NovelToon NovelToon
Wanita Miskin Pengganti Nyonya Mahesa

Wanita Miskin Pengganti Nyonya Mahesa

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Diam-Diam Cinta / Duda
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Quin

Nadira, gadis miskin dari desa, datang ke kota demi biaya pengobatan ibunya. Hidupnya berubah ketika ia menemukan seorang wanita tewas di pinggir jalan dan tanpa sengaja menjadi tersangka pembunuhan karena DNA-nya ditemukan di tubuh korban.

Korban itu adalah Nayla Adiprana, istri Mahesa Adiprana, pengusaha kaya yang dipenuhi duka dan amarah. Sebagai hukuman, Mahesa memaksa Nadira menikah dengannya dan hidup menderita di rumahnya.

Namun seiring waktu, Mahesa mulai melihat ketulusan Nadira yang merawat putranya dengan penuh kasih. Saat benih cinta tumbuh, kebenaran mengejutkan terungkap.

Akankah Nadira memaafkannya atau justru Nadira akan menjauh darinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Quin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 18

Hari sudah mulai larut, sudah satu jam Nadira berada di dalam kolam. Nadira sudah merasa dingin, tangannya berkeriput dan bibirnya menggigil.

Sementara itu dari atas, Mahesa tampak meninggalkan balkon. Sepertinya dia akan tidur ke kamarnya. Nadira memutuskan untuk menepi, karena cahaya redup, jadi Nadira dapat menyembunyikan tubuhnya yang hanya mengenakan dalaman. Nadira memutuskan untuk menyenderkan kepalanya pada pinggir kolam dengan tangannya menjadi tumpuan.

Perlahan matanya mulai terpejam, rasa dingin membuatnya menggigil. Rasa kantuk juga menyerangnya hingga tanpa sadar ia sudah tertidur.

***

Diana terlihat sedang tersenyum puas di dalam kamarnya. Namun sesaat kemudian ia mendengar suara ketukan.

" Siapa sih malam malam begini menganggu?." Diana bangkit dan hendak membuka pintu. Saat pintu terbuka ia melihat sosok Arya yang baru pulang ke tanah air setelah tiga tahun di luar negeri.

" Putraku!." Diana memeluk Arya dengan erat sambil menciumnya berkali kali. Sementara Arya hanya pasrah.

" Kenapa tidak bilang kalau mau pulang? Mama bisa jemput kamu ke bandara." ujar Diana sambil mencubit lengan putra keduanya itu.

Arya meringis ringan sambil tersenyum. " Mama, Arya kan mau kasih kejutan ke mama. Kalau Arya kasih tahu mau pulang berarti bukan kejutan namanya."

" Anak nakal!. Mama sangat bahagia kamu pulang. Arya! malam ini cerita sama mama ya tentang kehidupan Arya di luar negeri." ujar Diana semangat.

Arya menghela nafas " Ma, besok kita ceritanya ya. Arya capek banget." ujar Arya dengan memelas.

Diana melipat kedua tangannya di dada. " Kamu udah gak sayang mama lagi ya? Katanya kasih kejutan sama mama, tapi cerita sama mama gak mau." Diana tampak kesal.

Arya melirik jam dinding, hari sudah sangat larut dan dia merasa ngantuk.

" Arya janji besok ya ma." Arya mencium pipi ibunya kemudian langsung keluar dari kamar itu.

Sementara Diana hanya tersenyum melihat tingkah putranya, ia memutuskan untuk berbaring dan tidur.

Arya tiba di kamarnya, kamar yang sudah lama tidak berpenghuni tapi tetap dalam keadaan bersih karena para pelayan selalu membersihkannya. Arya meletakkan tas kecilnya di atas nakas, kemudian ia membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Sudah tiga tahun sejak ia di luar negeri akhirnya ia bisa kembali pulang. Arya tidak menyukai pendidikan bisnis, hanya saja ia terus di paksa oleh Mahesa dan juga ibunya.

" Rasanya sangat melelahkan!." ujar Arya sambil menatap langit langit kamar.

Tak berselang lama ponselnya berdering, memperlihatkan nama seorang wanita dengan foto profil seksi.

Arya memutar bola mata nya dengan malas, kemudian ia memutuskan untuk mematikan ponselnya.

" Sangat gerah, sepertinya berenang di jam seperti ini tidak buruk." Arya bangkit dan mengganti pakaiannya. Ia hanya mengenakan sebuah celana pendek seukuran lutut dan tanpa baju. Arya berjalan ke arah kolam renang yang kebetulan berada tepat di samping kamarnya. Arya menelisik di sekeliling, suasana di kolam sangat sepi, semua orang sudah tidur.

Arya tiba di tepi kolam, cahaya malam itu cukup remang remang. hanya ada lampu taman yang redup dan cahaya kecil dari salah satu sudut kolam.

Saat melihat air yang jernih, tanpa pikir panjang Arya langsung terjun bebas ke dalam sana.

Ia berenang ke sana kemari sambil mengibaskan rambut basahnya berkali kali.

" Uh segarnya." gumamnya. Kemudian ia kembali berenang lebih dalam. Kali ini tujuannya adalah mencapai tepi kolam dari ujung ke ujung. Arya mulai menyelam, saat akan tiba ke ujung kolam, ia melihat sebuah kaki yang berdiri di pinggir kolam. Arya spontan mengangkat kepalanya dengan cepat.

" Apa itu hantu?." gumamnya dengan ketakutan.

Arya memutuskan untuk menepi, namun setelah ia perhatikan dengan seksama sosok yang ia lihat bukanlah hantu. Melainkan seorang wanita yang terlihat tak bergerak dengan kepala bertumpu pada tangan nya.

" Siapa dia?." Arya tak bisa melihat wajah wanita itu dengan jelas karena tertutup oleh rambut.

Kemudian Arya mulai teringat dengan Nayla, kakak iparnya yang baru saja meninggal beberapa minggu yang lalu. Bulu kuduk Arya langsung berdiri, ia sangat takut.

" Apa dia arwah kakak ipar?." tanya nya sambil menelan ludah dengan susah payah.

"Tapi...aku harus memastikannya." keberanian Arya muncul secara tiba-tiba.

Ia naik ke atas, lalu berjalan pelan menuju tepian kolam yang berada di ujung. Saat semakin dekat, Arya bisa melihat wajah wanita itu yang sudah pucat.

" Hei! Siapa kamu?". Arya cukup lega karena wanita itu bukan arwah kakak iparnya.

Arya berjalan semakin dekat dan kini ia bisa melihat jelas bagaimana wajah wanita itu.

" Apa kamu pelayan baru?." tanya Arya sambil duduk di samping wanita itu.

Nadira yang mendengar suara seseorang terbangun, ia bisa melihat seorang pria sudah duduk di sampingnya. " Si...siapa kamu?." ujarnya dengan bibir menggigil.

" Astaga, kamu sudah sangat kedinginan. Apa yang kamu lakukan di dalam kolam selarut ini?." tanya Arya yang terkejut melihat keadaan wanita di hadapannya.

Nadira tak menjawab ia hanya diam, rasanya ia tidak punya tenaga lagi untuk menjelaskan apa yang terjadi.

Saat melihat wanita itu diam saja, Arya memutuskan untuk turun ke dalam kolam dan berniat mengeluarkannya dari dalam sana.

Nadira yang melihat pria asing itu semakin mendekat membuatnya menggeleng cepat. " Jangan...jangan keluarkan aku dari sini. Biarkan saja aku di sini. pergilah!." Nadira beringsut mundur saat Arya menyentuh tangannya.

Arya merasa heran dengan wanita di hadapannya ini. jelas jelas dia sudah sangat kedinginan tapi tidak mau keluar dari kolam.

" Aku hanya mencoba membantumu, kamu akan mati kedinginan kalau terus berada di dalam kolam." ujar Arya yang tak habis pikir.

Nadira menggeleng cepat disertai badannya yang kembali menggigil. " Aku memang akan mati di kolam ini, jadi aku mohon jangan membantuku."

Deg

Arya membulatkan matanya saat mendengar ucapan wanita aneh di hadapannya.

" Apa kamu berencana bunuh diri di kolam ini?Astaga, wanita aneh darimana kamu ini? Kamu tidak boleh bunuh diri, itu dosa." ujar Arya menasihati.

Nadira hanya diam, ia memeluk bahunya dengan tangannya yang sudah keriput.

Arya menatapnya dengan tidak percaya, baru kali ini ia melihat wanita aneh seperti dia.

" Aku akan membawamu naik ke atas!." Arya maju mendekati wanita di hadapannya.

" Jangan!." Lagi lagi Nadira mundur dan menghindari Arya.

Arya terdiam, ia menatap Nadira yang sedang menundukkan kepalanya.

" Apa yang sedang terjadi sebenarnya? Katakan padaku. Aku juga pemilik rumah ini jadi aku tidak akan membiarkan mu bunuh diri di rumahku!."

Nadira menelan ludah dengan susah payah, ternyata pria di hadapannya adalah anggota keluarga Adiprana.

Nadira menatap tubuhnya yang hanya mengenakan dalaman.

" Ayo! Aku akan membawamu keluar dari kolam!." ajak Arya sambil maju ke arah Nadira.

Sementara itu Nadira mulai terpojok dan tak bisa mundur lagi. " Tuan, saya mohon jangan mendekat. Pergilah tuan, jangan membantu saya." Nadira mengatupkan kedua tangannya sambil menitikkan air mata. Namun perlahan kesadarannya mulai menurun hingga ia tak mampu lagi untuk bertumpu pada kakinya.

Arya sigap menangkap tangan Nadira yang sudah mulai linglung.

" Kamu sudah sangat kedinginan." Arya tak punya pilihan selain membawa wanita yang tidak dikenalnya itu naik ke atas kolam. Arya meraih tangan Nadira dan menariknya. Arya merasa kasihan pada wanita itu yang sudah sangat pucat. Arya berniat untuk menggendong wanita itu naik ke atas.

" Berhenti! Jangan sentuh dia Arya!."

Tangan Arya yang sudah bersiap tiba tiba terhenti saat mendengar suara seseorang yang sangat ia kenal. " Kakak!." ujarnya menatap ke arah sumber suara.

Mahesa yang baru datang langsung masuk ke dalam kolam, kemudian ia melilitkan handuk pada tubuh Nadira dan menggendongnya keluar.

Tanpa bicara apa apa, Mahesa meninggalkan kolam dan masuk ke dalam rumah sambil menggendong Nadira.

" Apa sebenarnya yang terjadi di sini?." gumam Arya tidak mengerti.

1
NN
lanjut
Quin: okeyy best👍😍
total 1 replies
Ma Em
Semoga kebenarannya segera terungkap agar Nadira bisa cepat bebas dari siksaan Mahesa , dan bisa pulang kerumah ibunya .
Quin: terimakasih 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!