“Di kehidupan ini, Akulah yang memegang kendali takdir.”
"Reinkarnasi sebagai saudara kembar Itachi dengan Supreme System."
"Aku akan mengubah takdir klan uchiha."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wawan wan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 18
Bab 18: Evolusi di Balik Bayangan dan Ujian Pertama Sang Kilat Kuning
Malam itu, di dalam area yang dilindungi oleh Asura Barrier, dua proses evolusi kekuatan sedang terjadi secara rahasia.
Di dalam kamarnya, Itachi duduk bersila dengan menyilangkan kaki, menelan [Pil Pemurni Garis Keturunan Uchiha] yang diberikan oleh Veil. Begitu pil itu larut di dalam tubuhnya, Itachi tidak merasakan sensasi terbakar atau gelombang emosi negatif yang biasa menyertai kebangkitan kekuatan klan Uchiha. Sebaliknya, hawa dingin yang teramat murni dan menenangkan mengalir deras dari jantungnya langsung menuju saraf optik di kedua matanya.
Sring!
Mata Itachi terbuka secara spontan. Dua tomoe hitam di dalam pupil merah darahnya mendadak berputar dengan kecepatan ekstrem. Pola itu membelah diri, memadat, dan dalam fraksi detik, sebuah tomoe ketiga lahir di masing-masing matanya.
Sharingan tiga tomoe sempurna. Di usia enam tahun, tanpa perlu merasakan kepedihan kehilangan, Itachi telah mencapai batas tertinggi dari mata Sharingan standar berkat intervensi sistem Veil.
Sementara itu, di bagian lain hutan latihan, Uchiha Shisui sedang melesat di antara dahan pohon dengan kecepatan yang tidak masuk akal. Tubuhnya bergerak tanpa menimbulkan suara gesekan daun, bahkan tidak meninggalkan riak udara sedikit pun.
Gila... Teknik 'Langkah Tanpa Bayangan' ini benar-benar tidak menggunakan chakra! batin Shisui takjub, mendarat di tanah tanpa menimbulkan debu sedikit pun. Dengan menggabungkan teknik fisik murni ini bersama Shunshin no Jutsu miliknya, Shisui kini secara resmi telah menjadi hantu sejati yang mustahil dikunci oleh ninja sensorik tercanggih Konoha sekalipun.
Keesokan harinya, riak politik yang diprediksi oleh Veil akhirnya meledak ke permukaan.
Di dalam kantor Hokage, Minato Namikaze menatap dokumen darurat di mejanya dengan gurat wajah yang teramat tajam. Jaringan intelijen internalnya—yang sangat terbatas—baru saja melaporkan adanya penyusupan sekelompok ninja pelarian (Nukenin) tingkat tinggi dari klan Kaguya (Kirigakure) di perbatasan barat Negara Api.
"Hokage-sama," ucap seorang kapten Anbu faksi Hiruzen yang berdiri di depan meja Minato dengan nada formal namun dingin. "Tetua Hiruzen dan dewan penasihat telah menyarankan agar misi penahanan ini diserahkan kepada divisi reguler di bawah pengawasan faksi kami, mengingat Anbu langsung milik Anda masih belum memiliki cukup pengalaman untuk menangani amukan klan Kaguya."
Minato mengepalkan tangannya di bawah meja hingga buku-buku jarinya memutih. Ini adalah penghinaan terselubung kesekian kalinya. Hiruzen sengaja menahan pasukannya agar Minato tidak bisa membangun prestasi militernya sendiri sebagai Hokage aktif, sekaligus membuat Minato tampak tidak berdaya di mata publik shinobi Konoha.
"Tidak," ucap Minato, suaranya mendadak memberat, memancarkan sedikit wibawa murni dari Sang Kilat Kuning. "Ini adalah wilayah perbatasan barat yang menjadi tanggung jawab langsung kantor Hokage Keempat. Saya sendiri yang akan menugaskan tim untuk menyelesaikannya."
"Tapi, Hokage-sama, tanpa persetujuan logistik dari Tuan Ketiga—"
"Aku adalah Hokage desa ini!" potong Minato tajam, membuat Anbu tersebut tersentak mundur karena tekanan aura pembunuh (Satsugi) yang mendadak keluar dari tubuh Minato. "Keluar dari ruanganku!"
Setelah Anbu faksi Hiruzen itu mundur dengan wajah tegang, Minato bersandar di kursinya, mengembukan napas panjang penuh kelelahan. Dia tahu, jika dia mengirim pasukan reguler yang setia padanya, mereka bisa saja dijebak atau tidak mendapat bantuan logistik yang cukup dari faksi Hiruzen di tengah jalan. Minato berada dalam posisi skakmat.
Namun, Minato tidak pernah menyadari bahwa di atas atap gedung Hokage, sepasang mata Eternal Mangekyou Sharingan telah merekam seluruh keputusasaannya.
Uchiha Veil, yang berdiri di balik jubah pengabur jiwanya, menatap Minato dari balik kaca dengan tatapan yang teramat dingin dan penuh kalkulasi.
"Sistem, mulailah skenario pertama," bisik Veil lirih di balik Topeng Gagak Kekaisaran. "Kita akan memberikan Minato 'taring' rahasia yang dia butuhkan, sekaligus memotong satu kaki politik milik Hiruzen di luar desa."
【Ding! Skenario "Sayap Rahasia Hokage" Diaktifkan!】
【Misi Sampingan Terbuka: Bantai penyusup klan Kaguya di perbatasan barat sebelum faksi Hiruzen bertindak, lalu tinggalkan segel petunjuk khusus yang membuat Minato menyadari keberadaan faksi bayangan yang mendukungnya!】
【Hadiah Misi: 5.000 Poin Sistem dan Kunci Pembukaan Teknik Rinnegan Tahap Kedua!】
Veil menarik kerudung jubah hitamnya, menutupi seluruh tubuh kecilnya. Menggunakan Penguasaan Ruang-Waktu Mutlak, tubuh Veil mendadak berputar samar di udara, menghilang tanpa suara tanpa perlu menggunakan formula segel teleportasi biasa.
Beberapa menit kemudian, di dalam hutan perbatasan kompleks Uchiha, Shisui dan Itachi yang sedang melatih sinkronisasi mata baru mereka mendadak mendeteksi kehadiran Veil yang muncul dari balik udara kosong.
"Veil!" Itachi melangkah maju, matanya memancarkan kilatan tiga tomoe yang berputar dengan sangat stabil.
Veil melirik mata kembarannya, lalu mengangguk tipis penuh kepuasan. "Pertumbuhan yang bagus, Itachi. Tapi waktu latihan kita sudah habis. Panggung pertama kita di luar desa telah siap."
Veil menoleh ke arah Shisui yang langsung berdiri tegak dalam posisi siap menerima perintah.
"Shisui, Itachi... kenakan topeng kalian," perintah Veil, suaranya sedingin es, bergema dengan otoritas dewa yang mutlak. "Malam ini, kita akan pergi ke perbatasan barat. Kita akan berburu anjing-anjing liar Kirigakure, dan mendeklarasikan kepada sang Hokage Keempat... siapa pemilik malam yang sesungguhnya."
Shisui dan Itachi segera menarik topeng khusus mereka yang telah disiapkan oleh Veil. Di bawah langit senja yang mulai menggelap, tiga sosok bayangan kecil Uchiha melesat menembus barikade pertahanan Konoha dengan kecepatan yang mustahil dilacak oleh mata manusia—bersiap untuk merobek lembaran takdir dunia shinobi untuk pertama kalinya secara aktif di luar desa.