Seorang pria remaja mendapatkan kekuatan dari aura ghaib Putri Mahkota Bangsa Iblis. Yang membuat perubahan seratus delapan puluh derajat dari kehidupan sebelum nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kend 13, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mandi Nikmat
Di balik jendela yang tak sepenuhnya terbuka, sepasang mata indah telah menyaksikan pertunjukan Jay bersama Aida sejak awal.
Awalnya dia hanya ingin berkunjung untuk menemui Shiva, sang putri sulung dari wanita dewasa yang menjadi tokoh utama di dalam kamar itu.
Namun, karena tidak mendapatkan jawaban dari dalam rumah, samar-samar dia mendengar obrolan yang menarik dari salah satu kamar di rumah itu.
Diam-diam dia mengitari rumah itu menuju jendela kamar yang mungkin saja penghuni rumah tak mendengar kan ketukan dan panggilannya dari pintu utama rumah.
Namun, pemandangan menarik yang di lihat nya mengurung kan niatnya untuk mengeluarkan suara. Seorang wanita dewasa bersama seorang pria remaja sedang bermesraan di depan meja rias tanpa menggunakan sehelai benang pun menutupi tubuh keduanya.
Segera dia menutup mulut nya yang terbuka karena kejutan yang baru saja di lihat nya itu. Setelah pertunjukan itu dirasa selesai, diam-diam dia undur diri melangkah meninggalkan rumah itu sebelum penghuni rumah menyadari keberadaan nya di sana.
***
'All mission success!'
'STATUS SISTEM HAREM'
Nama : Jay Pradana
Umur : 17 tahun
Tinggi : 185 cm
Berat badan : 73 Kg
Ras : Manusia
Kekayaan : 78.000.000
Pesona : level satu 6/10
Kekuatan : level satu 4/10
Kemampuan : Mata tembus pandang durasi 5 menit
Anggota Harem :
1. Aida Wilhelm.
'Hadiah otomatis telah ditambah kan pada status Host.!'
Mata Jay terpejam saat merasakan pupil matanya tiba-tiba saja terasa panas. Sesaat kemudian rasa sejuk pun dirasakan nya setelah beberapa detik. Lau Jay melihat ke arah jendela.
Deg.
Dilihat nya seseorang tengah berjalan menjauhi jendela kamar tersebut.
"Ada apa sayang?" Suara merdu Aida memecahkan fikiran Jay. Wanita itu masih berada dibawah sambil mengusap punggung lebar pemuda itu.
Jay tersenyum lembut dengan perlakuan Aida. mengecup bibir wanita yang telah memberi pelajaran baru itu sesaat. "Mandi yuk!" Ajaknya setelah melepaskan lumatan singkat itu.
Wajah Aida bersemu merah, Untuk kesekian kalinya keponakan nya ini bersikap manis terhadap nya. "Kamu manis banget sih!"
Jay terkekeh pelan, memperhatikan wajah Aida yang semakin mempesona. Memperlihatkan sisi kewanitaan nya yang penuh kemesraan dan kemanjaan terhadap seorang pria.
Dibawah sana, Aida masih merasakan sang tombak belum lah layu seperti tombak mantan suami nya setelah mencapai puncak. "Kamu keliatannya masih tegang di bawah sana!" Kaki Aida kembali melingkar pada pangkal paha pemuda itu.
"Jangan menggoda ku lagi, Aida!" Ancam Jay dengan senyuman penuh arti terlukis pada bibir nya yang sedikit memerah. Jay menegakkan badannya sambil membawa tubuh Aida di pelukan nya.
Aida menurut, saat ini dia benar-benar duduk diatas pangkuan pemuda itu tanpa melepaskan penyatuan mereka. "Mantan suami ku tidak pernah melakukannya sejauh ini loh!" Ucapnya, dengan bangga menyanjung pemuda itu, berharap perlakuan nya tidak akan hanya berhenti sampai disini saja.
"Jangan membahas orang lain ketika kita seperti ini!" Jay sedikit menjambak rambut Aida dengan kasar. "Aku jelas pria yang berbeda." Ucapnya menarik kepala Aida dengan lembut.
chup.
Awalnya Aida tersentak dengan perlakuan kasar Jay barusan. Namun segera sadar, kata-kata yang sebelumnya seharusnya tidak diucapkan untuk membandingkan pemuda itu dengan mantan suami nya.
Jay melumat bibir Aida dengan lembut, walaupun fikiran nya saat ini sedang marah karena merasa dibandingkan, tatap saja itu tak sebanding dengan kelembutan bibir Aida yang membalas ciuman nya dengan penuh gairah.
Aida hanyut dalam buaian kenikmatan yang beruntun itu. Kejadian ini memang tidak pernah direncanakan sebelumnya. Dengan gerakan perlahan, dia menggoyang pinggulnya. Terasa batang tombak Jay mengaduk-aduk di dalam sana. Kembali kedua tangannya di letakkan pada masing-masing bahu kekar Jay.
Amarah yang melonjak sesaat itu teredam seketika karena serangan Aida yang tiba-tiba menyulut kan api gairah nya kembali. Kedua tangan nya pun bergerak menyentuh masing-masing sisi pinggul wanita dewasa itu. Mengikuti gerakan pinggul wanita itu yang tengah mengaduk-aduk sang tombak di dalam sana.
Tak puas hanya dengan gerakan sederhana itu, Aida yang masih melumat bibir Jay kini melakukan pergerakan menaik turun pada pinggulnya. Gesekan di dinding kerang abalon nya bagian dalam itu pun terjadi kembali, apalagi sesekali batang tombak itu menyentuh tonjolan sebesar biji kacang itu, membuat nya semakin blingsatan.
Jay terpukau dengan gerakan liar yang di lakukan Aida. Wanita dewasa yang paling di hormati di sekolah nya itu tengah menari-nari dipelukan nya. Dada nya yang besar itu terayun keatas dan kebawah, mempertontonkan pemandangan yang begitu kontras dengan keseharian nya.
"Jangan melihat ku seperti itu!" Ucap Aida melepaskan pagutan bibir nya dengan malu. Namun gerakan pinggulnya terus naik turun dengan meningkatkan kecepatan nya. Demi meraih puncak untuk ketiga kalinya.
Jay tidak akan tinggal diam, tangannya membantu pergerakan itu. Melihat wajah Aida, dia tahu, wanita dewasa itu pasti akan mencapai puncak kembali.
"A-aku mau keluar lagi!" Pekik Aida tertahan. Mengejang sesaat, kemudian setelah beberapa detik tubuh itu bergetar.
Jay merasakan semburan cairan menyiram tombak nya di dalam sana, dan dinding-dinding itu mencengkram batangnya seperti meremas dan berusaha menyedot benda itu.
"Kamu belum?" Tanya Aida setelah menyesuaikan deru nafas nya yang tak beraturan.
Jay tersenyum simpul, lalu menggeleng pelan. "Nggak apa-apa, Asal kamu sudah puas sayang!" ucapnya lembut. Tangannya bergerak menyeka buliran keringat di wajah wanita dewasa itu.
Aida terenyuh mendengar penuturan Jay yang terlihat natural itu. Belum pernah dia mendapatkan klimaks tiga kali secara beruntun itu dengan suaminya. Dan dia mendapatkan itu dengan pemuda yang mungkin saja baru mengenal pelajaran ini.
"Mandi yuk, sepertinya kamu terlalu bersemangat hari ini," Ucap Jay, kembali mengajak Aida setelah pertempuran kedua ini.
Aida memandang sekujur tubuh nya, terlihat benar-benar mengeluarkan keringat yang cukup banyak setelah melakukan pekerjaan nikmat ini. "Yuk, mandi!" Aida tersenyum malu-malu sambil merangkul kan kedua tangannya di pundak pemuda itu, sementara kedua kakinya pun ikut mengeratkan lingkaran nya.
Jay terkekeh mengetahui maksud pergerakan wanita dewasa itu. Dengan sedikit usaha yang sulit, akhirnya dia berhasil berdiri di sisi ranjang dan melangkah ke kamar mandi, dengan terus memeluk wanita itu di pangkuan nya, sementara penyatuan itu tetap bertahan. Sesekali Jay mengangkat kedua lipatan kaki Aida ketika tubuh wanita itu sedikit merosot.
"Kita kayak pengantin baru saja sayang." Celetuk Aida setelah menutup pintu kamar mandi.
Di dalam kamar Jay dan Aida kembali melakukan penetrasi sambil melakukan berbagai gaya. walaupun tak ada misi, Aida dan Jay melakukan itu atas kemauan mereka masing-masing.
Setelah Jay mencapai puncak, bersamaan Aida yang sudah untuk ke lima kalinya, mereka pun segera menyelesaikan mandi nikmat itu terburu-buru.
***