Dimasa lalu..
Lelaki berbaju kokoh merah maroon itu berusaha menarik tangan perempuan yang baru saja melompat dari gedung lantai dua.tatapan pria itu tajam menatap perempuan yang berusaha melepaskan genggaman tangannya.
Pria itu seharusnya menjaga tatapannya,menjaga diri agar tidak menyentuh wanita yang bukan muhrimnya.tapi ia harus melakukan ini.ini semua darurat.ia tidak bisa begitu saja membiarkan seorang wanita melompat dihadapannya begitu saja.
" Lepaskan saya lebih baik saya mati."
" Sadarlah nona bunuh diri itu perbuatan dosa,anda tidak akan diterima dibumi maupun dilangit.arwah anda akan mengantung diantaranya."
Wanita itu tetap kekeh,ia berusaha melepaskan tangan laki laki itu.keringat menetes didahi pria tampan itu.ia menatap perempuan itu terjatuh dihadapannya.adnan Al Fahri putra dari kiay Husen pemilik pondok pesantren yang sangat dihormati dikota ini.
Untuk pertama kalinya dalam hidupnya ia menatap perempuan dengan begitu dalam.dan untuk pertama kali
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aqilaarumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 18
Dimasa lalu..
Nadya tersungkur saat melihat dua garis merah yang terlihat jelas dites pack.ia membekap mulutnya sendiri begitu frustasi dengan keadaannya sekarang.sejak berita pernikahan Lucas dan nabella muncul kepublik.lucas mulai susah dihubungi.
Kepercayaan wanita itu terhadap Lucas mulai berkurang.
Tapi melihat dua garis merah itu membuat Nadya tidak bisa diam,ia harus berbuat sesuatu paling tidak Lucas harus tahu bahwa dia sekarang sedang mengandung anaknya.
Dikantor aleandra group.resepsionis tidak mengizinkan Nadya masuk dengan alasan Nadya tidak pernah membuat janji dengan pengusaha itu.
Karna Nadya ngotot ingin masuk kedalam kantor itu,para petugas keamanan mengusirnya.
" Lepaskan aku.aku ingin bertemu pria sialan itu.aku sedang mengandung anaknya.aku sedang mengandung anak lucas.lepaskan aku sialan kalian bisa melukai anak dari bos kalian."
Nadya menjadi pusat perhatian bukan hanya karna telah diusir oleh pihak keamanan tapi teriakan teriakanya yang mengatakan dia sedang mengandung anak Lucas.
Hal itu sontak membuat para karyawan berbisik bisik.
" Keluar dan jangan datang kesini lagi nyonya ! kami bisa berbuat lebih kasar dari ini jika nyonya masih tetap saja ngotot membuat kegaduhan disini."
Namun Nadya tidak menyerah ia kembali melangkahkan kaki melewati dua petugas keamanan ini.
Tapi suara bunyi handphonenya membuatnya terhenti.
Lalu Nadya mengangkat telfon ya.
" Hallo."
" Dek kamu harus kerumah sekarang.ibu!."
Detak jantung Nadya berdetak lebih kencang perasaannya bertambah kacau.perasaanya begitu diliputi rasa khawatir.
***
Masa sekarang...
Aleandra group
Kay berjalan dengan langkah tergesa gesa keruangan lucas.semua karyawan yang melihatnya menundukkan kepala saat mereka berpapasan dengan Kay.semua mengenal pemuda berusia 24 tahun itu sebagai putra mahkota.
Pewaris tunggal aleandra group.
Tanpa mengetuk pintu Kay membuka pintu ruangan lucas.hingga membuat wanita yang sedang berada dipangkuan Lucas yang tengah asyik mencumbui bibir Lucas berhenti.
Lucas menurunkan wanita itu dari pangkuannya.wanita itu kesal bukan main.karna kedatangan Kay ia harus menghentikan kegiatannya yang begitu ia nikmati.
" Pergilah."
Wanita itu pergi,saat berpapasan dengan Kay wanita itu memegang bahu Kay sambil tersenyum.
" Singkirkan tangan kotormu." Ucapnya dingin.
Membuat wanita itu berlalu begitu saja.
Lucas merapikan kemejanya saat melihat Kay menatapnya dengan tatapan begitu jijik.
" Katakan kamu mau apa?"
"Saya ingin menikah."
Satu alis Lucas terangkat disusul ketawa yang seperti mengejek.
" Saya serius.namanya Ayla saya sudah pacaran dengannya sejak empat tahun yang lalu."
"Humm jika kamu ingin menikah biar papa yang mencarikan seorang perempuan untukmu.rekan bisnis papa banyak dan mereka memiliki putri yang cantik cantik."
Tangan Kay mengempal
" Aku hanya ingin menikah dengan Ayla."
Lucas menyandarkan tubuhnya kesadaran sofa.ia kembali menatap Kay yang masih berdiri tegak dihadapannya .
" Baiklah jika itu mau kamu.lalu kamu mau papa melakukan apa?"
Rahang Kay mengeras tanganya mengempal.lucas memang tidak bisa disebut sebagai seorang ayah.
" Kay ingin papa dan mama mendampingi Kay untuk melamar Ayla."
" Hum membosankan."
" Kay mohon.kay berjanji akan menuruti permintaan papa untuk mengelolah perusahaan ini."
" Hum baiklah kalau begitu."
Setelah mengatakan itu Kay keluar dari ruangan Lucas dengan hati yang berdebar sebentar lagi ia dan Ayla cinta mereka akan berlabuh pada ikatan suci pernikahan.ikatan yang selama ini selalu Kay takutkan tapi Ayla berhasil meyakinkannya jika pernikahan mereka kelak tidak akan seperti pernikahan papa dan mamanya.
Berbeda dengan Kay Lucas tampak terdiam memikirkan sesuatu.ia menatap pintu yang baru saja ditutup Kay dengan tatapan yang sulit diartikan.