong sama temen temenya.." ucap dony.
" Dimana.?, kamu tau tempat nya don..? " Tanya elina.
" Tau sih.." jawab dony.
" Anterin aku yuk ke sana don,." ucap elina.
" Buset dah, loe ngekeh banget lin pengen ketemu dia..? " Ucap don.
" Iya don, aku kangen sama dia.." ucap elina.
" Hadeh nanti aja deh, udah mau malem ini lin.." ucap don.
" Plis don anterin aku ya nyari satria ke tempat yg kamu maksud itu, gak jauh kan dari sini..? " Ucap elina.
" Iya gak jauh sih, yaudah deh ayo.." ucap dony dengan sedikit kesal karena elina tetap kekeh ingin bertemu dengan ku, dan mereka berdua pun berjalan mencari ku.
Sesampainya di tempat yg dony maksud, merka tidak melihat ku atau teman teman ku ada di tempat itu, kerena memang saat itu aku tidak ada di sana, aku sedang berada di tempat lain bersama teman teman ku.
" Kok gak ada ya, biasa nya di sini dia sama temen temenya.." ucap dony, lalu dony berteriak memangggil ku, namun tidak ada jawaban.
" Kemana ya dia perginya.." ucap elina dengan resah.
Lalu mereka berjalan lagi mencari ku ke tempat lain, hari mulai gelap dan malam pun tiba, mereka masih saja terus berjalan mencari ku.
Dan sementara aku, saat itu aku sedang asik nongkrong dengan teman teman ku di suatu tempat di pinggir jalan, dengan asik aku bernyanyai bercanda tawa dengan teman teman ku sambil meminum beberapa botol minuman keras bersama teman teman ku, saat itu aku masih dalam kondisi sadar, karena baru saja mulai, dan belum meminum banyak minuman itu.
Tidak lama kemudian, tiba tiba datang salah satu teman ku membawa motor sambil membonceng dua wanita, wanita itu dalam kondisi mabuk, lalu ia berhenti di dapan ku.
Beberapa teman ku mencandai dan menggoda wanita yg teman ku bawa itu.
" Sat loe kan bawa motor, tolongin gue sat, motor gue ban nya kempes ini, bawa ini cewek satu sat ke kosanya, repot gue ini.." ucap teman ku yg membawa dua wanita itu.
" Gak ah, mager gue, lagian loe ngapain sih ah bawa bawa cewek segala,..." ucap ku.
" Yah loe mah, ayo lah, bentar doang, gak jauh kok dari sini, entar balik lagi ke sini.." teman.
" Iya anterin aku dong ganteng.." ucap wanita itu kepada ku dengan kondisi mabuk.
" Apaan sih ah.. yaudah deh iya iya.." ucap ku dengan cuek, lalu aku berdiri dan memberikan gitar yg ku mainkan itu kepada salah satu teman ku, dan aku pun pamit kepada mereka untuk mengantarkan wanita itu pulang.
Lalu aku mencoba menhidupkan motor ku yg berada di dekat ku itu.
" Ayo naik..." Ucap ku kepada wanita itu, setelah aku naik ke motor ku.
" Udah turun satu, pindah sono.." ucap teman ku kepada kedua wanita yg dia bawa itu, salah satu wanita itu pun turun dari motor teman ku, berpindah ke motor ku, lalu wanita itu duduk di belakang ku, dan tiba tiba saja wanita itu memeluk ku.
" Bisa gak, gak usah meluk gini.." ucap ku kepada wanita itu.
" Kok gak boleh, aku puyeng banget, nanti kalau aku jatuh gimana.." ucap wanita itu dengan matanya yg sayup.
" Yaudah teserah dah.." ucap ku.
Dan sementara elina, dia masih terus berjalan mencari ku, dan sementara dony di belakangnya, tanpa sengaja saat itu elina yg sedang berjalan mencari ku, dia melihat ku dari kejauhan, seketika dia langsung menghentikan langkah kakinya, dia se akan tidak percaya dengan apa yg ia lihat.
Dan sementara aku yang sedang dengan wanita itu, aku belum melajukan motor ku, saat aku akan melanjukan motor ku mengantarkan wanita itu, tanpa di sengaja aku pun melihat elina dari kejauhan sedang berdiam diri menatap ku.
" Elina.." ucap ku dengan kaget saat melihat elina, dan sementara elina hanya berdiam diri menatap ku dengan mata yg berkaca kaca, saat itu elina merasa di khianati oleh ku, namun semua itu salah paham, lalu aku mendengarkan suara teriakan dony memanggil nama ku.
Semenatar dony yg masih berjalan di belakang elina, ia memanggil nama ku sambil melihat ke setiap sudut arah, lalu dony melihat elina berdiam diri di depanya, dony pun bertanya elina sedang melihat apa, namun elina diam saja, lalu dony melihat ke arah pandangan elina, dan dony pun melihat ku, dony geleng geleng kepala memperhatikan ku.