NovelToon NovelToon
Kenapa Aku Berbeda

Kenapa Aku Berbeda

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: glaze dark

bagi orang lain, cinta pertama seorang anak perempuan adalah seorang ayah tapi tidak Resty, karena baginya ayah adalah neraka baginya
inilah kisahnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon glaze dark, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 17

Subuh belum terang betul. Ayam tetangga baru sekali berkokok. Resty duduk di tepi ranjang, mencoba ngancing baju SMP. Tangannya gemetar. Bukan karena dingin tapi Karena ini pertama kalinya dia berangkat sekolah tanpa berantam dulu sama rumah. Setelah kejadian beberapa hari yang lalu. Awi benar-benar berubah. Ia sudah pulang cepat atau paling lama jam 1. Terdengar di telinga Resty bunyi korek api dari luar. Awi sudah bangun lebih dulu. biasanya jika awi seperti dulu, dia akan bangun siang. tapi hari ini dia bangun lebih awal dari biasanya. Nyalain pelita di dapur, hidupin kompor untuk masak air panas. Baunya teh hangat menyusup ke kamar. Resty keluar Seragam nya kebesaran. Baju itu bekas anaknya Bu sari yang sekarang sudah masuk SMA.

"Tehnya sudah. Gulanya sedikit aja ya seperti kemarin," Awi tersenyum. ia nyodorin gelas tanpa menengok.

Resty duduk sambil melipat roknya biar pas. "Iya.....pak!."

Mereka minum dalam diam, tapi diamnya beda. tidak ada tembok. cuma ada dua orang yang sama-sama gugup. Awi mengeluarin plastik kecil dari laci. Di dalamnya ada uang lecek."ini uang jajan ya....! maaf bapak cuma ada segini."

Dengan tangan gemetar, Resty menerima uangnya. selama ini, Awi tidak pernah memberikan dia uang."Resty pamit ya...pak!

Awi menengok pelan. Resty sudah berdiri di ambang pintu, tas SMP di punggung. Rambutnya masih basah sedikit abis disisir buru-buru. Seragam yang kemarin kebesaran, sekarang udah keliatan lebih pas. Entah karena Resty yang sudah tegar, atau karena Awi yang akhirnya berani melihat. Awi mangap tapi tidak ada keluar kata. Sudah 8 tahun dia tidak dengar anaknya manggil "pak" seikhlas itu. Biasanya cuma diam, atau "bapak" yang nadanya datar seperti manggil orang asing.

"Tunggu," kata Awi akhirnya. Suaranya serak. Dia buru-buru mengambil sesuatu dari meja. Sapu tangan lusuh yang kemarin dikasih Resty. sekarang sudah dilipat rapi. Dia nyodorin ke Resty, tapi tidak langsung dilepas."Bawa ini....!kalau di sekolah kepanasan."

"terimakasih...pak! Resty pamit ya." salim Resty setelah menerima sapu tangan. setelah itu dia melangkah pergi menuju sekolah

Angin pagi masih dingin, tapi langkah Resty jadi terasa lebih ringan. Dia genggam sapu tangan itu erat-erat. Bau sabun colek dan sedikit bau tembakau Awi masih nempel di kainnya. Setiap beberapa langkah ia berhenti. buka lipatannya, terus lipat lagi rapi. seperti tidak rela kalau aromanya hilang.

Dari teras, Awi masih berdiri. Ia melihat punggung Resty menghilang di tikungan rumah tetangga. Awi masih berpikir darimana Resty mendapatkan uang untuk mendaftar sekolah. karena selama ini, ia tidak pernah memberikan anaknya jajan dan makanan yang layak. Tapi sekarang anaknya bisa masuk sekolah dan tasnya juga baru.

pada saat sampai di depan warung Bu RT. Resty melihat bibinya bersama bintang. Resty reflek menunduk, begitu melihat Bibi Lastri di depan warung Bu RT. Tangannya buru-buru nyelipin sapu tangan Awi ke dalam saku seragam.

"Bibi..." sapa Resty pelan, suaranya nyaris tenggelam sama suara motor lewat.

Bibi Lastri melirik dari atas ke bawah. Bibirnya nyengir tipis."Oh....!anak piatu Mau sekolah ya? Hati-hati, jangan seperti orang tuamu dulu. kerjanya cuma bikin malu keluarga."

Sepupu Resty yang bernama bintang Menahan tawa kecil sambil mengunyah permen karet. Ia hanya diam saat ibunya berkata seperti itu kepada orang lain. dia sudah rapi dengan pakaian baru dan tas baru. Resty belum mendapatkan baju karena uang pendaftaran sekolah belum lunas dan masih ada hutang 400 ribu.

Dada Resty terasa sesak. Kata-kata itu selalu sama setiap kali ketemu hanya ada hinaan. Resty tidak tahu kenapa bibinya membenci mereka dan selalu merendahkan mereka setiap kali ada kesempatan.

"huuzzzz....!Tidak boleh begitu Bu lastri, Bagaimana pun dia keponakanmu." tegur Bu RT

"Bu... RT! tidak usah ikut campur dehhh," potong Bu Lastri, dagunya naik."Saya cuma ngingetin, Biar dia tau diri. Anak tanpa ibu tuh susah diaturnya."

Resty makin menunduk, jarinya kanannya mencengkram tali tas sampai buku di dalamnya berisik. Sapu tangan Awi di saku kerasa dingin, tapi anehnya bikin dia sedikit tenang."Ibu saya, dulu orangnya baik...Bi," bisik Resty akhirnya. Suaranya gemetar tapi jelas. "Ibu ngajarin saya buat tidak membalas orang jahat."

Bu Lastri mendelik."Hah! sudah pintar menjawab kamu ya. Mirip bapakmu Sama-sama keras kepala!"

"Sudah...Lastri!" Bu RT akhirnya suaranya agak tinggi."Kasihan anak orang. Resty mau sekolah, nanti bisa telat."

."bu...! aku berangkat dulu ya, nanti telat." menarik tangan Bu Lastri kuat-kuat, bukan karena kasihan dengan Resty, tapi dia tidak mau ibunya jadi tontonan warga. akhirnya keluarga mereka jadi malu. Bu Lastri masih mau ngomel, tapi diseret bintang."Iya... iya, berangkat sana! tidak ada gunanya ngomong sama anak tidak punya ibu!" desisnya sebelum masuk kerumah dan membanting pintu dengan kuat. bintang pergi menuju sekolah tampa peduli lagi apa yang terjadi.

Suasana warung Bu RT langsung lega. Ibu-ibu yang tadi diam mulai bisik-bisik lagi, tapi kali ini nada suaranya tidak enak buat Resty. karena harus jadi tontonan orang-orang.

"Minum ini, langsung habisin... Nduk," kata Bu RT lembut. Dia dorong gelas teh hangat ke depan Resty."Orang tua seperti itu....biarin aja!. Lidahnya tajam tapi hatinya kosong."

Resty mengangguk pelan. Tehnya sudah tidak terlalu panas, tapi setiap tegukan masih bikin matanya perih. Bukan karena tehnya. untuk pertama kalinya ada orang yang mau membela dia setelah Ibunya pergi."Bu RT... makasih," ucapnya lirih.

Bu RT cuma senyum, terus mengusap kepala nya."Ibumu dulu kalau marah sama Bu Lastri, selalu bilang gini: 'anjing menggonggong, kafilah berlalu'. Kamu harus kuat seperti ibumu, ya?"

Resty senyum kecil dan mengangguk. tapi itu senyum pertama dia pagi ini setelah bapak nya memberikan teh hangat untuk pertama kalinya.Dia berdiri, salim ke Bu RT. Dan sapu tangan Awi dia keluarin lagi. lap bibirnya, Lipat rapi, masukin saku.

1
Sarah Bagan
lnjut kak😊😊😊
glaze dark: oke kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!