Namanya Esterlita Hanggara Suparapto, putri bungsu pengusaha transportasi terkenal Anthony Hanggara Suprapto dan Hagia Selvia Suprapto.
Ester adalah gadis cantik berusia 20 tahun, karena statusnya yang merupakan putri bungsu ia mendapatkan kasih sayang berlebih dari kedua orang tuanya dan kedua kakak perempuannya.
Namun ternyata perlakuan itu menjadikan Esterlita menjadi sosok nona muda dengan segudang sifat dan sikapnya yang menyebalkan. Estelerlita menjadi sosok yang sangat arrogant dan suka merendahkan orang lain.
Pergaulannya kian liar,
Keributan demi keributan seringkali ia ciptakan, Titik kesabaran tuan Anthony mencapai batas ketika ia bertemu dengan sang putri di loby hotel bersama seorang pria yang sangat tidak ia suka.
Tuan Anthony marah bukan main,
keputusan di buat,
Jika Ester tak ingin kehilangan haknya atas semua fasilitas dari sang ayah maka ia harus mau menikah dengan Yoga Setyawan.
Supir pribadi sang ayah,
brugh....
Ester pingsan....
apa yang akan terjadi.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 19 interaksi pertama
Pukul tujuh malam, Ester terlihat keluar dari kamar dan menuruni anak tangga.
Dadanya terasa panas dan sesak ketika ia juga melihat Yoga berada di meja makan dan nampak sedang berbincang hangat dengan kedua mama dan papanya.
Di mata Ester,
Sosok Yoga memang benar benar penjilat, Baru beberapa bulan bekerja di rumah ini...laki laki itu sudah akrab dan terlihat dekat dengan semua orang tanpa terkecuali.
Bakan dengan kedua kakaknya berikut dengan kedua iparnya juga.
Hanya dirinya yang sama sekali tak tertarik untuk berbaik baik dengan pemuda itu.
Tanpa menyapa mama dan papanya apalagi Yoga, Ester langsung duduk di sisi sang mama dan langsung mengisi piringnya dengan nasi.
Tak ia hiraukan mata kedua orang tuanya yang kini terarah padanya.
Rasanya sekarang ia sudah muak, ia ingin segera mengisi perutnya dan cepat kembali ke kamar.
" jadi Ester...apa jawabanmu ?! " suara tuan Anthony yang tiba tiba membuat Ester kaget.
" uhuk uhuk...." ia sampai terbatuk karenanya, melihat hal itu Yoga reflek mendekatkan gelas berisi air putih ke hadapan Ester.
Tapi Ester malah menatapnya tajam dan malah mengambil gelas lain yang juga berisi air putih kemudian menenggaknya hingga tandas.
Yoga terdiam,
Diam diam ia merutuki perbuatannya barusan. Sedangkan tuan Anthony dan sang istri saling menatap.
" Ester...kau belum menjawab pertanyaan papa barusan " tuan Anthony kembali berkata seolah ingin menetralkan keadaan.
" jawaban apa lagi yang papa inginkan dari Ester ?!
apakah Ester bisa memiliki jawaban lain selain jawaban yang papa inginkan ?!
papa lupa kalau papa sama sekali tidak memberi pilihan kepada Ester ?! " jawab Ester ketus dan membuat suasana kembali menjadi canggung.
Yoga yang duduk di hadapan Ester kian merasa tak enak hati.
" aku sudah selesai " ucap Ester lagi sambil meletakkan sendok dan garpunya di atas piringnya yang memang telah kosong kemudian berdiri.
Ia sengaja melakukan suapan dalam porsi besar di setiap sendoknya agar ia cepat selesai dan meninggalkan ruang makan itu.
" besok kuliahmu tidak ada lagi acara berangkat sendiri,
Yoga yang akan antar jemput kamu...tidak ada protes dan tidak ada penolakan " ucap tuan Anthony lagi dengan nada tegas dan tak bisa di bantah.
Kondisinya sudah tidak memungkinkan lagi untuknya sedikit berlembut lembut kepada putri bungsunya itu.
Ester sekali hanya berdehem kecil, ia merasa malas berdebat karena ia sudah tahu jawabannya.
Tak lama ia menoleh kepada sang mama, ia ingat tadi sore mamanya yang membawa ponselnya.
" mana ponsel Ester ma ?! " tanyanya kepada nyonya Hagia.
" minta kepada Yoga, dia yang bawa ponselmu " sekali yang menjawab pertanyaannya adalah sang papa.
Dan kali ini jawaban yang di berikan sang papa sukses membuat Ester tak lagi bisa diam.
Wajahnya memerah dan kedua bola matanya melebar.
sementara Yoga....
Glek....
Pemuda diam diam menelan ludahnya sendiri,
( ya Tuhan...kenapa aku harus Kau libatkan dengan mereka,
dan dia....
oh ya Tuhan....sanggupkah aku menghadapinya ?! Lihat tingkahnya yang sudah seperti orang kesetanan itu,
sungguh aku tidak menampik dia memang sangat cantik...
tapi tingkah dan wataknya subhanallah..... )
Yoga merutuk di dalam hati.
" apa apaan lagi ini pa ?! Apa haknya dia sampai dia bisa pegang hp Ester ?! "
sentak Ester dengan raut wajah yang tak lagi bisa di kondisikan.
" jaga bicaramu Ester....kau lupa dia calon suamimu ?!! " sentak tuan Anthony tak kalah keras.
Ester terdiam dengan wajah pias.
" ingat....
selalu jaga sikapmu di hadapannya jika kau setuju dengan perintah papa,
Dia adalah gantinya papa saat papa tak ada bersamamu.
Dan ingat....sekali saja aku mendengar apalagi melihat kau bersikap kurang ajar padanya. Maka kau tahu sendiri jawabannya...
Papa tak masalah kehilangan satu anak yang tak bisa di atur...." ucap tuan Anthony lagi panjang lebar.
Ester lagi lagi hanya diam walau raut wajahnya menunjukkan rasa protes.
Tak lama gadis itu dengan cepat memutar tubuhnya dan berniat melangkah ke arah tangga untuk kembali ke kamarnya.
Tapi baru saja ia akan melangkah,
" Ester....!! " panggil tuan Anthony lagi menghentikan niat Ester
" apalagi pa ?! " jawab Ester ketus sambil menoleh kepada sang papa.
" pamit pada calon suamimu, kau tidak lihat dia masih belum menyelesaikan makanannya ?! tidak sopan meninggalkan pasangan kita yang belum menyelesaikan makannya.
Memangnya kau pernah lihat mama begitu sama papa ?! "
ucap tuan Anthony yang sontak membuat wajah Yoga seketika pias.
Pemuda itu tanpa sadar menggigit bibirnya sendiri.
Di depannya nyonya Hagia menggigit bibirnya menahan tawa.
Wajah Ester kembali berubah semakin mengerikan,
" pamit dengan sopan, jangan buat papa dan mama malu " lanjut tuan Anthony lagi.
Ester beralih menatap Yoga dengan tatapan tajam dan penuh permusuhan.
Lagi lagi Yoga hanya menelan ludah melihatnya.
" ogah....nanti saja kalau udah nikah " jawab Ester cepat sambil kembali memutar tubuhnya dan melangkah cepat meninggalkan ruangan itu.
Tuan Anthony menghela nafas
" maafkan Ester Yoga " ucapnya penuh sesal, walau sebenarnya saat ini ia sedang menahan tawa di dalam hatinya.
Melihat reaksi Ester tadi dan melihat raut ketidak nyamanan yang cenderung ke arah ketakutan di wajah Yoga sungguh membuatnya ingin tertawa.
Ia yakin.....
Suatu hari nanti ia akan melihat ke dua remaja itu akan hidup bahagia dan saling mencintai karena ia melihat ada bibit bibit cinta di mata Yoga untuk Ester putrinya.
Ia juga percaya jika yang cinta lebih dulu adalah pihak laki laki maka tidak akan sulit baginya untuk membuat pasangannya juga jatuh cinta padanya.
Apalagi Yoga memiliki raut wajah yang sangat tampan dan postur tubuh yang jelas menjadi kegilaan para kaum hawa meski ia hanya terlahir dari keluarga biasa.
Dan satu lagi ia berharap,
semoga Yoga nantinya tidak menjadi suami yang takut istri jika melihat betapa kerasnya watak Ester.
" tidak apa apa tuan...." jawabnya berbohong, karena yang sebenarnya jelas hatinya sedang tak baik baik saja.
Reaksi Ester sungguh sukses membuatnya merinding.
( dia itu sebenarnya anak gadis atau apa sih....tingkahnya bar bar sekali...) omel Yoga di dalam hati.
makasih udah up di hari Minggu ya Kak Thara, aku beneran ga nyangka, love sekebon deh😍😍😍😍
ngakuuuuuuuuuu udah mulai tersepona dan teryoga yoga🤣🤣🤣