NovelToon NovelToon
Tumbal Pengantin

Tumbal Pengantin

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Iblis / Misteri
Popularitas:67.7k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Aldo pulang merantau dari kota karena mendengar kabar bahwa sebentar lagi Airin akan segera menikah, Kakak kesayangannya itu akan menikah sehingga dia harus segera pulang.

tanpa dia tahu bahwa sesuatu telah terjadi dan Aldo sama sekali tidak mendengar kabar tentang hal itu, bahkan hal yang begitu buruk akan segera menghampiri dia karena kedatangan dia ke desa ini hanya akan mengungkap apa yang telah terjadi kepada Airin yang telah lama menghilang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17. Dua kuntilanak

"Astaga Aku sama sekali tidak menyangka bahwa Senina akan meninggal dalam waktu sedekat ini." Judit berkata dengan nada yang begitu penuh keheranan.

"Ya namanya juga nyawa manusia jadi mana kita tahu kalau mau meninggal sekarang atau besok." Jamil berkata dengan nada yang begitu santai.

"Ah padahal dia cantik sekali dan aku merasa kurang saja kalau bersama dengan dia." Judit tertawa kecil.

"Ah semua sudah longgar sehingga tidak ada yang perlu untuk disesali juga." Fitra berkata dari arah jok belakang.

"Kalau kau sudah pasti puas dengan dia sehingga sampai melupakan Airin begitu saja." Jamil berkata dengan wajah sedikit mengejek kepada Fitra.

Fitra hanya mencebik biasa Karena Dia tidak peduli dengan hal itu Dan menganggap itu adalah hal yang biasa, memang sungguh paket lengkap bila sudah bersama dengan pria penyabu seperti ini karena dia tidak akan pernah mengetahui apakah itu salah atau benar karena yang di dalam pikiran dia hanya kesenangan dan juga ketenangan semata.

Bahkan Fitra sama sekali tidak merasa bersalah atas kematian Senina atau Airin yang menghilang sampai saat ini, ia tetap menikmati hidup yang menurut dia terasa begitu enjoy bila sudah menghisap barang tersebut, nanti bila efek itu sudah hilang maka yang ada dia akan sibuk kembali dan menjadi orang paling tersakiti di dunia ini.

Sama seperti sekarang walau tetangga mereka baru saja meninggal dan bisa dibilang bahwa Senina itu adalah teman mereka dan bahkan mereka juga pernah mencicipi tubuh gadis itu, namun mereka tidak ada berbelas kasih untuk membaca tahlil di rumah Pak Cipto sekeluarga yang tengah berduka.

Malah mereka bertiga sekarang ingin pergi ke klub untuk menikmati hidup ini, tentu itu semua bukan menggunakan uang Fitra karena dia sama sekali tidak memiliki uang di dalam hidup ini. mau dari mana dia mendapatkan uang karena tidak pernah bekerja dan bila memegang sedikit saja maka akan larut dalam kesenangan yang tidak terbatas itu.

"Kata orang kebun sawit ini memang banyak setan ya." Jamil tertawa karena dia tidak percaya dengan hal berbau setan.

"Hahaaaaa bahkan karena rumor yang beredar itu sekarang sudah banyak orang yang menyamar menjadi setan." Fitra tertawa mendengar ucapan Jamil.

"Ah sekarang ada saja cara orang untuk mendapatkan uang, lihat itu yang menyamar jadi pocong dan ingin merampok rumah warga." Judit juga berkata dengan santai.

"Yang namanya setan itu tidak ada karena mereka sudah mati terkubur di dalam tanah." Fitra berkata dengan seringai di wajah.

"Tapi aku sedikit cemas juga dengan kematian Senina ini." Judit mendadak merasakan sedikit resah.

Namun Jamil dan juga Fitra sama sekali tidak peduli dengan hal itu karena menurut mereka itu adalah mitos belaka, tidak ada manusia yang sudah mati akan menjadi arwah gentayangan karena mereka terkubur di dalam tanah dan akan menikmati apa yang ada di dalam tanah itu bersama dengan para cacing.

Jadi tentang arwah gentayangan yang akan membalas dendam tentu saja mereka tidak percaya dengan bualan itu semua, menganggap hal itu hanya mitos dan tidak akan pernah terjadi di dalam hidup mereka sehingga terkadang manusia seperti ini baru akan merasa kapok ketika sudah bertemu secara langsung dengan setan yang sedang gentayangan tersebut.

"Kau Kenapa mengajak aku jalan-jalan di sini, Ran?" Nilam menatap jalanan yang penuh dengan pohon sawit.

"Aku diberitahu oleh gagak kalau ada seseorang yang meninggal di perkebunan ini dan kemungkinan dia jadi arwah gentayangan sih." Maharani berkata pelan.

"Oh apa itu korban pemerkosaan?" tanya Nilam kembali untuk memastikan terlebih dahulu.

"Em tidak tahu juga karena gagak itu cuman melihat sekali lewat dan kemudian dia memberi laporan kepada diriku." jawab Maharani.

"Oh jadi kita jalan-jalan ini karena mau mencari dia di sekitar kebun sawit?" tanya Nilam kembali yang masih belum paham.

"Betul, kalau baik kan kita bisa menolong tapi kalau dia tidak ingin menjadi arwah baik maka Ya silakan saja gentayangan terus." ujar Maharani kembali.

"Aku kadang merasa heran karena semakin banyak saja wanita yang tertekan lalu meninggal dunia dengan cara tragis." Nilam berkata dengan perasaan miris.

"Kadang wanita juga malah memasukkan diri ke dalam jurang nestapa." timpal Maharani.

Dua kuntilanak ini berjalan dengan begitu santai sehingga kemudian baru menyadari sorot lampu mobil yang tidak lain adalah rombongan Jamil dan juga Fitra, kebetulan mereka juga bisa melihat keberadaan dua kuntilanak tersebut sehingga mereka langsung tertawa karena mengira bahwa kedua kuntilanak itu adalah gadis cantik yang sedang berjalan-jalan.

"Waow sangat menyala sekali itu berdua." Jamil langsung salah fokus.

"Aku akan menegur terlebih dahulu itu yang memiliki rambut panjang lebat." Judit sudah tertarik melihat Nilam.

"Sebaiknya tidak usah mencari masalah dengan gadis desa ini terlebih dahulu, kita mencari saja nanti kalau sudah sampai di klub." Fitra tidak ingin mencari urusan dengan gadis desa ini.

"Enggak, ini tidak bisa dilewatkan karena mereka terlalu cantik dan menggoda." Jamil tetap saja keras kepala dan malah menghentikan mobil tepat di sebelah Maharani dan juga Nilam.

"Loh Kenapa mobil ini berhenti tepat di sebelah kita?" Maharani menoleh kepada Nilam yang sedang memainkan lidah.

"Ya Aku sengaja memang menampakkan diri di depan mereka karena sedang tidak ada kerjaan begini." Nilam berkata dengan sangat usil.

Maharani memutar bola mata malas karena dia tahu bahwa kuntilanak satu ini ingin bermain dengan para pria itu, jiwa usil Nilam sudah keluar sehingga pasti dia nanti akan melakukan gebrakan terbaru agar para pria itu merasa ketakutan.

Ini sebenarnya bisa dikatakan bahwa dia hanya menggoda dan bila pria itu tergoda maka adalah salah pria itu sendiri karena tidak bisa menjaga mata, mereka berdua memang sangat cantik dan menggoda sehingga siapa saja yang melihat pasti akan merasa tertarik dan ingin berkenalan dengan mereka berdua.

"Mau kemana nih kalian berdua?" tegur Jamil sambil tersenyum manis.

"Kemana saja karena ini malam minggu dan ingin jalan-jalan." Nilam langsung menjawab dengan senyum mengembang.

"Ayo barang kita saja kalau memang mau jalan-jalan." ajak Judit.

"Enggak usah, terima kasih." Maharani langsung menolak karena dia ada urusan yang mau segera dia selesaikan.

Nilam juga menggeleng karena dia tidak mau bila sampai masuk ke dalam mobil itu dan nanti justru akan semakin panjang masalah ini, sedangkan dia diajak ke sini oleh Maharani karena mau mencari arwah gentayangan yang ada di kebun sawit itu, namun penolakan mereka berdua justru membuat para pria itu semakin merasa penasaran.

Selamat siang besti, jangan lupa like dan komentar kalian semua ya.

1
ρυтяσ kang'typo✨
belum di datangin maka'y Jamil kekeh ngemeng gitu sama Yoga
Eli Rahma
sampai ujung dunia pun Airin akan mengejar kalian berdua untuk bls dendam
Sekar Sekar
selingkuh dngan senina sahabat nya sendiri
MiilaaManurung
lagi dong kak 🤣
Ayuk Witanto
lebih baik katakan saja yoga daripada kau merasa bersalah
Ayuk Witanto
tunggulah giliran mu
neni nuraeni
lnjuttt
Ayuk Witanto
salsa nya Davin
ᥫ᭡◦•●◉✿ 𝑟𝑖𝑠𝑘𝑎 ✿◉●•◦ᥫ᭡
semoga dengan yoga mengaku nanti kamu aman dari kematian 🙏🙏
Nurr Tika
kau tunggu gilaranmu mil
Apriyanti
lanjut thor 🙏
Aditya hp/ bunda Lia
biarin ajah Ga si Jamil mah bentar dia juga bakalan mati sama Airin
ρυтяσ kang'typo✨
takut kan Yoga😏😏mana teman'y sudah metong 1
ρυтяσ kang'typo✨
mereka kan ka" beradik g ada yang waras Nit, kalo beneran lagi waras mah emang tenang🤣🤣🤣
ρυтяσ kang'typo✨
👍👍👍👍cakeeeep... terus teror mereka 1/1 Airin
Ela Jutek
gak caya kau Mil, paling ntar kau target selanjutnya
Ayuk Witanto
apa kau masih mau bungkam yoga...liatlah temanmu sudah mati
Ayuk Witanto
karna Judit sudah ketemu malaikat maut
Raffaza Direzky87
makhlum kakak nya ratu ular, adiknya aja kadang² juga gila apalagi kakaknya 😁
Eli Rahma
ngomong Ga..sebelum didatangi Airin lg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!