Perempuan bernama Angel yang tengah kecelakaan kini meninggalkan jasadnya dan menjadi hantu, dia diberi kesempatan untuk mengumpulkan 3 tetes airmata orang yang tulus mencintainya selain keluarga kandungnya.
"Itu gampang, aku akan mendapatkan nya dengan muda" Jawabnya dengan penuh keyakinan.
"Bagus jika seperti itu, dapatkanlah".
Angel dengan semangat untuk mendatangi orang-orang yang dia cintai namun dia lah yang mendapat kan kejutan tak terduga.
Akankah Angel bisa hidup kembali?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 19
Senja menghapus airmata nya dengan kasar, dia tidak seharusnya berkata keterlaluan seperti itu pada Angel yang tidak pernah tahu bagaimana beratnya kehidupannya.
"Sudahlah, aku hanya tidak mau kita membahas takdir, sejujurnya aku begitu iri denganmu yang memiliki takdir yang sangat bagus sedangkan aku takdir selalu seakan ingin membunuhku perlahan dan memberiku sakit yang kadang tidak ada obatnya".
Senja menghembuskan nafasnya dengan kasar bahkan nafasnya juga tidak beraturan karena emosinya tadi. Dia bahkan membuang pandangannya karena tidak enak kepada Angel
"Maaf yah Kak, aku sungguh tidak tahu betapa beratnya hidup kakak selama ini, aku malah berbicara seolah aku lebih baik dari kakak dan seperti menyalahkan kakak yang tidak menerima takdir yang telah digoreskan".
Angel menunduk, perkataan dia lah penyebab luapan emosi Senja barusan dan dia tidak menyangka akan separah itu.
"Tidak apa Angel, itu bukan salahmu, siapa juga yang mau memiliki takdir seperti ku, aku hanya sedang marah pada diriku sendiri, dan juga takdir yang terlalu sering mempermainkan aku, maaf jika terkesannya aku menyalahkanmu atas semua ini".
Senja kembali menekuk lututnya menetap kosong kedepan, dia sungguh merasa tidak enak kepada Angel yang mendapat bentakannya tadi.
"Tidak apa kak, aku mengerti, kakak hanya meluapkan apa yang ingin kakak luapkan selama ini terpendam dan menyesakkan untuk kakak, aku juga minta maaf karena perkataanku membuat kakak jadi marah seperti ini".
Dia mengelus pundak Senja, hatinya sakit mendengar kehidupan Senja yang begitu berat untuknya. Pantas saja perempuan cantik ini begitu pendiam dan jarang ber-interkasi dengan orang lain. Terlalu banyak luka yang dia terima selama ini.
"Terima kasih, entah mengapa aku merasa kehadiran mu kini menyinari duniaku yang begitu suram selama ini, aku hanya berdoa agar Tuhan berkenan memberikan ingatan tentangku kepadamu ketika kamu hidup dan sadar nanti agar aku setidaknya bisa tetap mengenalmu, hanya itu kuminta setidaknya jika dia ingin memberiku kebaikan".
Senja menatap Angel kemudian meneteskan airmatanya, airmata ketulusan itu tidak berdampak sama sekali pada Angel, begitu juga dengan Angel yang meneteskan airmatanya, perkataan Senja sangat tulus kepadanya.
Dia kembali memeluk Senja dengan tangis yang deras, sungguh dia merasa jika Senja adalah kakaknya, andai itu benar maka dia akan sangat bahagia.
Dia meraba kalungnya tapi ternyata tak berefek apapun, dia menunduk berusaha mencerna kejadian itu, biasanya jika Airmata yang dia dapatkan penuh dengan ketulusan maka kalungnya akan bersinar dan berbunyi dentingan air tapi kali ini tidak ada sama sekali
"Kenapa airmata kak Senja tidak masuk kedalam ini padahal airmata itu penuh ketulusan? , apa itu hanya airmata kebohongan?, aku harus bertemu dengan Galaxi nanti, tidak mungkin kak Senja tidak tulus kepadaku".
Angel berusaha menepis prasangka yang tidak baik yang ada dikepalanya kini, tidak mungkin Senja tidak tulus padanya sedangkan mereka bisa menyatu seperti ini bahkan mereka bisa saling menyentuh, itu tidak masuk akal sama sekali untuknya
"Kakak istirahat lagi, ini belum waktunya untuk bangun, kakak akan ada pekerjaan sebentar kan? ".
Angel yang akan bicara dengan Galaxi memang sengaja menyuruh Senja untuk tidur agar senja tidak mendengar apa yang dia katakan pada lelaki itu, walau dia yakin jika dia tidak akan mendengar suara Galaxi tapi dia bisa mendengar suaranya. Takutnya dia akan tersinggung saat mendengar percakapan mereka.
"Kak, bisakah kakak membukakan pintunya untukku, aku akan keluar sebentar, aku akan mengurus sesuatu".
Senja hanya mengangguk pelan, dia memang masih mengantuk hanya saja dirinya tadi dia mimpi buruk jadilah dia terbangun dan kini akan tidur kembali.
Dia berjalan menuju pintu untuk membukanya sesuai permintaan Angel karena dia tahu jika Angel tidak bisa menembus pintu dan memegang benda.
"Berhati-hatilah diluar, takutnya ada arwah gentayangan lain yang mengikuti kamu".
Angel mengangguk kemudian keluar dari kontrakan itu dengan langkah tergesa-gesa, dia harus mencari tahu informasi tentang mengapa airmata Senja tidak sampai pada kalungnya padahal airmata itu penuh dengan ketulusan.
Dia menepuk tangannya 3 kali dan memanggil nama Galaxi agar lelaki itu datang dan benar saja dia muncul disebelah Angel
"Ada apa mencariku? ". Tanyanya begitu berada disebelah Angel.
"Aku ingin bertanya padamu, mengapa Airmata kak Senja tidak masuk kedalam kalung ku padahal airmata itu penuh dengan ketulusan". Tanyanya dengan kebingungan.
"Airmata Senja? ". Cicit Galaxi pelan.
Dia menatap heran pada Angel yang mengatakan hal itu, apakah ada hal yang tidak dia ketahui.
"Iya airmata kak Senja, dia sudah tahu siapa aku dan mengetahui semuanya, apa yang dia alami selama aku menggunakan tubuhnya dia menghapal bahkan tahu". Jawabnya dengan kebingungan.
"Terus airmata seperti apa maksudmu? , aku tidak tahu soal itu". Kini Galaxi lah yang kebingungan.
Jika benar itu airmata ketulusan bagaimana mungkin tidak sampai pada kalung Angel, karena airmata ketulusan yang tidak bisa hanya lah anggota keluarganya.
"Iya, tadi kak Senja menangis dan aku merasakan ketulusan dari airmatanya itu tapi itu tidak masuk kedalam. kalung ku, aku tidak tahu bagaimana bisa".
"Tapi itu bisa saja bukan ketulusan Angel tapi kasihan"
Kini Galaxi yang kebingungan dan tidak mengerti, bagaimana hal itu bisa terjadi.
"Itu tidak mungkin, Airmata yang tidak bisa masuk kedalam kalung ku itu hanya anggota keluargamu, jika itu orang lain maka itu pasti terhitung".
Galaxi kini menatap serius kearahnya, begitu juga dengan Angel yang kini menatapnya dengan tatapan tidak mengerti.
"Tidak mungkin". Angel menggelengkan kepalanya pelan.
" Apanya yang tidak mungkin? ". Jawab Galaxi dengan cepat.
"Tidak mungkin jika kak Senja itu kakakku, itu tidak mungkin". Angel terus menggelengkan kepalanya untuk menyangkal hal itu.
Bagaimana mungkin ibunya tega membuang kakaknya karena dari perkataan kak Senja jika dia dibuang oleh ibunya karena adiknya sedangkan ibunya mengatakan jika kakaknya itu hilang saat dia masih kecil.
"Itu tidak mungkin kakakku itu hilang bukan diterlantarkan, tidak mungkin ibuku seperti itu".
Mata Galaxi melotot sempurna, dia tidak berpikir tentang hal itu, dia harus mencari tahu setelah ini, informasi yang diberikan kepadanya tidak ada tentang masa kecil Senja, itu sebabnya dia tidak tahu tapi melihat bagaimana keterikatan emosional keduanya itu mungkin saja terjadi.
"Itu bisa saja terjadi, kalian berdua terlihat mirip bahkan keterikatan emosional kalian sangat bagus selayaknya saudara kandung, aku akan mencari tahu setelah ini".
Angel menatap horor kearahnya, jika benar Senja adalah kakaknya berarti ibunya sangat jahat karena menelantarkan sang kakak selama ini.
"Itu tidak mungkin, ibuku bukan orang seperti itu, dia tidak mungkin menelantarkan kak Senja lagian kakakku bernama Bintang Maharani Rubi bukan Senja".