NovelToon NovelToon
Pendekar Elang Hitam

Pendekar Elang Hitam

Status: sedang berlangsung
Genre:Ilmu Kanuragan / Balas Dendam / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: bang deni

Keluarganya di rampok oleh pemdekar Aliran hitam, ayah dan ibunya terbunuh sedangkan ia terjatuh di lembah Bangkai, Seekor Elang hitam raksasa menyelamatkan nya, di bawah asuhan Elang Hitam Dia tumbuh menjadi pendekar sakti dan menumpas kejahatan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bang deni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rarasati

Jaka bersama dengan Para pengawal Bagus Wirama, jaka menguburkan para perampok itu, Rarasati anak Bagus Wirama yang masih kesal karena perampok itu hampir mencelakai keluarganya, mendekati Jaka

" Tuan pendekar, mengapa kau menguburkan mereka, bukankah mereka penjahat, biarkan saja mayat mereka di makan binatang buas" Ucap Rarasati

" Gusti Ayu, saat mereka masih hidup mereka memang penjahat, tapi saat ini mereka sama seperti kita, mahluk ciptaan sang Hyang Widi" Jawab Jaka sambil tersenyum " Dan lagi kalau di biarkan saja, mayat mereka bisa menebar bau dan penyakit, mereka jahat saat bernyawa sekarang mereka tak bisa berbuat jahat lagi" Lanjut Jaka, setelah satu lubang besar dengan kedalaman 2 meter terbentuk, para pengawal mengumpulkan mayat para perampok itu dan menimbunnya dengan tanah .

" Pendekar muda, bagaimana dengan mereka?" Tanya Bagus Wirama sambil menunjuk para perampok yang masih hidup dan mereka ikat"

" Paman, panggil Jaka saja, serahkan saja pada prajurit, oh iya, paman mau kemana sebenarnya?" Tanya Jaka, keluarga ini di incar perampok mungkin membawa sesuatu yang berharga

" Kami dari Kerajaan Kencana Buana, kami bermaksud ke Kerajaan Wijaya Kesuma, kami membawa upeti, dan juga hendak menanyakam tentang perjodohan yang pernah kami janjikan" Sahut

" Perjodohan!?" Tanya Jaka penasaran

" Iya dulu, enam belas tahun yang lalu, saat aku berkunjung ke Istana Wijaya Kesuma, aku dan Pangeran mahesa yang kebetulan sedang berkunjung menjanjikan pertunangan kedua anak kami, karena saat itu mereka berdua terlihat sangat akrab" Tutur Bagus Wirama

" Degh" Jaka terdiam, perjanjian dengan Mahesa, berarti itu dirinya, ia melihat sekilas ke Rarasati, dan kebetulan pandangan mata mereka bertemu

Rarasati dengan cepat menunduk karena malu ketahuan mencuri pandang, sedangkan jaka, jantungnya berdebar , berdetak lebih cepat dari biasanya . Samar Samar ia teringat sosok anak perempuan yang dulu pernah bermain bersamanya,

" Ini anak perempuan yang dulu sering nangis karena kalah main kucing kucingan dengan ku?" Tanya Jaka dalam hati

Namun ia tak bisa mengatakan jika dirinya adalah anak dari Pangeran Mahesa, karena selain balas dendam untuk kematian kedua orang tuanya, Bagus Wirama dan keluarganya mana percaya jika dirinya yang menjadi tunangan Rarasati, penampilannya yang sekarang hanya pemuda biasa

" Nak Jaka, kenapa?" Bagus Wirama yang melihat Jaka melamun menegur

" Eh tidak apa apa Paman, oh iya sebaiknya paman berangkat besok pagi ini sudah hampir petang, dan juga para pengawal harus mengobati luka lukanya" Saran jaka

" Ya, memang aku berencana akan berangkat besok pagi." Sahut Bagus Wirama

Ia segera menyuruh para pengawal mendirikan tenda di sana, Jaka mencari kayu untuk membuat api unggun.

Malam harinya, Jaka dan para Pengawal berkumpul di api unggun, mereka saling bercerita tentang perjalanan mereka kemari, yang ternyata saat masuk ke wilayah kerajaan Wijaya Kesuma, mereka sering mendapat gangguan, baik dari perampok di hutan maupun dari pejabat Kadipaten yang mereka lewati

" Ternyata Kadipaten Kadipaten banyak yang bermasalah, aku harus menyelidikinya " Gumam Jaka dalam hati

" Kang Jaka aku boleh duduk di sini?" Dari arah belakang terdengar suara merdu, Jaka sontak menoleh

" Eh Gusti ayu, tentu saja boleh, silahkan" Jaka dengan cepat mempersilahkan Rarasati duduk

" Kang Jaka, panggil aku Rarasati saja" Rarasatu duduk dengan sedikit canggung karena panggilan Jaka.

" Baik den Rara," Ucap Jaka,

" Rara saja, jangan pakai den" Ucap Rarasati sedikit kesal

" Iya, iya maaf" Sahut Jaka, namun saat itu ia merasa Rarasati memiliki aura berbeda, ia seperti menyembunyikan satu kekuatan dalam dirinya

" Kakang boleh aku tahu nama lengkapnya?" Tanya Rarasati sambil menatap Jaka, matanya tak sengaja melihat gagang pedang di pundak Jaka. wajahnya berubah serius menatap pedang yang ada di punggung Jaka

" Pedang Elang Hitam!?" Desis Rarasati melihat pedang itu.

" Eh, kamu tahu pedang ini?" Jaka bertanya dengan heran

Rarasati mengangguk

" Aku pernah membaca tentang pedang ini, di sebuah kitab di perpustakaan Kerajaan" Jawab Rarasati

" Bisa ceritakan tentang pedang ini?" Pinta Jaka

Rarasati malah menatap kaget Jaka yang bertanya tentang pedang miliknya sendiri

" Kang Jaka tak tahu pedang ini!?" Tanya nya heran

Jaka menggeleng

" Aku tak tahu, Pedang ini ku temukan di sebuah goa " Jawab Jaka jujur

" Baiklah aku akan menceritakan apa yang pernah ku baca dulu, sekitar Tujuh puluh tahun yang lalu, ada dua pendekar pilih tanding, mereka berdua sama sama tampan dan sama sama sakti, yang satu bernama Suta dengan tunggangan Elang Hitam, dan satunya lagi Sembada dengan tunggangan seekor Gajah, keduanya awalnya bersahabat hanya saja semenjak mengenal Dewi Mayang Pendekar Pedang wanita dari gunung Jaya mereka menjadi renggang karena sama sama mencintai Mayang" Rarasati berhenti sejenak

" Suta memiliki sifat yang tenang namun tajam ia pemilik Pedang itu" Rarasati menunjuk pedang di punggung Jaka

" Sedangkan Sembada, ia sedikit keras kepala dan garang, senjatanya Cambuk Ular Besi, konon cambuk itu terbuat dari otot naga purba" Rarasati mengambil napas sejenak sebelum melanjutkan

" Dewi mayang memiliki kecantikan luar biasa, juga pendekar wanita yang sakti, awalnya mereka bersaing secara sehat namun lama kelamaan mereka saling mencurigai satu sama lain, dan setiap di hadapan Dewi Mayang keduanya saling menjatuhkan, hal itu membuat Dewi Mayang menjadi sedih, karena ia menyayangi keduanya hingga tak bisa memilih salah satu dari mereka, puncaknya saat Dewi merasa tertekan karena melihat dua orang yang ia sayangi bermusuhan, ia memilih pergi daripada memilih salah satu dari mereka, berharap mereka bisa mendapatkan wanita lain selain dirinya" lanjut Rarasati bercerita

Jaka menatap Rarasati berhenti bercerita sejenak

1
Dania
semangat tor
Lili Aksara
Wah, kok nggak ada yang heran sama elang itu ya, entah terkesima apa gimana gitu. Lanjutkan, unik ini novelnya, soalnya tokohnya dilatih sama burung elang.
pendekar angin barat
nah gitu donk .nhrs kejam ma penjahat..
Bagaskara Manjer Kawuryan
berasa baca kitab perndekar rajawali sakti 😁
Blue Angel: hampir mirip kak
total 1 replies
erick
hanya kena racun sdh keok... memalukan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!