NovelToon NovelToon
Menantang Langit Yang Busuk

Menantang Langit Yang Busuk

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Iblis
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: KuntilTraanak

Tian Yuofan tumbuh dalam kehidupan yang tidak pernah mudah. Sejak usia delapan tahun, ia sudah harus belajar bertahan sendiri, merawat ibunya yang kehilangan kewarasannya akibat trauma masa lalu. Ia bahkan tidak bisa menyentuhnya, takut memicu trauma ibunya.

Tanpa keluarga yang utuh, tanpa teman, Yuofan menjalani hari-harinya sendirian di dunia yang tidak memberi banyak ruang bagi orang lemah. Ia belajar memahami lingkungan, membaca keadaan, dan bertahan dengan caranya sendiri.

Namun suatu hari, sebuah kejadian yang awalnya tampak seperti kesialan justru membawanya pada sesuatu yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya—sebuah pertemuan yang perlahan mengubah arah hidupnya.

Dari sana, perjalanan yang tak pernah ia pikirkan pun benar-benar dimulai…


(Alur cerita lambat)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KuntilTraanak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27—Tawaran Berlatih

Chen Huo menatap bocah di depannya dengan perasaan kagum sekaligus waspada. Sikap bocah itu terlalu tenang untuk seseorang anak seusianya, ia tidak terlihat curiga maupun waspada. Seolah ia tidak merasa terancam sama sekali berada di hadapan orang asing seperti Chen Huo.

Karena rasa tertariknya, Chen Huo berniat menggunakan teknik khususnya untuk melihat lebih dalam keadaan bocah tersebut. Ia kemudian mengalirkan energi qi ke kedua matanya, membuat penglihatannya menjadi lebih tajam dan mampu melihat aliran energi di dalam tubuh seseorang.

Namun tepat ketika penglihatannya mulai berubah, sesuatu yang tidak ia duga terjadi.

Tiba-tiba pandangannya tertutup oleh asap hitam yang muncul entah dari mana. Asap itu bukan benar-benar berada di depan mata secara fisik, melainkan seperti menutupi penglihatannya dari dalam. Penglihatannya yang seharusnya mampu melihat aliran qi justru terhalang sepenuhnya.

Chen Huo tertegun, ia tidak bisa melihat apa pun selain kabut hitam pekat yang menutupi pandangannya. Hal itu belum pernah terjadi sebelumnya, dan untuk pertama kalinya sejak lama, ia merasa tidak bisa membaca seseorang yang berdiri tepat di depannya selain sang kaisar dan rivalnya.

“Ada apa paman?” tanya Yuofan yang melihat keadaan Chen Huo yang aneh.

Chen Huo menggelengkan kepalanya kecil menjadi pertanyaan itu. Namun, disisi lain ternyata Wuxu lah yang menutup pandangan pria itu menggunakan kekuatannya. Karena ia tahu bahwa pria itu mulai bertindak lebih jauh pada Yuofan.

“Hei, bocah bodoh. Apakah kau belum bisa mengendalikan janin itu? Sembunyikan energi iblisnya!” suara Wuxu terdengar didalam kesadaran Yuofan dengan nada kesal.

“Kau kira ini mudah! Janin ini datang terlalu tiba-tiba, tentu aku belum bisa mengendalikannya!” balas Yuofan melalui telepati, walau dari luar ia terlihat tenang sebenarnya ia sedang menahan kesal.

“Kau harus sering-sering bekerja sama dengan ku, lihatlah betapa bergantungnya kau padaku!” Wuxu terus menggunakan kekuatannya untuk menciptakan penghalang agar pria itu berhenti melihat jati diri Yuofan.

Pada akhirnya pria itu menyerah dan menghentikan teknik miliknya itu. Ia menghela nafasnya merasa bahwa anak ini benar-benar menarik, apalagi ketika melihat jahitan dan racikan obag herbal yang menempel pada luka-lukanya.

“Ini kau sendiri yang menjahitnya?” tanya Chen Huo seraya menunjuk kearah tubuhnya yang penuh luka.

Yuofan mengangguk kecil. “Kalau tidak dijahit, lukanya akan terbuka terus.”

Chen Huo memperhatikan jahitan itu lebih dekat. Jahitannya tidak terlalu rapi, tetapi jaraknya cukup baik dan tidak terlalu dalam. Cara mengikat simpulnya juga tidak sembarangan. Yang lebih menarik perhatiannya adalah herbal yang ditempelkan di sekitar luka.

“Kau memakai daun ini untuk menghentikan pendarahan, lalu yang ini untuk mencegah infeksi,” kata Chen Huo sambil menunjuk herbal yang beberapa masih berserakan disekitar sana, karena Yuofan sebelumnya langsung pergi begitu saja mencari buah.

“Siapa yang mengajarimu?” lanjut pria itu.

“Aku belajar sendiri,” jawab Yuofan. “Dulu aku sering melihat tabib yang datang ke desa dari jauh. Kadang aku memperhatikan tanaman apa saja yang mereka ambil dari hutan.” lanjutnya beralasan. Padahal selama ia tinggal di desa dulu, hanya pernah kedatangan tabib satu kali. Itupun karena tabib itu tak sengaja melewati daerah pedesaan ini karena ia tersesat.

Chen Huo sedikit terkejut mendengar itu. Ia mengambil sedikit sisa herbal yang sudah digerus, mencium aromanya, lalu mengangguk pelan.

“Kau mencampurnya dengan perbandingan yang cukup tepat. Tidak banyak orang yang bisa melakukannya hanya dengan melihat sekali dua kali.” ucap Chen Huo dengan wajah kagum yang tak bisa ia sembunyikan.

Yuofan tersenyum senang mendengar pujian tersebut. “Aku ingin belajar ilmu kesehatan,” kata Yuofan tiba-tiba.

Chen Huo mengangkat alisnya sedikit. “Untuk apa?”

“Untuk membantu ibuku melahirkan nanti,” jawab Yuofan sembari menatap kearah ibunya yang berada didalam gua. “Aku tidak bisa membawanya ke desa, jadi aku harus melakukannya sendiri.”

Chen Huo melirik Yuofan beberapa saat tanpa berbicara. Ia bisa melihat bahwa anak itu tidak sedang bercanda atau berbicara tanpa berpikir. Ia benar-benar mengucapkan kalimat itu dengan sungguh-sungguh, sangat jelas terpancar dari bola matanya.

“Kau tahu melahirkan itu berbahaya?” tanya Chen Huo dengan nada serius. Ia merasa bahwa hal ini benar-benar bahaya dilakukan oleh anak seusia Yuofan, apalagi jika proses lahiran itu gagal dan Yuofan bisa saja menjadi pembunuh diusia mudanya itu.

Yuofan mengangguk. “Makanya aku harus belajar sebelum waktunya tiba.”

Chen Huo terdiam lagi. Ia melihat luka-luka di tangan Yuofan, bekas goresan, dan kulit yang kasar seperti orang dewasa yang sudah lama bekerja keras. Padahal itu luka yang sebelumnya ia dapat dari pertarungan melawan orang-orang berjubah hijau yang belum sempat ia obati.

“Anak seusiamu biasanya masih bermain di desa.” kata Chen Huo pelan, berusaha mencegah bocah itu.

“Aku tidak punya waktu untuk itu.” katanya akhirnya seraya tersenyum lebar hingga menampilkan deretan giginya.

Chen Huo menghela napas pelan, ia lalu mengambil pakaiannya yang tergeletak tak jauh dari sana. Dalam pakaian itu, ia mengambil kantung kecil, mengeluarkan beberapa potong akar kering dan daun yang sudah diawetkan.

“Kalau begitu, mulai besok kau bantu aku mengganti balutan luka dan mengolah obat. Aku akan mengajarimu dasar-dasarnya,” katanya sambil meletakkan herbal itu di depan Yuofan.

Yuofan menatap benda-benda itu, lalu beralih menatap Chen Huo dengan wajah tidak percaya.

“Kenapa kau mau mengajariku?” tanyanya merasa bahwa tindakan ini pasti ada alasannya, sebab ia tahu bahwa di dunia ini tidak pernah ada yang benar-benar gratis.

Chen Huo tersenyum tipis. “Karena kau menjahit lukaku dengan cukup baik. Kalau kau belajar dengan benar, mungkin suatu hari kau bisa menyelamatkan seseorang.”

Yuofan kembali tersenyum lebar, dengan cepat ia mengangguk menyetujui itu. Ia sendiri sebenarnya sangat menginginkan arahan dari seseorang, karena mempelajari suatu hal rumit sendiri itu sangatlah memakan banyak tenaga dan pikiran. Baginya, tawaran ini sangatlah bagus, tak peduli bayaran apa nanti yang mungkin saja akan di minta oleh pria itu.

“Ya, itu bagus,” ucap Wuxu.

“Ketika kau berlatih dengannya, jangan menggunakan kekuatan iblis. Sebisa mungkin jangan membuatnya curiga.” lanjutnya seraya menjelaskan tentang pembagian faksi.

Dimana manusia biasanya terbagi menjadi 3 aliran. Terdapat aliran putih atau tempatnya orang-orang dengan menjunjung tinggi keadilan, kehormatan, reputasi dan nama baik. Lalu aliran hitam, yang mana orang-orang yang mengikuti aliran ini adalah mereka yang menyembah iblis, membunuh siapa saja yang mereka tidak suka, dan selalu berbanding terbalik dengan faksi putih.

Dan terakhir adalah faksi netral yang diikuti oleh mereka yang tidak ingin terlibat dalam konflik dunia dan tidak memikhak faksi manapun selain dirinya sendiri.

“Nah, karena kau memiliki kontrak dengan ku, maka kau tergolong faksi aliran hitam. Dan aku rasa pria ini adalah orang dari faksi aliran putih, jadi kau harus hati-hati. Bisa saja kau di ngekk!” ucap Wuxu di akhiri dengan memperagakan gerakan leher di gorok.

1
Koplak
mulai seru nih
Koplak
pertama baca langsung tertarik💪
Nanik S
Cerita yang bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!