NovelToon NovelToon
Pembalasan Nona Yang Sempurna

Pembalasan Nona Yang Sempurna

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: HartaKarun

semua yang kulakukan selama ini ternyata tidak berarti apapun bagi mereka,orang yang kuhormati,kusayangi dan kucintai mengkhianati ku begitu saja.
menyaksikan kematian ku seperti pertunjukkan yang menghibur mereka,aku sungguh bodoh...
memilih mereka yang tidak memilih ku..yang hanya memanfaatkan ku..aku menyesal...
aku tidak menerima takdir ini....aku menolak...
aku meminta pembalasan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HartaKarun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

chapter 18

Sorenya,aku membantu ibu Devan untuk menyiapkan makan malam,sambil menyiapkan bahan kami juga berbincang-bincang,tidak pernah sekalipun terfikirkan oleh ku jika akan ada masanya aku bisa akrab dengan orang tua Devan.

Dulu orang tua Devan selalu menjaga jarak denganku,membangun tembok besar agar aku mengetahui batasan ku,sekarang mereka sangat ramah dan seolah memperlakukan seperti kaca yang rapuh dan rentan pecah.

“Selama bekerja,apakah ada yang mengganggu mu Agata?”tanya ibu

“Jika di bilang tidak itu pasti bohong bu,namun aku tau bahwa untuk menjadi pebisnis yang berhasil aku harus melalui semua ini.aku tidak boleh lemah hanya karena masalah yang kecil”

Ibu tersenyum senang mendengar ucapan ku,”ibu senang kamu mempunyai pikiran seperti itu,karena ibu memiliki suami dan anak yang seorang pebisnis,ibu tau seorang pebisnis harus kuat dan mencari peluang yang menguntungkan,ibu yakin jika kamu juga akan berhasil nantinya”

“Terima kasih banyak bu,aku senang ibu mendukungku.ibu aku tidak suka brokoli,bisakah kita tidak menambahkan itu ke dalam sup?”pintaku pada ibu yang mengambil brokoli untuk dipotong-potong,sedari kecil aku memang tidak menyukai brokoli,entah kenapa aku menjadi sangat bermusuhan dengan sayuran itu,bahkan di suatu malam aku pernah bermimpi bahwa sebuah brokoli besar mengejar-ngejar ku,hal itu sangat membuat ku trauma.

“Kamu tidak suka brokoli?”

“Tidak bu,aku sangat membenci sayuran itu”wajahku menampakkan ketidak sukaan ku,aku terlalu fokus dengan brokoli yang ada di tangan ibu sampai-sampai tidak menyadari tatapan ibu yang aneh kepada ku,

Ibu berdehem,”kalo begitu ibu akan membuatkan udang saus padang,bagaimana?”

“Udang saus padang?ibu aku mau makan itu,sudah lama sekali aku tidak memakannya,itu adalah makanan favoritku,bagaimana ibu tau?”aku tersenyum lebar,bahagia dan sedikit bersemangat dan tidak sabar,sudah lama sekali aku tidak memakan makanan favorit ku itu.

“Kamu..pernah mengatakannya..?”ujar ibu lirih yang di akhir ucapannya terkandung kata tanya.

“Ayo ibu,kita mulai membuatnya,aku akan membersihkan udangnya”aku membuka kulkas dan mengeluarkan udang,membawanya ke wastafel untuk dibersihkan.

Aku yang asik membersihkan udang tidak menyadari tatapan lekat ibu pada ku.

“Mari makan”ujar ku membawa makanan terakhir ke meja,aku duduk di samping Devan,

“Ibu,kamu memasak udang?”Devan keheranan,

“Aku yang meminta ibu membuatnya,sudah lama sekali aku tidak memakan nya”ujar ku

Devan menatapku,”kamu suka?”

“Aku suka sekali,udang saus padang adalah makanan favoritku sedari kecil.dulu ada pelayan yang memasakkan ku itu dan saat aku memakannya aku menobatkannya sebagai makanan terenak di dunia,sayang sekali pelayan itu berhenti bekerja”aku menghela nafas memikirkan pelayan yang resign itu,seandainya ia tidak berhenti bekerja aku pasti bisa menikmati udang saus padang ini setiap hari.

Devan saling berpandangan dengan orang tuanya,ibunya tampak ingin mengatakan sesuatu namun Devan menggeleng memintanya untuk tidak berbicara.

“Aku akan membantumu membuka kulitnya”mata Devan bersinar melihat ku,tatapan nya juga dalam seolah memperhatikan ku secara rinci,ia tersenyum lembut dari biasanya.aku tidak tau mengapa ia tiba-tiba menatap ku seperti itu.aku hanya fokus dengan ucapannya yang akan membantuku mengupas kulit udang,karena jujur saja aku malas sekali mengupasnya sendiri,bahkan jika aku memesan di sebuah restoran aku langsung meminta untuk kulitnya langsung dipisahkan.

“Kamu sangat baik,terima kasih Devan”untuk pertama kalinya setelah kehidupan kedua ini,aku tersenyum tulus kepada Devan.

Devan mulai mengupas udang satu persatu,melihat Devan mengambil satu piring penuh aku merasa tidak enak kepada orang tuanya,

“Devan jangan ambil semuanya,sisakan juga untuk ibu dan ayah”ujarku merasa malu dengan sikap Devan

“Tidak perlu Agata,ibu senang jika kamu makan dengan lahap.tidak usah pedulikan kamu.ambil semuanya untuk mu”ujar ibu yang di angguki oleh ayah.

Aku menatap mereka berbinar-binar,”terima kasih ibu,ayah kalian sungguh baik”

Aku mulai memakan udang yang sudah dikupas oleh Devan,ah rasanya sungguh enak sekali,sangking enaknya aku hampir meneteskan air mata.

“Enak sekali ya?”

Aku menatap Devan,”um,sangking enaknya hampir bisa membuat ku meneteskan air mata”

“Kalau begitu makanlah semuanya,kapanpun kamu mau love aku akan membelinya untuk mu”

Sementara aku fokus dengan makananku,orang tua Devan nampak cemas menatap ku dan Devan,orang tua Devan bisa melihat tatapan yang sudah lama tidak mereka lihat dari Devan,cara Devan melihat Agata hampir sama dengan beberapa tahun yang lalu saat ia menatap gadis itu.

Apakah karena mereka berdua sama?

1
mia
bagus bangettttt 🫶🏻
mia
nggak sabar ngeliat pov Devan tentang masa lalu mereka
Meyke Bawole
cerita bagus
awesome moment
d yg g pas disini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!